
skip, dengan waktu, tempat, dan keadaan yang berbeda
pagi ini, lia tengah menutup wajah nya dengan niqab berwarna biru navy, senada dengan baju kebaya yang di gunakan nya untuk acara pernikahan sang kkk, dia tengah bercermin, menatap tubuh mungil nya di pantulan cermin dengan seksama
'*lihat lah li, bagaimana bisa kamu berharap pada seseorang yang bahkan sangat di haram kan untuk mu, sedangkan penampilan mu saja masih seperti ini'
'dia sempurna li, dia istimewa, begitu berbeda dengan penampilan dan kepribadian mu yang tidak pernah bisa menghargai dirimu sendiri'
'biarlah dia bahagia, dengan seseorang, yang dia ingin kan, lagi pula, waktu mu,,, waktu mu di dunia ini tidak akan lama lagi kan, lepas kan lah dia, karna sampai kapan pun, kamu tidak akan pernah bisa pantas untuk bersanding dengan nya*'
dia terus membatin, memandang iba raut wajah pucat nya di balik niqab nya, terutama saat mengingat, bahwa ada yang salah pada diri nya
tempo hari lalu, ia sempat merasakan sakit yang luar biasa di bagian bawah perut nya, merasa penasaran, karna tidak hanya satu atau dua kali nya ia merasakan nya, namun sudah sangat sering, semenjak peringkat yang di raih nya, cukup lama juga, hingga kini, ia pun lebih memilih untuk memeriksa kan kondisi tubuh nya sendirian, karna kebetulan, ia sedang sendirian di rumah
sampai di rumah sakit, ia pun bertemu dengan salah seorang dokter muda wanita yang bernama Dr, Kamila Andini, yang saat ini sudah ia anggap sebagai kkk nya sendiri
namun alangkah terkejut nya ia saat mengetahui fakta yang bahkan, tidak pernah ia bayang kan sebelum nya, bahwa ia mengidap kanker paru paru dan kanker darah-leukemia
mendengar hal itu, kini tidak kalah membuat nya cukup terpuruk dengan keadaan nya sendiri, namun ia di sisi lain, ia juga tidak ingin keluarga nya ada yang mengetahui perihal apa yang terjadi pada nya, ia berhasil meyakin kan Dr, mila untuk tidak sedikit pun memberi tahu keluarga nya
saat ini, ia hanya bisa duduk termenung, dua penyakit sekaligus dalam tubuh nya kini sudah hampir ada di stadium ke empat, tinggal menunggu waktu beberapa hari lagi, kini ia ada di stadium ke empat
ia tidak bisa membayang kan, betapa sedich nya hati keluarga nya kala mengetahui hal sebesar ini dapat terjadi pada diri nya, namun ia juga harus berusaha kuat, agar dia selalu tegar dan keluarga nya bisa ikhlas menerima kepergian nya suatu saat nanti
lomba, akh,,, haha,,, entah lah, dia sendiri tidak akan pernah tau akan bisa mengikuti nya atau bahkan,,, tidak,,, ia hanya berusaha yang lebih baik, apalagi kini mengingat waktu nya yang memang sudah di penghujung
__ADS_1
ia tau, jika usia memang hanya tuhan-Nya lah yang tau (Allah SWT), namun rata rata, mengidap penyakit kanker darah dan paru paru sekaligus, itu adalah hal yang jauh dari kata sembuh
ia hanya menunduk, memandangi tubuh nya yang sudah mengenakan gamis biru navy buatan butik sahabat mma nya
'*hhh,,, kha kesya, aku harap, kkk nggk pernah sakit, kala aku nggk ada, aku harap, hari hari kkk akan tenang, kala aku pergi'
'kha rara, aku harap, kkk bisa dengan ikhlas menerima kepergian ku di rumah ini*'
tok tok tok
batinan nya kini buyar kala mendengar seseorang tengah mengetuk pintu kamar nya
"sayang, apa kamu sudah siap, kita berangkat sekarang, ayah masuk yach?" ucap ayah dari luar seraya membuka dan berjalan ke dalam kamar nya dengan perlahan
melihat sang ayah dengan senyuman khas nya pagi ini, membuat nya merubah raut wajah nya dengan senyuman manis nya
"masya Allah,,, anak kedua ayah ini cantik sekali" ucap ayah sambil mengusap puncak kepala nya
"ahayah bisa aja, jan buat aku malu dech yaah" elaj nya menunduk dalam
"ayah serius sayang, kamu sangat cantik hari ini, apalagi dengan mengenakan gamis biru navy dengan balutan hijab dan niqab ini, ayo kita foto dulu, ayah mau moment ini penuh dengan kebahagia'an" ucap ayah dengan tiba tiba mengacungkan ponsel nya
kedua nya pun berswafoto bersama pagi ini
"duuh, ayah jadi penasaran, gimana kalo calon mempelai laki laki nya lebih memilih kamu di banding kkk kamu itu?" ujar ayah berusaha menggoda nya
__ADS_1
"ayah, jan bilang kek gitu akh, aku tambah malu tau, udah, jan bahas ini lagi, kita berangkat sekarang, kkk udah di sana kan?" tanya nya
"iya, semuanya sudah di sana, hanya tinggal kita saja yang belum" jawab ayah
skip, semuanya sudah hadir di ruangan khusus acara pernikahan
terlihat mempelai pria menjabat tangan ayah
"saudara verry gilvan Al Ghifari, saya nikah kan, panjangnyadan saya kawinkan engkau, dengan putri kedua saya, kesya adhista Aldiansyah, dengan mas kawin emas 55 gram dan seperangkat alat sholat di bayar tunai" lantunan ijab ayah terdengar dengan jelas
"saya terima nikah dan kawin nya kesya adhista Aldiansyah, dengan mas kawin yang telah di sebut kan, tunai" ucap kabul kha verry dengan lantang, dan satu tarikan nafas
"bagaiman para saksi, sah?" ucap penghulu yang menyapukan pandangan ke arah belakang
"sah" teriak semuanya kompak, terutama dari keluarga kha verry dan teman teman nya
setelah do'a pernikahan di panjat kan, kini giliran memperlai wanita yang menghampiri mempelai pria
dengan di dampingi oleh mma di kanan dan lia di kiri, kini kesya pun mulai menuruni anak tangga dan menghampiri sang suami dengan langkah pelan dan juga dengan pandangan yang terus di tundukkan
"selamat kkk, semoga menjadi keluarga yang sakinnah, mawaddah dan warahmah" bisik nya di telinga kiri sang kkk
"makasih sayang, do'a nya aja yach, kkk gugup liaaa" jawab kesya juga berbisik, dan terus menggenggam erat tangan sang adik
_**Ketika Gus Jatuh Cinta_
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak semua
Sabtu, 18 Juni 2022**