Rahasia Dua Hati

Rahasia Dua Hati
setuju


__ADS_3

"apa kamu memandang anak saya rangga?" tanya ayah aldi penasaran


"jujur om, saya memang pernah memandangnya, tapi saya tidak bermaksud begitu om, entah lah, saya juga tidak mengetahui nya, semenjak pertemuan pertama saya dengan lia, pikiran saya selalu tertuju terhadap nya, padahal, saya enggan memikirkan nya, karna saya tau, itu akan menimbulkan dosa yang sangat besar bagi saya, tapi saya tidak bisa palingkan pikiran saya om, maaf kan saya om" ucap nya tertunduk


"baiklah rangga, jika memang kamu ingin mengenal anak saya lebih dekat, saya kasih kamu kesempatan, untuk mendekatinya, tapi ingat, saya melakukan ini karna saya khawatir dengan anak saya, tidak lebih, kamu boleh mendekati anak saya, tapi itu, hanya sebatas teman, tidak lebih, kamu mengerti?" ucap nya


"apa om aldi serius, dengan pembicaraan om?" ucap nya, dengan mata berbinar


"ya, saya sangat serius, jika memang itu yang kamu inginkan, dan jika kamu pantas mendapatkan nya, maka kamu, akan mendapatkan apa yang kamu ingin kan rangga" tutur ayah antusias


"makasih om, makasih banyak, apa saya boleh, memeluk om?" ucap nya girang


"ya" jawab nya, sambil merentangkan kedua tangan nya


"sekali lagi makasih om, saya janji om, saya akan terus berusaha, agar saya bisa, buat dia bahagia, saya tidak akan mengecewakan nya om, saya janji" ucap nya penuh kegembiraan


"ya ngga, kamu harus bahagiakan dia, tapi jika seandainya saya tau, bahwa kamu telah mengecewakan nya, jangan harap, om bisa biarkan kamu, mendekatinya lagi" ucap nya


"baik om, kalo begitu, saya boleh kan, simpan nomor ponsel lia, dan sebalik nya om?" tanya nya kembali duduk di tempat nya


"ya, kamu boleh menyimpan nya, dengan nama apapun yang kamu mau, di dalam ponsel kamu rangga, dan sebalik nya" jawab nya


"tapi, bagaimana dengan lia om, saya takut, lia hindarin saya, saya sudah melihat cukup jauh, di pertemuan pertama saya dengan lia, saat di toko buku, lia sudah hindari saya om" ucap nya kembali menunduk

__ADS_1


"kamu tenang saja, soal itu, biar menjadi urusan om" tutur nya


"baiklah om, kalo begitu, saya dan adik saya permisi dulu om, masih ada urusan di luar, sekali lagi makasih om, makasih banyak" ucap nya mencium tangan ayah


"ya ngga, kamu hati hati di jalan" ucap nya


"baik om, assalamualaikum semuanya" tuturnya


"ya, waalaikum salam" jawab semuanya


setelah kepergian rangga dan rizi, kini hanya radit, ayah aldi, dan kk adil, yang berada di ruang tamu


"maaf om, kalo boleh saya tanya, bagaimana keadaan ditta sekarang?" tanya radit, yang tengah khawatir, dengan keadaan lia


"apa dit, tanya saja" jawab nya


"apa om aldi sudah membuka pesan WhatsApp dari saya?" ucap nya tanpa ragu


"belum dit, om sangat syok, melihat keadaan anak om sekarang, sedari tadi, om juga nggk sempat buka ponsel" jawab nya


"om, semua jawaban yang sempat om tanyakan pada ditta, itu ada, di ponsel om" ucap nya


"mksd kamu, apa kamu mengetahui nya dit?" tanya nya bingung dengan ucapan radit

__ADS_1


"sebaiknya om buka ponsel om terlebih dahulu, semua nya ada, di dalam kontak percakapan saya dan om aldi, sedari tadi waktu saya dan ditta di sekolah, sebelum ini terjadi, ditta sempat cerita mengenai masalah yang sedang di hadapi nya om, dan saya yakin, tadi siang, waktu di sekolah, ditta tidak sedang berbohong" jelas nya


mendengar penuturan radit tersebut, ayah segera membuka percakapan nya, dn benar saja, radit telah mengirimkan rekaman itu, tanpa menunggu lebih lama lagi, kini ayah pun memutar rekaman tersebut, yang dapat di dengar, oleh adil, dan radit


cukup lama ayah, adil, dan radit mendengarkan rekaman itu yang tak lain berisi penuturan lia, kini ayah pun semakin merasa bersalah, pada anak kesayangan nya itu,,,


kini, semua terlihat berkumpul di kamar lia, setelah radit pamit undur diri tadi, ayah dan adil langsung menuju kamar lia, dengan rasa penyesalan, kini, sebagai permintaan maaf nya, ayah pun memutuskan untuk menjaga lia, sampai lia benar benar pulih kembali


malam pun tiba, kini semua adik mengaji lia pun ikut merasakan khawatir saat mendengar kondisi kkk mereka, kini, mereka pun ada di kamar lia


"kk lia, plis, bangun kk, kkk tau, kk lia sudah tertidur dari tadi siang, apa kk lia nggk letih, tidur mulu, lihat lah kk, tante hanna dan om aldi sangat panik dengan keadaan kk lia sekarang, apa kk lia juga tau, bahkan, kk ilham juga sangat sedih dengan melihat keadaan kk lia seperti ini, aku mohon, kk lia bangun yach" ucap sefti di samping kanan lia, dia tengah duduk di sisi tempat tidur lia, sambil menggenggam tangan kanan lia


aryani pun ikut duduk, di samping kiri lia, dan menggenggam tangan lia, sambil berbicara lirih "kk lia, maafin aku, ini semua memang salah ku, jika seandainya aku tidak segampang itu kasih nomor ponsel kk lia sama rangga, mungkin hal ini nggk akan terjadi, aku mohon sadar lah kk hiks, aku tau aku salah, aku minta maaf kk lia, dari awal aku kira, ini nggk akan terjadi berkepanjangan, tapi lain dengan pikiran ku, maaf kan aku kk lia, aku harap hiks, kk lia bisa memaafkan semua kesalahan ku yang telah aku perbuat ini kk, aku tau aku salah, aku akan menerima apapun yang akan kk lia lakukan terhadapku, kk lia boleh menghukum ku, apapun itu, tapi aku juga mohon sama kk lia, kk lia bangun yach kk, aku nggk bisa liat kondisi kk lia seperti ini, aku akan sangat merasa bersalah, jika kk lia belum sadarkan diri juga, plis kk hiks, bangun, maaf kan semua kesalahan ku hiks hiks" ucap nya sambik menciumi tangan kiri lia, bahkan air matanya pun terjatuh di atas tangan lia


"sudah lah yan, ini sudah menjadi takdir, om aldi dan tante hanna pun sudah memaafkan kesalahan mu, kamu jangan terus terusan salahin diri kamu sendiri, ini bukan sepenuhnya salah kamu kok" ucap sefti, yang kini menghampiri aryani di samping kiri lia, dan mengusap punggung yani, menguatkan nya


"iya yan, om sama tante juga nggk marah kok, sama kamu, kamu berenti salahin diri kamu sendiri yach yan, lagi pula, rangga sudah jelasin semuanya terhadap om tadi siang kok, dan dia juga mengatakan, ini bukan salah kamu sepenuhnya, jadi, kamu tenang yach?" ucap ayah, sambil duduk di sisi kanan lia


"iya om, maaf sekali lagi, ini emang kesalahan yani, yani sudah berlebihan" ucap nya tertunduk


"iya, om tante maaf kan kesalahan kamu sekarang, tapi kamu juga jangan ulangi lagi yach?" jawab nya


"iya om, yani nggk akan lakukan kesalahan yang sudah yani perbuat terhadap kk lia, makasih juga, om dan tante sudah memaafkan kesalahan yani" ucap nya masih tertunduk

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2