Rahasia Dua Hati

Rahasia Dua Hati
hadiah


__ADS_3

setelah urusan dengan kue tart nya selesai, kini ayah dan adil pun bertanya, saat mereka telah keluar dari toko kue tersebut


"dek, abis ini kita kemana?" tanya sang kkk yang mendapat anggukan dari ayah


"iya li, abis ini tujuan kita ke mana?" sambung ayah


"emm, yah, kha, boleh nggk, kalo kita mampir bentar di toko aksesoris?" tanya lia ragu ragu pada akhirnya


"ya boleh aja sich kalo kkk, kalo ayah gimana?" tanya nya seraya menoleh ayah


"ayah juga nggk masalah tuh" ucap nya


"tapi mma gimana yah?" tanya lia yang merasa tidak enak hati


"mma emang udah kabarin dari tadi sich, kek nya lagi nunggu juga di dessert gofood nya, tapi biar sekalian, kamu mau beli apa di toko aksesoris?" tanya sang ayah


"emm, yah, kira kira, aku bakalan malu nggk yah, kadoin kha radit tasbih, menurut kkk juga gimana?" tanya nya hendak meminta saran


"ya nggk ada salah nya juga sich, secara kan radit itu santri, dia udah bilang kan, kalo dia mondok di sini?" tutur sang ayah


"iya dek, kek nya nggk malu maluin dech, kalo kamu kado itu, pas malah, kamu emang pinter yach, kalo masalah kadoan gitu?" ujar kkk menyetujui


mereka berbincang bincang sambil berjalan, hingga kini, mereka pun telah sampai di depan toko aksesoris, lebih tepat nya, toko tujuan kedua lia


"ini tempat nya dek?" tanya sang kkk seraya menunjuk tempat nya dengan dagunya


"iya kk, coba lihat di sini dulu yach, siapa tau, ada yang cocok di sini" jawab sang adik


mereka ber tiga pun masuk dan bertanya pada petugas di sana


"ada yang bisa saya bantu kkk?" tanya pelayan toko itu dengan ramah kepada ke tiga nya


"maaf mbak, saya mau melihat lihat tasbih di sini, apa di sini ada tasbih?" tanya adil pada penjual toko itu


"oh, ada kk, kebetulan, di sini barang baru tasbih itu, bisa memakai nama juga, mari, saya antar, di sebelah sini kkk" jawab pelayan toko itu mempersilakan


alia pun mulai mencari tasbih yang mungkin ia berkenan untuk membelinya, kini, tak hanya lia yang tengah sibuk mencari, ternyata ayah dan kha adil juga turut membantu lia mencari tasbih yang cocok, untuk di jadikan sebagai hadiah


beberapa saat mereka pun mulai berpencar ke masing masing arah, hingga kini, tatapan dan perhatian lia teralihkan pada sebuah tasbih berwarna abu abu itu



tasbih nya emang gitu yach guys, kira kira, tapi untuk namanya, bukan husband yach,,,


"subhanallah, cantik sekali tasbih ini, aku harus mendapatkan nya" ucap nya tanpa di sadari, dengan mata berbinar, sambil mengambil tasbih yang ada di etalase bagian tengah itu


"lia, apa kamu menemukan nya, jujur, ini sulit sekali, ayah juga sulit menemukan yang cocok?" tanya sang ayah yang tidak berhasil menemukan tasbih yang cocok untuk sahabat anak nya itu, hingga kini, tanpa sengaja, ayah tengah memandang kagum pada tasbih di tangan kanan lia itu


"masya allah nak, kamu temuin itu dari etalase mana, itu cantik sekali, ayah belum pernah melihat nya?" tanya sang ayah, seraya memandang kagum tasbih nya itu


"dari sini yah, menurut ayah, ini gimana?" tanya nya seraya menunjukkan tasbih di genggaman nya pada ayah nya


mendengar adik dan ayah nya tengah berbincang, kini adil pun mulai menghampiri mereka dari arah etalase sebelah


"dek, apa kamu...." tanya nya terhenti, ketika melihat sang adik menggenggam sebuah tasbih "masya allah deek, itu cantik sekali" ujar nya tanpa ragu


"hmm, kkk sama ayah kenapa si', ya emang sich, aku kagum sama tasbih ini, tapi, apa mungkin kha radit bakalan suka dengan hadiah yang akan ku berikan ini?" tanya nya meminta saran


"radit bakalan suka tasbihnya itu dek, kkk yakin itu" ujar nya dengan mantap


"kenapa kkk bisa berbicara seperti itu, kkk tau kesukaan nya kha radit?" tanya nya heran


"bukan gitu dek, kkk aja suka sama tasbih nya, warna nya juga nggk terlalu mencolok, kamu liat aja, jangan kan kkk, tuh liat, ayah aja kek nya suka, iya nggk yah?" tanya kkk, pada ayah


"iya nak, kamu beli aja itu, ayah yakin kok, radit pasti suka hadiah pemberian dari kamu ini, warnanya juga bagus" ujar sang ayah


"baiklah, lia akan membelinya" ucap nya pada akhir nya

__ADS_1


"tapi li, apa kamu hanya akan memberikan tasbih itu sebagai hadiah nya, nggk tambahan yang lain gitu?" tanya sang ayah sedikit ragu


"iya yah, emangnya kenapa?" tanya lia yang memang sedari awal berniah hanya memberikan serangkaian tasbih saja pada sahabat nya itu


"menurut ayah, sepertinya itu kurang lengkap sedikit lagi dech nak, itu kan ukuran nya kecil, masa kamu akan kasih itu aja?" ujar sang ayah mencoba menasihati


"iya dek, apa yang ayah katakan itu benar, emangnya kamu nggk akan malu, kalo kasih nya itu aja?" ujar sang kkk menimpali


"emmm, malu juga sich kha, kek nya, tapi aku bingung, mau nyari apa lagi, ini aja aku udah bersyukur banget, nemu yang cocok, buat satu barang, apalagi buat dua barang yang cocok, mungkin akan agak lama di sini yah, kha, mma juga sama yang lain nya pasti udah lama nunggu" tutur nya menunduk


mendengar sang adik berkata demikian, kini adil pun merasa iba, padanya, ia pun berniat untuk menenang kan nya, dengan menepuk pundak kiri sang adik


"dek, nggk ppa, mungkin mma kesya sama zahra memang menunggu lama, kkk akan telpon mereka untuk pulang terlebih dahulu dari kita, mereka bisa memesan taksi online" tutur nya menenangkan


"nggk kha, telah lama aku menantikan moment seperti ini, bisa makan bersama semua anggota keluarga di luar, aku tidak akan mungkin bisa menyia nyiakan nya" ucap nya


"udah, begini saja, kita tanyakan dulu, barangkali ada hal lain yang bisa kita beli di sini selain tasbih, kita tanya kan dulu" tutur sang ayah bijak


"tuh, benar apa kata ayah dek, kamu jangan menyerah dulu yach" ucap nya


"baiklah yah, kha" ucap lia pada akhir nya


kini, saat mereka tengah berbincang, pelayan pun melewati mereka yang akan melanjutkan tugas nya


"emm, maaf mbak, apa saya boleh tanya sesuatu?" tanya adil menghentikan salah satu pelayan di toko aksesoris tersebut


"iya kkk, ada yang bisa kami bantu?" tanya pelayan tersebut, yang merasa pelanggannya butuh bantuan nya


"apa di sini juga menjual beberapa barang yang bisa di berikan sebagai hadiah?" tanya sang kkk kemudian


"ooh, kebetulan ada kk, di sini, kita punya beberapa pèci, sajadah, buku, kitab, mushaf al-qur'an, surban, mukena, lentera, sama jam tangan juga ada, ini hari pertama toko kami menyediakan barang itu di toko kami, jika kkk berminat, saya bisa menunjukkan nya


"ooh, baiklah, apa boleh, kita melihatnya terlebih dahulu mbak?" tanya lia yang pada akhirnya mengeluarkan suaranya kembali


mereka pun mulai melihat lihat barang yang pelayan itu katakan, ternyata memang benar adanya, namun yang ada, hanya sajadah, lentera, jam tangan, dan mushaf al-qur'an saja yang ada



karna hanya itu saja, kini lia pun mulai berpikir


'baik nya yang mana yach, aku hanya punya dua pilihan, sajadah, atau mushaf al qur'an, aku suka benda keduanya, apa mungkin, aku pilihkan manhaz aja yach, siapa tau, kha radit suka dengan pilihan ku' pikir nya


"ok dek, kita sudah melihatnya, kamu pilih yang mana?" tanya sang kkk yang melihat adik nya tengah berpikir


"iya nak, pikirkan baik baik, kamu pilih yang mana?" tanya sang ayah menimpali


"menurut kkk sama ayah mending yang mana baik nya?" tanya nya balik


"hlo, kok kamu malah tanya balik sich, kan kamu yang mau kasih nya juga, itu kkk sama ayah tanya, kamu cocok nya yang mana, malah tanya balik" ujar sang kkk


"iya, kamu kenapa jadi gugup gini sich nak, udah, tenang aja, radit bakalan suka sama pilihan kamu kok, ayah bisa yakin kan itu, kamu nggk perlu khawatir nak" ucap sang ayah menenangkan


"emm, baiklah yah, kha, kalo gitu, bismillah,,, lia pilih mushaf aja" ucap nya


"jadi pilihan nya manhaz aja kk, apa ada tambahan yang lain nya?" tanya nya lemah lembut


"tidak mbak, ini aja" jawab nya mantap


"baiklah, apa ini untuk hadiah ulang tahun pacar nya yach kk, sampai gugu gitu kelihatan nya?" tanya pelayan dengan ramah


lia yang mendengar itu pun kini terkejut, dengan apa yang dia dengar, dan mulai berbicara


"tidak mbak, ini,, ini untuk sahabat saya, bukan pacar saya mbak" ucap nya sedikit gugup


"ooh, giituu, tapi saya serius hlo, ini hadiah yang istimewa dan spesial di sini, kkk adalah orang pertama yang membelinya" ujar nya "mari kk, saya bungkus kan, kebetulan, manhaz dan tasbih nya sangat spesial di sini, jadi ada kotak nya masing masing" ucap nya


"akh ya,,, ba-baiklah" jawab nya masih terlihat gugup

__ADS_1


pelayan itu pun mulai mengkreasikan ke dua barang istimewa tersebut, tidak di bungkus dengan kertas kado biasanya, melainkan dengan kotak, yang di lapisi paper bag berukuran sedang


...----------------...


kini, adil, ayah, dan lia pun mulai mencari kehadiran mma, kesya dan zahra di dessert gofood di mall, setelah urusan mereka selesai, lebih tepatnya, urusan kado alia selesai, mereka pun mulai mencari mma kesya dan zahra, hingga akhir nya


ayah pu mengedarkan pandangan nya di suatu dessert gofood tersebut yang telah di sharelock, oleh sang istri hingga


"mereka di sana, ayok, mereka duduk di meja nomor 26" tutur sang ayah mengajak kedua anak nya untuk menghampiri ketiga wanita yang tengah menunggu kedatangan mereka


"kita lama yach, maaf yach ma, kk key, kk zahra" ucap lia merasa bersalah


"akh, nggk ppa kok li, justru kita yang harus nya minta maaf, pasti kalian repot yach, cari kita, tadi itu kesya lama bamget, mau belanja muslim aja" ujar sang mma


"mma apaan sich, udah akh, kita langsung pesen makan aja, aku udah laper, mau makan" ujar kesya


"li, apa kamu menemukan barang yang kamu cari?" tanya zahra yang melihat adik ipar nya tengah duduk di samping nya


"alhamdulillah udah kha, semuanya berkat bantuan dari ayah dan kha adil juga" jawab nya


kini, pelayan resto pun datang untuk mencatat pesanan pelanggan nya


cukup lama mereka meluangkan waktu untuk bersenda gurau di resto tersebut, hingga sampai dalam perjalanan pulang ke rumah pun, mereka tetap bercanda dan tertawa bersama, hingga akhirnya, mereka pun sampai di ruang keluarga kembali dengan pukul 21:30


"huuh, akhirnya, sampe juga di rumah ini lagi" ujar kesya seraya menjatuhkan tubuhnya di atas sofa


"ma, yah, sebenarnya, ada yang mau adil ceritakan kepada mma sama ayah, yang mungkin, mma sama ayah dan semuanya belum mengetahui hal ini" tiba tiba saja adil berbicara seperti itu dengan raut wajah berusaha di sedih sedih kan


"apa itu dil?" tanya sang ayah penasaran, apa yang sedang anak nya ini alami dan hadapi


"iya dil, jujur aja sama kita" timpal sang mma yang mengalami perasaan yang sama seperti perasaan ayah


kini, adil dan zahra menjadi pusat perhatian di ruangan itu, sampai saat mereka mulai mendudukkan diri mereka masing masing di sofa


"dek, kkk pernah bilang sama kamu kan, kalo tujuan utama kkk ke sini, untuk menyampaikan sesuatu?" tanya nya pada lia


"bentar kha, yang mana?" tanya lia yang masih penasaran


"yang itu hlo, yang waktu kkk anterin kamu sekolah, kalo nggk salah, kemarin lusa dek, tepatnya, hari ujian pertama kamu" ujar sang kkk


"akh ya kha, aku ingat sekarang, emang nya ada berita apa kha?" tanya nya antusias


"jadi gini yah, ma, zahraaa,,, zahraaa,,," ucap nya gugup, seraya menitikkan cairan bening yang tengah ia tahan sedari tadi


"zahra kenapa dil, ada apa dengan dia?" tanya sang ayah makin makin penasaran, apalagi melihat adil sang anak sulung nya itu menitikkan air matanya, karna yach, dari dulu, ayah tidak pernah melihat adil menangis dengan tiba tiba, dia selalu menjadi anak satu satu nya yang paling tegar dan kuat, dalam menghadapi masalah, sekalipun menyangkut lerusahaan nya


"iya kha, ada apa dengan kha zahra, kha zahra sakit, atau apa, kha zahra kenapa?" tanya lia yang mulai berkaca kaca


"zahraaa,,, zahraaa,,, zahra hamil ma, yah, dek" tutur nya seraya menangis penuh haru


"alhamdulillah, ayah akan menjadi seorang kakek, ayah ikut senang dil, kamu jaga istri kamu baik baik yach nak?" ujar sang ayah antusias


"selamat yach kha adil, kha zahra, akhirnya, allah percayai kalian juga dengan menganugerahi kalian seorang anak" ucap lia yang tidak kalah senang nya


"yeeayy, aku bakalan jadi aunty, akhir nya, selamat yach kha adil, kha zahra, pantas saja, dari tadi di mall, kkk seperti nya lemes gitu" ujar kesya menambahkan


lain hal nya dengan mma, kini mma langsung memeluk menantunya itu, mungkin mma memang tidak bisa berkata kata, jadi mma memilih untuk langsung memeluk zahra sambil menangis


"selamat yach sayang, akhirnya allah berikan jawaban juga atas segala doa yang telah mma panjat kan, jaga diri baik baik yach nak, makan dengan teratur, kamu nggk ppa nggk mau makan, tapi kamu juga harus pikirin janin yang ada di rahim mu ini yach nak, makasih, kamu sudah memberikan apa yang mma sama ayah nanti nantikan" ucap nya haru di pelukan sang menantu


"iya ma, makasih juga, zahra akan terus berusaha, semoga janin ini lahir menjadi bayi dengan selamat ke dunia ini" ucap nya yang mulai ikut merasa haru dan menangis


setelah semua berjalan dengan lancar, kini semuanya pun pergi ke kamar masing masing, untuk mengistirahat kan badan serta likiran mereka


**bersambung,,,


alhamdulillah, bisa star up lagi readhers, maaf, jika jalan cerita nya nggk nyambung, makasih juga buat dukungan nya, dan sampai jumpa di bagian selanjutnya, salam hangat dari author

__ADS_1


sabtu, 18 september 2021**


__ADS_2