
kini, setelah mobil sang kkk telah terparkir di depan gerbang sekolah, lia pun pamit kepada sang kkk, dan meminta do'a terlebih dahulu
"kk, lia pamit yach, lia juga minta do'a, do'a in lia yach kk, semoga lia bisa melewatkan ujian ini dengan nilai yang baik" ucap nya
"iya sayang, kkk do'a in kamu, kamu semangat yach li, ujian nya, kkk yakin kok, kamu pasti bisa, memperoleh nilai yang cukup memuaskan" jawab nya
"makasich semangat nya kk" tuturnya
"iya sama sama sayang, kamu jaga diri baik baik yach, di sekolah, jan jajan sembarangan, makan siang tuh, yang di buatin mma" ujar nya
"iya kk, nanti aku makan kok" jawab nya sambil keluar, dari mobil sang kkk lalu menutup nya kembali
"ywdh, kkk pulang dulu yach dek?" ucap nya lewat jendela mobil
"iya kk, hati hati yach?" jawab nya
"iya, nanti siang, kkk jemput kamu di sini lagi, kamu jan dulu pulang yach, assalamualaikum?" ucap nya
"iya kk, waalaikum salam" jawab nya
lia pun bergegas pergi ke kelas nya, saat sampai di kelas, radit pun menghampirinya
"hai ditta" sapa nya
"hai kk" jawab nya
"tumben kamu nggk barengan sama salsa, ada masalah sama salsa yach" tanya nya heran
"nggk kok kk, nggk ada, hanya saja, hari ini, kk adil mau anterin aku ke sekolah, jadi, aku nggk bisa nolak, kalo kk adil yang minta" jelas nya
"ooh gitu, sekarang, salsa nya kemana?" tanya nya
"assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, selamat pagi semua, semoga kalian semangat dalam menjalani ujian kenaikan kelas ini, saya, salsa aulia az zahra, siap memperoleh nilai tertinggi di kelas ini" ucap nya panjang lebar sambil merentangkan kedua tangan nya
"itu salsa kk" ucap lia
"li, tumben kamu berangkat sendiri, nggk kabarin aku lagi, kamu cepet banget sich, sampe nya" tanya nya duduk di bangku sebelah lia
"aku nggk sendiri sa, kk adil anterin aku, kamu tau kk adil kan, orang nya gimana, kalo aku tolak, nanti yang ada, dia paksa aku terus?" tanya nya
"ah ya, aku tau, tapi kenapa kamu nggk kabarin aku dulu kalo kamu berangkat kk adil yang anter?" tanya nya
"udah lah, jan bahas itu yach, aku lagi malas, pegang ponsel, aku mau gini dulu aja, tanpa gangguan, aku bisa belajar, enak banget rasanya, hati aku tenang" ucap nya
salsa yang ke heranan segera menoleh ke arah radit, dan mengisyaratkan, apa yang terjadi dengan sahabat nya itu
seolah tau, arti dari tatapan salsa, radit segera mengangkat kedua bahu nya, seolah menjawab tidak tahu apa apa
skip, istirahat pun tiba, semua siswa dan siswi berhamburan menuju tujuan masing masing,,,
"lia, kamu mau ikut kita ke perpustakaan nggk, kita mau baca buku, buat persiapan ujian mata pelajaran berikut nya?" tanya tya
"iya lia, kamu mau ikut kita nggk, aku juga mau ke perpus nich?" sambung salsa
"hmm nggk dech, kalian aja yach, aku di sini aja" jawab nya
"kamu kenapa li, kok, kamu beda dari biasanya?" tanya rani
"iya, kok dari tadi, kek nya, kamu kurang semangat gitu, kamu ada masalah, iya, cerita aja ke kita, nggk ppa kok" ujar tya
"nggk ada tuh, emang ada yang beda yach, sama aku, aku biasa biasa aja tuh, nggk ada masalah," tuturnya
__ADS_1
"ywdh, kalo ada apa apan, kamu bilang aja yach ma kita kita, kamu harus inget, kita sahabat kamu, dan kita, nggk akan biarin kamu sedih, kita akan selalu ada di sisi kamu" ucap tya
"iya, makasih yach semua, aku nggk ppa kok, insya allah, aku juga bakalan cerita, jika aku ada masalah" jawab nya
"ywdh, kita ke perpus dulu yach li?" tanya rani
"iya ran, semangat yach belajar nya?" tuturnya
setelah kepergian ketiga sahabat nya, kini, lia pun bergegas pergi ke suatu tempat, radit yang menyadari kepergian lia pun kini menjadi penasaran, kemanakah sahabat nya akan pergi
"ditta, kamu mau ke mana?" tanya nya penasaran
"..." lia tidak menjawab
menyadari lia yang sedang sedih, kini, raditpun mengikuti lia, tanpa sepengetahuan lia sendiri, dan, sampai lah lia, di taman belakang sekolah
di sana, lia sedang duduk termenung, memandang ke depan, dengan mata yang terlihat sendu,,,
"kamu kenapa ta?" tanya radit, yang sedari tadi, memperhatikan lia dari kejauhan
"mm kk radit di sini, maaf, saya tidak tau?" ucap nya menunduk
"apa aku boleh ikut duduk di sini ta?" tanya nya lagi
"silakan kk, duduk saja" ucap nya, sambil menggeser dirinya agar ada jarak, di antara mereka
"kamu kenapa ta, dari tadi pagi, aku lihat, seperti nya kamu sedang sedih?" tanya nya
"entah lah kk, seperti nya, aku tidak akan berhasil, meraih nilai yang memuaskan" ucap nya
"apa karna masalah kemarin, oleh karna itu, kamu memikirkan nya?" tanya nya lagi, yang mengetahui masalah nya, tanpa lia sadari, radit mengeluarkan ponsel nya dari saku celana nya, dan merekam, apa yang akan lia katakan
"kk, tidak ada alasan, untuk tidak memikirkan nya, sudah berbagai macam cara aku alihkan pikiran ku pada hal yang lain, tapi itu tidak berhasil juga" ucap nya menundukkan pandangan
"tidak bisa di pungkiri kk, aku tidak bisa kecewa dengan ayah ku sendiri, beliau sangat menyayangiku, aku tau itu, mma juga sangat menyayangi ku, itu membuatku sulit, untuk membuat rasa kecewa ku tumbuh, aku tidak pernah merasa kecewa, terhadap kedua nya, karna aku, begitu sangat menyayangi mereka" jelas nya
"lalu, rangga, siapakah dia yang sebenarnya, apa kalian punya hubungan, atau bahkan pacaran?" tanya nya
"kk radit percaya itu, jangan kan pacaran kk, kenal dekat saja belum, sudah ku bilang, dia bukan siapa siapa nya aku, tempo hari, aku dan dia memang bertemu, dan kita, saling memperkenalkan diri masing masing, hanya itu kk, nggk lebih, aku juga nggk tau, dari mana dia dapat nomor ponsel ku semudah itu, padahal aku, sudah menolak nya menyimpan nomor ponsel ku, percayalah kk, aku tidak mungkin, melakukan hal serendah itu" tuturnya lirih
"lantas kenapa, kamu menyimpan nomor nya, apa kamu juga menyukai nya?" tanya nya
"kk, jangan kan suka, waktu aku ketemu sama dia aja, dia sendiri yang ajak aku kenalan, aku nggk pernah ada niatan sedikitpun, untuk menggoda laki laki di luar sana" ucap nya
"kamu yang sabar ya taa, aku yakin, om aldi akan memaafkan kesalahan mu" ucap nya
"kk, kk radit tau, jika biasanya ayah mendengar kabar, aku akan menghadapi ujian, maka ayah ku lah orang pertama yang menyemangatiku, tapi sekarang, apa kk radit tau, bahkan kk radit sendiri lah, orang pertama yang menyemangatiku, aku bahkan sangat merasa kecewa sekali, bisa bisa nya aku, menghancurkan kepercayaan ayah ku sendiri, entah lah kk, mungkin, sekarang, ayah sedang sangat merasa kecewa dengan ku" ujarnya "tapi, jika seandainya saat ini, ayah ku ada, di hadapan ku, aku akan meminta maaf kepadanya, bahkan aku akan melakukan berbagai macam cara, agar ayahku bisa memaafkan ku" ujarnya kembali
"ya, aku mengerti, aku yakin, kamu nggk salah, dalam hal ini, kamu sabar yach, kamu wanita yang kuat ditta" ucap nya, sambil mengakhiri rekaman nya, tidak lupa, di kirimkan nya lewat WA
namun ketika lia hendak berdiri,,,
bruuk
lia jatuh pingsan di sisinya, segera ia, meminta bantuan teman wanita sekelasnya, untuk membawanya ke uks,
***
di uks,,,
"radit, bagaimana lia bisa pingsan, saat berada di taman belakang sekolah?" tanya perawat yang sudah memeriksa keadaan lia
__ADS_1
"entah lah bu, saya juga tidak tau, mungkin karna dia kecapean" ucap nya mencoba menebak keadaan lia
"tidak dit, lia tidak sekecapean yang kamu maksud, keadaan lia sangat mengkhawatirkan sekarang, lia perlu di rujuk ke rumah sakit, dan, karna kamu yang menemaninya ke sini, maka kamu juga harus menemaninya ke rumah sakit" ucap perawat tersebut
"baiklah bu, jika itu yang terbaik, saya akan membawa nya ke rumah sakit, tapi saya juga tidak bisa membawanya sendiri, saya memerlukan 2 siswi, untuk memapah nya" ucap nya
"yach, silahkan, dan soal ujian, kamu jangan khawatir, kamu dan lia akan melewati ujian susulan" ucap sang bidan
"baik bu, kalo gitu, saya pamit, assalamualaikum?" ucap nya
"waalaikum salam" jawab bidan tersebut, dan membereskan alat alat nya
***
di rumah sakit mitra medika, radit sedang menunggu dokter yang sedang memeriksa lia di dalam, sudah beberapa waktu lalu dia membawa lia ke rumah sakit, namun dokter yang menangani lia, belum juga keluar, dan,,,
"keluarga ditta alia bramandra" ucap sang dokter keluar dari pintu masuk ruangan
"saya dok, saya sahabat laki laki nya, ada apa keadaan nya?" ucap nya setengah panik
"begini nak, alia tidak apa apa, hanya saja, sepertinya, dia sedang banyak pikiran, karna dati tadi, dia terus memanggil ayah nya, bahkan, dia terkena migrain yang sangat berat, apa dia sedang dalam masalah, kalo bisa, dia jangan dulu banyak pikiran, apa kamu mengerti nak?" tutur sang dokter
"baiklah dok, saya akan berusaha, agar tidak ada yang dia khawatirkan, tapi, apakah dia harus di rawat di sini dok?" tanya nya
"tidak, nanti siang, dia sudah bisa pulang, stelah infus nya habis, kamu bisa menemani nya sekarang" ucap dokter tersebut, dan berlalu keruangan nya
***
matahari pun sudah di atas, dan sangat panas, kini, radit sudah ada di depan rumah lia, dan mengetuk pintu
tok tok tok "assalamualaikum?" ucap nya
"waalaikum salam, eh, dit, ayo masuk?" ucap sang ayah, yang membukakan pintu untuk radit
"makasih om, tapi saya, mau mengantarkan ditta, ayo teman teman, bawa ditta masuk?" ucap nya
mereka bertiga pun duduk di sofa ruang tamu
"dit, sebenarnya, apa yang terjadi dengan lia, mengapa lia bisa sampai seperti itu?" tanya ayah aldi
"cerita nya panjang om, awalnya, saya sedang berbicara dengan ditta, tapi saat ditta hendak berdiri, dia jatuh pingsan, dengan segera, saya memanggil salsa, dan rani, untuk membantu saya membawa ditta ke ruang uks, tapi, kata bidan di uks, ditta harus di rujuk ke rumah sakit, karna memang, suhu badan ditta pun sangat tinggi, maka dari itu, saya membawa ditta, ke rumah sakit dengan bantuan salsa dan rani, saat di rumah sakit, dokter memberitau adit, bahwa ditta ini mengalami migrain yang sangat berat, sehingga konsentrasi nya terganggu" jelas nya panjang lebar
"baiklah dit, makasih yach, kamu sudah membantu anak om?" ucap nya
"iya om, tidak masalah, baiklah om, adit permisi dulu, insya allah, nanti sore, adit ke sini lagi, untuk menjenguk ditta, sekarang, adit ada kepentingan di luar?" ucap nya
"iya dit, silakan" jawab nya
setelah kepergian radit, dan kedua teman teman nya lia, ayah pun segera menghampiri lia yang sedang terbaring lemah di kamar nya
"sayang, maafin ayah yach nak, ayah terlalu kasar memarahi kamu kemarin, ayah menyesal telaj melakukan hal itu terhadapmu na?" ucap nya, duduk di sisi kanan tempat tidur, sambil menciumi tangan kanan anak nya itu
"maafin kkk juga yach li, kkk juga banyak salah sama kamu?" ucap kesya tepat di sebelah kiri lia
"sudahlah yah, aku yakin, sebentar lagi, lia pasti sadar, kamu juga key, kamu tenang yach, mma juga tenang, lia pasti sadar sebentar lagi, lia anak yang kuat" ucap adil yang tak berhenti menyemangati keluarga nya
"tapi dil, ayah sudah terlewat batas sama lia, ayah sudah memarahi nya sekasar itu, ayah tidak tau, jika lia tidak mengenal orang itu, ayah benar benar menyesal melakukan itu dil, maaf kan ayah lia, ayah mohon, kamu sadar yach?" ucap nya, masih menyiumi tangan anak nya itu
bersambung,,,
**maaf yach readhers, saya telat star up nya, kemarin ada acara mendadak, jadi saya, tidak sempat star up, jangan lupa tinggal kan jejak nya readhers, sampai jumpa di chapter selanjutnya,,,
__ADS_1
salam hangat dari author**,,,