
skip, dengan waktu tempat dan keadaan yang berbeda
kini setelah perkumpulan nya dengan radit dan genta, juga bu indri dan bu febri, kini, lia pun lebih memutus kan untuk kembali ke kelas
namun saat ia masih berjalan di koridor lorong kelas, dengan berjalan sendiri tanpa radit atau genta di samping nya tentu nya,
tak perlu menunggu lama untuk nya bisa sampai di dalam kelas, kini, ia pun telah sampai dan duduk di kursi samping salsa, dan pelajaran pun kembali di mulai
"selamat siang anak anak, hari ini, kita akan melanjutkan pelajaran bahasa Indonesia, silahkan buka bab 1 yaitu tentang materi teks berita" tutur bu indri yang memang memegang pelajaran bahasa Indonesia itu "ada yang tau apa itu berita?" lanjut bu indri
dan hingga di ujung pertemua pelajaran ini
"baiklah, ada tugas untuk semuanya, kalian silahkan tonton televisi dan cari berita mengenai peristiwa apa saja, isi dengan lengkap sesuai apa yang kalian tonton yach, ibu tunggu Minggu depan?" tutur bu indri selbelum akhir nya mengundurkan diri dari kelas
"baik bu" jawab seluruh siswa dan siswi kompak
"baiklah, mungkin cukup sampai di sini pelajaran kita mengenai teks berita, kita lanjut lagi Minggu depan, jangan lupa kerja kan tugas yang ibu kasih, dan kalian pun boleh pulang ibu permisi dulu, assalamualaikum?" ucap bu indri seraya berjalan keluar kelas setelah mendengar jawaban dari siswa siswi nya tersebut
lia pun kini beralih dan membereskan juga memasukkan semua buku dan alat tulis nya ke dalam tas nya
"li, kamu tadi bicarain apa sama bu indri dan bu febri?" tanya salsa yang melihat buku terakhir yang lia masukkan ke dalam tas nya
"sa, aku ragu,,," jawab nya memandangi salsa di samping nya
__ADS_1
"ragu, ragu kenapa, apa yang kalian bicarakan di ruang guru?" tanya salsa semakin merasa penasaran dengan apa yang sahabat nya ini bicarakan
"huuh, bu indri dan bu febri ternyata nggk hanya suruh aku buat ikut olimpiade sastra Indonesia ini nanti" jawab nya dengan helaan nafas panjang nya
"mk-mksd kamu?" tanya salsa sambil memandangi wajah sang sahabat
"huuuh, iya, tapi bu indri sama bu febri juga suruh dan percayakan aku buat ikut lomba pidato dan MTQ muratal Al Qur'an sa, aku harus gimana, ya memang sich, waktu sama tempat nya pasti berbeda, cuma yaa, sisi ragu nya itu, apa aku bisa, tambah lagi aku belum bicarakan ini sama keluarga aku lagi, ini juga pengalaman pertama aku" untuk yang kesekian kali nya, kini ia pun menjawab dengan helaan nafas panjang nya sambil menunduk
"kamu yang sabar aja yach, aku yakin kamu pasti bisa, apapun keputusan kamu, aku bakalan terus dukung dan support kamu di samping mu, aku nggk akan pernah tinggalin kamu, semangat yach?" ujar salsa menyemangati lia dan mengusap punggung lia dengan lembut
"sebelum nya, aku merasa bersyukur karna Allah pertemukan aku dengan sahabat yang baik seperti mu, kenapa kamu bisa seyakin itu bahwa aku bisa dalam hal ini" tanya nya memandangi wajah sahabat sekaligus penyemangat hidup nya ini
"yak', kamu pikir gini aja dech, di kelas 7e kemaren kamu bisa menduduki peringkat ke dua setelah radit, tambah lagi kita lulus sekolah dasar itu, kamu yang mempunyai prestasi yang tinggi dan juga bakat melukis kaligrafi, masa cuma BTQ sama pidato aja kamu udah nyerah gitu aja sich, mana lia yang selalu semangat dalam mengikuti lomba, mana lia yang dulu yang selalu tidak kenal apa yang namanya menyerah, aku rindu sama dia" entah dari mana salsa menjadi sepuitis ini, biasanya, dia selalu menjadi orang yang paling tidak peka
"begitu kah?" tanya nya dengan mata yang berbinar
"aku yakin kok, bahkan 100% yakin, kalo sahabat aku ini bisa, tenang li, kamu, tidak berjalan sendirian, ada Allah yang senantiasa selalu ada di hati mu, dekatilah Allah, karna Allah akan memudahkan segala nya, dan Allah, akan membuat semuanya menjadi mungkin, meski adanya, kamu kurang yakin, tapi tidak ada salah nya jika kamu terus berusaha dan berdo'a" tutur nya meletakkan tangan kanan nya di pundak kiri sahabat nya
"makasih sa, kamu selalu menjadi orang pertama yang banyak memberi semangat dan juga support sama aku, aku sangat beruntung, kini, Allah kasih aku kesempatan untuk bisa bertemu, dan bersahabat sama kamu" merasa terharu dengan sisi baik sahabat nya ini, ia pun berhambur ke dalam pelukan salsa
"hmm, sudah menjadi kewajiban dan sudah menjadi keharusan aku untuk bisa bangkit kan lagi semangat mu, aku tidak ingin, kamu lama lama bersedih, harus nya aku yang benar benar bersyukur dan beruntung, mendapat kan sahabat seperti mu, karna aku banyak belajar dengan mu, semenjak aku bersahabat dengan mu" jawab salsa menerima pelukan dari lia
"hmm, iya sa, kita sama sama belajar aja yach, sama sama untuk menjadi yang terbaik di mata Allah" tutur nya melepaskan pelukan kedua nya sambil tersenyum hangat di balik niqab nya
__ADS_1
penuturan nya membuat salsa sang sahabat mengangguk semangat dan tersenyum ke arah nya
...----------------...
siang ini, lia sudah duduk manis di kursi meja makan bersama kkk ipar nya setelah tadi adil yang menjemput nya
"kkk kenapa minta kha adil buat jemput aku buru buru dari sekolah?" tanya nya sambil menoleh melihat ke arah zahra yang juga duudk manis di samping nya
"xxi, kkk kangen sama kamu, eh, tapi waktu kha adil jemput kamu di sekolah kamu nggk lagi belajar kan, kamu udah pulang?" jawab zahra sedikit merasa bersalah
"iya udah pulang kok kha, aku bahkan lagi jalan di koridor menuju gerbang sekolah, niat nya tungguin jemputan, eh kha adil udah stand by aja di ujung kelas" jawab nya tersenyum
"maaf yach li, mungkin kalo gara gara kkk kamu ketinggalan pelajaran, kkk juga nggk tau kenapa kkk gampang banget kepikiran sama kamu, kkk cepet kangen sama kamu, apa apa harus kamu?" tutur zahra dengan tatapan sendu nya
"hhh, nggk ppa kha, kha rara nggk salah kok, aku nggk ketinggalan pelajaran sama sekali, aku ngerti kenapa kkk gini sekarang, mungkin karna faktor kehamilan kkk, tapi aku sedikit heran aja sich, kenapa sama aku aja, nggk sama yang lain" jawab nya sedikit ragu
jawaban yang di lontarkan oleh lia kini berhasil membuat zahra terkekeh bahkan tertawa mendengar nya, bagaimana tidak, ini hal yang biasa namun sang adik nya ini sangat polos
"xxi, kamu ini, ini hormon biasa dalam kehamilan, tapi,,, iya si', kkk juga heran, mungkin calon bayi nya bakalan mau sama kamu terus kali" jawab zahra sambil terus tertawa
_**Ketika Gus Jatuh Cinta_
maaf untuk kesekian kali nya semuanya, author nya benar benar sibuk di dunia nyata, hingga baru bisa update hari ini, semangat buat ibadah puasa nya semua, jangan lupa tinggalkan jejak
__ADS_1
salam hangat dari author
Sabtu, 16 April 2022**