
pada pukul 01:00 malam, lia baru terbangun dari tidur panjang nya, namun aneh, lia melihat ayah nya yang sedang menemaninya di kamar nya, ya, hanya ayah lah yang menemani nya, seketika, kepala lia pusing, tangan kanan lia yang tadinya ada di genggaman ayah nya kini menyentuh kepala nya yang terasa pening, dengan pergerakan nya itu, ayah aldi yang selalu merasa terganggu dari tidur nya, walau hanya gangguan sedikit saja, kini membuka mata nya, dan sedikit terkejut, melihat anak nya yang tengah sadarkan diri
"kamu sudah sadar nak, katakan, apa yang kamu ingin kan?" tanya nya
"aku sedang tidak ingin apa apa yah" jawab nya tertunduk
"tapi, alangkah baiknya kamu minum dahulu, karna sedari tadi, kamu tertidur" ucap sang ayah seraya memberikan segelas air putih yang terletak di nakas
"baiklah yah" jawab nya sambil mengambil dan langsung meminum air yang di berikan ayah
"selama itukah aku tertidur yah?" tanya nya
"ya, kamu nggk letih apa, tidur terus terusan sedari tadi siang?" tanya sang ayah
"tapi, aku tidak ingat yah, aku rasa, kepala ku sangat pening" ucap nya sambil memegangi kepala nya
"baiklah li, kamu tidur aja yach, jangan banyak bergerak dulu, kamu baru bangun dari pingsan panjang kamu" ucap sang ayah, sambil membenarkan posisi berbaring lia
"iya yah,,," jawab nya "yah, aku tau aku salah, aku minta maaf yah, jika seandainya, aku tidak menemani sefti dan yani ke toko buku, mungkin ini semua tidak akan terjadi, yah, aku mohon, maaf kan lah kesalahan ku yah, hanya ayah satu satunya orang yang selalu membuatku semangat selain mma, aku- aku akui, aku tidak bisa beraktivitas dengan sempurna tanpa semangat dari ayah, atau pun mma, aku mohon yah, atau, apapun akan aku lakukan, untuk bisa mendapatkan maaf dari ayah, ayah bisa menghukumku apapun itu, tapi aku mohon yah, jangan lakukan ini terhadap ku, kehidupanku terasa asing, tanpa semangat dari ayah hiks hiks" ucap nya seraya memeluk sang ayah di samping nya, sambil berbaring
"tidak sayang, ayah yang salah, maaf kan ayah nak, ayah yang telah salah menilai putri kesayangan ayah, ayah tidak perlu repot repot menghukummu, hanya karna masalah ini, karna di sini, ayah lah yang sudah salah menilai putri kesayangan ayah, iya, ayah mengerti, kamu pasti tidak bisa melakukan aktivitas mu dengan sempurna tanpa semangat dari ayah, ayah minta maaf yach nak, ayah telah salah menilai mu?" ucap nya sambil membalas pelukan putri nya itu
"nggk yah nggk, di sini, aku yang salah, harus nya aku tidak pergi ke toko buku dan berpapasan dengan orang yang bernama rangga itu, haru-harus nya aku tidak mengantar yani dan sefti yah, maaf kan aku hiks hiks" ucap nya di sela tangis nya
"iya sayang, ayah sudah mengetahui semuanya, tapi ini, bukan kesalahan kamu sepenuhnya, ini kesalahan yani dan rangga" ucap nya
"kenapa dengan yani yah?" ucap nya seraya memandang wajah lugu sang ayah
"ya li, ini kecerobohan yani, sebenarnya, yani lah yang telah memberikan nomor ponsel kamu pada rangga, dan yang selalu berbicara dengan mu itu bukan lah rangga, melain kan rizi, adik nya rangga" jelas nya
"kenapa ayah bisa tau kalo itu adik nya rangga, bukan rangga sendiri yah?" tanya nya bingung
"tadi siang, waktu kamu masih tertidur, rangga dan rizi datang ke sini, mereka dapat alamat rumah kita dari yani, mereka meminta maaf sama ayah, dan menjelaskan apa yang telah terjadi yang sebenar nya se rinci rinci nya li" jelas nya kembali
"ke-kenapa lia bisa pulang ke rumah, sementara seingat lia, lia masih di rumah sakit?" tanya nya
"radit" ucap nya menggantung kata kata nya
"kk radit, kk radit kenapa yah?" tanya nya yang menunggu kata kata ayah nya lagi
"radit dan kedua teman perempuan kamu yang antar kamu ke sini dek" ucap nya "bahkan radit juga yang telah meyakinkan ayah dan membantu ayah, agar ayah percaya sama kamu, dan perlahan bisa mengerti semuanya" jelas nya
"jadi, ayah bisa menyelesaikan masalah dengan bantuan kk radit?" tanya nya
"ya" jawab nya
"akh iya li, ayah kasih kamu kesempatan, jika kamu mau, kamu bisa lebih dekat dengan rangga, ini juga salah ayah, ayah kira, rangga itu anak berandalan seperti hal nya anak jalanan di luar sana yang modusin kamu, tapi, kamu tau, ternyata, dia sangat sopan, dan dia jauh berbeda, dari apa yang ayah kira" ucap nya mengalihkan pembicaraan setelah melihat kekhawatiran di wajah lia
"mk-mksd ayah apa" ucap nya lirih
"kamu bisa lebih dekat dengan nya, karna ayah rasa, dia benar benar ingin dekat dengan putri ayah, jadi, nggk ada salah nya jika kamu mencoba dekat dengan nya" ucap nya
__ADS_1
"ayah mau aku pacaran sama dia, nggk, aku nggk mau yah, aku belum kenal dia, aku-aku masih ingin sekolah?" tanya nya
"bukan li, bukan pacaran, tapi pendekatan dulu, ayah juga nggk mungkin lah, biarkan anak ayah ini orang pacarin, ayah juga nggk mau itu terjadi, karna pertama, pacaran itu menimbulkan dosa yang sangat besar, dan kedua, pacaran itu belum tentu jadi jodoh kan?" ucap nya
"jadi ayah mau, aku dekat dengan dia gitu, sama seperti aku dekat dengan kk adil?" tanya nya
"ya, kurang lebih seperti itu lah" ucap nya "dia sendiri hlo li, yang minta ijin sama ayah, selain minta maaf sama ayah, dia juga ungkapin perasaan nya sama kamu terhadap ayah, adil dan radit juga mengetahui nya" tutur nya
"jadi ayah mau aku turutin keinginan nya, ayah mau aku dekat dengan nya?" tanya nya lagi
"ya, tidak ada salahnya kan, kalo kita coba dulu, ayah percaya, dia itu anak yang baik" ucap nya "sekarang, kamu tidur yach, istirahat dulu, kamu belum pulih sepenuh nya" ucap nya
"yah, ini sudah pukul 02:30, lia mau shalat sepertiga malam saja, badan lia juga enakan kok" ucap nya
"kamu yakin, katanya, kepala kamu masih pening?" tanya sang ayah khawatir
"nggk yah, ini sudah lebih baik dari sebelum nya, aku ke toilet dulu yach" ucap nya sambil berjalan ke kamar mandi
kini, ayah dan lia pun shalat berjamaah di ruang shalat kamar lia, sampai berdo'a pun di mulai
"ya allah, apa artinya dengan ini, hamba belum mengenalnya, tapi, kenapa ini bisa terjadi pada hamba, sudah cukup hamba hanya mengenalnya sebagai sahabat, tapi apa yang dia inginkan, dia malah meminta ijin kepada ayah hamba, agar dia bisa lebih dekat, dengan hamba, apa mungkin ini artinya, dia ingin lebih dari sahabat ya allah, hamba meminta petunjuk mu, tapi hamba belum siap, dengan semua ini, bahkan pendidikan hamba pun masih di bawah standar dari kewajaran, hamba mohon ya allah, tunjukkan lah jalan yang lurus bagi hamba, agar hamba tidak salah memilih, aamiien,,," do'a nya dan mengusap wajah nya dengan perlahan
***
pukul 06:00, kini, semua sudah berkumpul di ruang makan, hendak sarapan, dan berangkat, pada tujuan masing masing,,,
lia yang sudah siap berangkat ke sekolah pun kini keluar kamar dan kembali menutup pintu nya kembali, hendak bergabung dan sarapan pagi bersama yang lain
"pagi sayang, gimana badan kamu, apa masih ada yang sakit?" tanya sang ibu kepada anak nya saat anak nya menghampiri dan duduk di meja makan
"syukur lah sayang, ayo sarapan dulu, ini mma buat kan nasi goreng ampela kesukaan kamu" ucap nya sambil mendorong sepiring nasi goreng ke hadapan anak nya itu
"pagi semuanya, hlo, li, kamu mau sekolah?" tanya sang ayah yang baru datang, seraya duduk di dekat anak nya itu
"iya yah, ujian lia belum tuntas, kemarin juga lia ketinggalan satu mata pelajaran" jawab nya sambil menyuapkan sesendok nasi goreng ke dalam mulut nya
"kamu kan belum sembuh total lia, harus nya kamu istirahat dulu" bujuk nya
"nggk yah, alhamdulillah, lia udah merasa lebih baik lagi kok, dari sebelum nya" ucap nya
"ywdh, ayah pinjam ponsel kamu" ucap nya sambil mengulurkan tangan nya meminta ponsel anak nya
"ini yah, ayah mau apa?" tanya nya
"rahasia" ucap nya sambil berjalan menjauhi ruang makan menuju halaman belakang
sesampainya ayah di halaman belakang, ayah membuka daftar panggilan yang telah lampau dan menemukan nomor ponsel yang belum lia namai nomor ponsel tersebut, dan ayah menamai nya dengan nama 'Dia' di nomor ponsel tersebut yang tak lain adalah nomor ponsel milik rangga
setelah melakukan itu, ayah pun hendak menelpon rangga dan menanyakan, apa hari ini rangga ada waktu luang atau tidak, sampai telpon pun tersambung
^^^'Dia'^^^
__ADS_1
^^^assalamualaikum?^^^
'Me'
waalaikum salam
^^^'Dia'^^^
^^^li-lia, kamu kah itu?^^^
'Me'
bukan rangga, ini om yang berbicara
^^^'Dia'^^^
^^^o-oh, maaf om, saya kira, lia yang berbicara, maaf om, ada apa^^^
'Me'
rangga, kamu sibuk nggk, hari ini?
^^^'Dia'^^^
^^^nggk om, ada yang bisa saya bantu?^^^
'Me'
ya, kamu bisa nggk, antar lia ke sekolah hari ini, katanya sich sudah lebih baik, tapi om nggk yakin, apa kamu mau mengantar nya sampai sekolah?
^^^'Dia'^^^
^^^ta-tapi maaf om, apa hanya berdua?^^^
'Me'
iya, tidak ppa, om percaya kok, sama kamu, kamu pasti jaga lia dengan baik
^^^'Dia'^^^
^^^ba-baiklah om, saya menuju ke sana sekarang^^^
'Me'
yasudah, om tutup dulu telpon nya, assalamualaikum?
^^^'Dia'^^^
^^^waalaikum salam^^^
setelah sambungan telpon terputus, kini ayah kembali ke ruang makan, dan hendak memakan sarapan pagi nya
__ADS_1
**bersambung...
nanti lanjut lagi yach readhers, alhamdulillah, author bisa crazy star up, maaf menunggu lama semua**...