Rahasia Dua Hati

Rahasia Dua Hati
ada aku,,,


__ADS_3

episode spesial nich semua, sebagai permintaan maaf author karna nggk update kemaren kemaren yach, jadi agak panjang juga


skip, dengan waktu tempat dan keadaan yang berbeda


malam ini semua keluarga saya sedang berkumpul di ruang keluarga dengan suasana yang hangat dan harmonis tentunya


Lia pun tersenyum hangat, dengan dapati keluarganya yang sangat akrab dan sesekali terlihat bercengkrama dengan riang gembira, yah, anak mana tidak akan terlihat senang kalau melihat keluarganya nya dan,,, suasana inilah yang dirasakan Lia saat ini


namun ia pun menjadi terlihat murung seketika saat ingatannya kembali tertuju pada kejadian di sekolah tadi siang


hal itu tertangkap basah oleh ayah yang sedang tertawa bersama adil dan yang lainnya, ayah pun merasa sedikit heran, pasalnya malam ini ada sedikit yang berbeda pada Putri ketiganya itu, ayah pun mulai menghampiri Lia di hadapannya dan memilih duduk di sampingnya


"sayang, Kamu kenapa, kok dari tadi di ayah lihat kamu sepertinya murung gitu, anak ayah ini kenapa apa ada masalah?" tanya sang ayah, sambil menepuk pelan pundak kiri Lia


mendengar sapaan dari ayah ini membuatnya terkejut bukan main dan bukan hanya dia yang merasa terkejut namun semuanya yang ada di ruang keluarga itu pun merasa terkejut dengan penuturan sang ayah, pasalnya Lia ini adalah anak yang periang


"akh, Lia,,, lia nggak apa apa yah, memangnya, lia kenapa?" jawabnya sedikit gugup membuat semuanya semakin merasa penasaran dengan apa yang terjadi pada Lia


"emmm, yak',,, ya nggak tahu lah kan kamu sendiri yang mengalaminya" jawab soalnya sambil mengangkat kedua bahunya tidak tahu


"huh, baiklah ayah lia rasa, lia harus cerita sama semuanya perihal ini" jawabnya dengan menundukkan pandangan nya dan semakin membuat semuanya merasa penasaran


"ada apa, apa kamu menghadapi kesulitan atau masalah di sekolah?" tanya Mama menimpali dengan raut wajah khawatir nya


"atau, cowok yang bernama alfi itu macem macem sama kamu,,, akh,,, mksd ayah, genta" tanya sang ayah


"bukan ayah, dia cukup baik sama lia, hanya saja,,," jawab nya dengan misterius


"hanya saja apa sayang, cerita lah" tutur mma lembut


"lia udah minta ijin buat ikut olimpiade sastra Indonesia nanti sama ayah dan semuanya kan?" tanya nya meyakinkan


"hehem, terus kenapa, ada masalah perihal itu?" jawab ayah sambil melipat tangan di depan dada nya


"nggk ada, hanya saja,,, tadi siang, waktu di sekolah, lia bilang sama bu indri dan juga bu febri kalo ayah mma sama yang lin nya udah ijinin lia buat ikut olimpiade ini, tapi,,, tanggapan bu febri sama bu indri lain lagi" jawab nya berusaha menjelas kan


"tunggu tunggu li, mksd kamu ini gimana sich li, langsung pada inti nya aja, kita semua belum ngerti apa yang akan kamu sampaikan ini" kali ini, kha adil juga ikut duduk di hadapan lia


"ehm, begini, setelah aku bicara kan dengan bu febri juga bu indri perihal ijin dari semuanya, tanggapan lain itu mksd nya, bu indri tadi siang mencoba menjelaskan bahwa bukan hanya lomba olimpiade sastra Indonesia ini saja ayah, bu indri juga percayakan aku untuk ikut lomba pidato, bahkan bu febri sendiri juga percayakan aku untuk ikut lomba MTQ muratal Al Qur'an yang akan di adakan nanti, yang pasti nya, aku juga belum tau pasti tentang itu, di mana dan kapan acara nya di mulai" jelas nya mulai murung


namun, mendengar penjelasan dari Putri ketiganya itu, bukannya membuat keluarganya shock, tapi berhasil membuat semuanya tersenyum simpul memandang lah ya yang sedang murung ditengah keluarga tersebut


mendapati respons dari keluarga yang hanya bisa tersenyum buatnya sedikit merasa heran dan bingung bercampur menjadi satu


"ke,,, kenapa semuanya tersenyum, apa ada yang salah, atau,,, di manakah letak kelucuan dari kata lia barusan?" tanya nya dengan kening mengkerut


"hhh, sayang,,, jika kamu meminta ijin dari ayah, ayah selalu mengijinkan kamu untuk ikut acara apapun di sekolah mu naak, asalkan acara itu baik, dan yang paling penting, itu tidak memberatkan mu untuk mengikuti nya naak" tutur sang ayah sambil tersenyum hangat ke arah lia

__ADS_1


"ke-kenapa ayah bisa seyakin itu sama kemampuan lia yah, jujur, lia sedikit tegang dan gugup, dengan apa yang akan lia putus kan ini, karna itu lia meminta persetujuan dari semuanya, karna ini,,, akan menjadi pengalaman pertama bagi lia" ujar nya mengalihkan tatapan nya dari sang ayah


"sayaang,,, restu dan ijin kami semua, selalu menyertai mu naak, lalu kenapa kamu merasa gugup dan tegang hanya karna di hadapkan dengan pilihan ini?" tanya mma tenang


"ma, ini pengalaman pertama bagi lia, lia,,, lia takut mengecewakan semuanya, apalagi untuk kepercayaan dari kedua guru dan pihak sekolah, lia takut,,," ucap nya


"hmmm, justru karna kepercayaan dari pihak sekolah kamu yang harus kamu dahulu kan li, jika pihak sekolah mu saja bisa sepercaya itu sama kamu, kenapa kami tidak" penuturan ayah jeda sebentar "jika pihak sekolah mu saja bisa sepercaya itu terhadap kemampuan belajar mu, maka ayah pun sama, ayah percaya jika kamu bisa, tunjukkan sama kami semua, bahwa kamu bisa, apapun yang menjadi kemampuan kamu dalam belajar, tidak dapat di ragu kan lagi, itu semua sudah tertanam sejak kamu kecil, ayah percaya kamu bisa menghadapi ini semua" lanjut sang ayah dengan senyum hangat nya


"dan begitu pun dengan mma, ingat sayang, jangan lihat jalan, tapi lihat lah tujuan yang baik di depan sana, artinya, kamu hanya tinggal ikuti saja alur nya, dan fokus, terhadap apa yang akan kamu capai nanti nya, insya Allah, jika kamu berusaha, maka tidak ada alasan bagi Allah, untuk menggagal kan usaha mu" tutur sang mma meyakinkan


"kamu lupa yach, lihat kedua kkk mu, kamu bisa belajar dari kedua nya, jika kamu ada waktu luang, kamu bisa belajar muratal Al Qur'an dengan kkk pertama mu kha adil dan juga kha zahra di pesantren kha zahra, di sana banyak orang yang bisa membantu mu, dulu kan kha adil dapat juara satu MTQ saat di Tsanawiyah dulu" ucapan ayah terjeda sesaat "dan jangan lupakan dan lihat kkk kedua mu kha kesya, dia juara dua lomba pidato satu kecamatan dan kabupaten, kamu bisa belajar lebih dengan nya, mengenai gerakan apa yang pas buat tampil kamu nanti, dia juga tak kalah pandai dari kkk pertama mu itu" lanjut ayah


"harus kah lia mengikuti lomba ini ayah, ma, kha?" tanya nya sambil menoleh menyapukan pandangan nya ke arah keluarga nya satu persatu "kemudian, apakah lia bisa membuat semuanya tidak kecewa?" lanjut nya


"hhh, kkk yakin, jika itu yang terbaik buat kamu dheek, berusaha lah, yakin, usaha tidak akan mengkhianati hasil" ujar kesya menyemangati


"hhh, daya ingat mu sangat tinggi naak, kamu orang yang cerdas, maka dari itu kamu mendapatkan kepercayaan khusus dari pihak sekolah, jangan sia sia kan kesempatan ini" tutur mma memberi motivasi


"huuh, baiklah ma, yah, khaa, jika semuanya mendukung lia, lia akan berusaha mencoba nya, do'a kan lia juga yach?" tutur nya dengan tatapan sendu nya


"iya sayang, do'a kami semua, selalu menyertai mu, kita akan selalu dukung kamu, udah, sekarang sebaiknya kamu istirahat, akh iya, mengenai soal olimpiade, kamu bisa tanya kan pada ayah, siapa tau, ayah bisa bantu" tutur ayah


"baik ayah, lia juga harus memberi kabar kepada pihak sekolah, lia pamit ke kamar dulu?" ucap nya seraya melangkah menuju kamar nya saat setelah mendapat anggukan dari keluarga nya


di dalam kamar bernuansa putih biru itu, gadis dengan balutan niqab dan hijab nya dan juga jangan lupakan manset yang terpasang rapi di pergelangan sampai telapak tangan nya dengan pakaian piyama panjang merah maroon tengah duduk berselonjor di tengah tempat tidur dengan ponsel di tangan nya


📧 "assalamualaikum ibu, ini lia, siswi kelas 8d?" ucap nya melalui email


📧 "waalaikum salam li, iya, gimana, ada kabar apa, apa kamu sudah meminta ijin terhadap keluarga mu, ibu menanti jawaban mu?"


📧 "iya bu, perihal itu, saya sudah meminta nya pada semua anggota keluarga saya"


📧 "lalu, bagaimana jawaban nya, apa keluarga mu memberi mu ijin untuk apa yang ibu sampai kan tadi siang li?"


📧 "Alhamdulillah bu, semuanya memberi kan ijin kepada saya untuk ikut serta dalam acara tersebut, juga mendukung dan percaya penuh dengan kemampuan saya"


📧 "syukur lah jika seperti itu li, ibu juga yakin kamu pasti akan mendapatkan ijin yang kamu minta, jadi, apa keputusan mu, apa kamu akan mengikuti nya?"


📧 "huuh, insya Allah bu, jika semuanya percaya, maka tidak ada alasan bagi saya untuk menolak tawaran ini, semoga saya tidak akan pernah membuat semuanya kecewa yach?"


📧 "iya li, ibu yakin kamu pasti bisa, nanti ibu bantu jika kamu perlu bantuan ibu, jangan sungkan untuk bertanya"


📧 "iya bu, terima kasih?"


📧 "iya li,,,"


"sudah malam, istirahat lah, tubuh mu pasti lelah, besok jangan lupa temui ibu dan bu febri di kantor, ada pelatihan untuk mu sama kedua rekan belajar mu"

__ADS_1


📧 "iya bu, assalamualaikum?"


📧 "waalaikum salam warahmatullah"


dia pun mulai menutup aplikasi email, namun saat ia akan menutup ponsel nya, ponsel nya berdeeing, tanda ada panggilan masuk


melihat ID pemanggil, ia pun mengurungkan niat nya untuk beristirahat dan berniat untuk berbicara di telepon


"assalamualaikum kha?"


"waalaikum salam warahmatullah, aku ganggu nggk?"


"akhh, tidak sama sekali, ada apa kha?"


"nggk ada apa apa ta, aku hanya mau tanya sama kamu, apa kamu sudah meminta ijin, lalu memutuskan pilihan untuk perlombaan nanti?"


"hmm, yach, aku sudah memutuskan nya, juga meminta ijin terlebih dahulu dari keluarga ku tentu nya"


"lalu, apa kata mereka, apa pendapat om aldi dan tante hana perihal ini?"


"hhh, keduanya,,, akh tidak, bahkan semuanya terlihat sumringah dan bersemangat kala mendengar kabar ini kha, mungkin kah semuanya mendukungku?"


"bagus lah jika semuanya dukung kamu, kenapa kamu seperti nya tidak bersemangat seperti itu ta?"


"jujur kha, mereka semua terlihat antusias mendengar kabar dari ku ini, namun sebalik nya, aku bahkan takut jika pada akhir nya aku mengecewa kan mereka semua, terlebih lagi,,, kha radit tau sendiri kan, bagaimana antusias nya bu indri sama bu febri dengan ini?"


"yach, aku tau ditta, tapi,,, apa yang membuat kamu merasa takut akan mengecewakan semuanya?"


"huuh, ini adalah pengalaman yang pertama bagi aku kha, tidak bisa di pungkiri, aku banyak merasa kan takut dengan keputusan ini"


"hmm, dittaa, aku sudah menjadi sahabat mu sejak lama,,, dan kini, aku tau rasa takut yang kamu alami ini, aku juga mengerti, namun, tenang lah, kamu beruntung bisa mendapatkan kepercayaan sekaligus dari orang yang kamu sayangi, jika boleh aku kasih saran, tidak ada salah nya kamu mencoba nya, jangan menyerah terlebih dahulu, aku juga akan ada di sana, untuk mendampingi mu, tenang,,, ada aku, dan aku,,, akan selalu berusaha agar selalu bisa di samping mu, apapun yang terjadi, aku percaya, kamu akan berhasil, aku juga akan mengikuti lomba, jadi,,, bukan hanya kamu yang merasa takut berlebihan seperti ini, aku juga, namun kita hadapi ini sama sama yach, kita saling menyemangati?"


"iya kha, makasih?" jawab nya dengan tersenyum


"hmmm, sudah kewajiban ku sebagai sahabat mu membangkitkan semangat mu kembali, sudah larut, kamu istirahat yach, karna besok, mungkin kamu akan sedikit merasa kan cape?"


"iya kha, kalo gitu, aku tutup dulu, assalamualaikum?"


"iya ta, waalaikum salam warahmatullah"


setelah menutup panggilan dan mematikan ponselnya, ia pun memilih untuk segera beristirahat dan menuju alam mimpinya


_**Ketika Gus Jatuh Cinta_


Alhamdulillah semua, author nya bisa update lagi, maaf, ini sebagai permintaan maaf author karna udah lama jarang update yach, semoga semuanya senang, oke, lanjut lagi nanti, sampai jumpa di episode selanjut nya


Kamis, 21 April 2022**

__ADS_1


__ADS_2