
dengan keadaan yang berbeda, dan waktu serta suasana yang berbeda,,,
sore ini, lia berniat untuk mulai masuk mengaji di pesantren luar kompleks nya, dengan jihan dan sefti yang juga telah menjemput nya dan menunggu lia di ruang keluarga
ia terlihat menuruni anak tangga dengan langkah pelan nya menghampiri kedua adik kelas nya itu
melihat lia menuruni tangga, kini jihan dan sefti pun beranjak berdiri dari duduknya, dan mulai bertanya
"sudah siap kha lili?" tanya sefti memandangi lia, saat lia sudah di hadapan nya
"Alhamdulillah sudah sef, tinggal berangkat aja, tapi, kok aku sedikit malu yach, kalo ketemu dengan orang orang di sana?" ucap nya sedikit ragu
"hhhh nggk ppa kha lili, kha lili nggk usah malu, lagian kita semua kangen banget sama kha lili hlo, udah lama nggk masuk ngaji, pasti mereka semua menunggu kehadiran kha lili di sana" ujar jihan meyakinkan lia
"ooyah, mereka semua kangen sama aku?" tanya nya antusias
"heem iya, mereka semua kangen sama kha lili, bahkan kha lili tau, waktu itu hlo, kha lili sempat bilang sama kita waktu kaki kanan kha lili terkilir atau, keseleo gitu, kalo nggk salah?" ucap sefti mengingat kejadian beberapa hari lalu
"iya yang itu, terus kenapa?" tanya nya yang mulai merasa makin penasaran saja
"nah, waktu itu kan, aku sama jihan ngaji tuh kan sore nya yach, yang ajari kami ngaji itu waktu itu ustadz Mukhlis, kha lili tau, apa yang terjadi setelah itu?" tanya sefti yang membuat rasa penasaran lia semakin memuncak
"apa?" tanya nya dengan keninge mengkerut
"ustadz Mukhlis kek nya tau kalo kha lili waktu itu harus nya mulai masuk mengaji, jadi beliau tanyain kha lili sama kita, iya nggk han?" tanya sefti meminta persetujuan pada jihan, juga memandangi jihan
"heem, iya tuh kha, abis tau kalo kha lili sakit, kek nya beliau sedikit cemas dengan keadaan kaki kha lili dech?" jawab jihan membenarkan ucapan sefti
"gitu yach, aku bahkan merasa nggk enak udah buat ustadz Mukhlis cemas terhadap ku, lantas bagaimana jika aku berpapasan dengan beliau yach?" ucap nya terlihat bingung
__ADS_1
"kha lili nggk usah khawatir, justru ustadz Mukhlis seperti itu karna mengkhawatirkan keadaan kha lili hlo, harus nya kha lili bangga, seseorang seperti ustadz Mukhlis itu nggk pernah perhatian gitu sama anak lain nya, kecuali kha lili?" ucap jihan menggoda lia
"kamu apaan sich ji', mungkin ustadz Mukhlis seperti itu karna mma aku udah bilang kalo waktu itu aku bakalan mulai mengaji kali, hingga membuat ustadz Mukhlis menunggu aku masuk, tapi nyata nya aku nggk kunjung masuk ngaji juga" jawab nya
"benar kah, bukan karna kha lili adalah orang yang paling pandai dan paling memiliki suara merdu saat melantunkan ayah suci Al Qur'an?" goda sefti dengan menyenggol nyenggol tangan lia
"bukan lah, mana ada kek gitu, atau mungkin juga bisa jadi karna mma aku kenal dekat dan akrab dengan keluarga pesantren terutama bu haji Ningsih kali" ucap nya
saat ketiga nya sedang mengobrol, terlihat zahra yang keluar dari kamar nya sedang menutup pintu kamar nya dan mulai menghampiri ke tiga nya di ruang keluarga
melihat hal itu, kini lia pun beralih berpamitan pada sang kkk untuk pergi mengaji
"kha, sudah sore, jihan dan sefti juga sudah menungguku sedari tadi, aku pamit berangkat mengaji dulu nggk ppa kan, aku tinggal kkk di sini nggk ppa kan?" tanya nya yang merasa tidak enak hati
mendengar sang adik ipar pamit yang akan pergi berangkat untuk kembali menimba ilmu, sebenarnya hati zahra merasa enggan untuk di tinggalkan, namun ia tau, adik nya harus melakukan ini, meskipun hal nya, ia harus merasa kesepian tanpa adanya lia di rumah sebesar kediaman rumah Aldiansyah ini
"hmm, sayang, pergilah, hati hati di jalan, dengarkan apa kata guru mu di sana" ucap nya berusaha menyembunyikan ke sepian nya pada hati nya, dengan tersenyum paksa pasti nya
"nggk ppa, kkk sama kha kesya di sini, kamu tenang aja yach, lebih baik kamu berangkat saja, nuntut ilmu itu nggk boleh di undur undur, nggk baik, percayalah, kkk akan baik baik saja" ucap nya mengusap lembut puncak kepala sang adik
mendengar penuturan sang kkk ipar, kini lia pun menjadi merasa sedikit lega dan, benar benar akan pergi untuk mengaji
"kkk tenang aja yach, aku nggk akan lama kok, abis ngaji selesai, aku akan langsung cepat pulang untuk menemui kkk di rumah?" tanya nya seraya berjalan keluar rumah nya dengan di antar sang kkk ipar sampai depan pintu rumah
"iya sayang, kkk akan tunggu kedatangan kamu di sini, semangat mengaji nya calon aunty nya dde bayi" ujar sang kkk sambil menerima salam dari lia
"hmm iya, aunty akan usahakan pulang cepet yach dde utun, doa in, semoga ngaji nya lancar, aku berangkat yach kha, assalamualaikum?" ucap nya sambil melihat sang kkk ipar yang masih melihat kepergian nya
"kha lili?" ucap jihan pada lia, saat ketiga nya sedang di perjalanan menuju gazebo
__ADS_1
"hm, iya han, ada apa?" jawab nya seraya menoleh melihat jihan di samping kanan nya
"kha zahra itu kek nya sayang banget yach, sama kha lili, jujur kha, aku melihat rasa kesepian dan seakan tak rela di mata kha zahra tadi, saat kha lili pamit" jelas jihan memberi tahu kepada lia
"heem, iya bener tuh kha, kek nya nggk rela banget gitu harus berjauhan sama kha lili, aku juga tadi sempet liat dan berpikir sama dengan jihan kha" ucap sefti menambahkan
"hhh, sebenar nya aku juga melihat hal itu di mata kha zahra sekilas ji, sef, aku hanya pura pura nggk tau saja, karna aku nggk mau merubah suasana menjadi haru" jawab nya
"menjadi haru?" ucap sefti
"menjadi haru?" ucap jihan
keduanya kompak mengucapkan dua kata itu karna heran dan penasaran juga dengan apa yang menjadi jawaban dari kkk kelas satu nya ini
"kenapa?" ucap sefti
"kenapa?" ucap jihan
kompak juga keduanya menanyakan sebab nya dan menoleh pada lia
"karna kha zahra mungkin menyayangi aku, jadi nggk bisa jauh dari aku, apalagi semenjak kha zahra hamil pertama, itu kek nya bawaan nya pen deket aku terus" jawab nya
**bersambung,,,
Alhamdulillah semua, author nya bisa SU lagi, terus nantikan kelanjutan ceritanya yach semua,
salam hangat dari author untuk kalian semua pembaca setianya novel ketika Gus jatuh cinta ini
sampai jumpa di episode selanjut nya semua
__ADS_1
Ahad, 23 Januari 2022**