
keluarga itu memang terlihat hangat, jika orang lain melihat keakraban mereka, mungkin juga akan merasa hangat
kesya yang sedang memandangi pemandangan di hadapan nya pun kini terlihat tersenyum, senyumnya terlihat,,, mungkin sangat misterius???
'apa mungkin aku bicarakan ini sekarang yach, sepertinya ini waktu yang tepat untuk membicarakan nya pada semuanya' batin nya sambil tersenyum menatap lia yang sedang di dalam pelukan sang ayah
lia yang tidak sengaja menoleh ke arah kesya pun kini menjadi bingung sendiri melihat nya, pasalnya kkk nya sangat kurang tersenyum
"kha kesya kenapa tersenyum?" tanya nya yang mulai melepas pelukan dengan sang ayah
"mksd kamu apa li?" tanya sang ayah serta mendapat tatapan bertanya dari sang mma di samping nya
"iya li, kamu kenapa?" lanjut sang mma sambil memandangi nya
"harus nya mma sama ayah tanya perihal ini sama kha key tuh, kha key kenapa senyum senyum gitu" ujar nya sambil memandangi sang kkk yang duduk di sofa seberang nya
"mahasak sich adek pertama kkk ini senyum, kkk ngk percaya akh" ujar adil sambil merangkul pundak kesya di samping kanan nya
"iya tuh li, apa yang di bilang kkk kamu benar, pasalnya kesya ngk pernah tersenyum, apalagi dengan sendiri nya, dia itu pelit senyum li, senyum nya dia mahal tau" ujar kha zahra pada lia
"iih nggk kha, jelas jelas aku tadi melihat nyata senyuman kha key, kek lagi bahagiaaaaa banget, ada apa sich kha key, cerita dong?" tanya nya dengan mata yang di kedipkan, mungkin menggoda kesya
"kamu kenapa sich dek, kapan kkk senyum, kkk ngk senyum tuh, bahkan kkk iri sama kamu, bisa dapet pelukan hangat dari ayah di hari istimewa kek gini" elak kesya
"udah dech khaa, kkk ngaku aja lagi, ngk ppa kok, tadi kkk emang senyum kan?" ucap nya masih dalam pendirian nya
"huupth, ywdh dech, aku beneran senyum tadi, ngk sengaja juga" jawab kesya membuang pandangan nya, dari jawaban nya sangat jutek
"what?" ucap adil dan zahra bersamaan karna terkejut
"kamu beneran senyum dek, jadi, apa yang lia bilang tadi bener dong?" tanya adil mengulangi lagi seraya menatap sang adik
"heem iya kha hhe" jawab kesya dengan penuh kegugupan
__ADS_1
"ada apa nak?" tanya ayah penasaran
"mksd ayah?" tanya kesya balik
"ada apa, biasa nya kamu jarang banget yang namanya senyum, sekali nya senyum aja itu kalo di goda atau gimana, kali ini kamu senyum sendiri lia bilang, kamu kenapa, apa ada sesuatu?" tanya sang ayah panjang lebar
mendengar penuturan ayah pun, kini suasana di dalam ruang keluarga pun menjadi serius seketika, bagi kesya
kesya yang memang mendengar penuturan sang ayah pun kini menjadi sedikit pucat dan mulai gugup, sebelum akhirnya,,,
"key, udah lah, ngk usah gugup gitu, jawab aja pertanyaan ayah kamu, kita semua juga ikut penasaran" tutur sang mma menenangkan kala melihat kesya tengah melamun
"iya nich kkk kenapa sich, jawab tinggal jawab aja lagi, kek anak sd mau di suntik tau nggk, gugup amat" ujar lia memberi kode, bahwa wajah sang kkk tengah pucat
"ehm, ok, aku akan cerita sama semuanya, tapi aku mohon, semuanya harus janji dulu nggk bakalan marah, terutama ayah" ucap kesya dengan cepat, namun dengan suara yang di pelankan di akhir kata
"sebenernya ada apa sich, kamu jan buat kita makin penasaran dong key" ujar sang ayah
"huuh, iya iya dech, ayah ngk akan marah sama kamu, sekarang kenapa, apa yang bikin kamu senyum senyum seperti apa yang lia bilang?" tanya sang ayah pada akhir nya
"kenapa juga sich ayah kek susah banget buat janji sama kesya buat nggk marah?" tanya kha adil memandangi sang ayah
"abis ayah penasaran aja dil, kenapa adik kamu ini tiba tiba ngomong gini, kek baru bikin masalah besar aja, pakek senyum senyum sendiri lagi, aneh ngk tuh?" ucap ayah pada kha adil
"iya juga sich, naaah, sekarang kan ayah udah mau janji, bahkan juga kita semua nggk akan marah sama kamu, ceritakan, apa masalah nya key?" tutur sang kkk memandangi kesya di samping kanan nya
"huuh, jadi gini kha,,,," ucapnya terpotong
"akh, kkk kebanyakan menghela nafas mulu nich, kapan cerita nya coba, ayo dong, langsung ke inti nya aja" ujar lia mendesak
"iya iya, jadi gini semuanya, 5 bulan lalu, di kampus key kedatangan mahasiswa baru, dia laki laki, dia juga ambil jurusan yang sama, sama key, jurusan kedokteran, awal nya aku ngk tau ada mahasiswa baru, karna aku memang ngk kenal, aku ngk pernah tau mahasiswa cowok di kelas ku, kecuali temen kelompok ku, dia pindahan dari padang,,,
flashaback
__ADS_1
"silahkan perkenalkan diri kamu pada teman teman kamu nak?" tutur sang dosen mempersilahkan seorang laki laki memperkenalkan diri nya di delan teman teman baru nya
laki laki itu hanya menganggukkan kepala nya, dia maju satu langkah, dari samping dosen, ia pun segera menyapa teman teman nya dengan lembut dan penuh santun
"assalamualaikum semua" ucap pemuda tersebut
"waalaikum salam" jawab semuanya serempak
"ekh key, liat dech, ada mahasiswa baru di kelas kita, tampan hlo, lo yakin, ngk mau lihat dia?" ujar mesya berbisik di belakang kesya, yang menyadari sahabat nya itu masih asik membaca buku panduan sedari masuk ke kelas tadi pagi, tanpa mau mengalihkan pandangan nya
"hmm apaan sich mey, udah akh, nggk ppa, lo ganggu aja dech, gua lagi asik baca buku nich, penting tau, buat kelulusan nanti" jawab kesya dengan suara pelan nya
mendengar hal itupun, kini mesya pun tidak ingin lagi mengganggu konsentrasi sahabat nya itu, pasalnya kali kesya menjadi marah, semuanya akan takut dengan kemarahan kesya
"perkenalkan nama saya muhammad verry gilvan al ghifari, saya pindahan dari padang, kalian bisa panggil saya dengan nama verry, senang bertemu dengan kalian" ucap pris itu yang memang bernama verry
"baiklah verry, selamat bergabung di kelas kedokteran kami, kami harap, kamu bisa nyaman belajar di sini, kamu silahkan duduk" ucap pak dosen seraya menyapu pandangan nya ke seluruh penjuru kelas "akh, kamu bisa duduk di samping gadis yang sedang memegang buku itu" tambah pak dosen menunjuk ke arah kesya
dengan langkah yang pelan dan cool nya, verry pun menghampiri kursi yang masih kosong, tepatnya kursi di samping kesya
mesya pun merasa heboh sendiri ketika verry duduk di bangku samping sahabat nya, ia pun beralih menarik narik rambut kesya di depan nya
"apaan sich mey" ujar nya yang masih memfokus kan dirinya membaca buku di tangan nya
"baiklah anak anak, hari ini, jadwal kalian kosong, karna ada rapat antar dosen, bapak tinggal dulu, jangan keluar, dan jangan berisik, tetap tenang saat di dalam kelas" ucap pak dosen tersebut
"baik paak" jawab semuanya serempak
**bersambung,,,
alhamdulillah semua, author nya bisa SU lagi, gantung dulu yach, udah kebanyakan kata soal nya xixi, nanti author lanjut lagi, insya allah, asalkan jan lupa tinggalkan jejak, komen yang banyak yach, agar author nya makin semangat, kalo kalian ngk mau author gantung xixi, salam hangat dari author, sampai jumpa di episode selanjut nya
selasa, 14 desember 2021**
__ADS_1