Rahasia Dua Hati

Rahasia Dua Hati
luka itu hadir kembali


__ADS_3

masih dalam waktu, tempat, dan keadaan yang sama, lia terlihat tertawa bersama rangga di tempat nya, kini, ia ie tengah tertawa lepas, karna salsa terus terusan membuat tawa lia semakin menjadi, hingga hal itupun kini membuat perhatian radit yang ada di meja sebelah pun teralihkan


kini rangga pun menambahkan suasana humoris yang ada di meja yang lia tempati


"iyah, kamu benar sa, makanan ini terlalu sayang, untuk kamu abaikan, apalagi makanan ini terlihat sangat enak di mulut mu, jadi, kalo aku boleh kasih saran, mending kamu simpen aja dech, dari pada harus di makan, ntar yang ada, abis lagi kamu makan, kalo kamu simpen kan bisa kamu pandangin aja sampai puas" ujar rangga


"hha, ya kali gue simpen ni makanan, sayang, nggk kalo nggk bisa ketemu sama lambung gue, lagian kalo gue simpen ni makanan juga ngk bakalan beranak kali ngga" ujar salsa


"lah, iya sich, lo bener juga sa, tapi, yang ada malah basi yach?" tanya rangga dengan cengengesan


"iya" jawab salsa


"eh sa, lo tau bahasa inggris nya pintu nggk?" tanya rangga dengan membenarkan posisi duduk nya


"door" jawab salsa seadanya


"astaghfirullah kaget gue, lo ngagetin aja dech" ujar rangga dengan embel embel memegang dada nya dengan tangan kanan nya


hal itupun berhasil membuat lia di hadapan nya tertawa terbahak bahak, hingga tak menyadari, radit dari sebelah nya pun tengah memperhatikan nya sedari tadi


'seketika, hati aku tersirat luka yang begitu dalam, saat melihatmu tertawa bahagia saat bersamanya, bukan aku tidak suka melihat mu tertawa bahagia seperti sekarang, melainkan bukan aku yang membuatmu tertawa' batin radit dengan sesak yang melanda hatinya, kala melihat lia bisa tertawa lepas dengan rangga


"hhi, sudah lah ngga, sa, nggk perlu di perpanjang lagi yach, aku udah puas tertawa, sekali aku tertawa, rasanya, susah bagiku untuk menghentikan nya" tutur lia "mending kalian lanjut makan aja, sayang, makanan nya dingin" ucap nya kembali


"hmmm, ywdh dech, aku makan aja, rangga ini emang temen laknat tau nggk li, masa suruh aku simpen makanan se'enak ini sich, ada ada aja dech dia itu, padahal kan, aku lagi ngidam banget pen mie ayam buatan bu sri" cibir salsa


"hhi, kamu ini ada ada aja, kek yang lagi hamil aja pake ngidam segala" ucap lia tersenyum


"iya, kan aku lagi pen banget, apa coba, namanya kalo bukan ngidam kalo pen banget gini, laper buanget tau ngk sich?" ujar salsa


"hhh, ywdh dech, serah kamu aja sa, makanan nya abisin yach, kalo mau nambah lagi juga nggk ppa, sepuluh porsi aja sekalian, biar makin muantab" ujar rangga sambil menunjukkan kedua jari jempol nya di depan semangkuk mie ayam

__ADS_1


"brakkk, waah, hari paling spesial ini, bisa makan mie ayam buatan bu sri sepuluh porsi lagi, buuk, mie ayam nya nambah sepuluh porsi lagi yaak, saya belum kenyang" ujar salsa menggebrak meja kantin dan berteriak, entah itu terdengar oleh ibu kantin atau nggk, author juga nggk tau


hal itupun membuat lia dan rangga geleng geleng kepala di kursi masing masing


siang hari, bu indri pun memanggil seluruh siswa siswi nya untuk pembagian raport, kini lia dan salsa pun tengah duduk, di bangku masing masing,,,


rangga masih menunggu lia di depan kelas lia, tepatnya, depan kelas 7e, sambil mengotak atik ponsel nya


"gimana, apa tempat nya udah siap?" tanya nya pada seseorang di seberang sana


"..."


"ouch, yach, baiklah, aku akan segera mengajak nya ke sana, kalian tunggu aja yach?" tutur nya


"..."


"iya, makasih buat semuanya, waalaikum salam" jawab nya


"ditta alia aldiansyah" panggil bu indri di depan kelas, meja guru nya


kini lia pun segera maju ke depan kelas, untuk mengambil raport yang bu indri ulurkan ke arah nya, ia pun segera mengambil nya


"terima kasih bu" ucap lia saat setelah menerima uluran raport dari wali kelas nya


"iya, sama sama lia, akh iya, selamat yach, atas prestasi yang telah kamu capai, ibu sangat bangga sama kamu, ibu harap, kamu akan selalu mempertahankan prestasi pencapaian mu lia" tutur bu indri kepada lia, saat lia menyalimi tangan kanan bu indri


"iya bu, terima kasih, insya allah, saya akan terus mempertahankan prestasi saya, terima kasih bu, atas kepercayaan nya" tutur nya lembut


"iya, sama sama" jawab sang wali kelas "li, saat kamu duduk di kelas 8 nanti, kamu masih satu kelas dengan salsa, tya dan rani yach, di kelas 8d, dan yang lain nya, sudah ibu kasih catatan di dalam raport" ujar nya kembali


"iya bu, akan saya beritahukan kepada tya dan rani" jawab nya sebelum setelah ia duduk di kursi nya

__ADS_1


radit yang mendengar penuturan sang wali kelas pun semakin merasa sesak dalam hati nya, pasalnya saat kelas 8 nanti, ia tidak akan satu kelas lagi bersama ditta, ia pun menjadi termenung, kala mengetahui semua itu


"akhirnya kita bisa kembali bersama di kelas 8 nanti yach dit, aku seneeng banget, bisa kembali satu kelas sama kamu" ujar mitha di samping radit dengan senyuman bahagia nya


"iya tha" jawab radit dengan senyuman getir serta terpaksa nya, karna tidak ingin menyakiti teman di samping nya


'kelas 8 nanti, aku tidak akan bisa bersama kamu lagi ditta, aku sangat sedih, aku sangat ingin selalu ada untuk mu, di mana pun kamu berada, tapi, takdir macam apa ini, hingga membuat mu terus menjauh dari hidup ku, aku harap, kamu tidak akan melupakan aku ta' batin nya


...----------------...


skip, kini ketiga nya pun telah selesai dengan urusan sekolah mereka, mereka tengah melanjutkan perjalanan mereka untuk pulang ke rumah masing masing, siang hari, jalanan hari ini tidak terlalu di ramaikan oleh pegawai kantor dan sejenis nya, karna waktu pun masih menunjukkan pukul 10:30 WIB, saat ketiga nya sampai di depan gerbang pembatas komplek, kini rangga pun bertanya sambil terus menyetir


"li, gimana keadaan kaki kamu sekarang, apa sudah membaik?" tanya rangga menoleh ke arah lia di samping nya


"yach, alhamdulillah ngga, kaki aku benar benar sudah sembuh sekarang, mungkin karna tadi pagi aku belajar berdiri, jadi sekarang rasa sakit di kaki ku sudah berkurang sepenuh nya" ucap nya dengan jeda "makasih juga yach ngga, kamu udah mau anterin aku?" ucap lia dengan tersenyum di balik niqab nya


"iya li, nggk ppa, aku nggk masalah kok, bahkan aku akan merasa lebih senang, jika aku selalu ada untuk mu" jawab rangga dengan senyuman manis nya


"duuh, udah dech, kalian itu nggk usah uwu uwuan, ngk liat apa, ada yang belum punya pacar di sini" sewot salsa dari kursi penumpang


"iya sa, hhe, maaf" jawab rangga cengengesan, sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal


**bersambung,,,


alhamdulillah, bisa SU lagi semua, jangan lupa tinggalkan jejak yach guys, karna itu sangat berharga bagi author, juga bisa mendorong semangat author untuk terus SU, sampai jumpa di chap selanjut nya guys, salam hangat dari author


rabu, 1 desember 2021


awal bulan desember, semoga selalu bisa menyenangkan hati readhers semua yach,,,


sampai jumpa november, makasih atas semua kejutan nya, semoga bisa kembali dengan bulan november selanjut nya, dan selamat datang desember, semoga hari hari mu selalu di penuhi dengan kebahagia'an**

__ADS_1


__ADS_2