Rahasia Dua Hati

Rahasia Dua Hati
biarkan aku sendiri


__ADS_3

"syukurlah jika seperti itu, aku lega mendengar nya, aku harap, kamu bisa jaga hubungan baik mu dengan rangga baik baik yach ta?" tanya radit lagi


"tanpa di suruh kha radit sendiri pun aku akan selalu menjaga hubungan ku dengan rangga, jadi kha radit jangan khawatir kan itu" jawab nya


"iya ditta" jawab nya


hening seketika


"di-ditta, bagaimana keadaan kaki kanan mu?" tanya radit di sebrang yang memang merasa khawatir


"kenapa kha radit tanya hal itu?" tanya nya balik


"sungguh ditta, aku minta maaf, aku benar benar tidak sengaja, aku nggk ada niatan buat candain kamu di kelas tadi" tutur radit merasa bersalah


"sudah lah, kenapa kha radit mengkhawatirkan keadaan kaki ku, lagi pula, aku nggk ppa kok, kha radit tenang aja yach, aku juga baik baik saja" jawab nya


"tidak ditta, maafkan aku, aku sungguh minta maaf, karna sudah membuat kaki kanan mu terluka, aku tau, rasanya pasti sakit, kan?" tanya nya


"sudah lah kha radit, kha radit nggk perlu khawatir yach, aku udah baikan kok, kharadit tenang aja, ish" jawab nya sambil menahan sakit pada kaki nya, karna ada lalat yang hinggap di kaki kanan nya


"ditta, kamu kenapa, sudah lah, aku ke sana yach, aku benar benar khawatir dengan keadaan mu ditta?" ucap radit cepat di sebrang panggilan


"nggk ppa kha, aku hanya sedikit sakit saja sekarang, aku sudah baikan, sakit nya tidak seperti tadi, kha radit jangan ke sini yach hari ini, aku di rumah sendirian jika kha radit ke sini, aku takut terjadi kesalah fahaman, biarkan aku sendiri" jawab nya


"kamu sendiri ditta, apa kamu yakin kamu bisa melakukan nya sendirian?" tanya radit dengan penuh kekhawatiran


"melakukan apa kha?" tanya nya kurang mengerti


"sesuatu yang kamu butuh kan, seperti mengambil air minum contoh nya" jawab radit


"akh, itu, aku bisa sendiri kok kha, kha radit tenang aja yach?" tanya nya


'aneh, tadi kan ditta sedang marah sama aku, kenapa dia tiba tiba baik lagi, tapi syukur lah, aku nggk mau hubungan ku dan dia menjadi buruk hanya karna aku candai dia' batin radit di sebrang telpon


"kha,,, halo kha radit, apa kha radit masih di panggilan ini?" tanya lia keheranan


"eh i-iya ditta, aku masih di panggilan ini, kenapa, apa kamu butuh sesuatu, apa perlu aku pesankan makan siang untuk mu?" tanya radit


"akh nggk perlu kha, aku heran aja, kenapa tiba tiba kha radit terdiam di panggilan ini" jawab nya


"akh, itu, aku,,, aku sedang membaca buku ditta, jadi aku larut dalam bacaan ku" jawab radit yang memang berbohong


"akh, baiklah" jawab nya


"ditta" panggil radit

__ADS_1


"iya kha, ada apa?" tanya nya


"itu,,, besok,,, pengumuman pembagian raport, apa kamu akan datang dengan kondisi kaki yang tidak memungkinkan untuk berjalan?" tanya radit pelan, takut lia marah kembali dan mengingat kejadian di sekolah


"hha, itu yach, kenapa kha radit terdengar gugup hanya karna menanyakan hal itu, kha radit jan khawatir, rangga akan menjemputku besok, dia sepertinya benar benar akan menjagaku jadi, kha radit, berhentilah mengkhawatirkan yang tidak tidak tentangku yach?" jawab nya panjang lebar


"bagaimana aku tidak khawatir dengan keadaan mu ditta, besok, adalah hari pembagian raport di sekolah kita, andai saja jika orang tua kita di harus kan hadir, mungkin aku akan lebih tenang mendengar nya" jawab radit di sebrang


"nggk ppa kha, rangga akan menjaga ku, dia tidak akan meninggalkan ku sendiri, kha radit benar, rangga itu orang nya baik, makasih yach, kha radit sudah membuat aku dekat dengan nya?" tanya lia


"akh, iya ditta, sama sama, apa aku bilang, rangga itu sebenarnya orang nya baik banget" jawab radit


"iya kha, sekarang aku sadar kok, rangga itu orang nya baik juga ternyata, aku salah menilainya dari awal" jawab nya


"iya" 'tapi sebaik apapun rangga sama kamu, aku nggk mau kamu terus menerus dekat dengan rangga ditta, aku sangat mengagumi dirimu' batin radit


"ysdh kha, sepertinya, mma sama kedua kkk ku sudab datang, aku tutup dulu telpon nya yach?" tanya nya


"akh iya ditta silahkan, semoga kaki kamu cepat sembuh yach ta, aku minta maaf, untuk semuanya?" tanya radit


"iya kha, aamiin, makasih do'a nya, nggk ppa kok, nggk masalah, ywdh, aku tutup dulu yach, assalamualaikum?" ucap nya


"iya, waalaikum salam warahmatullah" jawab radit


panggilan pun terputus sepihak dari lia, kini, mma pun mengetuk pintu kamar lia di lantai dua


"iya ma, nggk ppa kok, nggk masalah, yang penting, semuanya aman, nggk ada apa apa kan, sama kandungan kha zahra?" tanya lia


"iya sayang, alhamdulillah, kandungan nya aman kok" ucap sang mma seraya menoleh pada kedua kaki lia yang tertutupi baju muslim nya


alangkah terkejutnya mma saat mma melihat keadaan kaki kanan sang putri, kini terlihat sangat lecet dan agak ke biruan


"astaghfirullahalazdim lii, ini kaki kamu kenapa, kok bisa kek gini?" tanya sang mma mulai mengkhawatirkan anak kedua nya itu


suara mma lumayan kencang hingga membuat kesya dan zahra yang sedang mengistirahatkan diri di depan tv pun kini menjadi menyusul mma ke dalam kamar lia di lantai atas


"ada apa ma?" tanya kesya dan zahra bersamaan seraya menoleh pada kedua kaki lia


"astaghfirullah li, kaki kamu kenapa, kok bisa sampai lecet kek gitu?" tanya zahra yang tidak kalah terkejut


"iya deek, kaki kamu kenapa, kok selecet itu, perasaan, kalo lecet cuman karna sepatu, kkk juga sering tuh, tapi nggk sampai selecet itu?" tanya kesya yang mulai mengkhawatirkan sang adik


"hmmmm, mma kha kesya sama kha zahra nggk perlu khawatir yach, lia cuman keseleo aja kok tadi di sekolah, waktu bersih bersih kelas, nggk ppa, ini hanya sedikit memar" jawab nya menenang kan


"apa kamu bilang, cuman, ini bukan cuman li, ini benar benar luka yang mungkin dalam banget, kamu gimana sich, kamu bisa jaga diri kamu nggk sich, kkk aja nggk pernah hlo, lecet sepatu sampai kek gini?" ujar sang kkk heran

__ADS_1


"iya kha, udah yach, nggk perlu di bahas lagi, lagian, aku udah mendingan kok, kkk mma sama kha zahra tenang aja, nggk ada yang perlu kita khawatirkan, ini lebih baik dari yang tadi, aku juga udah istirahat lama dari pulang sekolah" tutur nya meyakinkan


"kamu harus pijit li, mma nggk mau kamu kek gini terus, kita panggil mbok ayu ke sini, kamu tunggu di sini" perintah sang mma


"tapi ma,,," ucap nya terpotong


"udah, nggk ada tapi tapian, pokok nya kali ini kamu harus nurut sama mma, kamu istirahat dulu di sini, mma hubungi dulu mbok ayu di luar, tetap di sini, jangan kemana mana" ucap sang mma


"iya ma" jawab nya mulai menunduk


setelah itu, mma dan kesya pun keluar dari kamar lia, mma hendak menghubungi mbok ayu, yaitu tukang urut kepercayaan di kompleks bougenvil, tempat tinggal lia sekarang


kini hanya menyisakan zahra dan lia di kamar lia, zahra yang juga merasa khawatir dengan adik iparnya pun berusaha menenangkan sang adik, dan bertanya beberapa hal


"udah yach li, mma seperti itu karna mma khawatir sama kamu, mma sayang sama kamu, kkk tau kok, lagian tadinya kamu sedang apa, kok bisa keseleo kek gini, jadi ribet kan urusan nya, bikin kaki kamu sakit aja" tanya sang kkk ipar seraya duduk di tempat tidur lia


"aku nggk ppa kok kha, hanya saja, tadi siang ada insiden kecil di kelas, yang menyebabkan aku keseleo kek gini, tapi aku nggk ppa kok kha, sekarang, udah baikan" jawab nya


"kamu nggk boleh marah sama mma yach li, karna mma kek gitu sama kamu, kkk tau kok, mma itu sangat menyayangi kamu sama kesya?" tutur sang kkk


"iya kha, aku mana bisa marah sama mma, aku anak mma, aku nggk bisa marah sama mma, sekalipun mma mau aku marah sama mma, aku tetap nggk bisa" jawab nya tersenyum


tanpa di sadari kedua nya, kini sepasang mata dan sepasang telinga telah melihat dan mendengar apa pembicaraan lia dan zahra di luar kamar lia


'maafin mma sayang, mma sangat menyayangi kamu li, entah lah, mma tidak tau apa yang harus mma lakukan, jika kamu mengetahui nya' batin sang mma sambil menitikkan air mata nya


***


waktu terus berjalan, hingga kini, mbok ayu pun mulai memijit kaki kanan lia yang terkilir itu


"kalo yang ini sedikit di tahan yach neng, yang ini sedikit sakit, karna yang ini bagian yang terkilir nya" ucap mbok ayu pada lia


"iya mbok, akan saya tahan" jawab nya


"auh, mbok, kenapa rasanya benar benar sakit yach, apa ada masalah pada kaki kanan saya?" tanya lia merintih kesakitan


"astaghfirullah neng lia, ini urat nya belok, mbok coba lurusin lagi yach, insya allah, mbok bisa kok, tapi tahan lagi, ini bakalan sedikit sakit neng" tanya nya sedikit terkejut


"iya mbok, nggk ppa, akan saya tahan sakit nya sebisa mungkin" tutur nya lemah lembut


**tbc,,,


alhamdulillah, bisa SU lagi semua, jangan lupa tinggalkan jejaknya yach semua, berupa like, komen, vote, point koin, makasih semua


salam hangat dari author

__ADS_1


selasa, 2 november 2021**


__ADS_2