
setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, kini keluarga aldiansyah pun sampai di parkiran mall di daerah tangerang, hingga kini, mereka dapat melihat tampilan mall tersebut dari luar
"ma, mma mau ke arah mana?" tanya kesya pada sang mma
"kamu sama zahra temenin mma beli kebutuhan bulanan dulu ke supermarket di dalam yach key, ra, biar lia sama ayah dan adil aja" perintah sang mma
"iya ma" jawab lia patuh
"ma, nanti ketemu di gofood aja yach, biar sekalian makan malam, kita udah lama juga hlo, nggk makan malam di luar kek gini?" usul sang ayah
"hmm, menarik juga tuh, ywdh boleh dech, nanti mma sharelock aja lokasi nya ya yah, nanti kita letemu di sana?" tanya nya menyetujui
"iya ma, kalo gitu, ayah adil sama lia mau mulai cari kue tart nya yach, takut nya keburu tutup?" pamit nya sambil melihat arloji di tangan kiri nya
"iya yah, mma juga mau ke supermarket dulu yuk key, ra?" ajak sang mma kepada anak kedua, dan menantunya itu
setelah itu, mma dan lia pun berpisah, dengan tujuan lia ke toko kue bersama ayah dan kha adil, sedangkan mma ke supermarket
saat di perjalanan ke toko kue tart, tiba tiba, ayah angkat bicara
"lia, sebenarnya, kamu mau cari kue buat siapa?" tanya sang ayah yang merasa penasaran sedari awal mereka berangkat ke mall
"aku juga nggk tau pasti sich yah, tapi kata salsa, besok kha radit ulang tahun, sedangkan salsa lagi ada kerjaan di rumah nya, jadi dia minta tolong sama aku, buat beliin kue tart nya" jelas nya
"tunggu tunggu, besok itu tanggal berapa sich dek?" tanya sang kkk, yang sudah menyimak pembicaraan adik nya dari awal
"emm, kalo nggk salah, tangga 13 oktober kha, ada apa?" jawab nya yang di akhiri dengan pertanyaan juga
"ooh, jadi ulang tahun radit itu tanggal 13 yach, kkk juga mau anak kkk kelak lahir di tanggal dan bulan yang sama" ucap nya
"mksd kamu gimana dil?" tanya sang ayah dengan kening mengkerut
"hmm, nggk ppa yah, nanti aja adil cerita" jawab nya singkat
"nah, itu dia toko kue tart nya?" ujar sang ayah menunjuk sebuah toko kue tart
__ADS_1
"ayah yakin, ini tempat nya?" tanya lia yang sedikit kebingungan
"iya, ayah yakin, ini tempat nya, ayah biasa beli kue di sini, ayah langganan di sini" ujar sang ayah mengingat masa lalu nya
"ayah sering beli kue di sini?" tanya adil juga tak kalah bingung dari sang adik
"iya, dulu, waktu rayain ulang tahun pernikahan ayah sama mma kalian yang pertama, trus, waktu rayain ulang tahun kedua nenek kalian, trus sama waktu rayain ulang tahun kamu yang ke 6 tahun, lia ke 4 tahun, dan kesya ke 5 tahun" jawab sang ayah panjang lebar
"ooh, gitu?" jawab kedua nya hampir bersamaan
"iya, ywdh yuk, masuk, ayah udah kenal hlo, sama penjual toko nya" ajak sang ayah seraya mendorong pintu agar pintu terbuka
kini mereka bertiga pun duduk di salah satu meja, hingga akhir nya, salah seorang pun datang untuk menyapa mereka di meja yang mereka duduki itu
"assalamualaikum pak aldi, wah wah waah, mimpi apa saya semalam, sampai bisa bertemu lagi sama pak aldi di sini?" sapa pemilik toko tersebut sambil tersenyum ramah
"waalaikum salam, hmmm, pak ramli bisa aja" jawab nya
"boleh saya duduk di sini pak?" tanya pemilik toko tersebut yang ternyata namanya adalah ramli
"boleh pak, dengan senang hati silahkan duduk" ujar ayah mempersilahkan
"alhamdulillah pak, saya dan keluarga sehat, ihiya pak, saya benar benar sibuk dengan klient dan meeting semenjak kejadian itu, bagaimana kabar pak ramli sekeluarga juga?" tanya ayah bertanya balik
"alhamdulillah, syukur lah, saya juga baik pak, iya, saya dengar sich, kalo pekerja kantoran itu kek gitu yach, suka sibuk, kadang juga sampai lembur yach pak, kalo seperti itu?" tanya nya
"syukur lah, kalo pak ramli juga baik, yaa begitulah pak, kalo kerja kantoran, tapi yaa, harus gimana lagi, kita juga udah punya kehidupan masing masing kan?" tanya nya
"iya, eh, iya, ngomong ngomong, ada yang bisa saya bantu pak?" tanya pak ramli sopan
"ah iya, kenalin pak, ini kedua anak saya, yang ini namanya muhammad adil aldiansyah, dia sudah menikah, nak, ini kenalin, om ramli, dia teman ayah semenjak ayah mau kerampokan yang waktu itu ayah ceritain" tutur nya memperkenalkan pak ramli kepada adil
"assalamualaikum om, saya adil, senang bisa bertemu dengan om ramli" ucap nya sambil mencium punggung tangan pak ramli
"waalaikum salam, oh, adil, ayah kamu sering cerita tentang kamu, katanya, kamu anak laki laki satu satunya yach, di keluarga kalian, sama, saya juga senang, bisa bertemu dengan kamu" jawab nya
__ADS_1
"dan ini pak, ini anak bungsu saya, namanya, ditta alia aldiansyah, baru mau masuk kelas delapan tsanawiah" tutur nya memperkenalkan
"hai om, perkenalkan, saya lia, anak ketiga dari keluarga aldiansyah" ucap nya menyalami tangan pak ramli sopan
"hai juga lia, waah, kalian sopan sopan yach, walaupun anak dari tangerang" ujar nya
"pak ramli bisa aja, langsung aja nich, pak ramli, saya kesini, mau bantu anak ketiga saya cari kue tart, biasalah, anak muda jaman sekarang, mau rayain ulang tahun teman katanya, kira kira, masih ada nggk yach?" tanya ayah langsung pada inti nya
"ohouh, begitu, kebetulan dong, hari ini, ada menu baru biat kue tart di sini, dari black forest, sedang promo juga, mari pak, saya antar, kita melihat pembuatan nya di dapur?" tanya nya mempersilahkan
mereka bertiga pun kini tengah berada di dapur toko kue tersebut selama kurang lebih 1/2 jam, hingga akhir nya
"alhamdulillah, makasih pak ramli, untuk semuanya, saya tidak tau rencana nya akan sukses atau nggk nanti, jika kami tidak mendapat bantuan dari pak ramli" tutur sang ayah sopan
"tidak masalah pak aldi, jangan sungkan, kita sudah bersahabat sejak lama, kita juga saling membutuhkan" ucap nya
"makasih om ramli, sudah bantu lia ayah dan kk adil di sini" ucap lia sebagai pemesan pokok kue tart tersebut
"iya sama sama nak, om juga senang, bisa bantu kamu dan keluarga kamu kok" jawab nya
"ywdh pak, kalo gitu, kita bertiga pamit dulu yach, masih ada keperluan lain nya yang harus di beli?" pamit sang ayah, kepada sahabat dadakan nya itu
"iya iya pak, aduh, sayang sekali yach pak aldi, kita jarang bertemu, sekalinya bertemu juga selalu dalam waktu singkat, padahalkan, saya mau banyak cerita sama pak aldi ini" ujar nya
"iya pak ramli, saya maunya juga begitu, tapi harus bagaimana lagi pak, jadwal saya akhir akhir ini sibuk terus" ujar nya
"iya pak, saya mengerti, tapi kapan kapan, pak aldi harus kesini lagi yach pak?" ucap nya sebelum mereka benar benar berpisah
"iya insya allah, jika ada umur, sehat wal'afiat, saya ke sini lagi sama keluarga lengkap saya pak, kalo gitu, saya pamit, assalamualaikum?" pamit ayah kemudian
"iya pak, hati hati di jalan" ucap nya yang mulai menyaksikan ayah adil dan lia mulai melangkah menjauh
**bersambung...
alhamdulillah, bisa star up lagi readhers, jan lupa tinggalkan jejak yach, salam hangat dari author
__ADS_1
jum'at, 17 september 2021
author udah sempetin waktu banyak nich, buat crazy star up nya readhers, jangan lupa support juga author nya yach readhers semua, sampai jumpa di bagian selanjut nya**