Rahasia Dua Hati

Rahasia Dua Hati
kenapa,,,


__ADS_3

masih dalam waktu yang sama, kini hanya menyisakan lia seorang diri di kamar nya


berlawanan dengan situasi di sebuah tempat, seperti kazebo, ada sekelompok anak yang tengah beranjak dewasa, kini terlihat sedang belajar dan memahami apa yang gurunya jelas kan


"apa semuanya faham dengan apa yang saya sampaikan?" tanya ustazd alwi pada semua santriawan dan santriawati yang tengah mendengarkan penjelasan nya


"insya allah faham ustazd" jawab semuanya serempak


"baiklah, tugas hari ini, kalian cari contoh kalimat yang bermakharizul huruf kan idgham mutamasilain di dalam al qur'an, nanti saya periksa!" perintah nya lembut


"jihan, sefti, apa saya boleh bertanya sesuatu terhadap kalian berdua?" tanya sang ustazd yang melihat jihan dan sefti sedang fokus pada pembelajaran


mendengar penuturan sang ustazd, seketika, tubuh jihan dan sefti pun menjadi gemetar, pasal nya takut dengan pertanyaan mengenai pelajaran, karna memang, mereka yang belum sepenuh nya menguasai pelajran makharizul huruf


"i-iya ustazd, silahkan" jawab sefti dan jihan gemetar


"kata umi, hari ini lia akan masuk kembali mengaji bersama kalian, tapi kok, sekarang saya tidak melihat nya, kemana dia?" tanya ustazd lembut seraya memandangi kedua murid nya


radit yang ikut hadir di gazebo dan tengah fokus pada tugas yang telah sang ustazd berikan, kini ikut menoleh, menunggu jawaban jihan dan sefti yang di tanya, oleh sang ustazd


jihan yang mendengar penuturan sang ustazd pun kini mulai menghembuskan nafas, pasalnya teringat kembali pada keadaan lia dan mencoba menjawab dan menjelas kan apa yang sang ustazd tanya kan


"huuh, begini ustazd, tadi, saya dan sefti sempat singgah sebentar di rumah nya kha lili, saat kha lili pulang sekolah ba'da zdhuhur tadi, saya dan sefti juga sudah mengajak nya, namun sspertinya, kha lili tidak bisa mengikuti pelajaran untuk hari ini,,," jawab jihan, mencoba menjelas kan


"siapa kha lili yang kalian mksd, saya tanya lia di mana, kenapa tidak masuk hari ini?" tanya sang ustazd masih belum faham


"maaf ustazd, mungkin yang jihan mksd kan kha lia, kami biasa memanggilnya kha lili" jawab sefti memperjelas


"ooh begitu, maaf, saya tidak tau, tapi, apa saya boleh tau, kenapa lia tidak masuk hari ini, apa sesuatu telah terjadi padanya?" tanya sang ustazd kembali


"iya ustazd, saat kami singgah, kha lia sempat bilang dan cerita, bahwa beliau terpeleset hingga kaki kanan beliau terkilir saat beliau masih di sekolah tadi siang" jawab sefti


"maaf ustazd, tapi kha lia sudah memberitahukan, untuk menyampaikan hal ini kepada guru yang mengajar kita hari ini" tutur jihan menunduk


radit yang mendengar penuturan kedua nya kini terdiam, pasalnya ia sendiri yang membuat kaki kanan lia sakit, ia pun menjadi melamun, dalam hati nya berkata


'sesakit itukah kaki kanan kamu ditta, maaf, maaf, aku sungguh minta maaf, aku harap, kamu bisa memaafkan kesalahan ku, aku tidak akan mengulanginya lagi ditta' batin nya hanyut dalam lamunan


"astaghfirullah, lia, kenapa kaki nya sampai bisa terpeleset seperti itu, sekarang bagaimana dengan keadaan nya jihan, sefti?" tanya sang ustazd terkejut

__ADS_1


"mungkin sekarang sudah agak baikan ustazd, karna tadi kha lia juga bilang, itu hanya jatuh dan sakit biasa, juga menyarankan kepada kita, agar tidak perlu khawatir dengan keadaan beliau, semuanya, akan baik baik saja" tutur jihan


"akh yach, baiklah, terima kasih atas informasi nya jihan, sefti, sekarang, kalian boleh mengerjakan tugas yang saya kasih" tutur sang uastazd


"iya ustazd, sama sama" jawab keduanya serempak


***


di dalam sebuah kamar bernuansa biru muda dan putih, terduduk seorang remaja wanita yang tengah termenung, ia sungguh terlihat khawatir dan merasa bersalah, hingga kini, seseorang mengetuk pintu kamar nya


tok tok tok...


yach, dia lia, kini dia sedang duduk sendiri, termenung tanpa sebab, entah lah, author juga tidak faham dengan apa yang ada di pikiran lia, hingga lamunan nya pun buyar, kala mendengar seseorang mengetuk lintu kamar nya itu


"deek, ini kkk, apa kkk boleh masuk?" tanya seseorang, dari balik pintu


"iya kha, masuk aja, pintu nya nggk lia kunci kok" sahut nya dari dalam dengan nada yang sangat lembut


lalu zahra yang mengetuk pintu pun perlahan masuk ke dalam kamar lia, dengan segelas susu, di atas nampan yang ia bawa, dan diletakkan nya, di atas nakas


"ini dek, kkk udah buatin kamu susu, di minum yach, mungpung masih anget?" tutur sang kkk ipar seraya duduk di hadapan lia


mendengar penuturan sang adik ipar, kini bibir nya pun terlihat tersenyum tipis sambil berkata


"nggk ppa lia, sesekali, kkk juga dong, yang harus buatin kamu susu, lagi pula, sekarang kkk sedang ngidam" tutur zahra


"ngidam apa kha, biar aku pesankan makanan atau minuman melalui go-food?" tanya nya terkejut


"ngidam nya pen buatin kamu susu, gimana dong, mungkin calon keponakan kamu ini udah tau, dan ikut khawatir juga sama calon aunty nya, jadi dia ingin memanjakan calon aunty nya ini?" ucap kkk ipar sambil membelai lembut pipi lia


"haaa, kkk bisa aja, aku jadi nggk sabar dech, buat nantiin kehadiran nya" ucap nya


"hhe, iya yach, kkk juga sama, pen liat dia saat lahir nanti" tanggap sang kkk ipar


"semoga kkk dan janin di dalam kandungan kkk ini selalu hadir di dalam lindungan ALLAH SWT yach kha?" do'a lia pada sang kkk ipar


"aamiien, makasih sayang, apa kkk boleh peluk kamu?" tanya nya dengan mata berbinar


"iya kha, boleh dong, apa sich yang nggk, buat kkk ipar dan calon keponakan nya aunty" ujar nya sambil berhambur ke pelukan sang kkk ipar

__ADS_1


mereka pun terus berpelukan, hingga akhir nya, kedua nya tidak bisa menahan cairan bening yang sedari tadi mereka tahan, karna haru,,,


"udah, calon aunty nya dedek utun jan nangis lagi yach, nanti dedek utun nya ikut sedich, liat aunty nya nangis?" ucap kha zahra menirukan suara anak kecil


"hhe iya, ini air mata bahagia kok, karna aunty bahagiaaa, banget, dedek utun akan hadir, dan menemani aunty yang kesepian" ucap nya "kha, menurut kha zahra, nanti dedek bayi nya bakalan mirip sama siapa yach?" tanya nya kembali


"hmmm, nggk tau, pasti mirip ayah nya lah, kan ini anak ayah nya" tutur sang kkk


"ihiya juga yach, kenapa aku nggk kepikiran, akh, ngaco dech, kan ini calon anak nya kha adil, masa iya anak nya mirip sama tetangga sich" ujar nya sambil terkekeh


"khamu ini ada ada aja" ucap nya terjeda "li, malam ini, kkk tidur di sini yach, temenin kamu?" tutur sang kkk kemudian


"kalo itu mau kkk boleh, pintu kamar aku selalu terbuka lebar untuk kkk" ucap nya


"makasih yach li" ucap sang kkk


"iya kha, sama sama, harus nya aku hlo, yang makasih sama kkk, makasih, kkk udah mau temenin aku buat malam ini?" ucap nya


"hha, iya sayang, sama sama, kalo gitu, kkk ke bawah dulu yach, mau minum susu juga?" ucap sang kkk


"kenapa kkk belum minum susu, ini kan udah jam 16:30, maaf yach kha, gara gara aku, kkk jadi telat minum susu?" tanya nya


"nggk ppa li, tadi kkk abis mual, jadi telat dikit, nggk ppa kok, lebih baik telat, dari pada nggk minum sama sekali kan?" tutur lha zahra


"iya juga yach kha" jawab nya


"iya, kalo gitu, kkk ke bawah dulu yach, kamu nggk ppa kan, kkk tinggal?" tanya sang kkk sebelum akhir nya meninggalkan kamar sang adik


"iya kha, nggk ppa" jawab nya


setelah kha zahra keluar, kini menyisa kan lia di dalam kamar sendiri, namun beda hal nya pada awal nya sebelum zahra mendatangi kamar nya, kini ia pun terlihat senyum sumringah di balik niqab nya


**bersambung,,,


alhamdulillah, bisa SU lagi semua, jan lupa tinggalkan jejak nya semua, support author nya juga yach, makasih


salam hangat dari author


sabtu, 6 november 2021**

__ADS_1


__ADS_2