
masih dalam waktu dan keadaan serta tempat yang sama, kini, kedua nya tengah duduk di kursi tepat, di taman itu, seketika, suasana pun menjadi sedikit berbeda, kedua nya terlihat berdiam diri dengan lamunan nya masing masing,,,
hingga akhir nya,,,
"li, selain berpisah dengan nnk mu, kamu masih mending mempunyai keluarga seperti mereka yang sangat menyayangi dirimu, yang selalu siap hadir menemani dan menyemangati mu, namun kini sangat berbeda dengan ku dan juga rizi, aku dan dia selalu berpisah bersama keluarga ku, kini pekerjaan kantor selalu menyibukkan kedua orang tua ku, saking sibuk nya, kini pekerjaan dan karir yang berhasil orang tua ku sandang, mampu membuat kedua orang tua ku harus pulang pergi ke luar negeri" jeda sejenak "bahkan nenek kami mungkin tidak pernah ada niatan, untuk berkunjung kerumah yang aku dan rizi tempati sekarang, sejujur nya aku sangat merasa sedich dengan keadaan seperti ini" ucap rangga sambil tertunduk
lia yang memang mendengar suara rangga yang baru saja terdengar sedang mengeluh pun kini sedikit terkejut, pasal nya rangga yang memang selalu pintar menyembunyikan rasa sakit yang ia alami selama ini
ia pun merasa bersalah karna sudah membiat rangga mengingat kembali seluruh keluarga nya
"maaf ngga, aku-aku ngk tau perihal ini, aku fikir,,," ucap nya terpotong
"ngk ppa li, jangan khawatirkan aku, semua nya memang tidak selalu bisa hadir di sisi ku, bahkan aku pun tidak bisa melihat mereka menyemangatiku, namun aku punya kamu di sini, yang mungkin bisa membuat ku merasakan kesempurnaan samua keluarga ku" ujar rangga tersenyum, seraya melihat lia di samping nya dengan tujuan menenang kan lia
"kamu mau kan, jadi penyemangat hidup aku satu satu nya?" tanya rangga dengan senyum lebar nya
"rangga, jika memang bagi kamu aku adalah menyemangat hidup mu, syukur, itu satu kata yang akan aku ucapkan, karna memang selama ini, aku selalu merasa menjadi beban keluarga" tutur nya menunduk
"ngk li, kamu bukan beban keluarga, kamu adalah insan berlian di keluarga, sekali kamu sedich, semua akan merasa sedich juga" jawab rangga menenang kan
"iya ngga, makasih" ucap nya tersenyum di balik niqab nya
"li, apapun yang terjadi, berjanjilah, kamu akan tetap terus bersemangat dalam perihal sekolah" ucap rangga di hadapan lia
"iya ngga, insya allah" jawab nya
__ADS_1
tanpa di sadari oleh kedua nya, kini sepasang mata tengah melihat dan mendengar juga pembicaraan kedua nya, dari balik pohon, karna memang kursi yang sedang keduanya tempati itu, tepat di depan salah satu pohon di taman
ia tengah mendengarkan pembicaraan kedua nya dengan raut wajah yang merasa bersalah
...****************...
skip, semuanya sudah selesai, salsa dan rangga pun sudah pulang ke rumah nya masing masing,,,
siang ini, lia sedang berkumpul dan bercengkrama bersama keluarga nya di ruang keluarga, sambil membuka kado dari semuanya yang telah memberikan ia kado, hadiah kemenangan nya
"li, sesuai yang ayah bilang waktu itu, mana hasil raport mu, ayah ingin melihat nya?" tanya ayah di samping lia, sambil mengulurkan tangan kanan nya, meminta raport lia
"ini yah, tapi ayah jangan kecewa yach ketika melihat nya?" tutur lia memberikan barang yang di minta sang ayah dengan raut yang sedikit sedih
"hlo, kenapa, kok wajah kamu kek kecewa gitu, kamu buat kesalahan apa, hingga membuatmu merasa bersalah seperti itu?" tanya sang ayah sedikit heran, sambil mulai membuka halaman pertama raport sang anak
"hmmmm, nilai yang kamu raih bagus bagus kok, lantas apa yang kamu kecewakan?" tanya sang ayah memandangi sang anak
"emm, nilai rata rata yang lia raih hanya 98 yah, lia minta maaf sama ayah, lia belum bisa buat ayah benar benar bangga sama lia" tutur nya menunduk lesu
"hmmm, kamu ini, apa kamu pikir, ayah akan marah sama kamu, ayah sama sekali enggak akan bisa marah sama kamu sayang, bahkan ayah benar benar merasa bangga hlo, sama kamu, ayah fikir nilai rata rata yang kamu raih itu mungkin 85 li, tapi, ini benar benar kejutan bagi yah, bahkan bagi seluruh keluarga kita" tutur sang ayah mengelus pelan pundak lia
"kamu sudah benar benar membuat kami merasa bangga sama kamu li, kamu memang anak yang berprestasi, apa ayah bilang waktu itu, kamu pasti peringkat di sekolah, bahkan juga juara, perkiraan ayah salah besar waktu itu, itu semua karna kamu tidak pernah berhenti untuk selalu bekerja keras dan belajar" ucap sang ayah dengan beralih mengelus lembut puncak kepala lia di samping nya
"alhamdulillah yah, ini bukan hanya hasil dari kerja keras lia sendiri, namun juga dari do'a yang selalu semuanya panjatkan untuk lia, makasih ayah, mma, kha adil, kha key, kha zahra juga" tutur nya memandangi satu persatu anggota dari keluarga nya
__ADS_1
"iya sayang, mma bangga punya anak kek kamu" ujar sang mma di samping kiri lia
"pertahanin yach deek, prestasi nya, kita semua bangga sama kamu" ucap kesya sambil tersenyum manis pada lia
"hlo, li, katanya kamu mau sekalian buka kado dari kita semua, kok belum ada yang kamu buka satupun?" tanya sang ayah memandang lia dari samping kanan
"hhe, nggk yah, nanti aja, hari ini lia merasa sedikit lelah aja, jadi lia buka nanti aja yach, kado nya?" tutur nya
"ywdh iya" jawab sang ayah seadanya
"eh li, katanya kemaren kamu keseleo yach, terus gimana kondisi kaki kamu sekarang, apa masih sakit?" tanya adil di samping kesya
"heem itu, ayah lupa mau tanya keadaan kaki kamu sekarang gimana, apa udah mendingan, tapi kok, waktu di taman tadi, kelihatan nya, kamu sehat sehat aja?" tanya sang ayah panjang lebar
"nggk ppa yah, kha, alhamdulillah, allah masih kasih kesempatan lia untuk bisa tetap ke sekolah, kemarin pasca keseleo mma langsung panggil mbok ayu buat pijit kaki aku, sepertinya aku udah bikin mma benar benar merasa khawatir" ucap lia merasa tak enak hati sambil menoleh ke arah sang mma di samping nya
"hmmmm ngk ppa sayang, selepas dari kejadian ini, kamu harus bisa simpulin, kamu harus hati hati dalam bertindak lagi yach?" tutur sang mma mengelus lembut puncak kepala lia
"iya ma, lia akan lebih berhati hati lagi setelah ini, maafin lia yach ma?" ucap nya tertunduk
"hmmm iya sayang, sini?" ujar sang mma merentangkan kedua tangan nya hendak memeluk sang anak di samping nya
**bersambung,,,
alhamdulillah semua, author nya bisa lanjut lagi, makasih yang udah setia nungguin kelanjutan nya, jan lupa tinggalkan jenak, sampai jumpa di episode berikut nya
__ADS_1
sabtu, 11 desember 2021**