
kini, giliran tya yang membacakan puisi di depan kelas, tya pun maju dengan perlahan ke depan kelas, dan mulai membacakan puisi yang beberapa menit yang lalu ia rangkai
...*UNGKAPAN HATI*...
...lewat puisi ini, ku ingin kau tau...
...bahwa aku kan s'lalu ada di sampingmu...
...menemani kau, dalam setiap suka dan duka...
...karna lukamu, adalah lukaku...
...dan bahagiamu, adalah bahagiaku...
...ku tak pernah menginginkan apapun darimu...
...ku hanya ingin, saat kau mendengar namaku...
...kau akan mengingatku, sebagai orang, yang mendukungmu...
...~sintya al khoiri~...
dan lagi lagi, mereka semua bertepuk tangan, dan saat tya sampai kembali di kursi, tiba tiba saja, lia, rani, dan salsa memeluk tya, karna terharu dengan puisi yang tya rangkai
"tya, aku nggk nyangka, ternyata, kamu juga bisa merangkai puisi sebagus itu" tutur rani, sambil berderai air mata
"iya tya, aku terharu mendengar nya, semoga allah, selalu menyatukan kita semua, dalam indah nya persahabatan" ucap salsa kemudian
"tya, puisi nya sangat indah, sangat menyayat hati, aku pun terharu mendengarnya" ucap lia
"iya semua, aku sangat menyayangi kalian, jadilah sahabatku, yang akan selalu ada di sisiku, bersama kita hadapi suka dan duka" ucap tya
setelah drama tangisan tersebut, kini giliran rani yang maju ke depan kelas, untuk membaca puisi karya nya
...*CINTA, DENDAM, DAN KEBEBASAN*...
...melepas sesak di dada, dengan pena...
...menghidupkan jiwa mati, dalam bait bait puisi...
...tangisan jiwa yang tersampaikan dengan ceria...
...dalam kalbu terdalam, pencari cinta sejati...
...cinta dalam tiap tetesan tinta...
...jeritan hati pujangga, yang tak mampu bersuara...
...di dekap dingin hati, yang membekukan rasa...
...tersandera ragu, berselimut gundah gulana...
...entah apa yang engkau cari...
...saat cinta mesra memelukmu dengan kasih...
...engkau mengingkari indahnya bunga melati...
...yang telah kau nikmati...
...dengan bengis menyia nyiakan, yang sudah engkau raih...
...lihatlah kami......
...begitu terjal, jalan yang harus di lewati...
...hanya untuk satu pelukan cinta sejati...
...saat engkau menyia nyiakan nya,...
...jantung kamu terasa tertusuk ribuan belati...
...yang pada akhirnya......
...atas nama kedengkian,,,...
...atas nama kebebasan,,,...
...akan kami gaungkan cinta, dalam naungan birahi,,,...
...akan kami leburkan rasa,,,...
...dalam bara kenikmatan cinta yang semu...
...agar tidak ada lagi cinta sejati, yang bisa engkau miliki...
...sama seperti kami......
...yang tersenyum, menutupi pilu,...
...terlihat gembira, dalam hingar bingar...
...padahal lumpuh, dalam jeratan kesepian,,,...
...~rani agustien~...
tak kalah dengan teman teman nya, puisi rani pun mendapatkan tepukan tangan, dari semua orang, dan sekarang yang di tunggu tunggu, puisi karangan anak pendiam, dingin, dan super cuek, zdafa raditya al hasbi
radit pun maju ke depan kelas, dengan membawa selembar kertas yang amat sangat indah, dengan perpaduan tulisan, yang amat sangat rapi, radit pun mulai membaca puisi nya di depan kelas
...*RINDU DI UFUK SENJA*...
...pada kanvas senja jingga...
...di hamparan langit senja,,,...
...di antara rona istimewa,...
...eloknya tulisan cakrawala,...
...tergambar di dinding ingatan,...
...sketsa paras membekas tak pernah lepas,,,...
...terbayang, terbentuk raut, membuat rindu kalut bertekuk lutut......
...laksana petang, yang selalu di nanti datang,...
...hadirmu serupa tempat pulang paling tenang,...
...dengan kasih nan lapang,,,...
...kaulah pusat semesta, dari getaran indah asmara,...
...poros bahagia, tempat hadirnya gejolak cinta......
...hadirmu seumpama rias unik,...
...dengan pesona, nan kharismatik,...
...gugusan bintang paling artistik,...
...kala mentari tenggelam, menuju peraduan,...
...laksana planet venus, bintang barat paling berderang,...
...di ufuk petang,,,...
...dirimu......
...nama yang ku tulis,...
...dalam bingkai asmara berhias mutiara do'a,...
...perihalmu,, menjadi hal, paling rahasia,...
...ku adukan, pada sang penilik cinta,...
...segala rasa dan pinta terlangitkan,...
...semoga tulus rasa selalu meruah, tak pernah lelah,...
...bersama merajut kisah, hingga menuju jannah......
...untuk mu, yang selalu ada, di dalam bagian do'a ku...
...tangerang, 3 okt '17*...
setelah radit selesai membaca puisi karya nya sendiri, bu indri pun langsung angkat bicara
"radit, tunggu" ucap bu indri, menghentikan radit berjalan
"iya bu, ada apa?" tanya nya
"ibu lihat lihat, sepertinya, kamu sedang jatuh cinta kepada seseorang, apa itu benar?" tanya nya penasaran
"hmm, iya bu, saya sedang merasa jatuh hati pada seseorang" ucap nya
"siapa, apa dia anak sekolah ini, atau bahkan, anak kelas sini?" tanya nya lagi
"iya bu, aku merasa, aku dan dia sangat dekat, tapi kita sangat jauh" jawab nya,
namun aneh, saat radit menjawab pertanyaan bu indri, jawaban nya saja pada bu indri, tapi mata nya selalu memperhatikan lia, yang sedang tertunduk
"baiklah, kamu boleh duduk sekarang" ucap nya
setelah semua selesai, bu indri pun melanjutkan pelajaran nya
"baiklah anak anak, setelah puisi tadi, ibu merasa, kalian memang ada bakat, dalam merangkai puisi, terutama lia dan radit, ibu ada sedikit tugas buat kalian, nanti setelah pulang sekolah, kalian ke ruang ibu yach, dan bagi anak anak yang lain, untuk tugas di rumah, kalian membuat laporan, tentang peristiwa atau kejadian alam, kalian mengerti?" ucap nya
__ADS_1
"mengerti bu" bersamaan
***
sepulang sekolah, lia pun hendak pergi ke ruang guru
"lia, kamu beneran mau ke ruang bu indri dulu?" tanya salsa, yang melihat lia, sedang membereskan buku ke dalam ransel
"iya sa, aku akan ke sana, kalian duluan aja yach, aku nggk ppa kok, aku bakalan kabarin ayah juga" ucp nya meyakin kan
"kamu yakin, nggk mau kita tungguin?" tanya rani kemudian
"nggk ppa ran, kalian duluan aja, aku nggk ppa kok, lagian, kalian juga pasti ada kepentingan di luar sekolah" tuturnya
"kamu yakin li?" tanya tya
"iya, udah, kalian kalo mau pulang pulang aja" ucap nya
"tapi kamu bisa jaga diri kamu kan li?" tanya salsa, yang merasa khawatir dengan keadaan lia
"nggk ppa sa, insya allah, aku bisa jaga diri aku kok, nggk ppa lagi, kalian duluan aja" ucap nya lembut
"ywdh, kalo gitu, kita duluan yach li, sa, kamu ikut mobil aku yach, hari ini, kamu, kita anterin, kita juga mau tau rumah sama keluarga kamu, boleh nggk?" ucap rani
"boleh lah, ywdh li, kita duluan yach, assalamualaikum?" tanya nya
"iya, kalian hati hati, waalaikum salam" jawab nya
"iya li, kamu juga hti hati yach?" tanya nya kembali
"iya" jawab nya kemudian
...----------------...
di depan gerbang sekolah MADRASAH TSANAWIAH NEGRI TANGERANG, ada seorang laki laki berkulit putih, yang kini, keluar dari mobil pajero berwarna abu abu, dari penampilan nya, sangat sederhana, seperti hal nya seorang ustadz, berwajah tampan, hidung mancung, kumis tipis, dan memiliki mata berwarna coklat, terlihat sedang menantikan seseorang di dalam sana.
sedangkan di dalam sekolah, lia dan radit baru keluar, dari ruang wali kelas mereka, dengan radit, yang hendak memberanikan diri untuk bertanya kepada lia
"ditta, apa mungkin, kita harus kerja kelompok, aku rasa, aku nggk yakin?" tanya nya pada lia
"entah lah kk, saya juga tidak tau, jika saja, saya bisa mengerjakan tugas ini sendiri, saya akan melakukan nya" ucap nya
"nggk ditta, itu nggk akan mungkin, aku juga dapat bagian dari tugas ini, maka aku juga harus mengerjakan nya" tutur nya "emm, begini saja, apa aku boleh meminta nomor ponsel mu, aku akan mengerjakan nya terlebih dahulu, jika aku sudah selesai mengerjakan nya, maka aku akan menghubungi mu, dengan begitu, kita tidak perlu kerja kelompok, nanti aku akan mengantarkan nya ke rumah mu, setelah menghubungi dirimu, bagaimana?" ujarnya setelah sekian lama berpikir, dan berhasil mendapatkan ide
"itu ide yang sangat bagus kk, ini ponsel ku, nomor nya ada di dalam daftar kontak" ucap nya
radit pun mulai memasukkan nomor lia di dalam ponsel nya, dan menyimpan nya, dengan memberi nama ditta ku di dalam daftar kontak nya,
"udah taa, aku cek ya?" ucap nya, sambil menghubungi nomor ponsel lia
"iya kk" ucap nya
tak lama kemudian, ponsel lia pun berdering, tanda ada panggilan masuk,
"sudah kk, ini nomor ponsel kk radit?" tanya nya sambil menamai kontak radit dengan nama kk radit,,,
"iya ditta" ucap nya "kamu pulang sama siapa, ayah kamu belum ke sini?" tanya nya kemudian, sambil celingak celinguk mencari ayah lia
"entah lah kk, mungkin saya akan pulang naik bis" ucap nya, sambil melihat sosok pria yang kini ia lihat sedang tersenyum pada nya
lia pun berhenti berjalan, dengan wajah terus memandangi sosok pria yang ada di depan nya, kemudian, dia pun berlari secepat mungkin, sambil menyunggingkan senyum bahagia nya, dan ya, dia pun berlari menghampiri pria tersebut dan memeluk nya,
siapa dia, apa dia teman dekat nya ditta, tapi nggk mungkin, ditta langsung peluk dia seperti itu, ditta juga kelihatan nya bahagia banget, bisa ketemu sama dia, apa mungkin, dia kekasih nya, kenapa hati aku rasanya sesak banget buat liat ditta ada di pelukan orang lain, siapakah dia yang sebenar nya? batin radit, yang menyaksikan lia memeluk pria tersebut
"kk adil apa kabar, kkk kapan ke sini, kk zahra ikut nggk?" tanya nya begitu banyak, sambil tersenyum bahagia
"kkk harus jawab pertanyaan kamu yang mana dulu nich, kebiasaan dech, kalo kkk ada di sini, kkk selalu kamu hujani dengan pertanyaan pertanyaan kamu?" ujarnya sambil tersenyum
"hmm, maaf kk, abis nya, aku kangen banget sama kkk, udah satu bulan nggk ketemu hhe" ucap nya sambil cengengesan "oh iya, bentar yach kk, aku ke sana dulu, bentar aja, nanti aku balik lagi" ucap nya sambil berjalan menuju radit yang masih mematung sedari tadi
"kk radit, maaf, nggk ppa kan, jika saya duluan?" tanya nya pada radit
"ah, iya ditta, kamu duluan aja, aku masih ada urusan" ucap nya baru tersadar dari alam khayalan nya
"baiklah, assalamualaikum?" ucap nya dengan lembut sambil berjalan
"akh ditta" panggilnya, saat lia sedang berjalan
"ya kk, ada apa?" tanya nya kembali berbalik badan menghadap radit dari jarang yang agak jauh
"nanti, nanti aku hubungi kamu" ucap nya sedikit berteriak
"baiklah kk, assalamualaikum?" ucap nya kembali
"wa-waalaikum salam" ucap nya gugup
***
"udah selesai dek, ayo masuk mobil?" ucap adil, yang tengah membukakan pintu mobil untuk adik tersayang nya
"hmm makasih kkk kesayangan kuh?" ucap nya manja
"iya" jawab nya, dan berlalu setengah lari mengitari mobil hendak masuk ke dalam kursi kemudi, dan setelah adil duduk di kursi kemudi,
"iya dong, aku nggk bakalan berubah sampai kapan pun, aku akan selalu menjadi adik kecil kk adil, adik kesayangan kk adil" ucap nya
"walaupun kamu udah punya pacar?" tanya nya, yang berhasil membuat lia terkejut
"mksd kk adil apa?" tanya nya
"yang tadi kamu hampiri itu pacar kamu kan dek?" tanya nya serius
"ih, bukan, pacar, apaan sich, aku nggk punya pacar, aku masih mau sekolah, nggk mau pacaran, kk adil ini ada ada saja" ucap nya sambil tersenyum menyembunyikan amarah nya
"tapi kek nya, tadi saat kkk peluk kamu, dia nggk suka dech?" ucap nya
"mksd kkk?" tanya nya kemudian
"iya, dia kek nggk suka gitu, kamu ada di dalam pelukan kkk, apa dia pacar kamu, atau gebetan kamu?" tanya nya
"kkk ini apaan sich, dia bukan pacar atau gebetan aku, dia teman kelas ku, tapi karna usia nya lebih tua 2 tahun di atas usia ku, jadi aku panggil dia kkk, kan, dulu, kk adil juga yang ajarin aku, kita harus menghormati orang yang lebih tua dari kita, entah 1 tahun atau 2 tahun atau beberapa tahun di atas usia kita" ucap nya
"ooh gitu, waah, ternyata kamu masih ingat dengan nasihat kkk yang itu dek?" tanya nya kagum
"iya lah kk, aku akan selalu mengingat nasihat nasihat dari orang tersayang ku" ucap nya
"iya bagus dech kalo gitu, kkk juga sangat menyayangi kamu dek, sangat menyayangi kamu" ucap nya
"iya kk, aku juga sangat menyayangi kk adil, setelah 1 bulan nggk ketemu" ucap nya membuat kkk nya itu tertawa
"haha, baru juga kkk tinggal 1 bulan udah kangen aja" ucap nya
"iya kk, aku kangen banget sama kk adil, kk adil tuh baik banget sama aku, suka bantuin aku belajar, suka nasihatin aku dengan lembut, beda banget sama kk kesya, dia itu kasar sama aku, masa iya, aku di bandingin sama anak ayam, kan jauh banget?" ucap nya jengkel
"hha, ooyah, dia bandingin adek kkk yang cantik ini dengan anak ayam, apa kesamaan nya?" tanya nya sambil tertawa
"nggk tau, aku juga jengkel banget, dia suka usilin aku, masa ia aku lagi mandi di kasih kecoa sich, kan nggk lucu" ucap nya
"hha kalian itu yach, adek kkk kek tom and jerry aja, suka usilin satu sama lain" ucap nya sambil menggelengkan kepala nya
"oh iya, kkk ke sini mau ngapain?" tanya nya
"emang nya kkk nggk boleh yach, kunjungi keluarga kkk di sini?" ucap nya dingin
"nggk gitu juga, tapi tumben tumbenan aja kkk ke sini, kunjungin adek kesayangan kkk ini, ada apa?" ucap nya
"nggk ppa, kkk hanya ingin menyampaikan kabar baik" ucap nya
"kabar baik apa" tanya nya penasaran
"nanti juga kamu tau" ujar nya
karna keenakan ngobrol, lia sampai tak tau jalanan, dan tak menyadari, mobil yang ia tumpangi, kini sudah berhenti di parkiran garasi rumah nya,,,
"udah ayo turun, udah nyampe nich?" ucap nya kemudian, saat mobil sudah terparkir di garasi
"makasih yach kk, aku masuk dulu?" ucap nya sambil keluar dari mobil
***
saat sampai di ruang tv, lia berpapasan dengan zahra, kkk ipar nya, atau lebih tepat nya lagi, istri nya adil
"assalamualaikum, eh, kkk ipar" ucap lia, yang kini melihat kehadiran zahra sedang duduk di sofa
"eh lia, waalaikum salam, kamu baru pulang sekolah?" tanya nya pada lia
"hmm iya kk, kkk ipar pasti nunggu lama yach, maaf yach?" ucap nya
"nggk kok lii, nggk terlalu lama, lagian, kkk juga sambil nonton di sini" ucap nya "kamu apa kabar lii?" tanya nya
"alhamdulillah, aku baik kk, gimana kkk sendiri?" berbalik tanya
"alhamdulillah, kkk juga baik lia" jawab nya
"syukur lah, jika keadaan kkk baik baik saja, oh iya, mma sama ayah kemana kk, kok sepi?" ucap nya sambil celingak celinguk mencari keberadaan orang tua nya
"ayah sedang di kantor, tadi siang ada meeting dadakan, trus mma sama kesya sedang ke mini market depan, belanja kebutuhan li" jawab nya
"oh, gitu yach kk, ywdh kk, lia pamit ke kamar dulu yach kk, belum shalat zduhur?" ucap nya
"iya lia, kamu bersih bersih dulu aja" ucap nya
"baiklah kk, nanti lia ke sini lagi, lanjut mengobrol, lia permisi dulu kk, mau ke kamar?" ucap nya
"ya lia" jawab nya
***
"selesai, aku akan menghubungi ditta sekarang"
__ADS_1
"tapi kok, aku ngerasa gugup yach, mau hubungin ditta, ada apa dengan ku?" tanya nya pada diri sendiri
"akh sudah lah" radit pun mulai menghubungi lia, dari pondok pesantren nya
kini, radit pun memberanikan diri, untuk menghubungi nomor ponsel yang lia kasih tadi siang, namun tiba tiba,,,
nomor yang anda tuju, tidak dapat di hubungi, cobalah beberapa saat lagi
sudah tiga kali radit menghubungi lia, namun bukan nya lia yang menjawab, malah operator yang berbicara, dan berhasil membuat radit bertanya tanya
"ada apa dengan ditta, kenapa telefon ku tak di jawab?" tanya nya sambil memandang ponsel nya itu yang masih setia melihat kontak yang bertulis kan nama ditta ku
"kok aku jadi khawatir gini yach, apa yang sebenarnya terjadi pada ditta, sampai dia tak menjawab telefon dari ku, apa ponsel nya di charger, nggk mungkin, kan aku sudah berpesan padanya jika aku akan menghubungi nya setelah selesai mengerjakan tugas ini?" jiwa ke kepoan nya mulai muncul, tapi kenapa yach, seorang radit bisa kepo hanya dengan panggilan saja, padahal, dia selalu dingin dan tipe cowok yang tidak suka mengurus urusan orang lain
"lebih baik, aku kirim pesan saja padanya, siapa tau dia membuka pesan dari ku" ucap nya sambil mengetik sesuatu di dalam ponsel nya
Me
ditta, sekarang, aku akan ke rumah mu, aku sudah berusaha menghubungi nomor ponsel mu, tapi tidak ada jawaban, jadi, aku sekarang ke rumah mu
tapi setelah sekian lama menunggu, tidak ada jawaban juga, bahkan tanda tanda pesan di buka oleh lia
"akh, ysdh lah, lebih baik, aku ke rumah nya saja, lagi pula, aku juga nggk tau, apa yang di jelas kan bu indri pada ditta, saat aku ke toilet" ucap nya sambil bergegas pergi ke rumah lia
***
setelah radit sampai di rumah nya, kini, radit pun mulai mengetuk pintu dan mengucap kan salam
tok tok tok
"sebentar" jawab seseorang di dalam rumah lia dan
ceklek
pintu pun terbuka, tampak lah seorang wanita paruh baya, yang menggunakan kerudung syar'i
"assalamualaikum?" sapa nya pada wanita tersebut
"waalaikum salam, maaf, cari siapa yach?" tanya wanita tersebut, dengan lembut, yang tak lain adalah mma hanna
"maaf tante, apa ditta nya ada di rumah?" tanya nya pada mma hanna
"ditta, maaf nak, di sini tidak ada orang yang bernama ditta" ucap nya sedikit kebingungan
"oh, maaf tante, mksd saya, nama panjang nya, ditta alia aldiansyah, apa benar, ini rumah ditta?" tanya nya
"oh, iya benar, ini rumah keluarganya, silahkan masuk?" ucap nya, sambil mempersilahkan radit masuk "duduk nak!" ucap nya
"baik tante, terima kasih" ucap nya
"tidak masalah, maaf nak, jika tante boleh tau, kamu siapa nya lia, dan, kenapa kamu mencari nya?" tanya nya, yang sedari tadi kebingungan sekaligus syok dan terkejut, mengetahui laki laki muda, mencari rumah anak kesayangan nya
sebenarnya dia ini siapanya lia sich, apa dia pacar nya lia, tapi kan, aku sama mas aldi melarang nya keras, untuk tidak pacaran dulu, apa dia melanggarnya, aku harus tanya kan soal ini, dan meminta penjelasan pada dia batin nya
"oh, maaf tante, saya lupa, perkenalkan, saya radit, teman kelas nya ditta, kebetulan, ditta dan saya sedang ada tugas dari wali kelas kami, jadi, saya ke sini, mau antarkan LKS ini untuk ditta, apa ditta nya ada di rumah tante?" dua kali radit menanyakan kehadiran lia pada mma hanna, sungguh sangat kental sekali jiwa ke kepoan nya, baru kali ini dia kepo masalah wanita, sebelum nya, wanita lah yang mengepoi nya, sekarang malah sebalik nya
"ooh, saya hanna radika, mma nya lia, baiklah, lia ada di kamarnya, sebentar, saya panggilkan" ucap nya lembut, dan berlalu ke kamar lia
saat sampai di dapur, mma hanna pun menyuruh bi asih untuk membuatkan makanan dan minuman untuk teman anak nya itu, setelah itu, pergi ke kamar lia
tok tok tok
suara pintu di ketuk dari luar, membuat lia yang sedang merapikan rambut nya sedikit terkejut
"lia, apa kamu ada di dalam?" tanya nya dengan lembut
"iya ma, lia ada di dalam, masuk lah, pintunya nggk lia kunci kok, maaf, lia sedang menyisir" tuturnya lembut
mma hanna pun masuk ke dalam kamar lia, yang bernuansa biru navi dengan di padukan dengan warna abu abu muda itu, dan berlalu duduk di tepi kasur lia
"sayang, di luar ada tamu nyariin kamu" ucap nya dengan lembut pada anak kesayangan nya itu
"siapa ma?" tanya nya
"katanya sich, teman kamu, oh iya, namanya radit gitu, kalo nggk salah?" jawab nya sambil mengingat nama teman nya lia
"dia kesini ma, nyariin aku, kok dia nggk hubungin aku dulu sich?" tanya nya
"entah lah, mma nggk tau, sebenarnya, dia itu siapa nya kamu sich, kok bisa tau alamat rumah kamu?" tanya nya penasaran
"dia temen lia di sekolah ma, tapi karna umurnya lebih tua 2 tahun di atas umur lia, jadi, lia panggil dia dengan sebutan kkk, di sekolah, lia dapat tugas merangkai puisi dari bu indri, wali kelas lia, karna puisi lia sama puisi kk radit yang sedikit mengesankan, jadi, bu indri tugas kan ini sama lia dan kk radit, boleh nggk ma, jika dia belajar di sini?" jelas nya, dan diakhiri dengan pertanyaan yang menegangkan bagi lia
"boleh dong sayang, tapi ingat, kamu jaga jarak sama dia, bila perlu, kamu di temani oleh kk adil yach?" ucap nya
"beneran ma, dia boleh belajar di sini, lia janji, lia bakalan jaga jarak dengan kk radit, makasih yach ma?" ucap nya sambil memeluk sang ibu
"iya, ywdh, kamu siap siap dulu yach, pakai baju yang menutupi aurat mu, dan jan lupa, pakai cadar dan manset mu, mma turun dulu" ucap nya sambil berjalan melalui anak kesayangan nya itu
"iya ma" ucap nya
***
setelah bersiap, lia pun turun ke lantai satu, untuk menemui teman nya itu,
"maaf kk radit, pasti nunggu lama yach?" ucap nya sambil duduk di sofa sebrang radit
"nggk ppa ditta, nggk terlalu lama juga kok," ucap nya, menutupi rasa bersalah lia
"kk radit, kenapa tidak menghubungi saya, kkk bilang, kkk mau hubungi saya ketika kkk akan ke sini?" tanya nya penasaran
"sebenarnya tadi aku udah hubungin kamu taa, tapi nggk ada jawaban dari kamu, kamu kemana?" ucap nya bertanya balik
"emm, akh ya, mungkin saya sedang di kamar mandi, jadi saya nggk tau, maaf kk" ucap nya
"iya, nggk masalah ditta" ucap nya "akh ya ditta, aku mau antarkan ini untuk mu, tugas nya tinggal ini, kamu salin di bukumu yach, dari sini sampai sini, abis itu, kamu pelajari, dan isi?" ucap nya kemudian menjelaskan tugas
"baiklah kk, hanya sampai sini kan, akan saya salin dan pelajari" ucap nya
ternyata di rumah, lia baik juga, berbeda dengan di sekolah, dia sangat sedikit bicara, tapi di rumah, dia begitu banyak bicara batin nya
"hai sayang, kamu lagi apa?" ucap adil yang baru datang menghampiri lia dan duduk di sofa sebelah lia
"hai kk, aku lagi belajar sama kk radit" ucap nya penuh kegembiraan
"mau aku bantu nggk, udah lama juga aku nggk bantuin kamu belajar?" tanya nya, sambil merangkul bahu lia, agar lia berdekatan dengan nya
"iya kk, nanti yach" ucap nya
"oh iya, kamu temenin kk zahra ke minimarket yach, tadi jeruk yang mma beli ketinggalan di sana?" ucap nya
"gimana yach kk, aku lagi mau kerjain tugas, harus di kumpulkan besok, aku juga nggk enak sama kk radit?" ucap nya
"nggk ppa, biar aku aja yang kerjakan, aku bisa kok, dan kalo radit, kan ada aku juga, iya kan radit?" ucap nya, sambil menekan kata terkhir nya
"iiya kk" ucap nya gugup, sambil tertunduk malu "nggk ppa ditta, kamu pergi aja, aku nggk masalah kok" ucap nya kemudian
"tuh kan, radit nya juga nggk masalah, gih, kk zahra kan belum tau 100% wilayah tangerang ini, kamu antar yach?" ucap nya
"kk key ke mana emang?" tanya nya
"tadi abis anter mma dari minimarket, kesya langsung berangkat lagi ke kampus, katanya mau kerja kelompok" ucap nya "udah, kamu pergi aja sayang, nggk ppa kok" ujar nya
"baiklah kk, aku berangkat yach, kk radit, saya tinggal yach, yach kk, assalamualaikum?" ucap nya
"waalaikum salam" bersamaan "hati hati sayang" ucap adil kemudian
"akh ya, aku belum memperkenalkan diri, perkenalkan, aku adil, gebetan nya lia?" ucap nya menahan senyum
"oh, maaf kk, saya radit, teman kelas nya ditta" ucap nya dengan jantung berdegup kencang
"ooh, radit, eh, yang tadi pagi barengan sama lia itu yach?" ucap nya, karna sekarang, radit berbeda penampilan
"iya kk, emm, maaf kk, jika saya boleh tau, kkk sudah berapa lama ada hubungan dengan ditta?" tanya nya ragu
"kenapa kamu tanya seperti itu dit?" tanya adil penasaran
"enggak kk, hanya ingin tau saja" ucap nya
"ooh, aku sudah lama mencintai lia, kurang lebih, 2 tahun ini aku dekat dengan nya, kenapa?" ucap nya
duarr, ada rasa sakit tak berdarah di hati nya, begitu mendengar jawaban dari adil
"ooh, begitu yach kk, maaf yach kk, nggk ppa kok," ucap nya sambil tersenyum paksa
tak lama, lia pun datang dan menghampiri kkk dan teman nya itu di ruang tamu
"assalamualaikum, maaf yach semua, saya lama?" ucap nya sambil duduk di samping sang kkk
"iya nggk ppa kok sayang, hanya saja, entah kenapa, aku udah kangen banget sama kamu, baru juga di tinggal beberapa jam" ucp adil
"assalamualaikum" ucap ayah lia yang baru saja pulang dari kantor, dan langsung melihat kehadiran radit "hlo, ini radit kan, yang waktu itu, sedang piket bersama lia?" ucap nya sambil mengingat ingat kejadian beberapa hari yang lalu
"ihiya om, om apa kabar?" ucap nya
"om baik dit, kamu sendiri gimana?" tanya nya kembali
"saya baik juga om, syukurlah jika om baik baik saja" ucap nya lemah lembut
"akh ya, lia, hari ini, kamu mau makan apa?" tanya nya pada lia sambil menoleh anak kesayangan nya itu
"emangnya ayah mu apa" ucap lia
"mau ayah masakin, kamu mau makan apa?" ucap nya kembali bertanya
"hmm ywdh, yang biasanya aja dech, tapi jujur, lia belum lapar sekarang yah, lia juga sedang kerjakan tugas tambahan lia, mungkin sebentar lagi selesai" ucap nya manja
"baiklah, ayah masuk dulu, mau bersih beraih, kamu tunggu di sini, nanti ayah temenin belajar nya, nanti setelah kamu selesai, baru ayah akan masakin buat kamu" ucap nya
"iya yah" ucap nya dengan penuh kelembutan
__ADS_1
bersambung...
jangan lupa tinggalkan jejaknya semua, makasih