Rahasia Dua Hati

Rahasia Dua Hati
mitha aghustina


__ADS_3

istirahat pun tiba, lia pun segera melangkah kan kaki nya ke kantin, dengan ke tiga sahabat nya tentu nya, hingga sampai di kantin pun, mereka mengambil tempat duduk di pojok, dekat dengan jendela,,,


di kantin, tepat nya, di samping meja tempat lia dan ketiga sahabat nya duduk, kini ada mitha yang duduk sendirian di sana,,,


"li, menurutmu, mitha itu gimana sich, menurut kalian juga, gimana orang nya?" tanya salsa pada ketiga sahabat nya


"emm, jujur aja yach, dia itu sedikit ke PD an amat di kelas, kek nya, dia mau deketin radit dech, nggk tau diri banget yach tu orang?" ucap rani sedikit berbisik


"kenapa kamu bisa simpulin itu ran?" tanya lia yang memang penasaran


"ya kamu liat aja li, radit itu udah satu kelompok sama kamu, masa iya dia rebut gitu, dengan wajah tanpa dosa nya gitu juga lagi, sebel aku jadinya" ujar nya kembali berbisik


"hla, iya yak, udah dia rebut posisi tempat duduk lia di samping radit, tambah rebut radit juga buat tugas kelompok nya, aku juga ikut sebel dech" tambah salsa membenar kan ucapan rani


"udah, di sini, nggk ada yang rebut apa apa dari aku kok, emang aku nya aja yang mau itu, kalian tenang aja yach, kan buktinya, tadi, aku udah dapat kelompok lagi sama gilvan" ucap nya


"kamu emang bener bener yach li, hati kamu terbiat dari apa sich, ini sahabat kamu lagi pada kesel sama dia hlo, kamu keliatan baik baik aja gitu?" akhir nya tya angkat bicara


"udah ish, nggk ppa, aku nggk ppa kok, aku baik baik aja, oh iya, ini buat kalian, tadi pagi, ayah aku sengaja buatin ini buat kita" tutur nya mengalihkan pembicaraan dengan halus


"apa ini li?" tanya salsa


"sandwich sa, ayah aku mau aku berbagi sama kalian, di makan yach?" ucap nya


"waah, om aldi ini emang tau banget dech, kalo aku lagi kangen banget sama sandwich buatan nya, makasih yach li, kamu udah memakan nya, kamu juga makan dong?" ucap salsa sumringah


"udah tadi, itu bagian kalian, maaf, aku makan duluan, abis nya tadi laper, abis piket hhe, nggk ppa kan, kalian nggk marah?" ucap nya


"ya nggk lah li, apaan sich, justru harus nya kita bilang makasih hlo sama kamu, pertama ayah kamu bikinin kita ini, trus abis itu kita repotin kamu buat bawa ini" ucap rani


"li, kamu tau nggk, semenjak hari itu, rani itu jadi suka sama sandwich, yang waktu itu hlo, waktu pertama kali kita kenalan sama ayah kamu" ucap tya


"ooyah, dia jadi suka sama sandwich?" tanya lia meyakinkan


"iya, tapi sayang nya, di antara keluarganya nggk bisa bikin sandwich seenak buatan ayah kamu, kamu tau, waktu hari itu juga, di rumah nya itu mendadak ada sayembara besar besaran, siapa yang bisa bikin sandwich seenak buatan ayah kamu, maka dia akan selalu menuruti orang tersebut, kocak banget nggk sich" ujar nyaelanjut kan


"masa sich, emang bener kek gitu ran?" tanya nya menoleh menatap rani yang terlihat fokus pada sandwich di hadapan nya


"bentar dech, kalian itu gangguin pandangan pertama aku sama sandwich ini, aku mau lhap dulu sandwich ini, abis itu kalian boleh tanya apapun" jawab nya dengan mata berbinar memandangi sandwich di hadapan nya


tiba tiba,,,


"hai semua, ditta, kamu lagi apa?" tanya radit menghampiri lia dan ketiga sahabat nya

__ADS_1


"hmmm nggk lagi apa apa kha" jawab nya


"kita lagi mau santap hidangan sepesial dari om aldi" jawab salsa menarik bibir nya hingga membuat senyuman


"hidangan sepesial?" tanya nya dengan kening mengkerut


"iya, hidangan sepesial apa lagi kalo buka sandwich buatan om aldi" jawab tya


"ooh, apa,,," ucap nya terhenti


"permisi, dit, aku punya sedikit masalah dalam mengerjakan soal, apa kamu bisa bantu aku?" tanya mitha menghampiri meja sahabat lia di kantin


"oh, baiklah, kalian lanjut saja yach, aku bantu mitha dulu" pamit nya pada ke empat perempuan di hadapan nya


semuanya hanya mengangguk dingin, hanya lia saja yang menjawab


"iya kha, silahkan" jawab nya


kini, radit dan mitha pun berjalan menuju meja tempat mitha duduk sendirian, dia mulai menunjukkan tugas soal yang memang belum ia mengerti,


namun berbeda hal nya dengan suasana di meja le empat sahabat itu, rani geram sendiri, melihat punggung radit, yang kini meninggalkan meja mereka


"duh li, kenapa kamu balas pertanyaan dia sich?" tanya nya sewot


"tau nich, temen sendiri lagi kesel sama tu orang juga, mana jelas lagi kamu liatin senyuman kamu di balik niqab mu itu" tambah salsa sambil melipat tangan di depan dada nya


"dia emang nggk pernah bikin salah apa apa sama kita, tapi asal kamu tau aja, liat dia, aku akui dia emang cantik, liat perilaku nya, apa dengan orang seperti itu kuta harus berteman?" ucap tya


"dan, apa hanya kita yang harus berteman sama dia, nggk gitu juga kali li" timpal salsa masih merasa gemas dengan sahabat nya ini


namun tidak berselang lama, kini ponsel lia pun berdering


ddrrrttt,,, ddrrrttt,,, ddrrrttt,,,


"ehm, aku ijin angkat panggilan dulu yach semua?" ucap nya seraya melenggang pergi


"assalamualaikum" ucap nya saat setelah ponsel nya mengenai telinganya yang tertutupi balutan niqab nya


"..."


"sekitar ba'da zdhuhur, hari ini, aku ada piket kelas" jawab nya terlihat fokus


"..."

__ADS_1


"boleh, tapi kemungkinan besar aku shalat zdhuhur di sini, nggk ppa kan?" tanya nya pada sosok di seberang telpon


"..."


"iya, makasih sebelum nya, aku tunggu" jawab nya


"..."


"hmmmm iya, waalaikum salam" jawab nya mengakhiri panggilan nya


setelah selesai menelepon, ia pun segera menghampiri ke tiga sahabat nya yang sedang menunggu nya, mereka terlihat penasaran, siapakah orang yang menelepon bersama lia, mungkin seperti itu pikiran mereka


"siapa li?" tanya tya, dia tak bisa menyembunyikan rasa penasaran nya terhadap sahabat nya ini


"rangga, dia sahabat ku kedua setelah kalian yang pertama" jawab nya


"apa katanya, kamu kelihatan serius gitu ngobrol nya?" tanya salsa yang juga penasaran


"katanya, hari ini, dia mau jemput aku di sekolah, ayah yang minta" jawab nya jujur


"emang ayah kamu ada masalah, tapi kenapa masih ada waktu buat bikinin kita sandwich?" tanya rani


"alhamdulillah, kalo masalah nggk ada, hari ini, ayah sama kha adil kkk sulung aku mau ke luar kota, katanya, dia di kasih amanat buat jagain aku sama keluarga aku, padahal kan, menurut ku, itu sangat merepot kan" ucap nya


"ooh, jadi dia mau jemput kamu ke sini, kenalin dong, sama kita kita, kita juga pen kenal sama dia" ucap rani tiba tiba


"iya insya allah" jawab nya "sa, hari ini, kamu pulang bareng aku aja yach?" tanya nya menatap salsa yang masih menyantap sandwich


"kenapa li?" tanya nya heran


"nggk ppa, dia biasa jemput aku pake mobil, aku nggk biasa aja di mobil berdua sama dia, yach?" tanya nya lagi meyakin kan


"oke baiklah" jawab nya


radit yang duduk tidak jauh di tempat mereka duduk, otomatis dapat mendengar percakapan mereka, dia pun mulai membatin


'rangga mau jemput ditta di sini, dan apa itu, om aldi sama kha adil ke luar kota, kenapa keduanya nggk kabarin aku yach, kan mereka bisa amanah kan ditta dan keluarga sama aku?' batin nya


**bersambung...


alhamdulillah, bisa SU lagi readhers, semoga makin hari, author juga bisa rajin SUlagi yach semuanya, jangan lupa tinggalkan jejak semua nya


tembus 10 komentar, author bakalan berusaha buat CRAZY START UP dech ya hha, soal nya jujur, author suka banget baca komentar kalian buat rangkaian novel ini, jadi, author juga minta dukungan lagi semua, nggk ppa kan?

__ADS_1


ok, sampai jumpa di chap selanjutnya semuaaa


sabtu, 16 oktober 2021**


__ADS_2