
pagi hari, seperti biasa, mma membangunkan lia di depan pintu kamar lia
"nak, apa kamu sudah bangun, ini sudah masuk waktu shubuh, apa kamu sudah shalat shubuh?" ucap sang ibu, sambil mengetuk pintu kamar lia
"iya ma, lia sudah bangun, lia juga sudah shalat, lia ke kamar mandi dulu, mau siap siap berangkat sekolah" ucapnya dengan sedikit berteriak
"baiklah nak, jan lama lama yach, mma sama ayah tunggu di meja makan!" ucapnya
"iya ma, lia akan segera turun untuk sarapan, lia mau mandi dulu?" tuturnya
"iya li, jan lama lama yach, nggk baik bagi wanita, berlama lama di kamar mandi!" ucapnya sambil meninggalkan kamar lia
"iya ma" jawab nya
lia adalah wanita yang kurang suka dengan make over, saat berangkat ke sekolah, ia hanya berdandan ala kadarnya saja, karna ia, selalu patuh dengan amanah yang ia pegang dari sang ayah, untuk selalu mengenakan niqab nya ketika keluar dari rumah nya
setelah sekian lama nya lia bersiap siap, ia pun segera keluar dari kamar nya dan kembali menutup pintu kamarnya, tak lupa, ia mengenakan niqab dan manset nya, pemberian dari ayah nya
setelah lia sampai dan duduk di kursi makan, ternyata semua sudah siap dan tengah menghabiskan makanan nya
"lia, hari ini, kamu ayah antar ke sekolah yach?" tanya sang ayah, sambil menyuap sesendok nasi ke dalam mulut nya
"mm kenapa yah, apa ada yang salah dengan lia?" tanya nya merasa khawatir
"nggk li, ayah hanya mau kenalan, sama teman baru kamu, sekalian ajak salsa juga yach, biar berangkat nya bareng, dan nggk terlambat?" ucap nya penuh kelembutan
"baiklah yah, lia ajak salsa juga untuk berangkat bersama kita" ucapnya, tak kalah lembut
"ywdh, sekarang, kamu sarapan dulu aja yach li, nanti keburu telat datang, ayah sudah menyelesaikan sarapan ayah?" tuturnya, sambil meminum segelas air putih di hadapan nya
"yah, ayah nggk adil akh, lia aja ayah anterin ke sekolah, masa aku nggk sich!" ujarnya kesal
"hlo, key, dulu kan kamu juga ayah anter ke sekolah, sekarang kamu mau ayah anter juga, nggk malu gitu, udah dewasa masih di anterin ayah ke kampus?" tanya nya
"tau nich kkk, iri aja orang di anterin sama ayah nya, nggk punya malu kali yach, makannya masih cemburu aja liat ayah deket dikit ama adik nya!" sindirnya
"ih, gara gara kamu yach, ayah nggk mau anterin aku li, kamu emang adek yang nggk punya perasaan dech!" kesal nya
"udah lah key, dulu kan kamu paling banyak waktu sama ayah, sekarang lia nggk pernah sekali pun ada waktu buat dekat dengan ayah, udah, nanti ayah anterin kamu dech, tapi nanti, sekarang, ayah mau, waktu ayah sama lia dulu, yach?" ucap ayah lembut
"baiklah yah, aku berangkat kalo gitu, ma, yah, aku pamit yach, aku ada kelas pagi hari ini, assalamualaikum?" ucapnya, sambil mencium tangan ayah dan mma nya
"waalaikum salam" jawab semua orang
"ywdh ma, yah, lia mau kabarin salsa dulu, kalo hari ini, ayah mau anterin aku sama salsa ke sekolah, aku mu telfon salsa dulu" ucapnya, setelah menyelesaikan sarapannya, sambil meminum air putih
telfon tersambung
"assalamualaikum?" sapa lia pada salsa
"waalaikum salam, ada apa li, kamu telfon aku, kita berangkat bareng lagi, aku tunggu di halte biasa yach?" ucapnya langsung ke intinya
"eh, nggk usah sa, aku telfon kamu, justru aku mau ajak kamu buat berangkat bareng sama ayah aku, ayah suruh aku buat hubungin kamu, karna kamu temen deket aku dari kecil, kamu mau kan?" jelas nya to the point
"tumben om aldi mau ajak kamu berangkat bareng, ada apa li?" tanya nya penasaran
"entah lah sa, aku juga nggk tau, kamu langsung berangkat aja yach, ke rumah aku, aku tunggu di sini?" ucapnya
"hmm oke dech tunggu aku sebentar, aku ke sana sekarang?" ucapnya, sambil mematikan sambungan telfon nya
"gimana li, apa dia mau?" tanya sang ayah kepada lia, setelah lia menyimpan ponselnya kembali ke dalam tas nya
"iya yah, dia sedang di perjalanan mau ke sini, kita tunggu sebentar" tuturnya dengan lembut
"iya, kamu duluan ke depan yach li, ayah mau ambil kunci mobil dulu di kamar?" ucapnya, sambil bergegas ke kamar
"iya yah, ma, lia pamit berangkat yach, kalo ada apa apa, mma langsung hubungi lia?" ucapnya, sambil mencium tangan sang ibu
"iya li, kamu hati hati yach, setelah pulang sekolah, kmu langsung pulang, jan mampir ke mana mana, selalu kasih kabar ke mma yach sayang?" menyambut uluran tangan lia
"iya ma, assalamualaikum?" ucapnya
"waalaikum salam" jawabnya
***
setelah lia, salsa dan ayah di dalam mobil, ayah pun segera menyalakan mesin mobil nya, dan menginjak pedal gas nya
"om aldi nggk ke kantor hari ini?" tanya salsa saat mereka di tengah perjalanan menuju sekolah
"nggk sa, hari ini, om sengaja cuti, om mau banyak waktu sama lia, om juga mau kenal sama teman teman nya lia" jawabnya
"oh, gitu yach om" jawabnya ber oh ria
"oh iya sa, lia di sekolah temenan nya sama cewek semua kan, nggk sama cowok?" bertanya dengan sedikit menggoda lia yang berdiam diri dari tadi
"ih, ayah apaan sich, ya kali lia punya temen cowok, kek nggk tau lia aja gimana!" potong lia dengan nada ketus nya
"ya berteman sama cowok juga nggk ppa li, asal jaga jarak, iya kan om?" tau maksud dari ayah lia, salsa pun melanjutkan nya
"salsa, kamu juga apaan sich, bikin mood aku hilang aja" jawabnya dingin
"emangnya, lia di rumah gimana om, jujur yach om, menurutku sich, lia itu dingin gitu kek sekarang, sama semua cowok pun dia dingin, bahkan sama cowok yang selalu di dambakan wanita di sekolah pun dia cuekin om, dia paling anti om, sama yang namanya cowok" jelasnya "nich yach om, kalo dia berpapasan dengan cowok, dia akan selalu menundukkan pandangannya om, dia paling bisa dech, jaga pandangan sama cowok" sambil melirik lia
"oh, gitu yach, eh, tadi kamu bilang apa, cowok yang selalu di dambakan wanita di sekolah, mksd nya apa sa?" tanya sang ayah, sambil tetap fokus menyetir
"gini om, di sekolah kami itu, ada seorang cowok, dia cool banget, dia di kejar kejar sama banyak cewek om, tapi saat dia ketemu sama lia, kek nya, dia mulai tergoda dech, dengan anak kedua om ini, tapi sayang nya, lia selalu menghindar om" ujarnya
"kamu tebar pesona sama cowok li?" tanya sang ayah, dengan pandangan penuh selidik
"masya allah yah, lia kan udah bilang, lia akan jaga jarak, terutama dengan yang bukan mahram lia!" sambil mendengus kesal
"tapi om, lia gimana sich, kalo di rumah, apa dia deket, ama cowok?" tanya salsa penasaran
"nggk sa, lia nggk deket ama cowok di rumah, tetangga kita kan kek nya suka tuh, ama lia, tapi lia selalu menghindar, dan bukan itu aja sa, anak rekan bisnis om aja suka sama dia, tapi dia selalu menghindar dari kata perjodohan, dengan alasan, ingin mengejar karir dulu" jelas nya "padahal yach sa, om ini pengen banget punya menantu, tapi dia nya yang nggk mau" entah mengapa, ayah lia ini punya hobi menggoda anak nya
"udah lah yah, ayah juga kan, yang suruh lia buat pakai niqab dan manset, sekarang kenapa ayah jadiin lia topik pembicaraan sich, kenapa juga ayah mau cepet cepet punya mantu, suruh aja kk key buat nikah, lia kan masih sekolah!" ucapnya dengan sangat dingin
"iya dech iya, maafin ayah yach li?" tanya nya
"tau akh" masih merasa kesal, benar benar kesal, dan memalingkan wajahnya memandang trotoar di jalanan
***
setelah mobil terparkir di parkiran, kini, lia dan salsa pun keluar, dari mobil tersebut, namun betapa kaget nya ia, ketika keluar dari mobil, kini lia dan salsa menjadi pusat perhatian di sekolah
"hai li, saa?" sapa tya, sambil menghampiri teman nya itu
"hai tya" jawab lia dan salsa bersamaan
tya dan rani yang melihat ayah lia langsung kaget bukan main
"salsa, ini siapa?" tanya ayah, kepada salsa karna ayah juga tak mau, lia banyak bicara di sekolah
"ini tya om, teman baru kami" jawab salsa sambil memperkenalkan teman baru nya
"halo om, saya tya, teman barunya salsa dan lia" mencium punggung tangan om aldi
"dan saya rani om, saya juga teman barunya salsa dan lia, senang bisa bertemu dengan om" mencium punggung tangan aldi juga
"iya nama saya bramantio aldiansyah, ayah nya lia, om juga senang berkenalan dengan kalian, om hanya antar salsa dan lia ke sekolah, apa om boleh tanya sesuatu sama kalian?" tanya ayah aldi kepada tya dan rani
"tentu om, eh, bagaimana jika bicaranya di kantin sekolah kita, buat enak sambil duduk, saya juga belum sarapan om, bagaimana?" usul rani
"boleh juga, bagaimana om, mau kan?" tanya salsa
"maaf ya semuanya, aku ke kelas dulu, hari ini, aku ada piket, jadi harus bersih bersih kelas?" akhirnya, lia pun mengeluarkan suaranya setelah sekian lama berdiam diri
"baiklah li, nanti kamu susul kami di kantin yach?" ucap sang ayah
"baik yah" setelah mengucapkan itu, lia pun bergegas pergi meninggalkan mereka ber 4 dengan tujuan ruang kelas
setelah lia sampai di kelas, ternyata, radit juga piket hari ini, tapi hanya radit dan lia lah yang piket hari ini, karna sebagian murid di kelas lia, itu mempunyai jiwa kemalasan yang sangat tinggi, hingga hanya radit laki laki yang selalu rajin membersihkan ruangan kelas nya
"ditta, kamu piket hari ini juga?" tanya radit yang melihat lia sedang menyapu lantai kelas nya, sambil menghampiri lia
"iya kak, kemarin, salsa yang kasih tau saya, jika hari kamis, saya ada jadwal piket" tuturnya, sambil menundukkan pandangan nya
"oh, baiklah ditta, tapi kamu jan capek capek yach, takutnya nanti pingsan, jika bersih bersih berlebihan" waah, ternyata, radit perhatian juga sama lia
"kak radit tidak perlu khawatir, saya sudah biasa mengerjakan ini di rumah, jadi nggk ada yang berlebihan bagi saya" ucapnya sambil tertunduk
"oh, baiklah" ucapnya
berlawanan dengan suasana di kantin sekolah, kini sepasang mata melihat lia didekati oleh seorang laki laki, ia menjadi penasaran, dengan laki laki, yang mendekati anak nya itu, yang tak lain, adalah ayah nya lia
ya, sedari tadi, ayah memperhatikan gerak gerik lia di dalam kelas, karna letak kantin dan letak ruang kelas lia berhadapan, jadi bisa terlihat jelas, apa yang sedang seseorang lakukan di dalam kelas 7 itu
"dia siapa yach, kok deketin lia seperti itu, tapi kelihatan nya, lia terlihat menghindari nya, entah lah, apa aku tanyakan saja ya, kepada teman teman nya lia" batin ayah aldi, saat melihat lia sedang membuang satu kantong kresek penuh sampah, yang sedang di hampiri radit
"apa kalian tau, dia siapa?" tanya nya kepada ketiga teman lia
"dia radit om, teman saya sejak kecil, dia anaknya baik, paling pintar di kelas, juga paling rajin di antara siswa laki laki, kenapa om, apa ada yang salah, atau, dia membuat ulah, dengan om aldi?" tutur tya sambil bertanya
"oh, tidak, tya, lia kemana yach, kok lama nggk kesini?" tanya nya mengalihkan pertanyaan
"lia sedang piket om, kemaren, salsa kasih tau lia jika jadwal piket lia hari kamis" ucap salsa
"iya om, saya juga sudah minta tolong dengan salsa, agar salsa menghubungi lia, soal ini" timpal tya
"oh, baiklah, kalo gitu, om pamit pulang dulu yach, nggk ppa nggk ketemu sama lia juga, tapi tolong kasih ini buat lia yach sa?" tuturnya, sambil memberikan satu kotak makan siang untuk salsa
"iya om, nanti salsa sampai kan" ucapnya
"baiklah, om pamit pulang dulu sa, tya, rani, assalamualaikum?"
"waalaikum salam, hati hati om" bersamaan
"ya" jawabnya, sambil beranjak dari duduk nya, dan bergegas pergi, meninggalkan ke 3 teman lia di kantin
"sa, om aldi ini, kek nya perhatian banget yach, ama lia?" tanya rani, yang belum mengenal identitas lia dengan jelas
"om aldi itu sebenarnya orang nya posesif banget guys, apalagi kedua anak nya itu belum pada nikah, biasa lah, semua orang tua pasti ingin yang terbaik buat anak nya, apalagi kedua anak nya om aldi itu perempuan, jadi nggk salah lagi, jika om aldi benar benar se perhatian itu pada kedua anak nya" jelas salsa panjang lebar, yang kini telah mengetahui identitas keluarga lia
"ooh giitu? pantas saja, om aldi sangat perhatian sama lia, sampai sampai kasih bekal simpanan buat lia, aku jadi penasaran dech, dengan keluarga nya lia?" ucap rani
"iya, aku juga penasaran dech, pengen nya sich aku liat langsung ke rumah lia" sambung tya
__ADS_1
"ywdh, pan kapan, kita ke rumah lia, sekarang kita ke kelas yuk, bentar lagi bel nya bunyi?" ajak salsa, sambil melihat arloji di tangan kiri nya
"yuk"
mereka pun bergegas untuk pergi ke ruang kelas menghampiri lia yang hampir selesai piket
tak lama, bu indri pun masuk ke dalam kelas, dan menyampaikan pelajaran bahasa inggris
"anak anak, isi halaman 26 yach, yang sudah selesai, bisa langsung istirahat makan siang di kantin!" perintah
"baik buuk" bersamaan
"lia, kamu sudah selesai, ini om aldi menitip kan, bekal makan siang buat kamu, terima yach" ucap salsa, saat melihat teman nya itu selesai mengumpulkan buku tugas ke depan kelas
"oh, baiklah, makasih yach sa, aku terima?" tuturnya, sambil menerima satu kotak tempat makan dari salsa
"iya li" jawabnya sambil tersenyum
"oh iya, yuk ke kantin?" ajak lia, pada ketiga teman nya itu
"kamu duluan aja yach li, kita belum selesai mengerjakan tugas nya, nanti kita nyusul?" ucap tya
"emm, kalian nggk ppa, aku tinggal?" tanya lia
"nggk ppa lia, kamu duluan aja, lagian, ini sudah masuk waktunya makan siang kok?" ucap salsa
"baiklah, aku duluan yach, assalamualaikum?" ucap nya
***
saat lia sedang duduk di sebuah kursi di kantin, alangkah terkejut nya ia, saat menyadari seseorang, sedang berdiri di hadapan nya
"assalamualaikum ditta?" sapa nya lembut, yang tak lain adalah radit, ya, radit, siapa lagi yang panggil nama lia dengan sebutan ditta kalo bukan radit,
"wa-waalaikum salam warahmatullah" jawabnya, sambil menundukkan pandangan nya
"ditta, apa aku boleh ikut duduk di sini, semuanya penuh?" tanya nya, sambil melihat sekitar nya,
kemudian, ia pun melirik gadis, yang ada di hadapan nya saat ini, sedang celingak celinguk mencari sesuatu
seolah merasakan kekhawatiran lia, radit pun angkat bicara "tenanglah taa, jika kamu mengijinkan ku duduk di sini, aku akan menjaga jarak ku, dan akan ku pastikan, semuanya, akan baik baik saja" tutur nya meyakin kan
"ba-baiklah kak, silahkan duduk" ucap nya
"makasih taa?" ucapnya sambil tersenyum, dan beranjak duduk "maaf, jika kehadiranku, membuatmu tak nyaman, tadinya, aku hendak makan siang di luar, tapi sudah menjadi peraturan di sekolah, untuk makan siang di kantin, jadi, aku ke sini, tapi melihat semua meja nya sudah penuh, dan, aku sendiri belum mengenal mereka sepenuh nya, karna aku hanya mengenalmu di sini, oleh karna itu, aku minta tolong sama kamu, apa kamu tidak keberatan, untuk menolongku?" jelas nya
"ya kak, tidak masalah" sungguh jawaban yang sangat simple
"jawabannya singkat sekali, apa dia,benar benar ukhty ya, sehingga menjaga pandangan, dan ucapan nya, tapi jika dia ukhty, dia santri mana?" batin nya
lalu bagaimana dengan keada'an hati lia, tentu dia merasa sedikit tak nyaman, karna radit, yang menghampirinya tiba tiba
"duuh, kenapa aku harus ketemu lagi sama kak radit sich, kenapa juga aku harus gugup kek gini, aku kan, hanya membantunya saja?" batin nya
30 menit kemudian...
lia tersenyum di balik niqab nya, sambil membaca notepad yang ada di dalam bekal makan siang nya
radit yang menyadari hal tersebut, menjadi sedikit bingung, dan, ada sedikit rasa senang nya, karna untuk pertama kali nya, dia melihat lia tersenyum, dan baginya, senyuman lia itu, sangatlah manis dan indah
"senyuman nya manis sekali" batin nya, sambil tersenyum juga, dan berkata
"kenapa tersenyum ditta, apakah ada yang salah?" tanya nya lembut
lia yang mendengar penuturan radit tersebut, menjadi khawatir, dan balik bertanya
"kenapa kak radit mengetahui, jika saya sedang tersenyum?" tanya nya
"itu bisa terlihat, dari sorot matamu ditta" latah nya, sambil menyunggingkan senyum, semanis mungkin
lia yang sedari tadi tertunduk, kini di tambah dengan ke terpakuan, dengan penuturan radit, dan kembali bertanya
"apa kak radit memperhatikan saya sedari tadi?" tanya nya lirih
mendengar pertanyaan lia, radit pun memalingkan pandangan nya, bahkan karna terkejut nya, senyuman nya pun memudar
"astaghfirullahaladzim, kenapa aku jadi pandangi dia sich, kenapa juga, detak jantungku semakin kencang?" batin nya
"bu-bukan begitu ditta, anu, emm, mksd ku, itu bisa terlihat, dari aktivitasmu" ucap nya
"maaf kak, saya belum memahami, apa yang kak radit mksd kan" ucap nya semakin tertunduk
"kenapa aku harus segugup ini sich?" batin nya
"begini ditta, aku punya sepupu, sepupuku itu juga, sedang belajar, mengenakan niqab, jadi aku sedikit tau, jika dia sedang tersenyum, atau bahkan sedang bersedih, walau hanya tertutupi niqab nya, karna aku sangat akrab dengan dia" ucap nya, mencoba menjelaskan
"baiklah kak, maaf, atas segala kesalah fahaman saya" entah mengapa, lia selalu saja menundukkan pandangan nya
"ya, tidak apa apa ditta, aku mengerti" ucap nya "trus, apa yang membuatmu tersenyum?" tanya nya kemudian
"saya sedang membaca pesan ini" jawab nya, sambil menunjukkan notepad tersebut
"pesan dari siapa ditta?" tanya nya kembali
"ini pesan dari ayah saya kak" jawab nya
"ya kak, beliau ayah saya" tuturnya
"apa aku boleh membaca dan melihat pesan nya?" tanya nya lagi
"tentu" ucapnya, sambil memberikan notepad tersebut ke hadapan radit
"*Dari hati, untuk anak kebanggaan ayah, semangat sekolah nya sayang, jan lupa sertai basmallah"
...๐Dari orang pertama yang kamu sayangi!!!๐*...
isi notepad tersebut
"ditta, sepertinya, ayahmu ini sangat menyayangi mu yach?" tanya nya, sambil menyimpan kartu ucapan tersebut
"iya kak, beliau sangat menyayangi saya" ucap nya, berusaha tenang
"kamu beruntung mempunyai ayah, yang sangat menyayangi kamu ditta" ucap nya
"iya kak" jawab nya
"ditta, apa aku boleh bertanya sesuatu sama kamu?" tanya nya, dengan wajah yang serius
"tentu" ucap nya
"apa kamu mondok, atau, tinggal di asrama?" tanya nya
"tidak kak, saya tinggal bersama keluarga saya di tangerang" ucap nya
"tapi, aku rasa, kamu itu mondok, karna sesuai apa yang aku bilang tadi, sepupuku sedang belajar mengenakan niqab, karna dia masuk pondok ditta" jelas nya
"maaf kak, saya tidak mondok, saya juga tidak mendapat ijin, dari keluarga saya, terutama ayah saya, saya belajar mengenakan niqab ini sudah 2 tahun yang lalu, saat saya masih duduk di kelas 5 sekolah dasar, ini juga ayah saya yang ajarkan" tuturnya "saya benar benar bisa mengenal agama islam ini dari ayah dan mma saya waktu usia saya masih dini, hingga akhirnya, insya allah, saya tau, mana yang benar, dan mana yang salah" jelas nya
"aku kira, kamu mondok ditta, karna jelas, terlihat, kamu seperti orang yang telah mengenal dekat agama ini" ucap radit kemudian
"tidak kak, keluarga saya sangat menyayangi saya, mereka selalu ingin dekat, dengan saya, saya memang anak tangerang, tapi keluarga saya, melarang keras saya, untuk keluar sendiri, jika saya, tidak bersama dengan teman teman saya" ucap nya
"ditta, apa boleh, jika aku, ingin menjadi sahabat mu?" tanya nya
"maaf, mksd dari ucapan kak radit bagaimana?" tanya nya kurang faham, dengan ucapan radit, ya jelas lah, lia terlihat sangat terkejut, setelah mendengar ucapan radit tersebut, orang ayah nya saja melarang nya untuk untuk berkomunikasi dengan yang bukan mahram nya, atau bahkan, dengan orang, yang bukan dia kenali
"mksd aku, apa aku boleh, jika seandainya, aku ingin menjadi sahabat baik mu, menjadikan mu orang, yang akan mendengarkan isi hatiku, aku tau, sulit bagi kamu, untuk menerima nya, tapi, untuk saat ini, aku sedang membutuhkan sahabat ditta?" tanya nya antusias
"jika boleh saya tau, kenapa kak radit ingin menjadikan saya sahabat kak radit, bukan yang lain nya?" tanya nya
"ditta, aku sudah mencobanya, tapi, aku nggk punya teman laki laki di sini, karna mereka tau, jika aku, menjadi idola, di sekolah ini, itu membuat aku sulit untuk mendapatkan teman, aku sangat membutuhkan seorang teman ditta, yang satu kelas dengan ku, satu angkatan dengan ku, aku rasa, kamu orang yang tepat, untuk di jadikan teman?" jelas nya lagi
"lalu kenapa kak radit se percaya itu dengan saya, apa yang membuat k k radit se yakin ini dengan saya, apa kak radit nggk takut, jika aku, menyebarkan rahasia kak radit?" tanya nya lagi
"hmm ditta, untuk apa aku takut akan hal itu, aku sangat yakin kepadamu, jika kamu bisa menjaga diri kamu dengan mengenakan niqab di wajah mu, kenapa kamu nggk bisa, jika menjaga rahasia ku, aku yakin sama kamu ditta, aku percaya, sama kamu" tuturnya
" ya allah, kenapa jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya setelah aku mendengar alasan kak radit yang satu ini" batin nya
"ma-maaf kak, aku belum bisa menjawab semua pertanyaan kak radit sekarang, aku harus meminta saran orang tua ku terlebih dahulu?" ucapnya dengan tertunduk
"ya ditta, aku akan menunggu jawaban nya" ucap nya kemudian
seketika, suasana pun menjadi hening dan sedikit canggung, hanya dentingan sendok dan garpu radit yang berbunyi, di iringi dengan irama detak jantung merema masing masing
tak lama kemudian
"hai lia, maaf yach, lama, soal nya, text bahasa inggris nya sulit banget, aku salut dech sama kamu, kamu bisa menyelesaikan text bahasa inggris dengan mudah" jelas salsa, yang kini menghampiri lia yang sedang makan siang
"eh dit, kamu di sini juga, makasih yach, udah temenin sahabat kita, maaf juga, kita kelamaan datang nya?" ucap tya pada radit, yang melihat radit ada, di sebrang tempat duduk nya lia
"iya tya, nggk masalah kok, lagian, tadi aku mau cerita aja sama ditta, iya kan ditta?" jawab nya
"kalian cerita apa?" tanya rani
"nggk ran, mungkin mksd nya kak radit, kak radit hanya tanya saja tentang keluarga ku, jadi aku sedikit bercerita" ucap nya lembut
"hlo li, kenapa kamu panggil radit dengan sebutan kkk, kan, kita semua, seangkatan, bahkan sekelas lagi?" tanya tya
"ya seangkatan bukan berarti kita tidak bisa menghormati yang lebih tua umur nya dari kita kali ya, kak radit ini lebih tua 2 tahun di atas usia ku" tuturnya
"tuuh, dengerin, ditta aja tau, panggil aku kkk, kenapa kalian nggk sich?" tanya radit, sedikit meninggi kan suara nya
"ya maaf kali dit, kita bukan lia, yang masih sabar, ketika seseorang mengganggu nya" ucap rani menyindir
"kamu menyindirku?" tanya radit dengan tatapan dingin nya
"ya ampun radit, itu bukan sindiran kali, ya kecuali, kalo kamu merasa begitu" ujar nya
"udah udah, waah, lia, ayah kamu kasih bekal apa nich?" tanya salsa mengalihkan pembicaraan, sambil melihat isi tempat nasi berwarna biru navi itu di atas meja kantin
"oh, ini sandwich, apa kalian mau, ayo silahkan di cicipi?" tanya nya
"waah, kebetulan nich li, perutku keroncongan, aku belum makan siang, apa aku boleh mencicipinya?" tanya rani sambil cengengesan
"ya ran, cicipilah, nggk akan abis juga jika aku memakan nya sendiri" ucapnya, sambil mengulurkan tempat nasi tersebut
"makasih lia, emm, ini enak sekali, eh eh, kalian juga harus coba dech kek nya?" ujar nya kepada kedua sahabat nya itu
__ADS_1
"ywdh dech, lia, apa aku juga boleh, mencobanya, kelihatan nya, itu enak sekali?" tanya tya
"ya tya, cobalah" ucap nya
tya pun mengambil satu potong sandwich tersebut, dan memakan nya
"sa, ayo, kamu juga harus coba ini, kamu belum makan siang kan?" tanya lia dengan sangat lembut
"sebenarnya, aku udah kenyang, tapi ywdh dech, aku juga sedikit rindu dengan sandwich buatan om aldi" sambil mengambil satu potong sandwich yang ada di tempat nasi itu
"apa kamu bilang sa, ini buatan om aldi?" tanya tya sedikit kaget
"iya, ini emang buatan om aldi, emang kenapa, kalo ini buatan om aldi, salah?" tanya nya
"ini serius buatan ayah kamu li?" tanya rani
"iya ran, ini memang buatan ayah aku, kenapa?" tanya lembut
"iih, unik banget yach, cowok bisa masak kek om aldi gitu, kamu beruntung banget li, punya ayah yang bisa masak" tutur nya
"ya iya lah, orang ini sandwich juga makanan kesukaan lia" tutur salsa
"ooyach sa, ini favorit nya lia, sandwich buatan om aldi, waah, pantas saja lia suka, orang sandwich ini enak banget kok" tutur tya
"apa ini kesukaan lia, dia sederhana banget orang nya, dia rendah hati juga" batin radit
"emm, ditta, apa aku juga boleh mencobanya?" tanya nya pada lia, yang sedang duduk itu
"ya, silahkan kak, coba saja" ucap nya
radit pun mengambil satu potong sandwich tersebut, dan memakan nya
"ditta, benar apa yang di katakan salsa, rani, dan tya, ini enak sekali" tuturnya
"makasih kak" sambil tertunduk "maaf ya semua, aku harus kembali ke kelas, ponsel ku ketinggalan, takutnya ada yang hubungin?" sahut nya kemudian
"oh, baiklah li, kamu duluan aja, nanti kita ketemu di kelas, makasih juga yach sandwich nya, ini sangat enak?" tanya salsa
"ya, baiklah sa, aku duluan yach, kalo kalian mau, habiskan saja, tadi sebelum kalian datang, aku udah makan mie ayah kok, aku duluan yach, assalamualaikum?" sambil beranjak dari duduk, dan bergegas pergi meninggalkan kantin
***
"eh sa, emang iya yach, ini buatan om aldi?" tanya rani dengan ragu
"ya iyalah, ini itu murni buatan om aldi, kalo kalian nggk percaya, cek aja sendiri ke rumah lia, aku juga pernah, liat om aldi masakin makanan kesukaan lia, tangan nya tuh lihai banget tau, udah gitu, potongan nya tuh rapi banget lagi, pokok nya, kek chef chef yang ada di film film gitu dech" ujar nya
"oyah, aku jadi pen ke rumah nya lia dech guys" ucap tya kemudian
"eh, tapi sa, aku liat liat yach, jawaban lia itu, aku rasa simple banget, dia kenapa, apa dia sedang bersedih?" tanya tya
"bukan tya, dia nggk pernah bersedih, itu emang sifat dia dari dulu, dia emang suka simple kalo jawab, tapi aslinya, dia itu ramah hlo, kalo di rumah nya" sahut salsa
"benar kah?" tanya rani
"iya, di halaman rumah nya juga, dia jadi rebutan gitu, suka di goda goda in gitu ama pemuda di sana, jika saja dia puck girl, mungkin sekarang, dia udah nikah 10 kali, tapi karna ini lia, yang bisa jaga diri dengan mengenakan niqab di wajah nya, alhamdulillah, dia selalu terhindar dari fitnah" cerocos nya
"MK-mksd kamu apa sa?" tanya tya penasaran
"iya, dia itu selalu menjadi kebanggaan di keluarga nya, kalo dia nggk pakai niqab nich yach, wah, bisa bisa, dia udah nggk dianggap anak lagi sama om aldi" jelas nya "dari dulu, bahkan dari dia sekolah dasar, kebaikan nya udah jelas banget, jadi sekarang, banyak ibu ibu yang mau jadiin dia menantu, sampai sampai nich ya, dia itu sedang di inginkan oleh ustadz bilal, di pesantren keluarga kkk sulung nya" ucap nya lagi
"kenapa dia nggk bakalan di anggap anak lagi sama om aldi sa?" tanya tya
"dia itu dari kecil udah di larang keras buat pacaran guys, dia masih single tau, sama siapa lagi kalo bukan sama om aldi, maka dari itu, dia selalu menunjukkan sifat dingin dan simple nya" ujar salsa, yang sedang memasukkan sandwich ke mulut nya
sedari tadi, radit hanya diam, dan menyimak baik baik, apa yang di katakan salsa tentang lia, dia juga terkejut, karna lia, memang banyak di dambakan oleh banyak orang
"eh guys, bentar lagi pelajaran ke dua, kita ke kelas yuk, udah mau bell" ucap tya, yang melihat arloji di tangan kiri nya
"yuk" sambung rani
"dit, kita duluan yach, nggk ppa kan?" tanya nya
"ah, ya sa, kalian duluan aja, aku mau ke koperasi dulu, mau beli sesuatu" ucap nya
***
setelah bell berbunyi, anak anak pun masuk ke dalam kelas
"makasih yach lia, sandwich nya enak banget?" ucap salsa sedikit berbisik, karna bu indri, sudah di depan kelas
"ya, baiklah, terima kasih kembali" ucap lia
"baiklah anak anak, sekarang buka LKS halaman 46 yach, hari ini kita belajar tentang puisi" tuturnya
"baik buk" serempak
"baiklah, langsung tugas saja yach, kalian ibu tugas kan merangkai puisi, nanti setelah selesai, kalian baca satu per satu di depan kelas" ucap nya
"iya buk" jawab serempak
"ibu ke ruang kepala sekolah dulu, kalian kerjakan tugas dengan baik, jan ada yang keluar, atau pun ramai di dalam kelas, mengerti?" tanya nya
"mengerti buk" masih serempak
"ibu harap, kalian sudah menyelesaikan tugas yang ibu berikan, saat ibu kembali ke kelas" ucapnya, sambil bergegas pergi
"lia, judul puisi kamu apa?" tanya salsa, yang sedang mulai menulis puisi
"aku tentang kehidupan sa" jawab nya tanpa menoleh
"oh, baiklah" jawab nya
***
...*SEBUAH HARAPAN*...
...sebuah harapan hiasi hari demi hari...
...harapan itu adalah warna yang menyinari kehidupan...
...laksana pelangi, di sore hari...
...di temani sinar sang mentari......
...andai saja harapan itu tidak ada...
...kehidupan serasa sempit*...
...kesedihan hiasi wajah setiap hari...
...tidak ada lagi warna simfoni kehidupan...
...letakkan harapan, setinggi mungkin...
...agar kita terus melangkah penuh kesan...
...diiringi keyakinan kuat menatap masa depan...
...harapan itu bermula dari hal hal kecil...
...sebuah kotak kecil yang penuh makna...
...tersimpan dalam memori kehidupan setiap insan...
...jangan matikan semangat harapan...
...bangkitkan semangat perubahan......
^^^tangerang, ** ** ****^^^
^^^Ditta Alia Aldiansyah^^^
tepuk tangan di kelas 7e pun terdengar, setelah lia, selesai membaca puisi tersebut, semuanya terharu, dengan makna dari puisi tersebut
"bagus lia, menurutmu, pesan apa yang terdapat dalam puisi tersebut?" tanya bu indri, sambil menepuk tangan
"pesan nya adalah, kita tidak boleh patah semangat bu, kita harus terus melangkah, hingga kesuksesan tiba" tuturnya sangat lembut
"waah, itu benar sekali, kamu mempunyai kelebihan yang luar biasa lia, silahkan duduk kembali nak" ucap nya sangat takjub
"baik bu" ucap nya, lalu bergegas menuju tempat duduk nya
"salsa, ayo kamu maju, ini giliran kamu?" panggil bu indri
"baik bu" salsa pun maju ke depan kelas, dengan membawa buku nya, dan membaca puisi nya, sementara yang lain, menyimak dan mendengarkan puisi yang salsa baca
...*SENJA*...
...menikmati keindahan mu, tanpa mampu menggapai mu...
...mendambakan mu, untuk selalu bisa, menjadi senjaku...
...walaupun aku tahu persis, bahwa kau,,,...
...akan terganti, oleh sunyi nya malam...
...jatuh hati pada keindahan mu, lagi,,, dan lagi...
...hariku berlalu begitu saja...
...kau yang ku dambakan...
...yang selalu memberiku kenyamanan...
...yang mengajarkan ku, bagaimana tenangnya...
...kesendirian, dan,,,...
...betapa sulitnya penantian......
..._Salsa Aulia Az zahra*_...
semuanya pun bertepuk tangan, setelah mendengar puisi dari salsa, tak terkecuali, lia dan kedua sahabat nya pun menepuk tangan mereka untuk puisi salsa
bersambung...
jangan lupa tinggalkan jejak ya semua,,,
__ADS_1