
dengan waktu, tempat dan keadaan yang berbeda
di sinilah dia, duduk sendiri, di taman belakang pondok,
yach, dialah radit, kini dia tengah duduk sendiri di sini, kursi kayu memanjang di taman belakang pondok, kini tempat ini adalah tempat yang paling tenang, untuk bisa membuat hati nya kini kian membaik, dari segala hal yang telah ia lewati, kini, ia duduk dengan memangku laptop di pangkuan nya, hendak melihat isi flash disk yang telah di berikan kemarin oleh ayah ditta
'ehm, hai kha radit, assalamualaikum, gimana nich kabar nya, pasti baik kan, aku nggk akan lama lama kok, muncul di sini, aku cuman minta waktu nya bentaaar aja, hiks,,, aku sebenar nya mau ngadu sama kha radit, perihal penyakit yang aku alami, hhhh tapi aku cukup takut, aku nggk punya nyali sebesar itu untuk mengungkap kan semuanya, maaf yach kha radit, sebelum nya, aku minta maaaaaf banget, sejujur nya,,, selama ini,, selama ini aku sudah mengagumi kha radit, aku cukup suka sama kha radit, karna itu aku nggk suka saat kha radit selalu suruh aku buat dekat dengan rangga, hhh, rangga, bahkan aku tidak mempunyai rasa terhadap nya, aku cuma suka sama kha radit aja selama ini, aku tau aku shalah, tapi,, rasa ini begitu besar, hingga aku pun tak tau, harus gimana, kha radit,,, jangan marah yach, karna aku cukup lancang ungkapin semua ini di sini, aku nggk punya keberanian sebesar itu buat ungkapin rasa yang aku rasakan saat masih hidup, aku cukup tau, aku memang lancang karena sudah mempunyai rasa ini, yang bahkan, mungkin kha Radit sendiri akan tertawa kecil kala mengetahuinya, Maaf ya, aku harap, kha radit bisa memaafkan semua kesalahan aku, dan terima kasih selama ini kak Radit selalu menjadi seseorang yang selalu membuat aku semangat dalam berpendidikan, aku pamit, assalamualaikum?' seketika, radit yang menyaksikan video itu langsung terdiam seribu bahasa, bagaimana dia tidak menyadari bahwa ditta selama ini juga mengagumi sosok dirinya yang notabene nya sahabat nya
"mahaaf ditta, maaf kan aku, karna aku nggk pernah menyadari jika kamu juga mengagumi ku dalam diam, aku cukup egois, karna memendam rasa ini sendiri" gumam nya sambil menunduk
"ya Allah,, terima kasih,, sudah pernah menitipkan sebuah rasa yang begitu besar dan luar biasa pada hati saya untuk seseorang, meski saya tidak pernah bisa untuk memilikinya, setidaknya saya pernah menemukan sosok yang membuat saya tahu, apa arti dari mengagumi yang sesungguhnya dengan rasa sabar, dan maaf yang tidak ada habisnya,,,"
"dia adalah perempuan yang mengajarkan saya titik tertinggi mencintai yaitu mengikhlaskan, kini dia telah berhasil membuat saya jatuh cinta sejatuh jatuhnya, dia perempuan yang saya cintai secara tiba tiba dan mengikhlaskan secara terpaksa,,"
"dengan dia saya bahagia, asalkan dia di sisi saya, rasanya dunia saya akan baik baik saja"
__ADS_1
ucapan nya tercekat karna saking sakitnya dia berkata jujur tanpa harus membohongi perasaannya saat ini
"namun, nyatanya Engkau berkehendak lain, dia sudah kembali pada-MU lagi, namun, sosok dalam dirinya masih sangat melekat di hati saya."
"ketika saya berusaha untuk terbiasa tanpa dia, rasanya saya hampir gila karena melawan rindu yang tidak bisa saya jumpai sampai takdir nanti suatu saat kembali mempertemukan saya dengannya, saya pernah sakit karena menahan diri untuk tidak ikut bersamanya di sana, bahkan saya menangis ketika ingatan saya terlintas selalu tertuju padanya"
lelehan air mengalir dari teluk mata sosok yang selama ini selalu terlihat tegar namun dengan hati yang rapuh yang sudah nyenyak dalam tidurnya, namun, bergelut dengan pikirannya,,,
"lantas jika takdir kami saat ini sudah tidak bisa lagi menjadi satu, maka tolong bantu saya, dengan rasa ikhlas, sebab melepaskan nya adalah keterpaksaan yang benar benar nyaris membuat saya membenci takdir saya sendiri meski dengan perlahan."
"sakit yang tidak bisa saya jelaskan secara langsung dan rasa kecewa yang tidak bisa diungkapkan, oh Allah,,, untuk yang terakhir kalinya, aku gagal melupakannya lagi untuk yang kesekian kalinya,"
***
siang ini di tengah menghampiri makam dengan bertuliskan nama Ditta Alia Aldiansyah di atas batu nisan itu, perlahan dia berjongkok dan mengelus nama itu dengan lembut
__ADS_1
"akhh,, assalamualaikum ditta nya radit?" ucapkan yang sudah jelas hanya angin lalu saja yang terdengar tanpa mendengar jawaban salam dari sosok yang mungkin diharapkan nya sekarang
"thaa, aku kembali,, kini aku kembali lagi ke sini, rumah baru mu, yang mungkin sekarang sudah terasa nyaman di sana, thaa, yang tenang di sana yaach, sekarang udah nggak ngerasain rasa sakit lagi yach, aku ikut senang, akhirnya kamu tidak menanggung beban lagi, aku harap kamu selalu bahagia yach di sana?" tutur nya meringis pilu
"dittaa,,, sesakit ini kah rasa nya, begini kah rasa nya di tinggal kan oleh sosok yang sangat berarti bagi kita? bahkan ini sangat lebih dari sekedar cukup, ini sangat sakit bagi aku" racau nya
"thaa, maaf, maaf karna aku terlambat mengucapkan ini, tapi,,, perasaan mu terbalas oleh ku, kini aku pun mulai mengagumi sosok dirimu, kala pertemuan pertama kita dahulu"
"hiss, aku cukup sakit kala melihat mu terbujur kaku dengan wajah pucat itu thaa, aku nggk bisa melupakan nya tha, aku gagal buat lupain kamu, aku minta maaf karna tidak pernah menyadari ini dan memberi tahu kamu jika aku pun merasakan hal yang sama, kala aku bersama dengan mu, aku cukup egois karna memendam rasa ini sendiri, maaf, jika aku melukai perasaan mu karna pernah suruh kamu untuk menerima rangga dengan senang hati, namun tidak bisa aku pungkiri, kala itu,, aku pun merasakan sakit yang mungkin sama dengan rasa sakit yang kamu rasa kan" tutur nya berusaha tegar
"aku kira ini sebuah mimpi yang sangat membuat aku cukup tertekan, tapi,, makam ini menyadarkan aku akan semuanya, kenapa kamu menyembunyikan semua nya dari aku thaa, kenapa kamu memendam rasa sakit yang kamu alami sendiri, padahal aku sahabat kamu, aku merasa gagal dalam semuanya thaa, aku gagal untuk menjadi sosok yang tegar, kini aku pun gagal untuk menjadi seorang sahabat yang selalu ada untuk sahabat nya, tapi aku cukup beruntung, karna Allah mengijinkan aku untuk bisa mengenal mu sejauh ini, makasih untuk semua nya, satu hal yang kamu tau, aku tidak akan pernah berpaling dari kamu, makasih, karna selalu sabar dalam menghadapi semua ujian dari-NYA, aku cukup bangga sama kamu thaa, semoga Allah kembali mengijinkan kita, untuk kembali bertemu nanti nya di tempat yang di ridhai-NYA"
"aku pamit, aku akan kembali lagi untuk mengunjungi mu,a assalamualaikum?" ucap nya dengan senyuman terpaksa nya
_**Ketika Gus Jatuh Cinta_
__ADS_1
jangan lupa tinggal kan jejak semua, salam hangat dari author,,
Kamis, 14 Juli 2022**