Rahasia Dua Hati

Rahasia Dua Hati
terang terangan


__ADS_3

siang ini, acara resepsi pernikahan sang kkk kini di adakan dengan meriah di hotel tersebut, namun sedari tadi, ia hanya duduk sambil terus menunduk di kursi tamu, tanpa ingin bergerak seperti yang lain


ia terus menunduk, hingga kini, salam seseorang menyadarkan nya


"assalamualaikum?" ucap seorang pria dengan mengenakan jas hitam di hadapan nya tengah berdiri dengan gagah nya


ia pun menoleh, dan,,, tap, pandangan kedua nya terhenti dengan saling menatap seketika, terlihat pria itu tengah tersenyum tipis pada nya


"wa-waalaikum salam warahmatullah hhh" jawab nya memegangi dada nya dan perut bawah nya, terasa sakit


'ya Allah, kenapa harus kambuh di acara ini' ringis nya dalam hati


"kamu kenapa ditta, apa kamu baik baik saja?" tanya radit terlihat khawatir


yach, radit lah yang membuat nya menatap nya meski sebentar, pria itu terlihat lebih tampan dengan menggunakan setelan jas dengan kain merah yang terlihat sedikit pada bagian saku jas nya


"akh, ahah, nggk ppa kha, aku baik baik saja, akh iya, kha radit sendirian ke sini, yang lain mana?" tanya nya berusaha mengalihkan perhatian


"emm, aku sama yang lain kok, tapi katanya, mereka berburu jajanan dulu di luar, banyak yang jualan, aku aja yang ke sini sendiri" jawab radit


"akh, begitu yach, ywdh, mau langsung ke pelaminan apa mau nunggu yang lain?" tanya nya


mendengar hal itu, kini berhasil membuat nya salah fokus hingga,,,


"langsung ke pelaminan juga sebenar nya nggk ppa sich, yang penting kamu nya aja, udah siap atau belum" jawab radit dengan mengulum senyum, membuat nya mengerut kan kening nya terheran heran


"kha-kalo aku pasti udah siap lah kha, memang nggk siap kenapa, lagian juga eh tapi kek nya masih ada temen nya kha kesya sama kha verry yang lagi foto tuh" ucap nya gugup dan menunjuk ke arah pelaminan yang masih ramai

__ADS_1


tersadar dengan apa yang ada di pikiran nya "akh,,, iya yach, kenapa aku baru lihat kali ini, ywdh, kita tunggu yang lain aja yach?" ucap radit menggaruk kepala belakang nya yang tak gatal


"ywdh kalo mau nya gitu nggk ppa, duduk dulu kha" jawab nya dengan ramah


"iya makasih?" ucap radit yang hanya mendapat anggukan dari lia di samping nya yang juga ikut duduk


radit, terlihat mendekat ke arah kepala nya yang ada di samping nya, namun pandangan tetap ke arah depan, dengan lancar ia berkata 'Ditta Alia Aldiansyah, kamu terlihat cantik rupawan hari ini' bisik nya tepat, di telinga kiri nya yang berhasil membuat nya tertegun dengan jantung yang memompa sedikit lebih cepat


"akh, kha radit bisa aja, jan banyak bercanda dech, tau tempat kalo mau bercanda" elak nya sedikit bergurau


"aku serius ta, kamu cantik hari ini, kamu nggk bisa lihat dirimu sendiri, kalo kamu memang cantik" bisik radit lagi


"hmm ywdh makasih kalo gitu" jawab nya juga berbisik


"mau minum dulu nggk kha, nich, kebetulan ada minuman?" ucap nya mengalihkan topik pembicaraan karna sangat gugup sambil menyerahkan minuman berwarna oranye pada radit


"akh, makasih ta, aku minum yach?" ucap radit sambil menerima minuman dari tangan nya yang di angguki nya


"assalamualaikum kha lili?" ucap genta sambil tersenyum hangat memandangi wajah lia


"waalaikum salam warahmatullah, genta, kamu juga datang, ayo sini duduk?" jawab nya sambil menepuk kursi di samping nya


"makasih, waah, kha, hari ini kha lili terlihat cantik banget, aku aja sampe pangling ketemu nya, gimana, aku tampan nggk, dengan setelan ini?" tanya genta sambil berdiri merentangkan kedua tangan nya


"hmm,,, iya, kamu tampan kok dengan setelan ini, adik kkk bakalan selalu tampan" jawab nya dengan deheman


"makasih kkk sayang, duh, mimpi apa aku semalam, hingga bisa dapet pujian dari kkk" ujar genta seraya duduk kembali

__ADS_1


'kamu puji dia tampan, tapi kamu tidak memuji ku ditta' batin radit dalam hati nya


skip, siang ini, semua teman undangan lia hadir di acara pernikahan sang kkk kedua nya dengan di iringi perlakuan hangat dan senang hati, juga banyak mengucap kan do'a do'a terbaik nya masing masing untuk kedua mempelai, hingga kini, sore pun tiba, kini semuanya masih terlihat sibuk, tak lupa dengan Dr mila juga turut serta menghadiri acara pernikahan ini


"ma, yah, aku pulang sekarang yach, soal nya masih banyak yang harus aku selesai kan di rumah?" tutur nya yang berpapasan dengan mma dan ayah nya


"nggk li, kamu akan sendirian di rumah, nggk ada siapa siapa naak" jawab mma yang merasa sedikit khawatir dengan nya


"nggk ppa ma, anak kita ini sekarang udah dewasa, insya Allah bisa jaga diri juga, barang kali dia mau istirahat, mengingat tadi banyak yang ia bantu di sini, kalo mau pulang, pulang lah naak, nggk masalah, hati hati di jalan yach?" tutur ayah yang menepuk lembut pundak kanan nya


"iya ayah, tapi, apa masih ada lagi kerjaan yang harus lia selesai kan di sini, nggk ppa kalo masih banyak, lia bisa kapan aja pulang nya?" tutur nya merasa tak enak hati


"nggk ppa sayang, kamu pulang lah duluan, nanti paling ayah mma sama yang lain nyusul sampai rumah sekitar ba'da isya atau maghrib" jawab ayah sambil melihat ke arah arloji di pergelangan tangan kiri nya


"ywdh yah, tapi aku juga mau ijin dulu sama ayah sama mma juga, rencana nya aku mau mampir dulu di rumah sakit" tutur nya


"mau apa sayang, kamu kenapa, apa ada yang sakit, kamu jatuh, di mana, biar ayah periksa terlebih dahulu" ujar sang ayah merasa khawatir dengan memandangi tubuh nya intens


"nggk ppa ayah, lia nggk sakit kok, Alhamdulillah lia sehat, tapi ayah tau kan, tadi, kha mila bilang, dia mau ketemu sama aku, ada yang harus di bicarakan, karna itu aku harus buru buru ke sana" tutur nya tanpa berbohong sedikit pun


"akh, baiklah sayang, yang tadi di resepsi kkk kamu itu yach, dokter spesialis bedah organ dalam, kamu mau ketemu sama dia?" ulang mma meyakin kan


"iya ma, kalo gitu, lia pamit, assalamualaikum?" ucap nya seraya berjalan menjauhi kedua orang tua nya


"waalaikum salam warahmatullah, hati hati sayang?" ujar mma sedikit berteriak karna jarak nya yang sudah mulai menjauh dari kedua nya


_**Ketika Gus Jatuh Cinta_

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak semua


Ahad, 19 Juni 2022**


__ADS_2