Rahasia Dua Hati

Rahasia Dua Hati
kotak ini?


__ADS_3

siang ini, begitu banyak orang yang menghadiri pemakaman Lia, tempat peristirahatan terakhir nya, tamu yang menyalami keluarga nya seperti tidak ada habis habisnya, sama banyak nya dengan bulir bulir air mata yang membasahi pusaran nya,


"tidak usah kamu sesali lagi, insya Allah dia sudah tenang di alam sana, sekarang, dia hanya membutuhkan do'a do'a terbaik kita semua, do'a kanlah untuk kebaikan nya,


selama pemakaman berlangsung, Radit selalu berdiri di bawah pohon yang tidak jauh dari lokasi pemakaman nya, salah dia ingin selalu ada untuk sosok yang sangat dikaguminya itu, bisa menjaganya meski untuk saat ini adalah saat terakhir baginya untuk bisa bertemu dengannya, Radit sendiri memang banyak menyaksikan pilu dari keluarga Lia bahkan dia sendiri sedih, dia hancur, dia sangat kehilangan sosoknya, tetapi dia sadar dia tidak ingin terlihat lemah bagi keluarga yang melihat kesedihannya,,,


dia tidak menangis tersedu-sedu, tidak menjerit memanggil namanya, hanya air matanya yang berlinang-linang, dan mulutnya yang terkatup sedich,


Zahra lah yang justru tak dapat menguasai kesedihannya, berkali-kali pingsan di tepi liang lahat, setiap kali ciuman kakak kembali menangis sambil memanggil-manggil nama adik kesayangannya, mungkin karena faktor kehamilannya dan juga hormon yang ditimbulkan dari rahim tersendiri,,,


kenapa kami harus menyaksikan semua ini, kisah ayah penuh pilu, kenapa bukan kamu yang pergi duluan? layak jika pohon yang tua layu dan gugur ke bumi, tapi mengapa justru tanaman yang muda yang harus tumbang lebih dulu?


...***...


entah sudah berapa jam Zahra tepekur di dalam kamarnya, tidak ada siapa-siapa di sana, dia duduk di lantai, seorang diri,


akh, benarkah dia seorang diri? benarkah pemilik kamar ini sudah tidak berada di kamarnya lagi? kamar ini sangat bersih, rapi, alangkah berbeda dengan kamarnya yang biasa, namun sekarang serasa sepi,,


tetapi itulah kamar Lia yang dikenalnya, kamar yang selalu memang terlihat rapi dan bersih, kamar yang selalu menjadi tempat ternyaman bagi seseorang yang ingin mempunyai ketenangan tersendiri,


kkk merindukan barang-barang dia yang selalu berantakan di meja belajar buku harian, kamera, novel, buku pelajaran, rasanya kakak sangat merindukan semuanya


tatapan kak Zahra melayang ke seluruh kamar, tempat tidur, meja belajar, lemari buku, televisi, pena, dan pensil,

__ADS_1


apa yang paling membangkitkan kesedihan jika kehilangan seseorang? benda yang paling disayanginya? yang paling sering berada di dekatnya? yang selalu mengingatkan padanya?


tatapan ke Zahra terpaku kepada pena yang kini tergolong diam di atas meja belajar, pena itu menjadi fosil di sana karena tidak ada lagi yang mengayunkannya di atas lembaran kertas putih itu,,,


kak Zahra merasa sangat rindu sekali melihat adiknya mengayunkan pena itu di atas lembaran kertas, rindu melihatnya mengayunkan sebatang pensil untuk menghasilkan gambaran yang pastinya sangat indah,


kapan dia bisa melihat wajah itu lagi? kapan dia bisa menikmati susu dan sepiring buah apel hasil dari kupasan tangannya lagi? senyuman tipis dan ramah nya di rumah ini!!!


kapan dia bisa melihat sang adik menulis catatan harian lagi? mengayunkan pena di atas lembaran kertas putih hingga menghasilkan banyak kata-kata yang indah? kakak serasa masih mendengar serak dan jeritan gadis lugu yang histeris melihat aksi pertemuan pertama keduanya,


tak sadar kakak bangkit pena milik Lia, mengayunkannya di atas selembar kertas putih hingga menjadi tulisan yang sederhana, tidak ada yang bisa kakak lakukan lebih melainkan hanya berharap kedatangan yang tiba-tiba merebut penanya secara lembut dan mengomelinya seperti biasa seperti dulu, dulu dan dulu...


berlainan dengan keadaan kak Zahra yang tidak hentinya mengeluh diri di kamarnya, kini kak Kesya hanya bisa terduduk lemah, di kursi meja makan, biasanya jam segini ia selalu menikmati cemilan buatan adik kesayangannya, entahlah, rasanya semua begitu cepat berlalu, kak kesya sendiri hanya terdiam dengan menghadapi beberapa kotak yang awalnya akan dijadikan hadiah


untuk sejenak, kak Kesya menyapukan pandangannya ke seluruh penjuru ruang makan ini, sekelibat bayangannya yang membawa nampan yang tersedia berbagai cemilan di atasnya dengan senyuman manisnya itu menghampirinya dan hilang begitu saja, mengapa semua menyakitkan ini pikirnya


...***...


hari-hari berlalu jangan lupakan kesedihan sahabat-sahabatnya yang pernah berjuang bersama dengannya untuk mencapai kesuksesan, hari ini adalah hari Ahad di mana semua orang dapat berkumpul ria di dalam kediaman Aliansyah ini, semuanya terlihat termenung dengan pikiran masing-masing juga dengan kepala yang masing-masing ditundukkan, hingga satu ketukan pintu membuyar kan semua lamunan orang yang tengah berada di dalam


"Assalamualaikum?" ucap gadis yang berperawakan tinggi dan berkulit putih sambil tersenyum ramah


"waalaikumsalam warahmatullah, maaf, cari siapa yach?" jawab Mama yang membukakan pintu utama

__ADS_1


"akh, sebelumnya perkenalkan saya Mila, Karmila Andini tante, dokter bedah spesialis organ dalam" siapa gadis ini yang memang memakai jas putih yang mungkin adalah dokter dengan ramah


"silakan masuk?" ajak mama yang seraya membuka pintu utama dengan lebar, agar dokter Mila bisa masuk


"silakan duduk dok?" ajak mama dengan ramah, meski hatinya sedang kacau namun mama tidak berlarut-larut dalam kesedihan yang menimpa nya


"Maaf semua, mungkin semuanya bingung dengan kehadiran saya di sini, sebelumnya perkenalkan nama saya Karmila Andini dokter bedah spesialis organ dalam, lebih tepatnya, dokter yang menangani penyakit yang pernah diidap oleh almarhumah Putri ke tiga di sini, Ditta Alya Aliansyah, putri dari Om Bramantyo anugrah Aldiansyah" tutur dokter tersebut panjang lebar


mendengar pengaturan sang dokter di hadapannya kini berhasil membuat semua anggota keluarga Aldiansyah ini benar benar terkejut, pasalnya mereka yang tidak pernah mengetahui apapun mengenai salah satu anggota keluarga mereka kini telah pergi


"mmaaf, mk-mksd dari penuturan dokter Mila ini apa yach, bisa diperjelas?" tanya ayah yang memang sudah sangat penasaran


dengan mengulas senyuman tipis nya, dokter Mila pun menjawab "ada beberapa hal penting yang mungkin belum keluarga ketahui perihal almarhumah" jawab dokter Mila dengan ramah


"apa itu dok?" tanya ayah yang mengerutkan keningnya tanda heran dan belum mengetahuinya


"begini Om Aldi, di sini, saya tidak bisa menjelaskan semuanya secara langsung, tapi mungkin,,," ucapan dokter Mila terhenti sebentar, ia terlihat mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya, dan,, "semua yang ada di dalam kotak ini akan menjawab semuanya, semua pertanyaan dari keluarga" lanjut dokter Mila, saya mengeluarkan sebuah kotak dengan ukuran sedang


keluarga tertegun, melihat sebuah kotak berukuran sedang di atas meja ini


_**Ketika Gus Jatuh Cinta_


jangan lupa untuk tinggalkan jejak semua

__ADS_1


Rabu, 6 Juli 2022**


__ADS_2