
tidak menunggu lama, kini rangga sudah tiba di kediaman aldiansyah, kini rangga memasuki gerbang yang masih tertutup, kini, seorang satpam menghampiri dan membuka kan gerbang untuk rangga, agar mobil nya, bisa masuk ke dalam halaman rumah ini
"makasih pak?" ucap nya
"sama sama den" jawab satpam yang sedang berjaga di kantor nya
kini, rangga pun sudah sampai di depan pintu rumah lia, tak sengaja, lia yang membuka pintu sebelum rangga mengetuknya, lia hendak membuang sampah, di depan rumah pun bertemu kembali dengan rangga, kini, ayah yang menyusul lia keluar, dan bertemu dengan rangga,,
aku sepertinya pernah bertemu dengan orang ini, tapi di mana yach? batin lia saat lia melewati rangga yang tengah tersenyum padanya
"assalamualaikum om?" ucap nya saat melihat ayah tengah tersenyum padanya, sambil mencium tangan ayah lia
"waalaikum salam, eeh rangga, kamu sudah sampai rupanya, apa kabar?" sapa sang ayah saat melihat kehadiran rangga di teras nya
"baik om, om sendiri bagaimana?" jawab nya yang di akhiri pertanyaan juga
"om baik juga rangga, ayo kamu duduk dulu" ucap nya
"baik om, terima kasih" jawab nya
kini, rangga pun duduk di kursi samping ayah lia yang ada di teras rumah nya
"lia, kamu bikinkan minum untuk rangga yach nak?" ucap sang ayah saat melihat anak nya itu hendak masuk ke dalam rumah
"baik yah" jawab nya, lalu berlalu memasuki rumah nya
sementara lia membuatkan minuman dan cemilan, ayah dan rangga berbicara sambil memandangi bunga bunga indah di taman kecil rumah lia
"waah, om suka bunga yach, bunga nya indah sekali om, om pasti pandai dalam merawat nya" ucap nya memecahkan keheningan
"hha tidak rangga, itu semua, lia yang tanam, lia sangat menyukai bunga, dia selalu menanam bunga, jika ada waktu luang" jawab sang ayah
"ooh lia suka bunga om, dari sejak kapan?" tanya nya
"lia suka bunga, bunga yang paling lia sukai adalah bunga daisy, itu merupakan bunga kesukaan nenek nya, dari kecil, jika lia teringat dengan nenek nya, atau mempunyai masalah, dia selalu menyenangkan hatinya dengan menanam bunga rangga" cerita nya
"ooh, begitu yach om" ucap nya
"ya, begitulah" jawab nya
"om, mengenai aku yang antar lia, om serius, dengan permintaan om saat di telpon tadi?" tanya nya
"ya, om serius rangga, kamu kenapa?" tanya nya yang melihat kekhawatiran pada raut wajah rangga
"tidak om, mungkin kah itu artinya, saya hanya berdua saja dengan lia" tutur nya
"rangga, om percaya sama kamu, kamu nggk akan apa apain anak om ini kan?" tanya sang ayah
__ADS_1
"iya om, saya tidak akan melakukan apa apa pada anak om, tapi, bagaimana dengan lia om, dari awal saya bertemu dengan lia, saya lihat, lia selalu menjaga jarak nya dengan yang bukan mahram nya, apa itu tidak akan membuat lia risih, karna berada di dalam mobil hanya berdua dengan saya?" tanya nya
"soal itu kamu tenang saja, lia itu anak nya penurut, dia nggk akan keberatan, dengan posisi nya saat ini, om mohon sama kamu rangga, jaga lia dengan baik yach" ucap ayah sambil menepuk pundak rangga
"baiklah om, saya akan menjaga nya" ucap nya tertunduk
tak lama, lia pun kembali keluar membawakan nampan berisi sepiring cemilan dan dua gelas jus mangga yang kemudian di letakan nya di meja antara ayah dan rangga
"yah, kalo gitu, lia pamit dulu" ucap nya
"tunggu li, hari ini, kamu rangga antar ke sekolah yach, ayah sama adil nggk bisa anterin kamu sekolah?" tanya sang ayah
lia yang mendengar penuturan ayah nya itu, kini memandang rangga sekilas dan berkata
"tidak yah, tidak ppa, lia bisa berangkat sendiri bersama salsa, salsa pasti sudah menunggu lia di halte" ucap nya menunduk
"lia, jika ayah membiarkan kamu berangkat sendiri atau bersama salasa menaiki bus, tak bisa di pungkiri nak, ayah masih sangat khawatir dengan kondisi kamu" ucap sang ayah memandangi anak nya
"ba-baiklah yah" jawab nya pasrah
"baiklah om, kalo gitu, kami pamit dulu, assalamualaikum?" ucap nya sambil mencium tangan kanan ayah lia "mari lia?" ucap nya
"baiklah yah, lia pamit dulu, assalamualaikum?" ucap nya mencium tangan ayah nya itu
"ya, waalaikum salam, hati hati rangga, dan kamu, semangat yach, ujian nya, ayah yakin, kamu pasti bisa meraih nilai yang terbaik di kelas mu" ucap ayah menerima ciuman tangan dari lia, tak lupa, ayah juga mencium kening anak nya itu
lia dan rangga hanya berdiam diri saja, dengan rangga yang fokus menyetir, dan lia yang memandang ke arah depan kaca mobil hingga tiba tiba,,,
dddrrrttt,,, dddrrrttt,,, dddrrrttt,,, suara ponsel lia berdering, tanda ada panggilan masuk
"assalamualaikum sa?" sapa lia
^^^"waalaikum salam li, kamu di mana?"^^^
"maaf sa, sepertinya, kita tidak bisa berangkat sekolah bersama, aku sedang dalam perjalanan menuju sekolah, kamu juga berangkat yach, kita bertemu di sekolah"
^^^"baiklah li, kalo gitu, aku berangkat yach, nanti kita bertemu di kelas saja?"^^^
"baiklah sa, maaf, sudah merepotkan mu?"
^^^"nggk ppa lia, kalo gitu, udah dulu yach li, ini bus nya sudah datang, aku tutup dulu telpon nya yach?"^^^
"iya sa, kamu hati hati yach di jalan, assalamualaikum?"
^^^"waalaikum salam iya li"^^^
panggilan pun berakhir
__ADS_1
"siapa lia?" tanya rangga memecah keheningan
"teman" ucap nya singkat
'sesingkat itukah kamu terhadapku li, aku tau, mungkin, ini berat buat kamu, karna harus berdua dengan ku di mobil, semoga aku bisa membuatmu nyaman saat bersamaku li' batin nya
"lia, aku dengar, kamu suka bunga yach?" tanya nya sambil melirik lia sekilas
lia pun yang mendengar pertanyaan rangga tersebut sontak menoleh rangga sekilas dan balik bertanya "kata siapa?"
"ayah mu" jawab nya
"ayah bilang gitu?" tanya nya
"ya, ayah kamu bilang gitu sama aku?" jawab nya
"kalo kamu sudah tau, kenapa kamu tanya lagi sama saya?" tanya nya
"tidak, hanya untuk meyakinkan saja" tutur nya "oh iya li, bagaimana keadaan kamu sekarang, aku dengar, kemarin kamu sempat pingsan di sekolah?" tanya nya
"saya baik baik saja" jawab nya begitu singkat
"syukurlah, jika keadaan kamu membaik, aku sangat khawatir dengan mu lia" ucap nya
'sebenarnya dia ini siapa si', kok aku merasa penasaran berlebihan yach, aku rasa, aku pernah melihatya, tapi di mana, kenapa juga, aku harus berangkat bareng dia, jujur, kalo bukan keinginan ayah, aku nggk akan mau kali, bisa berangkat sama dia batin nya buat apa dia khawatirin aku juga, kek pernah ketemuuu gitu, tapi di mana' batin nya kemudian
"setelah perempatan, belok kanan!" ucap lia ketus, menunjukkan arah jalan sekolah nya
sejak dalam mobil, lia terus saja membatin, hingga akhirnya, mobil pun sudah terparkir di halaman sekolah
skip, sampai di depan sekolah
radit yang melihat lia keluar mobil bersama rangga, kini menghampiri kedua nya
"pagi ditta?" sapa nya
"pagi kk" ucap nya tak kalah ketus seperti pada rangga
dia kenapa yach, apa aku melakukan kesalahan, tapi apa, aku merasa tidak melakukan kesalahan terhadap nya batin nya
"oh ya kk, kenalin, ini rangga, temen aku" ucap lia hendak memperkenalkan rangga pada radit
"kita sudah saling kenal ditta" jawab nya seraya melirik tajam rangga yang ada di samping nya
"baiklah, rangga, saya ke kelas dulu" ucap nya, sambil merjalan menyusuri lorong kelas nya
"ya li, aku tunggu di sini" jawab nya
__ADS_1