
kini radit pun tengah berada di kamar pondok nya, bersiap, untuk membuka hadiah yang tadi siang ditta memberikan nya pada nya
hati radit pun berdegup kencang, saat ia memandangi sebuah kotak berwarna biru navy itu
"duuh, apa ini benar benar dari ditta, kenapa aku sedikit gugup yach, ketika akan membuka nya?" tutur nya sambil memandangi kado pemberian dari ditta-nya itu
"kamu sedang apa dit?" tanya seseorang mengejutkan radit yang tengah memandangi kotak hadiah itu
"astaghfirullah" sontak radit yang memang terkejut dengan pertanyaan fachri, teman se kamar nya itu
"fachri al muchsyiiii, kamu kagetin aku aja, bukan nya ucapin salam malah kagetin, ada apa sich?" tanya nya menatap fachri tajam
"hhe, maaf dit, lagian, aku udah ucap salam kok tadi, kamu nya aja yang nggk jawab" ucap nya
"ya ya, maaf, aku nggk denger" ucap nya
"kamu lagi apa dit?" tanya nya yang melihat sahabat nya itu tengah duduk bersila dengan memandangi sebuah kotak berwarna biru navy
"i-ini ri, aku mau buka kotak nya, tapi aku gugup ri, kenapa yach?" tanya nya menoleh pada fachri
"emang ini kotak apaan dit, kok bisa bikin kamu se gugup itu?" tanya nya tanpa menyadari sesuatu
"fachriii, kamu lupa, hari ini hari apa?" tanya nya sedikit geram dengan sahabat nya itu
"ini hari rabu dit, kenapa?" ucap nya polos
"kamu lupa yach sama hari ini?" tanya nya makin geram terhadap fachri sahabat nya
"aku nggk tau dit, kamu lupa yach, aku kan suka amnesia waktu?" tanya nya
"mana ada amnesia waktu, kamu nya aja kali yang nggk mau ingat sama hari ini" ujar nya
"udah ih, emang kamu lagi ngapain sich,, kok beda banget hari ini, kamu kek seneng beneran gitu?" tanya nya
"aku mau buka kotak ini ri, tapi kok, aku sedikit gugup yach, mau buka kotak ini?" ucap nya kembali
"iya aku tau kamu mau buka kotak ini, kan tadi kamu udah kasih tau aku, yang jadi pertanyaan nya, kenapa kamu bisa jadi se gugup itu, hanya karna gara gara sebuah kotak?" tanya nya geram
"ini-ini kotak hadiah dari ditta ri, aku gugup, tambah bingung, isinya apa yach?" tanya nya
"ditta, ditta yang waktu itu sama kamu di halte bis bukan dit?" tanya nya menatap radit
"iya itu, dia-dia kasih aku hadiah hari ini, dia juga kasih aku kue tart rii" ucap nya dengan mata berbinar
"astaghfirullah radiit, radit, namanya lia dit, bukan ditta, kamu ini gimana sich?" ucap nya
"ditta alia aldiansyah kan ri?" tanya nya
"iya, tapi nama panggilan nya ali, bukan ditta, kamu ini gimana sich?" ujar nya
"biarin, aku kan mau panggil dia ditta, suka suka aku lah, mau panggil dia dengan sebutan apa, lagian, dianya juga nggk marah tuh" ucap nya
"dari dulu, kamu nggk berubah yach dit, kamu keras kepala" ujar nya
"biarin lah, kepala kepala aku, bukan kepala kamu juga" jawab nya santai
"huuh, kalo aku debat sama kamu udah jelas, pasti aku yang kalah" ujar nya "untung aku sahabat kamu yang baik hati" tutur nya kemudian
"udah ih, kita mau debat apa mau buka kado ini?" tanya nya pada akhirnya
"dih, kado kado kamu, bukan kado aku, atau, mau kamu kasih kado itu sama aku, aku nggk bakalan nolak kok, apalagi dari lia?" godanya
mendengar penuturan fachri, radit pun kini melebarkan matanya seketika, dan langsung menghindari fachri sambil berlari memeluk kado dari lia
"kamu bicara apa sich ri, nggk, aku nggk akan kasih ini sama kamu, aku juga mau kali" ucap nya memeluk kado dari lia
"cieeee, kamu peluk kado dari lia, kamu suka yach, sama dia?" semakin menggoda sahabat nya
"kamu udah tau, nggk perlu tanyakan itu lagi dech" ucap nya sedikit ketus
"ywdh sini, aku nggk bakalan rebut itu kok, aku cuman penasaran aja sama isi nya, ayo dong buka dit, jan bikin aku tambah penasaran" tutur nya serius
"tapi,,, aku begitu gugup ri, buat buka kado dan liat isinya" ujar nya kembali
__ADS_1
"huuh, jadi kamu nggk akan buka kado nya, sampai kapan dit, sampai kapan, apa kamu akan jadi kan itu pajangan, tanpa tau isinya terlebih dahulu?" ujar nya geram
"iya juga sich, aku juga penasaran sebenarnya, apa yang ditta kasih untuk ku yach?" ucap nya
"ywdh sini, buka, aku juga mau lihat" ucap nya melambaikan tangan kanan pada radit, supaya sahabat nya itu mendekat
kini, radit pun mulai mendekati fachri yang melambaikan tangan padanya, dia duduk, dan bersila kembali, di tempat nya semula
"huuh, baiklah, aku akan membuka nya, tapi,,," ucap nya tiba tiba, membuat fachri yang ada di samping nya semakin geram
"tapi apa lagi sich diit, jangan bikin aku makin penasaran dong akh, kamu gimana sich!" geramnya
"tapi apa ditta ikhlas dengan pemberian nya ini?" tanya nya termenung seketika
"udah lah diit, dia pasti ikhlas kok, kalo dia nggk ikhlas, mana mungkin dia mau kasih ini sama kamu, walaupun dia gugup kasih ini tadi" ujar nya
"kamu melihat nya?" tanya nya terkejut
"yach, aku lihat kalian di halaman belakang sekolah, saat lia mengulurkan tangan kanan nya untuk kasih paper bag itu sama kamu" ucap nya sambil menunjuk paper bag di atas kursi
"kamu mengikuti ku yach?" tanya nya
"dih, nggk ada, aku nggk ada ngikutin kamu, tadinya aku mau latihan basket sama anak anak yang lain, tapi di perjalanan aku liat kamu" jelas nya
"ywdh kalo gitu, tapi kamu boong nggk?" tanya nya
"ya nggk lah diit dit, masa iya aku boong sama temen aku sendiri sich" ucap nya
"ywdh, aku percaya sama kamu" ucap nya seraya duduk di tempat nya semula
"ayo, katanya mau buka, penasaran juga sama isinya, kapan buka nya sich, kalo terus terusan bicara kek gini kapan kamu bisa buka kado nya?" ucap nya
"ywdh, aku buka sekarang" ucap nya pada akhir nya
"huuh, bismillah,,," ucap nya sambil membuka tutup kado nya
saat setelah tutup kado terbuka lebar dan jelas, menampakkan dua buah benda yang terkesan istimewa
"masya allah,,," ucap keduanya tanpa sadar dengan mata yang benar benar berbinar
"aku serius ri, ini pemberian dari ditta" ucap nya masih memandang kagum dan terharu pada isinya
"indah sekali, aku juga mau dapetin ini, apa lia bakalan kasih hadiah yang sama dengan yang dia kasih ke kamu?" ucap nya
"ya nggk lah, nggk mungkin dia kasih kado seperti ini sama kamu, orang dia belum kenal sama kamu" ucap nya
"iya juga sich, kek nya kamu istimewa yach, di hati nya dia?" tanya fachri pada radit
"ya nggk gitu juga kali ri, dia kan kasih ini karna aku sahabat nya ri, kamu ini gimana sich" tanya nya
"akh ya, aku baru menyadari nya dit" ujar nya
"udah akh, liat, udah jam 19:30, bentar lagi, waktunya ngaji isya, ayo keluar, aku mau simpen ini dulu" ucap nya melihat arloji nya
"iya yach, tadi aku mau ambil kitab, tapi liat kamu termenung gitu jadi lama dech" ujar nya
kini radit pun telah menyimpan kado dari lia di dalam lemari nya, yang bahkan ia kunci juga, sebelum memulai aktivitas nya di pondok
namun sangat berbeda dengan suasana di kamar lia, dia terlihat tengah selesai memberi tahu anak anak mengaji, dia pun segera duduk di mushala di rumah nya, untuk shalat isya berjama'ah bersama yang lain nya
skip, selesai shalat jama'ah isya, lia yang tengah membereskan alat shalat nya kini tengah merasa ada yang memperhatikan nya dari jarak dekat
"ada apa sefti, sepertinya, kamu gelisah gitu perhatiin aku, apa ada masalah, atau ada yang mau kamu sampaikan?" tanya nya pada yang memperhatikan nya sedari tadi
"anu,,, itu kha lia,,, maaf" ucap nya gugup, sambil mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga kanan nya lia
"kenapa dia suruh kamu, kenapa nggk dia sendiri aja yang temuin aku?" tanya nya setelah mendengar penuturan sang adik kelas nya
"tau, ywdh, aku pamit pulang dulu yach kha, cepetan temuin, barang kali ada hal penting yang akan di sampaikan" goda nya menyenggol bahu kanan lia
"kamu ada ada aja, ywdh, aku ke sana dulu, makasih yach seft, informasi nya?" ucap nya seraya berlalu
"iya kha, daaaaah" jawab nya melambaikan tangan kanan nya
__ADS_1
skip, di sebuah taman halaman depan rumah dua tingkat bernuansa putih, terlihat dua orang yang tengah berbincang, di sebuah ayunan, itu alia dan ilham
"ada apa ham?" tanya nya pada sosok di samping nya
"lia, gimana ulangan mu, lancar?" tanya nya basa basi
"alhamdulillah, lancar ilham, hanya tinggal tunggu pembagian raport saja" jawab nya
"syukur lah li, kamu memang selalu bersemangat dalam masalah sekolah, aku harap kamu tidak patah semangat yach, karna aku percaya, proses tidak akan menghianati hasil" ujar nya
"iya ham, makasih" ucap nya
"iya li sama sama" jawab nya
"oh iya, ada apa kamu memanggilku, padahal, kamu bisa memanggilku langsung, tanpa harus menyuruh sefti" ucap nya
"sefti suruh kamu buat ketemu sama aku li, padahal, aku di suruh aryani juga buat ketemu sama kamu, aku kira, kamu yang panggil aku" ucap nya
"nggk tuh ham, aku nggk suruh aryani buat panggil kamu, kalo memang aku ada kepentingan sama kamu, aku bisa panggil kamu, tanpa harus suruh aryani" ujar nya
"astaghfirullah, mereka ini yach, nggk ada habis habis nya" tutur nya
"mksd kamu apa?" tanya nya tidak mengerti
"maaf yach li, ini salah aku?" tutur nya menunduk
"kenapa, kenapa kamu minta maaf, emang nya ada apa ham, aku nggk ngerti?" tanya nya bingung
"aku,,, akh, tidak ada apa apa li" ucap nya mulai gugup
"kenapa ham, cerit aja nggk ppa" ucap nya
"tapi aku mohon li, kamu jangan marah yach, atau menghindari aku setelah mendengar ini?" ucap nya mulai menatap lia di samping nya
"iya, aku nggk akan marah, buat apa juga aku menghindari kamu, jika kamu saja tidak punya salah apapun terhadap ku" tutur nya lembut
"jadi,,, jadi gini li, kemarin, aryani sama seftiani datang ke rumah ku, mereka ajak aku main, katanya udah lama nggk main sama aku, bosen juga di rumah, trus mereka ajak aku ke taman, di sana ada gazebo kecil, mereka ajak aku buat masuk ke gazebo itu, aku turuti saja" ujar nya mulai menjelas kan "saat aku dan mereka udah di dalam gazebo itu, mereka ajak aku main truth or dare, seketika balpoint tunjuk aku sebagai korban, akupun pilih truth, untuk lanjut main, tiba tiba saja,,,
flashaback on
'nah, kali ini aku yang ajuin pertanyaan buat kha ilham' tutur seftiani
'ywdh apa?' jawab ilham santai
'tapi kha ilham harus jujur yach?' tanya nya kembali
'iya insya allah aku jujur kok seft' jawab nya
'jujur, sekarang, siapa yang sedang hadir di hati kha ilham?' tanya nya tanpa ragu
seketika ilham pun menjadi diam seribu bahasa mendengar penuturan sang adik kelas
'pertanyaan macam apa ini seft?' tanya ilham
'udah, kha ilham jawab jujur aja sama kita, nggk perlu berusaha buat keluar tanpa menjawab dari pertanyaan ini, iya nggk yan?' tanya sefti menoleh pada aryani
'heem iya, bener tuh kha' jawab nya
'ba-baiklah, lia' jawab nya tanpa ragu
'apa, mana, di sini nggk ada kha lia kha ilham?' tanya sefti celingak celinguk mencari kehadiran lia
'lia, dia adalah orang pertama yang isi hati aku, dia ada di sini' ucap nya menunjuk dirinya sendiri di bagian dada
flashback off
lia yang mendengar penuturan ilham pun kini menjadi terpaku diam di tempat, sedikit terkejut dengan kenyataan,,,
"maafin aku li, aku nggk bermaksud buat kamu marah, tapi, itulah kenyataan nya, sejak lama, aku memendam perasaan ini li, aku juga nggk tau dan tanpa ku sadari, rasa ini telah hadir di hati ku" ucap nya lemah lembut
**bersambung,,,
jan lupa like and komen nya readhers semua, sampai jumpa di episode selanjut nya, salam hangat dari author
__ADS_1
senin, 04 oktober 2021