
dengan waktu, tempat, dan keadaan yang sedikit berbeda, 20 menit lia menjelaskan vasilitas di ruangan lab kimia, kini ia pun menuju ruangan lab di sebelah nya, dengan genta di belakang nya tentu nya
"masuk?" ucap nya mempersilahkan genta untuk masuk terlebih dahulu
mendengar ucapan dari kkk kelas baru, kini genta pun hanya menurut saja, ia berjalan memasuki lab komputer terlebih dahulu saat setelah mengangguk kan kepala nya ke arah lia
terlihat beberapa komputer di ruangan tersebut, yang kini sedang di gunakan oleh siswa siswi sekolah ini
"ini ruangan apa kha?" tanya genta sambil menoleh melihat ke arah lia di belakang nya
"ini ruang lab komputer kami, degan ruangan ini, kamu bisa menyelesaikan makalah atau proposal penelitian kualitatif dengan metode yang digunakan dalam penelitian berkelompok" jawab nya mulai menerangkan
"akh, gitu yach, baiklah, aku mengerti" jawab genta sambil tersenyum tipis "kha, kek nya, istirahat di taman belakang sekolah dulu, boleh nggk, aku dikit haus sich, hhe?" ucap genta sambil cengengesan
"emm, boleh, kita ke sana sekarang" jawab nya dan kembali memimpin perjalanan, namun saat ini akan melangkah,,,
ia mendengar nama nya di panggil, oleh seseorang, membuat netra nya teralihkan pada orang yang memanggil nya
"kha liaa" teriak seorang gadis yang nampak mengenakan tangan kanan nya ke kanan dan ke kiri
"emmm, maaf, siapa yach, kenal aku dari mana?" tanya nya merasa bingung, pasalnya ia tidak pernah kenal dengan siswi mana pun
"akh, iya, kenalin, aku dara, siswi kelas 7, aku tau kha lia dari anak anak lain" sapa gadis tersebut sambil mengulurkan tangan kanan nya hendak bersalaman
"yach, aku lia, tapi,,, anak anak lain?" jawab nya bingung
"iya, aku denger, kha lia juara satu eh dua gitu kalo nggk salah di tahun lalu, selamat yach kha" ujar dara sambil tersenyum
"iya makasih" jawab nya
"ternyata yang mereka bilang bener juga yach?" ucap dara sambil menelisik seluruh tubuh lia
"kenapa, mereka bilang apa?" tutur nya dengan rasa penasaran nya yang tidak bisa ia sembunyi kan
"mereka bilang, kha lia itu cerdas, murah hari, karna itu aku mau tanya perihal soal, nggk ppa kan?" tanya dara
"emmm, mungkin lain waktu yach ra, sekarang aku lagi ada urusan?" jawab nya menolak halus permintaan dara
"emm, boleh sich, kalo gitu, boleh dong, aku minta ID line nya, biar bisa lebih deket aja sama kkk?" pinta dara mengulurkan ponsel nya pada lia
"akh, iya" jawab nya seraya memasukkan ID line milik nya di ponsel Adik kelas baru nya itu
__ADS_1
beberapa menit kemudian
"nich ra?" tanya nya sambil tersenyum mengulurkan ponsel milik sang adik kelas
"makasih yach khaa, kalo gitu, aku permisi dulu, assalamualaikum?" ucap dara
"iya sama sama, waalaikum salam warahmatullah" jawab nya seraya kembali menyambung jalan yang pernah terhenti
keduanya sudah duduk di kursi taman belakang sekolah dengan kursi yang berbeda
"minum kha?" ucap genta sambil mengulurkan sebotol air mineral pada lia
"makasih" jawab nya sambil menerima uluran sebotol air mineral dari genta dan ia pun meminum nya dengan menggunakan sedotan
"kkk nggk tanggung, pakek niqab kek gitu?" tanya genta memperhatikan lia di hadapan nya
"emm, insya Allah nggk ta" jawab nya
"kha lia" panggil genta saat melihat lia yang terus tertunduk
"iya ta?" jawab nya seadanya
"emmm, nggk juga ta, aku nggk tau, anak tadi tau aku dari mana" jawab nya
"akh, gitu yach, kalo aku, boleh nggk, minta ID line nya kkk, biar gampang cari informasi kkk?" tanya genta
"emm, boleh aja sich, tapi,,, buat apa, nggk penting juga" jawab nya menutup tutup botol air mineral
"buat cari informasi kha, tanya tanya yang lain juga, biar makin akrab, akh iya, aku boleh nggk, anggap kha lia sebagai kkk aku sendiri?" tanya genta
"kenapa, kamu nggk punya kkk?" tanya nya yang memang penasaran
"iya kha, di sini, aku tinggal sama bbi aja, pembantu yang sempat menjadi baby sitter aku dulu, aku sendirian di sini kha, aku pen punya temen curhat, atau sekedar bisa dengerin cerita aku" jawab genta sambil menunduk
melihat sisi lemah dari lamunan sang adik kelas, kini membuat lia menjadi iba melihat nya
"kamu kenapa ta, kok kek yang ada masalah gitu, di tangerang, kamu benar benar sendirian, nggk ada keluarga yang berniat temenin sama semangatin kamu sekolah gitu" tanya nya meyakin kan,
genta yang duduk di kursi lain pun hanya mengangguk dalam tundukan nya
"aku nggk cuman di tangerang aja sendirian kha, kemana mana pasti sendiri, aku juga nggk pernah tau gimana raut wajah kedua orang tua aku, aku hidup sama nenek kha, sekarang aku sama nenek pisah, nenek pen banget aku sukses di masa depan, sampai rela lepas aku di tangerang ini" jawab genta masih tertunduk dalam
__ADS_1
jawaban dari genta itu membuat lia sangat merasa terkejut, saking terkejut nya tanpa sadar, ia sudah membekap mulutnya sendiri yang jelas tertutupi oleh niqab nya, rasa bersalah pun menjadi point penting dalam diri nya saat ini
"ma-maaf genta, ak-aku nggk bermksd buat bikin kamu sedih, sekali lagi maafin aku yach, aku nggk tau?" tutur nya sambil menepuk pelan pundak genta
seketika, ada desiran hangat yang tiba tiba menjalar di seluruh tubuh nya, kala menyadari sang kkk kelas tengah mengusap pundak nya dengan sayang "Allah, rasa apa ini, kenapa reaksi tubuh ku begitu cepat, bahkan ini hanyalah tepukan rasa maaf dari kkk kelas ku?" batin nya dalan tundukan nya
"ta, kamu kenapa, akh, maaf, mungkin kamu kurang nyaman, maaf, aku nggk bermksd seperti,,," ucap lia terpotong
"nggk khaa, aku senang, dapat perlakuan lembut dari kkk, itu mengingatkan ku pada sosok kkk yang belum pernah aku ingt kembali" jawab nya memandangi lia dengan tatapan penuh kehangatan
"mk-mksd kamu?" tanya lia dengan penuh kegugupan
"nenek aku pernah cerita sama aku, aku punya kkk, dia sangat menyayangi ku, dia tidak pernah sekali pun iri atau berniat jahat sama aku, sekali pun aku pernah menyakiti dan membuat nya menangis, entah mengapa, dengan ada nya kha lia di samping ku, aku sedikit merasakan kehangatan" jawab nya
"akh, maaf kha, seharus nya aku tidak cerita sama kkk, aku lancang, maaf" ucap nya yang di tanggapi senyuman dari sang kkk kelas baru
"hmmm, nggk ppa genta, aku senang kok, kalo kamu juga senang cerita sama aku, kamu boleh kok, kalo mau cerita sama aku kapan aja" jawab lia tersenyum hangat
"oh yaa, makasih yach kha, sebelum nya, aku boleh kan, anggap kha lia sebagai kkk ku sendiri?" tanya nya lagi
"hmmm, kalo kamu senang, kamu boleh melakukan nya, kkk juga senang" jawab lia
"tapi, aku takut ada yang marah kha?" ujar nya kembali menunduk
"ada yang marah, mksd kamu?" tanya lia dengan kening mengkerut
"kkk punya adik nggk, aku takut nanti adik kkk marah kalo liat kkk nya lebih perhatian sama orang lain" jawab nya memperjelas
"hmmm, kamu nggk usah khawatir kan itu, iya, kkk dulu punya adik, 17 tahun ini, kkk udah pisah sama dia, kkk nggk tau ta, saat kkk mengingat peristiwa yang pernah kkk alami itu, rasa nya kkk benar benar merasa menjadi kkk terburuk yang pernh ada di dunia ini" tatapan nya berubah sayu
melihat kkk baru nya terlihat sedich, kini genta pun menggelengkan kepala nya cepat "nggk kha, kkk nggk seperti itu, aku yakin, siapa pun yang menjadi adik kkk itu, dia sangat merasa beruntung, karna mempunyai kkk yang tidak pernah lepas dari memikirkan nya, kalo kkk juga butuh cerita, aku akan siap mendengarkan" jawab genta tersenyum ke arah lia
"makasih yach ta?" ucap nya
"hmmm, iya sama sama kha" jawab genta dengan terus tersenyum ke arah lia
_***Ketika Gus Jatuh Cinta_
Alhamdulillah semua, author nya bisa SU lagi, terus nantikan kelanjutan ceritanya yach semua, salam hangat dari author
Ahad, 20 Maret 2022***
__ADS_1