
masih dalam keadaan yang sama dengan suasana yang sedikit berbeda
kini setelah ilham menyatakan perasaan nya, seketika, suasana pun menjadi canggung
"ehm, lia, aku minta maaf, aku tidak bermaksud untuk membuatmu marah, tanpa ku sadari, rasa ini perlahan mulai hadir di hati ku, aku tau, kamu pasti tidak akan percaya, dengan semua kenyataan ini, tentang rasa ku pada dirimu, tapi, sulit bagiku untuk memendam rasa ini sendiri, karna terlalu banyak rintangan, untuk aku hadapi, aku tidak tau, kenapa aku sangat sulit, untuk melupakan dirimu li" kini, ilham pun mulai berjalan, dan bertekuk sebelah lutut di hadapan lia, karna sedari tadi, lia hanya menundukkan pandangan nya, tanpa ada rasa ingin menatap ilham yang tengah menatap nya,,,
"kamu selalu menjaga jarak, dengan yang bukan mahram kamu li, kamu memang selalu menutupi tubuh mu, dengan sempurna, dan kamu memang selalu menjaga pandangan mu terhadap hal, yang tidak sepantas nya kamu pandang, namun aku mencintaimu, bukan hanya karna hal itu saja, hatimu sungguh baik li, bahkan kamu selalu bersikap rendah hati di hadapan semua orang yang memuji mu, aku mencintaimu, karna aku sangat kagum padamu li, kamu lah orang pertama yang berhasil membuatku takut akan kehilanganmu, kamu berhasil menguasai pikiranku li" ucap nya tulus dengan mata berbinar nya
"maaf ham, aku sedang menjaga amanah, dari ayah dan mma ku, selama aku menempuh hidupku di dunia pendidikan, aku tidak bisa ada hubungan lebih dengan mu, atau dengan siapa pun itu, kini tanggung jawab ku sekarang, aku harus menjaga amanah, yang kedua orang tua ku percayakan kepada ku" tutur nya lembut "maaf, bukan aku menolakmu ilham, tapi di luar sana, masih banyak perempuan yang ingin bersama mu, kamu lebih pantas bersama mereka di bandingkan dengan ku, aku masih banyak kekurangan, perjalanan ku masih panjang, begitu juga dengan kamu ilham" tambah nya
"lia, aku tidak membutuhkan jawabanmu sekarang, karna mungkin, memang kita mempunyai kewajiban yang sama, mempunyai kewajiban seorang pelajar, namun aku hanya ingin menjelaskan, perasaan ku yang sebenarnya terhadapmu, aku mohon li, setelah ini, kamu jangan hindarin aku, aku minta maaf, telah lancang sama kamu?" ucap nya
"aku ingin menjelaskan semuanya, yang ada di dalam hati dan perasaan ku ini li, semuanya sudah kamu isi dari dulu lia, tapi aku mohon li, kamu jangan hindari aku setelah ini, atau marah padaku, aku juga minta maaf, aku harap, kamu bisa memaafkan aku li?" tanya nya yang masih menatap sosok di hadapan nya
"tidak ilham, di sini, kamu tidak salah, mungkin ALLAH memang malarang kita untuk pacaran, tetapi ALLAH tidak melarang kita, untuk mencintai seseorang, namun itu juga jangan berlebihan, aku tidak akan marah terhadapmu, karna kamu memang teman masa kecilku, dan aku juga tidak akan menghindarimu ilham" tutur nya
"makasih lia, kamu sudah mengerti, apa yang sudah aku katakan, percaya lah, sedikit pun, aku tidak ada niatan, untuk menyatakan semua perasaan ini sekarang li, namun aku hanya ingin memberi tahumu, sebelum nantinya, kamu mengetahui nya, dari orang lain, makasih banyak yach li, untuk semuanya?" tersenyum bahagia
"ya, tidak masalah ilham" jawab nya masih setia menunduk
"baiklah li, sudah malam, istirahat lah, besok kamu harus sekolah, petir juga sudah terdengar, aku yakin, sebentar lagi, hujan pasti turun, aku pamit, assalamualaikum lia?" ucap nya sambil berdiri, melangkah menjauhi lia yang masih duduk di ayunan
"iya ilham, waalaikum salam" jawab nya seraya berbalik badan
namun saat lia sedang melangkah menuju rumah
"lia" panggil ilham yang masih berdiri di tempat tidak jauh dari ayunan
lia sontak berbalik badan menghadap ilham yang memanggil nya dari kejauhan
"sampai jumpa besok" ucap nya seraya melambaikan tangan kanan nya
lia hanya mengangguk kan kepalanya, memberi isyarat menjawab "iya" dengan anggukan kepala nya
***
kini, lia pun sudah hadir di dalam kamar nya sendiri, namun, ia terlihat mundar mandir seperti setrika di tepi tempat tidur nya, dia, terlihat memikirkan sesuatu
"aduuh, gimana yach, apa kha radit sudah membuka kado dari ku, dan, apakah dia menyukainya?" tanya nya dengan wajah yang gelisah
lia tetap merasa gelisah, untuk beberapa saat ini di dalam kamar nya itu, kini dia tengah memikirkan kado yang telah dia berika kepada radit
"astaghfirullah, kenapa dengan pikiran ku ya allah, rasa nya sungguh gugup, aku sangat malu,,," ucap nya yang masih berjalan kesana kemari tidak ada tujuan di dalam kamar nya
namun tidak berselang beberapa menit setelahnya, kini ponsel lia yang tengah tergeletak di atas tempat tidur pun berdering dengan nyaring nya memenuhi area kamar nya
mendengar deringan ponsel nya, lia pun sedikit terkejut, dan ia pun segera mengambil nya, dan menggeser tombol hijau ke bagian tengah bawah ponsel, setelah ia tau, nama radit tertera di layar ponsel nya dengan jelas
^^^"assalamualaikum ditta?" ucap nya di seberang sana^^^
"waalaikum salam kha radit, ada apa?" ucap nya gugup
^^^"kenapa suara mu terdengar gugup ditta?" tanya nya yang menyadari kegugupan lia^^^
__ADS_1
"akh, nggk ppa kha radit, aku hanya menahan cegukan saja" ucap nya menutupi kegugupan nya
^^^"kamu cegukan ditta, apa itu artinya, kamu sedang memikirkan seseorang?" tanya nya^^^
"mk-mksd kha radit apa, hupt" tanya nya dan yach, dia benar benar cegukan untuk saat ini
^^^"nggk ppa sich, tapi emang kata orang, kalo kita sedang cegukan itu, artinya kita sedang memikirkan seseorang" jawab nya^^^
"akh, yach, eh, mk-mksd ku, tidak, aku tidak hupt sedang memikirkan seseorang, kha radit hupt salah, hupt" tutur nya sambil cegukan
^^^"ooh, gitu yach, ywdh, makasih yach ditta?" tanya nya dengan bibir melengkung ke atas^^^
"makasih untuk apa hupt, kha radit hupt?" tanya nya
^^^"untuk semuanya, kado nya juga" jawab nya^^^
mendengar jawaban dari radit, cegukan pada diri lia pun semakin menjadi jadi
"hupt,,, hupt,,, hupt,,, maaf, kha hupt radit, aku hupt, berbicara hupt, sambil ce-hupt, cegukan" ucap nya
^^^"hmmmm nggk ppa kok, aku nggk masalah, aku juga suka?" jawab nya tanpa sadar^^^
"mksd hupt, kha radit hput, suka hupt, apa?" tanya nya heran
^^^"emm itu ta, anu, emm mksd ku, aku juga suka cegukan, maka dari itu, aku suka sedikit kesel aja, kalo cegukan, datang tanpa permisi, pergi tanpa pamit" jawab nya terbata^^^
"ooh gitu hupt, iya si hupt, aku juga hupt, sedikit hupt, kesel" jawab nya paham
"nggk kha hupt, aku, hupt nggk tau hupt, cara nya hupt" jawab nya
^^^"coba kamu minum segelas air putih ta, siapa tau, cegukan yang kamu alami berhenti" ujar nya^^^
"begitu kah hupt?" tanyanya
^^^"yach, aku sering melakukan nya, aku juga selalu berhasil" jawab nya^^^
"baiklah, aku minum sekarang" jawab nya seraya menghampiri nakas yang terdapat segelas air putis di atas nya
lia pun meminum air tersebut tanpa jeda, sampai saat air nya mulai habis
"hupt, kha radit hupt, aku masih hupt, cegukan, se-hupt, sepertinya hupt, cara ini hupt, tidak hupt, berhasil hupt, dan tidak hupt, cocok hupt, untuk ku hupt" ucap nya
^^^"kalo gitu, emmmm, coba kamu tahan nafas selama beberapa menit, hingga cegukan mu menghilang" usul nya^^^
"ehm, hupt, baiklah" jawab nya sambil menahan napas nya, hingga akhir nya
^^^"ditta" panggil nya, namun tidak mendengar jawaban apapun dari lia^^^
^^^"ditta, halo ditta, apa kamu masih di panggilan ini?" ucap nya mulai panik^^^
hingga akhir nya 5 menit kemudian
"huuuuh, makasih yach kha radit, caranya ampuh, sepertinya, itu membuat cegukan ku berhenti?" ucap nya
__ADS_1
^^^"iya sama sama, waah, syukur lah, aku ikut senang mendengar nya" jawab nya^^^
"iya, eh, tadi kha radit telpon aku ada apa, maaf, gara gara cegukan ku, kha radit jadi belum menyampaikan mksd kha radit padaku?" tanya nya
^^^"nggk ppa ditta, lagi pula, aku hanya mau bilang makasih kok, makasih, kado nya udah aku buka" ucap nya dengan tulus^^^
"ehm, maaf kha radit, kha radit benar benar sudah membuka nya?" tanya nya
^^^"alhamdulillah sudah ku buka ta, dan aku sangat menyukai nya, makasich yach ditta?" ucap nya^^^
"maafin lia yach kha radit, lia hanya bisa kasih itu buat kha radit, lia,,," ucap nya terpotong
^^^"nggk ppa ditta, aku senang kok, apa kamu tau, ini hadiah yang indah yang pernah ku dapat kan, bahkan, selama ini, aku sangat menginginkan mushaf, dan aku sudah mendapatkan nya, warna nya juga bagus, aku akan s'lalu menggunakan nya, aku suka semuanya, tasbih nya juga, aku belum pernah melihat tasbih dengan warna ini, bagaimana kamu bisa mengetahui warna kesukaan ku ditta?" tanya nya panjang lebar^^^
"ooh, tapi aku memang tidak mengetahui warna kesukaan kha radit, entah lah, saat aku melihat nya, aku rasa, warna itu cocok untuk kha radit, ayah sama kha adil juga menyukai nya" jawab lia
^^^"ooyah, jadi mushaf dan tasbih ini sama dengan yang ayah dan kha adil punyai?" tanya nya^^^
"tidak kha, itu hanya ada satu di toko nya, karna aku membelinya memang untuk kado yang akan ku berikan pada kha radit, jadi, kha adil sama ayah mengalah, mereka mendukungku untuk membeli nya" jelas nya
^^^"waah, beruntung nya aku mempunyai kado seindah ini, makasih banyak yach ta, aku sangat senang menerima nya?" ucap nya lagi^^^
"iya kha, sama sama" jawab nya
^^^"ditta, sudah malam, hujan juga, aku tutup dulu yach, panggilan nya, kalo hujan, di sini susah signal?" tanya nya^^^
"iya kha radit, nggk ppa" jawab nya
^^^"assalamualaikum ditta?" ucap nya^^^
"waalaikum salam kha radit" jawab nya
setelah sambungan terputus, lia pun segera menyimpan ponsel nya di atas nakas, kini, dia pun melangkahkan kaki nya ke kamar mandi, dia selalu mencuci kedua tangan, kaki, bersiwak (menggosok gigi), dan mencuci wajah nya,,,
saat lia sudah selesai dengan rutinitas malam nya, dia pun berjalan menuju tempat tidur nya, dan menyelimuti tubuh nya hingga sebatas dada nya, namun tiba tiba, sesuatu terlintas begitu saja di pikiran nya, hingga membuatnya bertanya pada dirinya sendiri
"sebenar nya, apa mksd kha radit dengan pembicaraan nya di panggilan tadi, dia suka, dan, apa kha radit benar benar menyukai hadiah yang aku berikan?" tanya nya
"akh, sudah lah lia, kha radit juga sudah mengatakan, jika dia menyukai hadiah nya, sekarang, apa lagi mau mu?" ucap nya sambil mulai memejamkan mata nya
**tbc...
alhamdulillah
hai readhers semua, udah lama banget nggk SU yach, author nya, tapi tenang aja, author bakalan pastiin buat selalu SU, meskipun telat juga, makasih yang udah semangatin author nya sampai di chapter ini, jangan komen next yach semuanya, karna author juga pasti agak sibuk, tapi komen semangat aja,,,
gimana gimana, di part ini, apa kalian seneng, atau, gimana reaksi kalian setelah tau ilham itu suka nya sama lia, satu kata dech, buat ilham, lia, sama jihan dan sefti yach,
jujur, author suka baca komen kalin semua, itu bikin author semangat lagi SU nya, sampai jumpa di chapter selanjut nya guys, salam hangat dari author
maaf ych, udah gantung cerita nya dan buat kalian makin penasaran hhe
selasa, 12 oktober 2021**
__ADS_1