Rahasia Dua Hati

Rahasia Dua Hati
lekas sembuh sayang


__ADS_3

setelah sefti dan jihan tak terlihat di pandangan nya lagi, kini, ia pun mulai memasuki rumah nya, namun sayang nya, ia tak melihat seorang pun di dalam rumah nya, tanpa berfikir panjang, ia pun segera melangkahkan kaki nya menuju kamar nya yang terletak di lantai dua itu, meski dengan kondiri kaki yang tidak memungkin kan, namun ia sendiri di sana, tak ada seorang pun yang bisa ia pinta tolong selain berusaha sendiri


sesampainya ia di dalam kamarnya yang bernuansa biru muda itu, ia pun kini tengah merebahkan tubuh nya di atas kasur dengan pelan pastinya


"auh" ringisnya menahan sakit


kini ia pun beralih menatap kaki kanan nya yang terasa sangat sakit, dan alangkah terkejutnya ia saat melihat kaki kanan nya, bukan hanya sakit di dalam karna kiliran yang lumayan besar tadi siang, namun juga terlihat lecet, oleh karna itu ia merasakan sakit yang luar biasa


"kenapa harus kha radit yang lakuin ini sich?" tanya nya pada diri sendiri


seketika, ia pun terbayang kembali dengan kejadian beberapa jam yang lalu, tepat nya saat radit dengan sigap menolong nya dan menjahili nya


"astaghfirullah, ada apa dengan ku, kenapa,,, rasanya jantungku selalu terganggu saat berpapasan dengan kha radit, kenapa rasanya sangat gugup?" tanya nya kembali


tidak menunggu terlalu lama, kini dering ponsel pun kini menyadarkan nya dari lamunan, ia pun segera mengambil ponsel nya di dalam tas nya, yang memang ada di samping nya


"mma,,," lirih nya


ia tau, meski mma nya tidak ada di sisi nya saat ini, namun ia telah mengetahui, jika sampai mma tau mengenai hal ini, maka mma nya akan sangat merasa khawatir akan dirinya, ia pun mengangkat panggilan


ia pun berusaha tegar dan berusaha menyembunyikan ringisan nya dari sang mma, ia mulai menempelkan ponsel nya di telinga kanan nya


"assalamualaikum ma" ucap nya pada sang mma


^^^"waalaikum salam sayang, kamu di mana?" tanya sang mma di seberang panggilan^^^


"lia di rumah ma, mma di mana?" tanya nya


^^^"mma cari kamu di sekolah hlo, mau jemput kamu, mma sedang sama zahra, oh kamu udah pulang, kapan, kamu sendirian di rumah nggk ppa kan?" ucap mma panjang lebar^^^


"iya nggk ppa ko ma, maaf, lia udah pulang tadi, abis zdhuhur lia sampai di rumah" tutur nya


^^^"oh, baiklah nak, nggk ppa, harus nya, mma yang minta maaf sama kamu, kamu di rumah jadi sendirian" jawab sang mma^^^


"iya ma, nggk ppa, tapi mma sama yang lain kemana, kok nggk ada di rumah, nggk kek biasanya tanpa kabarin lia juga?" tanya nya bingung


^^^"tadi sepulang kkk kamu kampus, mma minta anterin kkk kamu sama zahra ke klinik, buat cek kandungan kkk ipar kamu nak" tutur mma^^^


"ooh gitu ma, terus gimana, tapi kha zahra nggk ppa kan ma, kandungan nya juga baik baik aja kan ma?" tanya nya khawatir


^^^"nggk ppa sayang, kandungan nya baik baik aja kok, kamu tenang aja, malah dokter bilang, kandungan kkk ipar kamu ini semakin kuat hlo" ujar sang mma^^^


"syukur lah ma, lia jadi lega denger nya, lia kira ada apa apa sama kandungan kha zahra sampai di bawa ke klinik gitu" ucap nya dengan hati yang mulai lega


^^^"nggk ppa sayang, ywdh, kamu tunggu di rumah yach nak, mma sama kedua kkk kamu di jalan pulang, bentar lagi nyampe kok?" pinta sang mma^^^

__ADS_1


"baiklah ma, hati hati di jalan" ucap nya


^^^"iya sayang, assalamualaikum?" jawab sang mma yang di akhiri dengan ucapan salam^^^


"waalaikum salam" jawab nya


"huuh, untung mma nggk curiga kalo aku lagi sakit" ujar nya pada diri sendiri


tanpa menunggu waktu yang lama, kini ponsel lia pun kembali berdering, tanda ada panggilan masuk, namun kali ini panggilan video


"ayah,,," ucap nya


ia pun mengangkat dan menggeser tombol berwarna hijau ke arah tengah ponsel, hingga panggilan pun tersambung


"assalamualaikum ayah?" ucap nya pada sang ayah di panggilan video nya


"waalaikum salam sayang, kamu di mana itu?" tanya sang ayah di seberang sana


"aku di kamar yah, aku baru sampai di rumah" jawab nya


"kamu kenapa?" ucap sang ayah yang menyadari keadaan sang anak


"kenapa, aku nggk ppa yah, emang nya aku kenapa?" tanya nya berusaha menyembunyikan masalah nya


"itu wajah kamu terlihat sangat pucat sayang, jangan kamu pikir ayah tidak tau dengan keadaan mu" ujar sang ayah


ayah yang mendengar penuturan anak nya itu pun kini menjadi terkejut, bahkan sangat terkejut dan bertanya "kamu terluka, kenapa, kamu kenapa sayang, siapa yang sudah membuatmu terluka?" tanya sang ayah


"ayah jan khawatir, insya allah, aku udah aman kok sekarang, hanya saja, tadi ada sedikit insiden, hingga buat kaki aku terkilir sama keseleo dikit, tapi nggk ppa kok" ucap nya lemah lembut


"tapi kaki kamu gimana, ayah mau liat, ayo tunjukin" perintah sang ayah


"ak,,,," ucap nya terpotong


"udah lah li, ayo tunjukin, ayah benar benar udah sangat mengenalmu dari dulu, kamu nggk bisa lagi ngelak atau sembunyiin kesakitanmu dari ayah, ayo, ayah pen liat" ujar nya tegas


"ba-baiklah yah, ini kaki kanan lia yang terkilir tadi di sekolah" tutur nya lembut


lia pun mengarahkan kamera ponsel nya pada kaki kanan nya yang memang terluka


memar, merah, dan lecer, itulah yang ayah lihat di layar ponsel nya, hal itupun kini sangat membuat ayah terkejut dan bahkan sedikit khawatir, dan menyesal, karna posisi nya sekarang sangat jauh dengan sang anak


"astaghfirullah lii, di sekolah kamu ngapain aja sampai buat kaki kamu kek gini, kamu jan bercanda berlebihan sama teman teman kamu, apalagi sampai bisa bikin kamu kesakitan kek gini" tutur sang ayah


"nggk ppa yah, aku nggk ppa kok, ayah jan khawatir yach, ayah tetap harus semangat kerja di sana" ucap nya menyemangati

__ADS_1


"maafin ayah belum bisa rawat kamu kala kamu tersakiti begini yach li, ayah jadi pen cepet pulang liat keadaan kamu begini" tutur sang ayah


"nggk ppa yach, ini bukan salah ayah kok, makan nya, ayah semangat kerja nya, kha adil juga, biar cepet pulang dan ketemu aku, mma, kha zahra, sama kha kesya, ayah sama kha adil, baik baik di sana, jan terlalu pikirin aku, aku akan baik baik aja di sini yah, ada mma, kha kesya, dan kha zahra yang temenin aku di sini" ucap nya


"iya, tapi kamu harus bisa jaga diri kamu baik baik yach nak, ayah nggk mau lihat lebih dari ini" ucap nya


"iya yah" jawab nya


"kok ayah nggk denger mma kesya atau zahra, apa mereka nggk tau dengan keadaan kamu sekarang?" tanya sang ayah


"nggk yah, mereka nggk ada di rumah" jawab nya jujur


"kemana?" tanya sang ayah lagi


"mma barusan telpon, katanya, sepulang kha kesya dari kampus, mma minta anterin kha kesya ke klinik, periksa kandungan kha zahra" jawab nya


"ooh ke klinik, ayah kira ke mana" jawab sang ayah "ke klinik yah, siapa yang sakit?" suara laki laki terdengar jelas oleh lia


"nggk ada yang sakit, mma kamu anterin zahra periksa kandungan ke klinik" jawab sang ayah pada kha adil di sebrang sana "ooh gitu, tapi tadi aku denger keseleo, siapa yang keseleo?" tanya kha adil pada ayah


"adek kamu, dia lagi sendirian di rumah, kaki dia terkilir di sekolah katanya" jawab ayah "mana coba aku mau bicara sama dia?" ucap kha adil yang juga sangat terkejut


"deek, kamu kenapa, kamu nggk ppa kan, kaki kamu masih sakit, mana kkk liat kaki kamu, yang kanan apa yang kiri?" tanya sang kkk dengan wajah khawatir nya


"hai kha, aku nggk ppa kok, ini cuman keseleo dikit aja, kkk ma ayah nggk usah khawatir yach?" ucap nya menenang kan


"kkk mau lihat dek, kamu nggk bisa ngelak lagi, ayo, mana, kkk mau lihat kaki kamu!!!" perintah sang kkk


"ini kha" jawab nya mengarahkan kamera ponsel nya pada kaki kanan nya


"astaghfirullah deek, kamu lagi ngapain sampai bisa keseleo gitu di sekolah, kamu kurang hati hati yach, ini bukan hanya keseleo, tapi ini juga terkilir kamu tau, pokok nya abis mma sama yang lain nya sampai di rumah, kamu harus minta pijit yach, takut nya kaki kamu infeksi!!" ucap nya mulai menunjukkan wajah dingin nya


"iya kha, insya allah, nanti lia minta pijit, tapi kkk juga jan gitu dong, jan ngambek sama aku, aku minta maaf" ucap nya


"iya kamu juga, harus bisa jaga diri kamu baik baik kalo kkk sama ayah lagi nggk ada di rumah, kkk nggk mau yach, denger kamu lebih dari ini" ucap nya masih dingin


"iya kha, makasih" ucap nya


"ywdh, kkk tutup dulu telpon nya yach, sampaikan salam sayang kkk buat istri kkk dan calon anak kkk, kalian harus jaga diri kalian baik baik di rumah, assalamualaikum?" ucap sang kkk pada akhir nya


"iya kha, kkk sama ayah juga, waalaikum salam" jawab nya


panggilan pun terputus, menyisakan lia sendiri di rumah, dengan ke sepian yang menghampiri nya


**bersambung,,,

__ADS_1


alhamdulillah, bisa SU lagi semuanya, jan lupa tinggalkan jejak semua sampai jumpa di chap selanjutnya, salam hangat dari author**


__ADS_2