Rahasia Dua Hati

Rahasia Dua Hati
mari memulai


__ADS_3

masih dalam waktu, tempat dan keadaan yang sama


saat sedetik setelah mendengar penutusan sang adik, kini zahra pun tengah memikirkan waktu yang pernah ia lewati semenjak beberapa saat ia sudah hadir di tangerang, rumah kediaan keluarga sang suami


"akh, iya, yang itu kan key, yang waktu kkk sama mma belanja di supermarket yang kamu jemput itu?" tanya sang kkk merasa mengingat saat saat kebersamaan nya bersama sang mma


"iya, itu kkk ingat, tapi aku rasa, dia bukan cuman sahabat nya lia dech" ucap kesya yang membuat lia semakin cuek


"kkk apaan sich, udah akh, jan pada bahas dia, memang nya nggk ada topik pembahasan lain apa" ucap nya


"iya dech iyaa" jawab sang kkk yang memang mengerti watak dari saudari nya itu


"tapi kkk masih penasaran hlo li?" tanya zahra yang masih sedikit ngeyel dengan permintaan sang adik


"udah lah, kalo mau bahas dia, lia nggk mau buatin kkk susu ibu hamil di pagi hari, lia juga nggk mau ngobrol sama kkk hari ini, kkk ngobrol aja sama kha kesya, aku mau ketemu sama temen aku" ucap nya dengan tidak enak hati


"iih, kok kamu gitu sich, ywdh, kalo kamu memang nggk mau kkk bahas dia, kkk ngk akan bahas dia di depan kamu dech, tapi tetep buatin yach?" ujar sang kkk mengalah dengan mata berbinar


"heem iya" jawab nya pada akhir nya dan merasa sedikit lega


"deek, kkk pen ke kamar kecil dulu yach, kamu tunggu di sini, jangan ke mana mana yach?" ucap zahra yang di tanggapi sedikit tidak di sukai oleh lia


"tapi kha,,,?" jawab nya dengan mengangkat tangan kanannya ke arah sang kkk


"udah, kamu tunggu aja, kkk cuman bentar kok, nanti kkk juga ke sini lagi" ucap sang kkk saat di pertengahan jalan nya


"ywdh, aku tunggu di sini kkk jan lama lama yach?" ucap nya pada sang kkk


"iya, kkk nggak lama kok" jawab zahra yang sudah di kamar kecil bagian dapur


"iya" jawabannya dengan terpaksa


kini di dapur itu hanya menyisakan lia, kesya, verry, dan juga rendra


suasana hening seketika, kala zahra pergi izin ke kamar kecil, lia pun juga selalu menundukkan pandangan nya, dan hanya fokus pada ponsel nya saja


hingga akhirnya,,,


"dek, kkk mau mandi dulu yach, belum mandi juga, nggk enak, badan kkk udah keringetan semua" ucap kesya pada lia

__ADS_1


"tapi kha, aku gimana?" jawab nya dengan ragu


"udah, kamu tunggu di sini aja, duduk manis, dan jangan ke mana mana ok?" ucap kesya pada lia sambil membentuk jari nya menyerupai huruf o


"yaah kha, kok kha key juga ikut pergi sich" ucap lia yang menatap kepergian sang kkk


kesya pun masuk ke dalam kamarnya dan juga mandi, menyisakan lia, verry, dan juga rendra di dapur


saat lia sedang menatap kesya, kini ponsel nya pun berbunyi, tanda ada pesan masuk


isi pesan ✉️


"assalamualaikum ditta?" salam dari radit


"waalaikum salam kha radit" jawab nya dengan tersenyum


"tadi kamu ke mana, aku telpon kok perempuan lain yang angkat?" tanya radit merasa penasaran


"hmm, maaf kha radit, itu kkk ipar aku, istri nya kha adil, tadi aku sedang mandi, lupa bawa ponsel, malah aku tinggalin di dapur" jawab nya seadanya


"kalo kamu mau ke mana aja, setidak nya kamu perhatikan dulu, siapa tau ada barang yang ketinggalan" saran dari radit


"iya nggk ppa" jawab radit


"kha radit mau apa hubungi lia?" tanya nya yang sudah penasaran dengan radit


"ini, aku cuman mau pastiin, nanti sore kamu jadi kan?" ucap radit pada pesan


"jadi apa?" jawab nya merasa bingung


"jadi nggk, mau ngaji di pesantren?" ucap radit dengan hela'an nafas nya


"akh, itu yach, insya allah, jadi kok, kenapa?" tanya nya


"astaghfirullah, kamu pasti lupa lagi yach, kok bisa lupa kek gitu sich ta?" ujar radit


"nggk ppa kha, maaf, aku pelupa, tapi makasih, udah kha radit ingetin" jawab nya dengan tersenyum


"iya nggk ppa, kamu pelupa juga, nanti biar aku yang ingetin semuanya, akh iya kamu udah sarapan belum?" ujar radit

__ADS_1


"udah lah, jam segini aku pasti udah makan, emang nya kenapa?" tanya nya masih bingung


"ya kali kamu juga lupa sarapan, biar aku yang anterin sarapan buat kamu" ucap radit


Lia yang memang mendapatkan pesan seperti itu pun kini menjadi terus tersenyum, kala membaca pesan terakhir dari radit


hal itupun kini membuat verry merasa penasaran dengan calon adik ipar nya itu, kala melihat mata Lia yang memang sedikit menyipit


"kamu kenapa, kok senyum senyum?" tanya verry dengan hati yang sedikit senang, karna bisa melihat senyuman lia


mendengar hal itu pun kini lia menjadi cuek kembali seketika, dan mulai menjawab


"bukan urusan kha verry" jawab nya jutek


"dih, kok wajah cuek nya di pasang lagi sich, nanti cantik nya ilang hlo?" ujar verry dengan menaik naikkan kedua alis nya ke arah lia, rendra pun juga tersenyum


"huuh, wajah wajah aku kenapa kha verry yang ribet sich?" ujar nya merasa kesal


"ya maaf dek, kkk nggk sengaja, kkk penasaran aja, kkk boleh pinjem ponsel kamu nggk?" tanya verry yang mulai mengusili adik nya itu


"buat apa sich?" tanya nya heran, tidak lupa dengan wajah jutek nya


"penasaran aja sama kamu, dari tadi senyum terus, apa sich, yang ada di ponsel kamu itu?" ujar verry dengan mendekatkan dirinya kepada lia


mendapati calon kkk ipar nya mendekati nya dan mulai duduk di kursi makan samping nya, kini lia pun menjadi merasa terancam


"kha verry apaan sich, nggk ada yach, nggk ada apa apa juga di ponsel lia, lia cuman komunikasi aja sama temen lia, apa itu salah?" ucap nya


"ya nggk salah sich, hanya saja, kkk penasaran aja sama kamu, apa yang sudah bikin calon adik ipar kkk ini tersenyum, kkk aja yang berusaha semaksimal mungkin untuk buat kamu tersenyum belum juga berhasil tuh" ucap verry usil


"akh, nggk ada yach, aku nggk bahas apa apa sama dia, stop, jangan lanjutkan lagi, kha verry, Mundur, atau lia akan,,," ucap nya terhenti, kala mendengar ponsel nya berbunyi kembali


"kamu akan apa, mau apa juga, mau minta tolong sama siapa, ayolah li, pinjemin kkk ponsel kamu aja, kita mulai akrab yach sekarang?" ujar sang kkk


"nggk ada" jawab nya dengan terbata


**bersambung,,,


Alhamdulillah semua, author nya bisa SU lagi, terus nantikan kelanjutan ceritanya yach semua, salam hangat dari author, sampai jumpa di episode selanjut nya

__ADS_1


Senin, 17 Januari 2022**


__ADS_2