
"ternyata apa yang bu indri bilang benar yach" ujar vano dengan tersenyum memandangi pemandangan di depan nya
"memang nya bu indri bilang apa sama kamu?" tanya nya penasaran dengan kening mengkerut dan melihat teman sekelas dadakan nya itu
yach, di sini lah lia dan vano berada, rooftoof sekolah, saat setelah puas melihat dan mengetahui ruangan dan semua fasilitas sekolah baru nya itu, kini vano berhasil mengajak lia ke rooftoof untuk melihat pemandangan dari atas gedung sekolah
"bu indri bilang kalo kamu orang nya sedikit tertutup, tapi kalo kita berada di dekat nya akan terasa nyaman" tutur vano sambil beralih memandangi wajah lia yang duduk di samping nya yang membuat nya salah tingkah
"akh, kamu bisa aja van, biasa aja kok" jawab nya yang membuang pandangan nya ke arah lain
"aku serius lia, aku rasa aku nyaman ada di samping kamu, ku rasa sebenar nya aku senang bermain dan berkeliling sekolah bersama mu" ucap nya dengan tatapan masih terkunci pada nya
"begitu kah, syukur jika kamu senang berteman dengan ku, insya Allah, aku akan membantu mu ketika kamu butuh bantuan ku" tutur nya merasa senang
"akh, maaf, mungkin kamu salah mengartikan, tidak apa, aku juga senang jika kamu seperti itu" ucap vano yang memilih untuk menunda hal misterius itu
"siang ini, bisakah kita bertemu di caffe?" tanya vano dengan seribu harapan dalam hati nya
"untuk apa?" tanya nya bingung
"ada hal penting yang harus aku bicarakan sama kamu" ucap vano dengan tersenyum tipis khas nya
"entah lah, seperti nya aku tidak bisa, aku ada sedikit urusan siang ini, lagian, aku nggk akan dapat ijin dari ayah untuk ini" jawab nya
"akh, baiklah, tapi,,, boleh kah aku meminta ID line mu, malam ini aku mau curhat sama kamu, lewat ponsel juga nggk ppa, aku ngerti kok?" tanya vano penuh harap
"baiklah, ini punya ku, kamu bisa menghubungi ku" jawab nya memberikan sticky note pada siswa di samping nya itu
"makasih yach, nanti aku chat kamu?" ucap vano yang tersenyum
"iya sama sama, kalo gitu, aku duluan yach, kamu nggk ppa kalo mau di sini dulu, aku tinggal sebentar, teman teman ku ajak aku makan siang di kantin?" tutur nya yang memang mendapat inbox dari salsa untuk makan siang di kantin
"heem, iya, hati hati" ucap vano penuh perhatian
"iya" jawab nya dan berlalu pergi dengan perlahan
3 detik kemudian
"akh, lia" sahut vano sambil memandangi lia yang hendak berlalu
"yach, kenapa?" tanya nya membalikkan badan nya menghadap ke arah vano
__ADS_1
"jangan lupa balasan chat nya yach, aku tunggu" ucap vano yang berhasil membuat nya menggelengkan kepala nya
"kenapa?" tanya vano saat melihat nya menggelengkan kepala nya
"nggk ppa, aku kira ada apa, iya, insya Allah, pasti aku balas kok kalo aku nggk sibuk" jawab nya dan berlalu pergi
saat lia benar benar pergi
"tuhan, aku mencintai nya, tapi kenapa ini harus terjadi, ada perihal apakah di balik pertemuan ini, ku mohon, jangan larang aku untuk bisa bersama dengan nya" batin vano dalam hati, dengan pandangan yang masih memandangi tempat lia berdiri tadi saat berbalik badan
sementara di kantin sekolah
"assalamualaikum semua, maaf yach aku telat?" ucap nya yang memang merasa bersalah dengan sahabat nya
"hmm,,," jawab semuanya serempak
'kenapa semuanya terlihat cuek sama aku, aku tau aku salah, tapi kenapa semua orang seakan menjauhi ku?' batin nya yang merasa sedikit menjanggal
"akh, lia, kamu datang, syukur lah, aku kira kamu nggk datang, ada apa, tadi bu indri bilang apa sama kamu, kenapa nyuruh kamu ke ruang guru?" tanya ken beruntun
"ehm, tadi ada murid baru di kelas kita ken, bu indri minta aku buat ajak siswa baru itu menunjukkan fasilitas sekolah kita pada nya" jawab nya
"dia nggk mau aku ajak ke kelas ken, tadi nya aku juga mau kenalin dia sama kalian, tapi dia nya nggk mau, akh iya, dia pindahan dari amsterdam belanda" jawab nya berusaha menjelas kan
"gitu yach, eh, tumben kamu dengan tangan kosong ke sini, biasa nya kamu suka bawa bekal makan, kenapa, apa ada masalah?" tanya ken mengalihkan pembicaraan
"hmm, nggk tau ken, aku nggk bawa bekal hari ini, mungkin mma saa ayah lagi sedikit repot, jadi,,, aku nggk bawa bekal" jawab nya
"udah laah, kamu kan manja, apa apa harus sama ayah, emang anak ayah, padahal kamu kan bisa masak, kenapa nggk bikin sendiri ayah, apa apa harus ayah sama mma yang kerjain" ujar rani dengan menyilang kan kedua tangan nya di depan dada nya dan pandangan yang di buang
"udah lah raan, kasian ditta nya, kamu nggk ppa kan ta, mau pesen apa, biar aku yang pesenin yach?" tutur radit lembut
"hmm,,, nggk ppa kha, aku emang manja kok, aku nggk makan siang hari ini" jawab nya berusaha tersenyum meski terpaksa
"dittaa, nggk boleh gitu akh, kamu harus makan siang yach, nanti yang ada kamu sakit?" tutur radit merasa kasihan
"hm,, ywdh kha, aku pesan makan dulu kalo gitu, assalamualaikum?" ucap nya seraya berdiri dan berjalan menuju arah stand penjual makanan
namun saat baru saja diri nya dua langkah dari tempat nya duduk, tiba tiba
bruk
__ADS_1
ia terjatuh pingsan
"astaghfirullah dittaa" kaget radit sambil berdiri dan menghampiri lia yang sudah tidak sadar kan diri
"ditta, bangun, kamu kenapa, ken, kalian lanjut aja yach, aku harus bawa ditta ke UKS, jangan tunggu aku pulang" ucap radit dengan penuh kekhawatiran sambil terpaksa menggendong lia menuju unit kesehatan sekolah
sesampainya di UKS
beberapa menit berlalu
"ditta, ini yang aku takut kan dari kamu, ku mohon sadar lah, om aldi, maaf, adit nggk bisa jaga amanah dari om, tapi adit akan berusaha untuk selalu di samping ditta" gumam radit merasa khawatir dan bersalah
"egh,,," ringis nya memegangi kepala nya yang memang sangat pusing
"ditta, kamu udah sadar, pelan pelan" ucap radit lembut "nich, minum dulu?" lanjut radit sambil mengulurkan segelas air putih pada nya
"ehm, makasih kha?" ucap nya masih tertunduk dan mulai meminum air nya sampai setengah nya
"apa yang kamu rasa kan sekarang, apa masih sakit, di bagian mana?" tanya radit beruntun
"akh, alhamdulillah, aku udah mendingan kok" jawab nya dengan senyuman nya
"akh, syukur lah, aku lega mendengar nya" ucap radit lega mendengar nya
"kenapa kamu belum makan siang gini, padahal ini sudah waktu nya makan siang" lanjut radit yang membuat nya tertegun
"akh, nggk ppa" jawab nya mengalihkan pandangan nya sebelum menatap sosok di samping nya, akh, ralat, bahkan ia pun tidak pernah memandang radit
"apa ada masalah, mengapa kamu terlihat berbeda hari ini?" tanya radit kala menyadari sesuatu
"nggk ppa kha, nggk ada kok, aku baik baik saja" jawab nya
"jan bohong ditta, aku tau kamu sedang menyembunyikan sesuatu dari aku kan, ayo cerita" desak radit
"nggk ppa kha, kha radit nggk usah khawatir, aku baik baik saja" jawab nya yang masih teguh dengan pendirian nya
"baiklah ta, aku nggk akan paksa kamu, kamu makan dulu yach, dari pagi kamu pasti belum makan?" tutur radit lembut
"iya" jawab nya singkat, dan jelas
Sabtu, 25 Juni 2022
__ADS_1