Rahasia Dua Hati

Rahasia Dua Hati
maafkan aku ditta


__ADS_3

namun berbeda dengan hati nya, setelah meletakkan ponsel nya di atas nakas samping tempat tidur nya, ia pun berdiam diri sejenak


"alhamdulillah ya allah, terima kasih aku ucap kan, karna engkau telah menghadirkan ku di tengah keluarga yang sangat menyayangiku, aku sangat bersyukur ya allah, aku sangat bahagia terlahir di tengah keluarga sebaik ini, keluarga yang sangat mengerti aku dan menerima ku apa ada nya, keluarga yang mengenal agama, terima kasih ya allah" lirih nya dalam diam


dia tau, keluarga nya sangat menyayangi dirinya, sekalipun itu kesya sendiri yang selalu usik dan selalu membully dirinya di rumah itu, namun itu mungkin adalah bentuk dari kasih sayang nya, apalagi ayah dan kkk sulung nya itu, memperlakukan nya dengan baik, ia sangat beruntung, mempunyai orang orang yang selalu menyayangi dirinya tanpa batas,,,


sejenak, dia terus menyunggingkan senyuman manis nya itu, hingga kini, ponsel yang berada di atas nakas pun kini kembali berdering, tanda ada panggilan masuk


seketika dia tersadar oleh lamunan nya hingga ia pun meraih ponsel nya dan melihat, siapa yang menelpon nya di siang hari begini, namun dia terlihat lemas, saat melihat nama 'kha radit' terpampang jelas di layar ponsel nya,


ia tidak segera mengangkat panggilan nya, ia diamkan begitu saja ponsel nya, hanya ia pindahkan di sisi nya saja, tepat di samping nya, ia mendiamkan nya hingga ponsel nya pun berhenti berdering


namun sesaat dia akan merebahkan tubuh nya, kini ponsel pun kembali berdering, al hasil, ia pun beralih mengangkat nya dengan paksa, tanpa tau panggilan kedua dari siapa


"ada apa lagi kha radit?" tanya nya pada seseorang di sebrang telpon


"kha radit, ini aku rangga li, kamu kenapa?" ucap rangga di sebrang sana


mendengar orang yang berbicara, ia pun terkejut seketika, melihat nama 'Dia' tertera jelas di layar ponsel nya, kini ia pun kembali bersuara


"ma-maaf ngga, aku kira, kha radit yang telpon, maaf" ucap nya


"nggk ppa, tapi kamu kenapa, kok sepertinya kesal gitu, apa radit hubungi kamu?" tanya rangga penasaran


"huuh, iya, sebelum kamu telpon aku, kha radit sempat telpon aku, tapi nggk sempet aku angkat" jawab nya cuek


"kenapa?" tanya rangga


"kenapa apanya?" tanya nya balik


"kenapa kamu nggk sempet angkat panggilan dari radit?" tanya nya lagi


"nggk ppa, nggk sempet aja ngga" ucap nya


"oh, akh yach, aku hubungin kamu cuman mau pastiin, apa kamu baik baik aja, kamu sedang apa di rumah?" tanya nya


"aku sedang rebahan aja ngga, aku mengistirahatkan kaki ku, sepertinya, ini bukan sakit biasa" ucap nya mulai terbuka


"maaf yach li, aku nggk ada di samping kamu, saat kamu terjatuh, aku kira, radit itu akan menahan mu hingga kamu tidak akan merasakan sakit?" ucap nya menyesal


"nggk ppa, ini bukan salah kamu kok ngga, makasih juga yach, bunganya cantik, aku suka?" ucap nya


"iya li, sama sama, tapi kan, kamu kan udah liat bunganya waktu di mobil?" tanya rangga merasa heran


"nggk ppa, waktu di mobil, aku nggk liat dengan jelas, waktu sampai di kamar, aki lihat lagi, ternyata benar benar cantik" ucap nya


"iya, secantik yang punya" jawab rangga di sebrang sana


"kamu bisa aja" jawab lia dengan kekehan nya


"ih bener kan apa kata aku, emang nya kamu tampan apa, kalo kamu tampan, aku juga nggk akan suka kali" tutur nya


"hha, nggk mungkin lah suka, kamu ini ada ada aja dech, makin ke sini, kamu makin ngawur tau nggk?" ujar nya


"ih bener tau, aku suka sama kamu" ucap rangga "li, aku mau ungkapin sekarang" tutur nya menjadi serius


"maaf ngga, nanti aja yach, aku-,,, aku,,," ucap nya terpotong

__ADS_1


"bercanda lia hha, kamu ini lucu yach?" ujar rangga


"aku kira serius, maaf dech" ucap lia


"iya nggk ppa" jawab rangga


"oh iya li, besok, biar aku yang jemput kamu ke sekolah yach, tapi apa kamu mau ke sekolah besok juga, kaki kamu kan sedang sakit?" tanya rangga


"hmmmm iya ngga, nggk ppa, aku ke sekolah besok, ada acara pembagian raport sama makan bersama sich katanya kalo nggk salah, tadi aku buka ada pengumuman di group sekolah juga" ucap nya


"iya, aku yang jemput kamu besok yach li, tapi aku saranin nggk perlu ikut makan bersama juga dech yach li, soal nya kamu harus banyak istirahat, biar kaki kamu kembali bisa di gerakin lagi, aku nggk mau kamu kenapa napa li?" ucap rangga yang seketika merasa khawatir


"iya insya allah ngga, aku juga bakalan bicarain ini sama keluarga aku dulu, siapa tau di ijinin" ucap nya


"kamu di mana, kamu sendiri?" tanya rangga


"aku di kamar, iya, aku sendiri, kok kamu tau?" tanya nya


"nggk ppa, aku cuman nebak aja, kenapa sendiri, yang lain nya pada kemana?" tanya rangga


"mma antar kha zahra cek kandungan ke klinik bareng kha kesya, jadi aku sendiri di rumah" ucap nya


"harus nya tadi aku nggk langsung pulang yach li, tapi harus gimana lagi" ucap rangga


"nggk ppa, bagus juga kalo kamu pulang, biar aku sendiri aja di rumah, daripada harus berdua sama yang bukan mahram, nanti bisa jadi fitnah" jawab nya


"iya juga yach, tapi kamu kesusahan sendiri nggk li, aku takut" ucap rangga


"nggk ppa, aku bisa sendiri kok, kamu tenang aja" jawab nya


"sekarang gimana keadaan kaki kamu, saran aku sebaiknya kamu pijit aja yach, biar kamu enak juga gerakin kaki kamu seperti semula, aku khawatir soal nya" ucap rangga kembali menyarankan


"ayah kamu tau?" tany rangga


"iya, ayah aku selalu ajak aku video call, jadi ayah bisa liat langsung keadaan aku gimana, kek nya ayah aku bener bener udah kenal aku banget dech, soal nya ayah juga tau, aku sedang menyembunyikan kesakitan ku di panggilan itu" jelas nya


"iya lah li, kamu ini gimana sich, emang ayah itu gitu kali, terkadang sosok ayah itu nggk bisa tunjukin rasa kasih sayang nya terhadap kita, tapi di balik itu semua, sosok seorang ayah itu tau, apa yang kita suka, apa yang tidak kita suka, tau kita sedang menyembunyikan masalah, tau kita sedang dalam bahaya kan?" tanya rangga


"iyah, ayah memang nggk pandai tunjukin kasih sayang nya seperti mma, tapi aku percaya kok, ayah sangat menyayangiku di keluarga ini" jawab nya


"aku jadi pen ketemu dech, sama ayah aku li" ucap rangga di sebrang telpon


"emang nya ayah kamu kemana ngga?" tanya nya


"ayah sama mma aku udah lama di luar negeri, ayah aku sibuk dengan pekerjaan nya yang mungkin akan lama di sana" ujar rangga


"ooh, gitu, maaf yach, aku nggk tau?" tanya nya lagi "trus kamu sendirian di rumah?" tanya nya lagi


"ciee perhatian sama aku yach?" goda rangga


"nggk kok, aku cuman tanya aja, kali aja kamu sendirian di rumah" jawab nya


"kalo aku sendirian di rumah, kamu mau temenin emang?" tanya rangga masih menggoda lia


"ish apaan si ngga, nggk lucu tau" ujar nya


"hihi, maaf, aku boleh nyatain sesuatu nggk, sama kamu?" tanya rangga lagi

__ADS_1


"apa?" tanya nya kembali


"aku kangen" ucap rangga singkat


"sama siapa?" tanya nya bingung


"sama siapa apanya?" rangga balik bertanya


"iya, kangen nya sama siapa?" tanya nya polos


"hhi, kangen nya sama yang lagi bicara di telpon sama aku saat ini" jawab rangga dengan kekehan


"khaamu apaan sich" ujar nya


"aku serius hlo li, aku kangen hlo, sama kamu, kamu kangen nggk, sama aku?" tanya rangga


"mau nya gimana?" tanya nya lagi


"maunya kamu juga kangen lah, sama aku" ucap rangga mulai serius


"kamu ada ada aja, baru aja tadi pagi ketemu, siang ini udah kangen lagi, kenapa sich, ada yang aneh dech sama kamu hari ini" ujar nya panjang lebar


"kamu ini, ywdh, aku nggk mau ganggu waktu istirahat nya kamu, kamu istirahat aja yach, jan banyakin gerak dulu, biar badan kamu juga kembali vit lagi" ucap rangga "aku tutup dulu telpon nya, assalamualaikum?" ucap rangga


"iya, waalaikum salam" jawab nya seraya mematikan sambungan telpon nya dan meletakkan nya di samping nya


seketika, dia terlihat tersenyum di atas tempat tidur nya, entah lah, author juga nggk tau apa yang dia bayangkan, hingga membuat sosok lia menjadi tersenyum seperti itu setelah telpon dengan rangga terputus


namun setelah beberapa saat ia terus tersenyum, kini ponsel nya pun kembali berdering dengan nyaring nya, mengaget kan dan menyadarkan lia dari lamunan nya, tanpa ia lihat siapa yang menghubungi nya, ia pun segera mengangkat telpon nya


"ahada apa lagi sich ngga, mau ungkapin rasa lagi sama aku, katanya kamu mau aku istirahat yang cukup, kok telpon lagi?" tanya nya sambil tersenyum lebar


"assalamualaikum ditta, ini aku, radit" jawab seseorang di panggilan sana


mendengar jawaban seseorang yang memang itu adalah radit, kini raut wajah nya pun menjadi berubah cuek


"waalaikum salam, ada apa kha radit hubungi aku?" tanya nya cuek


"apa kamu masih marah sama aku dengan kejadian tadi pagi di sekolah?" tanya radit


"menurut kha radit?" tanya nya ketus


"aku tau ditta, kamu pasti masih marah sama aku soal tadi pagi, tapi aku mohon ditta, maafkan kesalahan ku itu?" ucap radit tulus


"sudah lah kha, nggk usah bahas masalah itu lagi, aku sedang tidak mood untuk membahas nya" jawab nya


"baiklah, tapi, apa aku boleh bertanya satu hal sama kamu?" tanya radit


"hm" jawab nya hanya berdehem


"gimana hubungan kamu sama rangga?" tanya radit penasaran


"hubungan ku baik, aku mulai bisa menerima nya dengan baik juga" jawab nya ketus


**bersambung,,,


alhamdulillah, bisa SU lagi semua, jan lupa tinggalkan jejak nya yach semua, maaf, jika author jarang SU juga akhir akhir ini, karna bakalan ada acara di desa nya author, mohon pengertian nya semua, jangan lupa penuhin juga kolom komentar nya yach, karna author suka baca komentar semuanya, salam hangat dari author, sampai jumpa di chap selanjut nya,,,

__ADS_1


rabu, 27 oktober 2021**


__ADS_2