Rahasia Dua Hati

Rahasia Dua Hati
hanya 14 hari


__ADS_3

di rumah sakit pelita hati, tepat nya, di ruangan Dr mila, Karmila Andini, terlihat seorang gadis berparas cantik tengah mendengarkan tutur tutur kata sang dokter dengan seksama


yach, dialah ditta Alia Aldiansyah, gadis lugu ini kini tengah duduk mendengar kan apa yang dokter mila katakan perihal kondisi tubuh nya yang semakin hari semakin menurun itu


dokter mila di hadapan nya terus menatap nya dengan tatapan iba, entah lah, pasal nya selama ini ia menangani cukup banyak kasus seperti ini namun di antara banyak nya pasien, kini dokter mila hanya melihat lia yang terlihat tenang dan kuat, dengan penyakit yang di derita nya, entah terbuat dari apa hati nya, hingga selalu terlihat kuat, pikir dokter mila yang menatap gadis berusia 16 tahun di depan nya ini


"jadi sisa hidup saya berapa lama lagi dok?" tanya nya dengan wajah yang di hiasi dengan senyuman hangat nya di balik niqab nya


namun lain hal nya dengan dokter mila yang mendapat pertanyaan tersebut, dokter mila terlihat, masih terdiam tanpa berniat menjawab pertanyaan lia, bahkan dokter mila masih saja menatap nya dengan penuh tanda tanya, bahkan dokter mila senantiasa heran dengan lia, apakah lia ini kuat menghadapi kenyataan yang seolah menghantam nya berkali kali semenjak saat itu?


ini kali pertama nya dokter mila mendapati pasien sekuat lia,,,


dokter mila lebih memilih memutuskan tatapan nya, saat menunduk, sebulir air mata jatuh begitu saja, tanpa bisa di cegah


lia yang melihat hal itu ikut berkaca kaca, namun dengan bibir yang tiada henti nya mengukir senyum manis nya


"dokter mila,,, tolong jawab pertanyaan saya?" tutur nya dengan lembut, dan juga air mata nya yang terus mengalir deras,


"lia,,, apakah kamu benar benar tidak mau menjalani pengobatan, setidak nya kita harus berusaha terlebih dahulu,,," tanya dokter mila lembut, tanpa melepaskan kontak mata nya dengan lia di hadapan nya


"dokter,,, kalo saya menjalani pengobatan, belum tentu saya bakalan sembuh, jadi, lia hanya mau bahagia, di sisa waktu hidup lia, lia nggk mau merepotkan semua orang yang lia sayang" tutur nya tak kalah lembut

__ADS_1


"tapi li,,, akan lebih baik jika kita usaha terlebih dahulu,,, kkk janji akan bantu kamu sampai sembuh, walau hanya sedikit kemungkinan, tapi kita masih mempunyai harapan" jelas dokter mila sebagai sisi seorang kkk pada nya


"tetap saja kha, aku sudah berada di stadium ke empat, meski kha mila berusaha yang terbaik bahkan sebik mungkin untuk ku, namun jika Allah dan takdir berkata lain, maka tidak akan ada kemungkinan bagi kita untuk menentang nya" tutur nya yang membuat hati dokter mila semakin sakit mendengar nya


"baiklah, sekarang jujur sama kkk li, kenapa kamu tidak ingin keluarga mu tau perihal ini, mereka berhak tau karna mereka orang terpenting dalam hidup kamu" bujuk dokter mila dengan memegangi kedua tangan nya di atas meja kerja


"tidak kha, aku mohon, aku nggk mau banyak merepot kan mereka, aku nggk mau membuat mereka khawatir yang berlebihan terhadap ku" jawab nya dengan jujur tanpa berbohong satu kata pun


"jadi kha, tolong katakan dengan jujur, waktu aku tinggal berapa lama lagi?" tambah nya memper erat pegangan kedua nya


"dari sekarang, sekitar 2 minggu lagi, tapi kamu jangan lemah, lawan penyakit kamu, kamu pasti bisa, sesungguh nya, mukjizat itu pasti ada,,," jawab dokter mila lembut


"2 minggu, jadi lia hanya mempunyai waktu 14 hari lagi, baiklah kha, namun,,, apa aku boleh meminta tolong sama kha mila jika memang waktu nya sudah dekat?" tutur nya merasa ragu


"khaa, sebelum aku pergi, aku mau titip kan kotak dan surat ini untuk keluarga ku, tolong sampai kan, di dalam nya, terdapat flashdisk pribadi ku, juga secarik kertas yang mungkin berisi surat ku untuk semuanya, aku mohon" ucap nya sambil mendorong perlahan sebuah kotak biru navy dengan terdapat secarik kertas di atas nya


"baiklah, akan kkk sampai kan ini pada keluarga mu nanti, jika memang itu keputusan mu" jawab dokter mila merasa sedich


"jangan murung seperti itu kha, kkk tau kan, aku nggk pernah suka dengan orang yang pemurung, aku akan baik baik saja kha, kkk tenang aja yach?" ucap nya berusaha menenangkan sang dokter rasa kkk nya itu


"huuh, bagaimana kkk tidak murung dheek, kamu,,, seperti tidak ada tujuan hidup lagi, bahkan kamu terlihat sangat, menyerah" ujar kha mila pasrah

__ADS_1


"khaa,, aku nggk pernah mau nyerah, nggk pernah ada sedikit pun rasa mau nyerah sama sekali, mungkin ini jalan takdir hidup yang harus aku jalani, aku menerima semuanya, aku nggk mau di bilang egois hanya karna aku tidak menerima apa yang terjadi dalam hidup aku kha, aku hanya berusaha untuk menerima semuanya, makasih, karna kkk sangat menyayangi aku selama ini, aku tau, kkk ingin aku tetap hidup karna kkk sudah merasa tak asing lagi dengan ku, tapi khaa, ketahui lah, di dunia ini, tidak ada yang kekal, bahkan makhluk buas sekali pun, ia akan mati saat waktu nya tiba, begitu juga dengan ku, aku hanya manusia biasa, jika Allah memang menyayangi ku, Allah akan tetap memanggil ku, berjanji lah pada ku kha, untuk tetap selalu menjadi kkk yang ku kenal, dan jika suatu saat nanti aku nggk ada lagi di dunia ini, tolong beri lah pengertian, baik pada orang yang ku sayangi, atau pun orang yang menyayangi dan mengagumi ku" tutur nya panjang lebar berusaha memberikan pengertian pada sang dokter


"termasuk radit?" potong sang dokter memandangi nya dengan intens dengan pandangan yang terkunci hanya pada nya


"mhk-mhksd kkk?" tanya nya dengan gugup


"jangan anggap kkk nggk tau perihal perasaan mu pada radit lia, kkk tau itu, tadi pagi, dia terang terangan bilang kalo kamu cantik kan, dengan pakaian mu ini?" ungkap sang dokter memandangi nya


"emmm,,," mendengar hal itu berhasil membuat nya gugup seketika


"dan kkk lihat juga dia kek nya simpen rasa yang dalam buat adek kkk yang cantik ini, apa kamu nggk tau?" tanya sang dokter lagi dengan nada menggoda lia


"akh, kkk, apaan sich kha, kha radit, dia nggk bakalan laah, simpen rasa yang kkk mksd itu untuk ku, aku sama kha radit itu sahabatan kok, man mungkin kha radit punya rasa itu" elak nya mengalihkan pandangan nya


"kamu mungkin berpikir seperti itu li, tapi kamu yang selalu menundukkan pandangan mu pada sesama pun nggk tau arti tatapan radit yang sebenar nya sama kamu itu kek gimana, dari awal kkk udah tau, bahkan udah kkk sadari hal ini" ucap dokter dengan senyuman tipis nya


"k-kalo boleh jujur, aku juga sempat mengagumi nya kha, namun aku takut, aku takut jika aku hanya tempat singgah sementara bagi diri nya, aku takut jika aku harus melepas nya saat aku mulai menerima nya, aku takut kha, jadi,,, aku nggk pernah mau serius itu karna aku takut" jawab nya menunduk


_**Ketika Gus Jatuh Cinta_


Jan lupa tinggalkan jejak semua,,,

__ADS_1


Ahad, 19 Juni 2022**


__ADS_2