Rahasia Dua Hati

Rahasia Dua Hati
suka


__ADS_3

dengan Fachri yang selalu penasaran dengan lia, kini mereka pun sampai lupa, akan apa tujuan sebenarnya yang membuat mereka datang ke rumah lia


"akh iya, sebentar yah, aku ke dapur dulu?" ucap nya sambil melenggang pergi ke arah dapur


"iya ta" jawab Radit dengan tersenyum, namun tidak di lihat oleh lia


sepeninggalan lia di ruang tamu


"Fachri, kenapa si' kamu hampir aja keceplosan tadi, kalo kamu bilang yang sebenarnya, bisa marah dia sama aku tau!!" ujar Radit sedikit ketus pada Fachri di samping nya


"ya maaf dit, soal nya aku juga ikut penasaran dengan apa yang keduanya bicarakan kemaren, toh, orang aku nggk bohong, mau ke masjid ta'lim juga kok, nggk sengaja liat dia sama ustadz Mukhlis, apanya yang salah coba" jawab Fachri


"eh tapi gus, aku lihat, ternyata dia itu orang nya baik juga yah, aku kira,,,," ucap Fachri terpotong


"bilang apa kamu, gas gus gas gus, kamu kira aku permen gula sugus apa, jangan bahas ini saat kita sedang di luar Fachri" ucap Radit mengingat kan


"iya iya maaf, kan aku lupa gus, eh,,, maaf" ucap Fachri cengengesan, mengangkat kedua jari telunjuk dan tengah nya membentuk huruf v


tak lama, lia tiba juga di ruang tamu dengan membawa nampan yang sudah tersedia tiga gelas jus mangga dan sepiring sandwich, juga tiga toples plastik stup roti di atas nampan nya


"minum dulu kha" sapa nya sambil meletakkan nampan itu di meja tengah tengah antara dirinya, Radit dan Fachri


"akh makasih ditta, harusnya kamu nggk perlu repot repot untuk membuat ini semua, aku sama Fachri nggk akan lama kok kesini" ucap Radit sedikit sungkan pada sahabat nya


"nggk ppa kok kha, tidak merepotkan sama sekali" jawab nya sambil duduk di sofa seberang radit


"nggk ppa yah li, kalo kamu nggk mau, nggk ppa kok, biar aku aja yang makan ini semua, iya nggk li?" ujar Fachri menggoda Radit


"hmm iya ri, kamu aja yang abisin ini yah, kalo memang kha radit nggk mau makan ini" jawab nya tau arah pembicaraan Fachri


mendengar hal itu, kini radit pun menjadi tidak enak hati dengan lia, takut menyinggung perasaan sang gadis di hadapan nya ini, dan


"akh, bukan gitu mksd ku Ditta, aku hanya tidak ingin merepotkan mu saja, maaf, jika perkataan ku tadi menyinggung hati mu" ucap Radit dengan rasa bersalah nya


"hmm nggk ppa kok kha, aku ngerti juga, tapi harus nya, kha radit nggk sungkan seperti itu sama aku, bukan kah kita sahabat yah?" jawab nya mengingatkan akan persahabatan kedua nya

__ADS_1


"akh iya, eh,,," tatapan nya beralih ke sepiring sandwich di hadapan nya dan "ini,,, ini bukan nya sandwich buatan om aldi yach ta, yang waktu itu sempet kamu bawa sebagai bekal ke sekolah?" lanjut radit sambil memandangi sandwich di hadapan nya


"heem, iya kha, ini sandwich buatan ayah, aku panasin lagi, katanya biar aku nggk bosen di rumah, jadi ayah buatin sandwich ini sebagai teman buat nonton" jawab nya mengingat penuturan sang ayah tadi pagi


"akh,,, gitu yach, kalo kamu kasih ke aku sama Fachri, gimana, apa kamu kenyang, makan sandwich sedikit?" ucap radit masih tidak enak hati


"nggk ppa, aku punya ayah yang bisa buatin sandwich ini nanti malam" jawab nya dengan senyuman tipis di balik niqab nya


"iya yach, kenapa aku nggk kepikiran dari tadi, ywdh, aku cobain yach ta?" tanya radit lagi sambil mengambil satu potong sandwich di atas piring


"yach, cobalah kha, kamu juga ri, cobalah" tutur nya sambil melihat Fachri di samping Radit


"ri, cobain dech, sandwich ini enak tau, buatan ayah nya lia, buatan resto mah, kalah, kamu pasti suka" ujar radit menambahkan


"ooyah, baiklah, aku coba yach li, siapa tau aku suka" ujar Fachri dengan mengambil satu potong sandwich di atas piring


"iya, cobalah" jawab nya mempersilahkan Fachri untuk memakan sandwich buatan ayah nya


keduanya terlihat menikmati hidangan yang lia hidangkan pagi ini, sampai pada akhirnya


"hmm syukur lah, jika kamu menyukai nya, nanti aku akan bilang sama ayah, kalo kamu suka" ucap nya


"sayang nya aku nggk bisa ketemu langsung sama ayah kamu yach, kalo aku bisa ketemu, mungkin bakalan seneng juga" ucap Fachri


"kenapa kamu mau ketemu sama ayah aku ri?" tanya nya sedikit heran, pasal nya Fachri ini baru pertama kali bertemu dengan nya


"sebenarnya, aku punya temen, nah, temen ku itu suka sama kamu, jadi aku mau bantu aja deketin dia sama ayah kamu, biar dia deket sama kamu juga, gitu li" ucap Fachri tanpa ragu


namun hal itu, membuat lia merasa sedikit berbeda, dan, teman Fachri, suka sama lia, tapi siapa? pikir nya


"hmm, aku nggk tau temen kamu yang mana yang kata kamu, memang simpen rasa atau, lebih tepat nya lagi, suka sama aku ri, aku juga salut sama kamu yang mempunyai niat baik untuk mendekatkan teman kamu itu, tapi,,," jeda sebentar "satu hal yang harus kamu tau, aku masih ingin menyibukkan diriku dengan belajar, apa lagi usia aku yang sekarang belum benar benar dewasa, aku masih haus akan ilmu, keluarga ku pun juga masih mendukung ku dalam dunia pendidikan, aku masih nyaman dalam keadaan seperti sekarang ini, jadi maaf, untuk saat ini, aku,,," ucap nya menggantung di udara


"iya li, aku ngerti keadaan kamu yang sekarang, aku hanya ingin memberitahu kan hal ini saja, aku tidak memaksa mu untuk itu, maaf, aku yang lancang sudah membuatmu tersinggung" ucap Fachri merasa bersalah


"nggk ppa Fachri, kamu nggk salah kok, mungkin memang sudah harus seperti ini jalan nya, ini bukan salah kamu, makasih, sudah memberitahu ku perihal ini, setidak nya aku tau, dan mungkin juga aku yang tidak menyadari nya, makasih" ucap nya

__ADS_1


mendengar hal itu, kini radit pun menjadi tertegun, dengan apa yang ditta katakan, dia juga sedikit heran, kenapa Fachri menanyakan hal ini pada ditta, seketika, ia pun salah tingkah di buat nya, dan


"akh akh, kamu ini kenapa Fachri, ini, ini,,, cemilan apa lagi ta, ini buatan siapa?" tanya radit berusaha mengalihkan pembicaraan ketiga nya


"ini namanya stup roti kha, lia sendiri yang bikin" jawab nya dengan kembali tersenyum di balik niqab nya


"waah, aku coba yach?" tanya radit dengan wajah sembilan puluh derajat dari awal


"hmm silahkan" jawab nya


"emmm ini enak, aku suka, tunggu,,," ucap radit menggantung kala mencicipi gigitan pertama nya


melihat ekspresi radit yang diam saja, membuat lia was was, jika resep yang dia buat ini tidak enak, pasal nya lia sudah lama tidak mencoba memasak kembali


"kenapa kha, nggk enak yach, maaf, aku baru coba resep ini hari ini, jadi wajar aja kalo nggk enak, mungkin harus berusaha lagi" jawab nya merasa masakan nya ini kurang enak


"bukan gitu ta, aku heran aja, apa ini beneran buatan kamu?" tanya radit meyakinkan


"iya, ini buatan ku, kenapa, nggk enak yach, apa kurang gula gitu, aku bisa membuatnya lagi?" tutur nya


"nggk nggk nggk, aku heran aja, kenapa masakan seenak ini hanya ada di rumahan kek gini, bukan nya di resto gitu, iya nggk ri" ucap radit menyenggol tangan kanan Fachri di samping nya, kala melihat Fachri yang tertegun seketika saat mencicipi masakan buatan lia


"eh emm iya, ini enak hlo, kenapa bisa ada di sini, apa kamu bilang tadi, baru belajar, kok baru belajar udah seenak ini yach, apa lagi kalo udah bisa dong" ucap Fachri menambahkan


"akh, benar kah, kalian nggk lagi berbohong kan, hanya untuk menyenangkan aku?" tanya nya tidak menyangka


"nggk lah ta, coba kamu cobain juga, ini enak kok, aku suka" ucap radit


"heem, enak kok ini, sayang kan, kalo di anggurin aku juga suka tau" timpal Fachri


**Alhamdulillah semua, author nya bisa SU lagi, terus nantikan kelanjutan ceritanya yach semua, maaf karna udah lama juga nggk SU, ada kepentingan pribadi di dunia nyata


Jan lupa untuk tetap selalu tinggalkan jejak nya semua, salam hangat dari author


Senin, 7 Februari 2022**

__ADS_1


__ADS_2