
"ngga, rumah aku kan di kompleks ini, kamu mau ke mana lagi?" tanya lia yang menyadari rangga tengah melalui kompleks perumahan tempat ia tinggal
"aku ada keperluan lain, nggk ppa kan, kalo kamu ikut dulu, ini hanya sebentar kok?" tanya rangga sambil melirik lia di samping nya sekilas
"ngga, lo mau ajak kita ke mana, jangan jangan, lo mau culik kita lagi, wah, parah lo, culik temen sendiri, berentiin mobil nya di sini sekarang" ujar salsa yang mendengar percakapan antara lia dan rangga di depan nya
"astaghfirullah sa, nggk mungkin aku culik kalian kali, buat apa juga aku culik kalian, yang ada bikin orang tua kalian tambah nggk suka sama aku, lagian, meski kamu nyebelin banget juga, aku nggk pernah ada buat celakain kamu kali" ujar rangga tiba tiba berbicara aku-kamu dengan salsa
"haha, sejak kapan rangga yang ngeselin ini jadi merubah gaya bicaranya jadi aku-kamu sama gue?" sindir nya
"dih, jan ge'er yach, aku itu rubah gaya bicara jadi aku-kamu karna kamu salah satu sahabat nya lia, kalo bukan karna lia, aku juga nggk mau kali, juga siiapa tau, kamu punya sisi baik nya, aku dah baik baikin kamu, puji pujiin kamu, tapi kamu nya malah kek gitu, kek nggk bersyukur aja" cibir rangga melirik spion di depan nya yang tertuju langsung kepada salsa
"iya iya dech, makasih, udah puji sama udah baikin aku, aku juga punya sisi baik nya kok, cuman agak susah aja nunjukin nya, mungkin tanpa aku sadari bisa muncul suatu saat" jawab nya
"ngga, ini sebenarnya kita mau kemana?" tanya lia menghentikan perdebatan kedua nya dan berhasil mendapatkan senyuman manis dari rangga
"kamu tenang aja yach, nanti juga kamu tau kita akan ke mana, ini juga nggk jauh lagi kok, ini hampir sampai lia, di depan ada pertiga'an, kita tinggal belok kanan baru sampai" jawab rangga menjelaskan lokasi yang di tuju nya
"eh ngga, itu bukan nya lokasi taman yach, kamu mau ngapain ajak kita ke taman?" tanya salsa ikut penasaran
"iya, kok kita ke taman?" tanya lia ikut keheranan
"hlo, kok kalian tau lokasi nya li, sa?" tanya rangga sambil mengkerutkan kening nya heran
"ya gimana kita nggk tau lokasi nya, orang dulu aja itu tempat kita olah raga areng waktu kita masih duduk di sekolah dasar, iya ngk li?" ujar salsa dan menoleh pada lia
"heem, iya, itu tempat tujuan aku sama salsa olah raga waktu kita masih duduk di sekolah dasar ngga" jawab lia masih dengan raut wajah penasaran nya
"ada apa nich, kamu ajakin kita ke taman itu, namanya taman mawar kan?" tanya salsa
__ADS_1
"iya, benar sich, ada hal penting yang harus aku urus di sana" jawab rangga apa adanya
"ouh gitu" jawab lia seadanya
"yach, begitu lah" jawab rangga
kini, mobil yang rangga kemudikan pun sudah terparkir rapi, di parkiran taman mawar ini, luar gerbang nya sangat ramai dengan jajaran pedagang kaki lima, kini rangga pun segera mengajak lia dan salsa untuk memasuki gerbang tinggi tersebut, dan berjalan dengan perlahan
lia dan salsa pun hanya menuruti perkataan rangga, mereka mengikuti rangga untuk masuk ke dalam gerbang
"waah li, ternyata setelah sekian lamanya kita ngk ke sini, suasana di sini masih sama yach, sama yang dulu, waktu terakhir setelah kelulusan kita ke sini?" tanya salsa dengan mata berbinar nya melihat keindahan yang ia rindukan
"iya sa, masya allah, bahkan sekarang, semakin cantik dan indah, akupun kagum melihat keindahan ini" jawab lia di samping nya
tak mau menunggu lama, kini rangga pun segera mengajak lia dan salsa untuk terus berjalan, hingga kini, lia, salsa dan rangga pun telah sampai di tengah tengah taman yang telah di hias seindah mungkin
selain itu, kini, keluarga lia tengah keluar dari tempat persembunyian nya masing masing, ada yang bersembunyi di balik semak semak, di balik pohon, dan sebagai nya
"kahalian juga ada di sini?" tanya lia takjub, atas penampilan keluarga nya yang tiba tiba saja membuat nya sedikit terkejut, dengan mata berbinar tentunya
"sayang, selamat atas prestasi yang telah kamu capai yach, ayah sangat bangga sama kamu, pertahanin yach naak, jadilah anak yang selalu menjadi kebangga'an ayah serta keluarga mu" ucap sang ayah seraya memeluk tubuh lia yang masih terkejut
"ahayah, ayah kapan pulang, kok ayah ngk kabarin lia?" tanya lia dengan rasa terkejut nya, tambah terkejut lagi kala melihat sang ayah hadir di sisi nya
"hmmm tadi pagi sayang, ayah memang sengaja nggk kabarin kamu dulu, karna ayah pen kasih kejutan buat kamu" tutur sang ayah di balik bahu lia, karna ayah masih setia memeluk sang anak
"iih, ayah kok gitu sich, padahal tadi pagi lia sempet kepikiran ayah hlo, bahkan khawatirin ayah juga karna semalem ayah nggk ada niatan buat hubungin aku, kha adil juga gitu, namanya aja adil, tapi sikap nya ngk adil, masa iya biarin adik nya ini khawatir" ujar lia saat pelukan itu mengurai sambil memandang kkk yang tepat, di belakang sang ayah dengan memicingkan matanya
__ADS_1
"ihiya sayang, maafin ayah sama kkk kamu ini yach, soal nya apapun sikap yang kkk kamu berikan buat kamu, kalo baik, itu sikap aslinya, kalo buruk, itu ayah yang suruh" ucap sang ayah
"jadi ayah yang suruh kha adil buat nggk hubungin lia, pantas saja telpon nya selalu di tolak" ujar lia
"iya, maafin ayah yach li, apa ayah salah, jika ayah pen kasih kejutan buat anak bungsu ayah ini?" tanya sang ayah menggenggam tangan kanan lia
"akh, iya li, ini?" ucap sang ayah memberikan sebuah kotak persegi berwarna biru muda dengan pita abu di atas nya pada lia
"apa ini yach?" tanya lia dengan kening berkerut, tangan nya menerima uluran sang ayah, namun wajah nya terlihat sangat keheranan
"hmmm, ini hadiah buat kamu cantik, kamu nggk tau kalo ini kado?" tanya sang ayah dengan wajah yang di polos kan
"iya aku tau ini kotak kado, tapi, perihal apa ayah kasih aku kado, padahal, ulang tahun ku sudah terlewat, itu pun awal tahun kemarin, kenapa aku terima lagi kado?" tanya nya yang masih heran di tempat nya
"sayang, ini memang hadiah buat kamu, ayah tau kok, ulang tahun kamu udah lewat, tapi hari ini, kamu sudah membuat ayah merasa sangat bangga punya anak seperti kamu, ayah tau kok, kamu peringkat dua setelah radit di peringkat pertama kan?" tanya sang ayah memandangi sang anak
"bentar dech yah, ayah kok bisa tau kalo aku peringkat dua setelah kha radit di sekolah, padahalkan, aku belum juga kasih tai ayah sama yang lain nya perihal ini?" tutur nya sambil memandangi rangga dan salsa secara bergantian di samping nya
mendapatkan tatapan pertanyaan dari lia, rangga pun hanya bisa tersenyum penuh kemenangan, beda hal nya dengan salsa yang ikut keheranan dengan lia
"rangga yang kasih tau, waktu kamu di atas panggung, rangga video call ayah, lalu kita semua menyaksikan kejuara'an mu sayang" jawab sang ayah
sedetik setelah itu, kini mma pun mulai maju dan juga mengucapkan selamat untuk lia
**bersambung,,,
alhamdulillah, bisa SU lagi semua, jan lupa tinggalkan jejak yach semua nya, itu akan mendorong semangat author untuk kembali SU, maaf juga kalo typo xixi, author nya nggk sengaja, salam hangat dari author semua, sampai jumpa di chap selanjut nya
__ADS_1
jum'at, 3 desember 2021**