Rahasia Dua Hati

Rahasia Dua Hati
keputusan


__ADS_3

masih dalam waktu dan keadaan yang sama


mendengar penuturan alia, kini radit pun melamun, dan berfikir


siapa ali yang ditta maksud?, tapi, apa aku juga mengenal nya? batin nya


"ditta, apa yang kamu sukai dari nya?" tanya nya sungguh penasaran


"banyak, salah satunya, dia yang mampu membuatku selalu senang, dalam keadaan apapun, dia selalu menyemangatiku, bahkan akupun menyukainya tanpa sadar" jawab nya


"siapa dia?" tanya nya semakin penasaran


"aku tidak bisa katakan siapa dia, bahkan aku dengan nya sangat jauh" jawab nya lirih


"baiklah, jika kamu tidak ingin bercerita tentang itu, kamu tidak harus mencerita kan nya kepada ku" jawab nya


30 menit kemudian...


"ditta, setelah aku lihat, sepertinya, dia mempunyai rasa yang tulus terhadapmu, aku yakin, suatu saat nanti, dia pasti bisa menyenangkan hatimu, karna aku melihat, ketulusan di hati nya, namun apa yang kamu masalahkan dengan ini?" tanya nya panjang lebar


"ya, dia sangat baik kepadaku, tapi entah lah kk, hati ku tetap tidak bisa luluh sedikitpun, terhadap nya, aku tidak bisa mencintai nya, apalagi secara paksa" jawab nya


"tapi jika seandainya aku ingin kamu dekat dengan nya bagaimana, apa kamu akan menuruti semua keinginan ku?" tanya nya lagi


duarrr, ada yang sakit, tapi tak berdarah, ada yang sesak, tapi bukan sakit


'apa aku tidak salah dengar, bahkan kk radit sendiri, orang yang sedang aku kagumi yang menyuruhku mendekatinya' batin lia


"mksd dari penuturan kk radit apa?" tanya nya heran


"taa, bukalah hatimu untuk nya, walau hanya sedikit, aku tau, ini semua sulit bagimu, tapi setidak nya, kamu bisa menyenangkan hati om aldi tidak ada salah nya, jika kamu mencobanya terlebih dahulu, selebih nya, kamu bisa memutuskan nya sendiri" tutur nya


"ahapa, apa sebenarnya yang kk radit ingin kan, lalu, apa yang dia bicarakan terhadap kk radit tadi pagi, sehingga kk radit bisa berbicara dan membujukku seperti itu?" tanya nya heran


"ta, aku mohon sama kamu, sebenarnya, aku dan rangga bersahabat baik, selain itu juga, aku sangat menghargai keputusan om aldi" jelas nya dengan kebohongan belaka


radit terpaksa membohongi ditta nya karna dia sangat menghormati keputusan om aldi,


"heuh,,, apa yang kk radit inginkan, apa aku tidak salah dengar, kk radit memintaku untuk berusaha dekat dengan nya, apa mungkin kk radit sendiri yang salah bicara, bagaimana aku bisa mengenalnya lebih dekat, sedangkan untuk menyebutkan namanya saja, aku enggan, apa lagi untuk mengenalnya lebih dekat?" tanyanya heran

__ADS_1


"ditta, aku tau, ini adalah keputusan yang rumit untukmu, tapi aku mohon, senangkan lah hati om aldi, walau hanya sedikit saja, aku mohon, dengarkan aku untuk kali ini saja" ujar nya


"kha, sebelum kkk menyuruhku mendengarkan ucapan mu, dengarkan ucapanku terlebih dahulu, pertama, dan yang paling utama, apa kk radit yakin, aku akan merasa bahagia, setelah mengenalnya lebih dekat, kedua, aku bisa saja menyenangkan hati ayah ku, insya allah, tapi itu, dengan caraku sendiri, tanpa saran dan paksaan dari orang lain, dan yang ke tiga, aku tidak bisa mencintainya dengan tulus, aku heran sama kk radit, kenapa kk radit dengan mudah nya menjerumuskanku ke dalam ikatan cinta serumit ini, padahal, aku sendiri enggan, untuk ada di dalam masalah seperti ini" jelas nya " atau, kha radit nya saja belum mengerti, aku baru saja akan memasuki kelas delapan, itu artinya, usiaku masih terlalu muda, untuk memikirkan hal, sebesar ini, jangan kan untuk usiaku, pikiran ku saja masih terlalu polos, untuk memikirkan kata cinta, apa kk radit tau, bahkan pikiran ku saat ini hanya di penuhi dengan kata pendidikan, dan sekolah, entahlah, apa jadinya aku, jika di usiaku yang masih terbilang muda ini, di sertai dengan kata cinta" ujarnya


"tidak ditta, pikiranmu terlalu jauh tentang hal ini, di sini, tidak ada yang menyuruhmu, atau bahkan menjerumuskan mu untuk berpacaran dengan nya, aku dan om aldi hanya ingin kamu dekat terlebih dahulu dengan nya, tanpa harus menyuruhmu memikirkan kata cinta, aku percaya, om aldi tidak akan melakukan hal sebesar itu terhadapmu" jawab nya


"baiklah, jika itu yang kk radit inginkan, kharna kk radit sahabat baikku, aku akan berusaha memahaminya, dan mencoba lebih dekat lagi dengan nya, tapi jangan salahkan aku, jika suatu saat nanti, dia sendiri yang akan merasakan kekecewaan" ujarnya dengan senyuman paksaan


"apa mksd mu ditta?" tanya nya heran


"hhh, kk radit masih bertanya apa mksd ku, kk, jelas jelas kk radit dan ayah seolah memaksaku, untuk memasuki dunia nya, menjalin hubungan dekat dengan nya, yach, aku bisa saja melakukan nya, tapi coba kk radit berfikir sedikit saja, apa artinya hubungan lebih dekat, jika hatiku saja, bukan miliknya, apa dia tidak akan kecewa, dengan kenyataan, aku tidak memiliki sebuah rasa sama sekali terhadapnya, apa kk radit bisa, yakin kan itu?" tanya nya


setelah berbicara demikian, tanpa menunggu jawaban dari radit, lia pun pergi meninggalkan radit sendiri di halaman belakang sekolah, radit benar benar di buat tertegun, dengan apa, yang lia katakan, dia pun membatin


'pembicaraan nya benar juga, lalu, siapakah pemilik hatinya saat ini, dan, pria beruntung manakah, yang dapat memikat hati wanita se tertutup dia, sehingga membuatnya enggan untuk berpaling, apa dia mencintai seorang pria, tapi siapa dia?' batin nya


pertanyaan terus melayang, di pikiran radit, hingga kini, jam pelajaran pun di mulai


radit melihat lia yang sedang terfokuskan pada ujian kenaikan kelas nya, dia tengah berpikir keras, siapakah ali yang ditta nya mksd kan, hingga dia pun mendapatkan ide sederhana, dengan mengirimkan pesan, yang di tujukan pada lia


📨'ditta, sebenarnya, siapa pemilik hatimu?'


📨'pemilik hatiku adalah ALLAH SWT'


radit yang melihat pemberitahuan di layar ponselnya, kini segera membuka pesan jawaban, dari ditta nya, namun radit yang mendapatkan balasan seperti itu, kini mengurungkan niat nya, untuk tetap kembali memberikan pertanyaan, dan memutuskan, akan menghubungi lia, sepulang sekolah


***


hari ini, lia dan radit menjalani ulangan susulan pasca kejadian pingsan kemarin, karna hanya lia dan radit saja yang harus mengikuti ujian susulan, maka bu indri pun menyuruh keduanya untuk mengerjakan ujian di perpustakaan,,,


di sekolah pun sudah sepi, termasuk di perpustakaan, kini, hanya ada bu indri, wakil penjaga perpustakaan, lia dan radit lah yang ada di ruangan yang penuh dengan ilmu itu,


sebenarnya perpustakaan selalu di jaga oleh mahasiswa yang bernama rafli mukhlis, ia adalah senior di sekolah sri wijaya itu, namun hari ini, karna rafli sedang padat dengan waktunya, kini yang menggantikan nya adalah pak hamish, selaku guru PAI di sekolah nya,,


suasanan pun hening seketika, lia dan radit pun telah di fokus kan pada lembar kerja siswa masing masing, hingga,,,


"maaf bu, di luar ada yang cari lia" tutur pak hamish selaku penjaga perpustakaan saat ini


"siapa pak mish?" tanya bu indri heran

__ADS_1


"saya juga kurang tau bu, dia laki laki, katanya, dia tunggu kedatangan lia di depan, " jawab nya


"bapak kenal?" tanya nya lagi


"tidak bu, bahkan saya juga belum pernah melihat dia bersama lia, mungkin saudara nya" jawab nya


"oh, baiklah, makasih pak" ucap nya


"ya bu, tidak masalah" jawab nya


"lia, apa kamu telah selesai dengan ujian mu nak?" tanya nya, seraya menghampiri lia yang telah menandai ujian nya


"iya bu, alhamdulillah, saya sudah selesai ujian, kenapa bu, apa ada yang bisa lia bantu?" jawab nya


"oh tidak nak, kata pak hamish, di luar ada yang cari kamu, laki laki, lebih baik, kamu temui saja dulu, siapa tau penting, biar ibu periksa hasil ujian kamu, kamu juga sudah boleh pulang sekarang" ucap nya


"baiklah bu, ini hasil ujian lia, makasih, lia permisi dulu, pak hamish, mari, assalamualaikum?" ucap nya seraya menyalami tangan kedua guru nya itu


"ya li, hati hati, waalaikum salam" jawab bu indri yang di ikuti pak hamish


radit yang mendengar percakapan lia dan bu indri, sontak terkejut dan segera menyelesaikan pengisian nya


"maaf bu, saya juga selesai" ucapnya, seraya menyerahkan lembar jawaban siswa pada bu indri


"baiklah radit, nanti ibu koreksi sama punya lia, kalo kamu juga mau pulang, kamu boleh pulang sekarang" ucap nya


"baiklah bu, saya permisi, pak hamish, mari, assalamualaikum?" ucap nya


"waalaikum salam, hati hati dit" jawab pak hamish


**bersambung...


wuahh sudah lamaaaaa


maaf karna sempat memutuskan absen dari


dunia oren


karna jujur, aku keteter sama tugas sekolah, dan kadang, weekend aku juga harus kerjain tugas

__ADS_1


makasih karna udah sabar nungguin kabar radit dan ditta yach semua**...


__ADS_2