
setelah lia menutup telpon dari yani, lia pun bergegas menuju pintu masuk utama butik, dan mendapati kesya dan sang ibu sedang mencoba gaun couple nya
"lia, sekarang giliran kamu yang coba gaun kamu na?" tutur ibu nya dengan lembut
"baik ma" jawabnya, dan, tanpa menunggu waktu yang lama, lia pun masuk ke dalam ruang ganti dan langsung mencoba gaun tersebut, dengan mengenakan pakaian lengkap nya dengan kerudung syar'i, dan niqab nya, dan lia pun keluar dari ruang ganti.
"masya allah,,, kamu terlihat anggun jika di pandang sayang, kamu terlihat cantik dengan menggunakan pakaian seperti ini?" puji sang ibu, yang melihat, anaknya dengan berpenampilan seperti sang bidadari
"mma bisa aja?" tutur lia
ponsel lia pun berdering, tanda ada pesan masuk
^^^aryani al viani^^^
^^^"kak lia, kita udah di depan butik nich k*a***k, kak lia keluar yach, aku sama sefti tunggu di depan?" ucapnya^^^
Me
"iya yan, aku keluar, tunggu sebentar aku mau pamit dulu yach, ma tante dan kak kesya?" jawab nya
dan akhirnya lia pun pamit untuk berangkat sesuai janji nya kepada sang ibu dan kkk
"ma, kak key, lia duluan yach, yani udah kabarin lia, katanya mereka sudah sampai di sini buat jemput aku?" tuturnya
"iya nak, kamu duluan aja, nanti mma sama kkk kamu pulang duluan nggk ppa kan?" tanya nya dengan lembut
"nggk ppa ma, mma juga nggk ppa kan, aku tinggal?" tanya nya sedikit khawatir
"iya li, nggk ppa kok, kamu duluan aja, biar mma sama kkk aja!" ucap kkk nya
"iya kak, aku titip mma yach, jan kkk sakitin, awas hlo?" tutur nya
"iya adek ku yang cerewet, udah gih sana, kalo mau berangkat ya berangkat aja kali!" ujar nya
"dih, gitu amat ma adek sendiri, ywdh dech, kalo gitu, lia pamit dulu yach ma, kkk, assalamualaikum?" tuturnya
"waalaikum salam warahmatullah" bersamaan
"hati hati sayang?" tutur sang ibu
"iya ma" jawabnya, sambil bergegas pergi dari butik dan menghampiri yani dan sefti di parkiran
setelah sampai di parkiran, lia pun langsung masuk mobil aryani, yang sedari tadi telah menunggu nya
"maaf yach, nunggu nya pasti lama yach?" tanya nya kepada kedua sahabatnya itu, setelah duduk di kursi belakang
"nggk kok kak, nggk terlalu lama, lagian, kita yang harus nya minta maaf, udah ganggu acara nya kak lia, kalo bukan karna si burung pipit ini, aku juga nggk bakalan repot repot minta anterin kak lia!" sambil menoleh sefti, yang duduk di sebelah nya
"ih, aku kan mau kita selalu solid bareng sahabat terus, nggk ada salahnya juga kan?" jawabnya sewot
"udah lah, nggk ppa juga kali, kalian nggk buat aku repot kok, aku juga mau ke toko buku, mau beli klip sama catatan tempel" tuturnya lembut
"makasih yach kak lia, kak lia emang sahabat terbaik ku, nggk pernah marah kek si burung beo ini?" melirik yani sinis
"udah ih, kalian kok malah ribut sich, jadi nggk ke toko buku nya, kalo nggk jadi, aku pulang aja sendiri?" ujarnya
"eh eh jadi lah kak, masa nggk jadi sich, ywdh, kita berangkat sekarang, pak, berangkat yach, ke toko buku al hikmah?" ucap nya sambil menjalankan mobil nya menuju toko buku
"baik non" jawab sopir yani
di dalam perjalanan, yani dan sefti mengajak lia untuk makan malam bersama di sebuah resto
"kak lia, gimana kalo malam ini, kita makan di resto?" ajak yani
"duh yan, kek nya nggk bisa dech kalo itu, kamu tau kan, paman kamu gimana sama aku?" jawabnya
"kak lia, sebenarnya, apa yang di bilang yani itu bener juga sich, udah lama juga kan, kita nggk ngumpul, sekarang, kak lia juga pasti sedikit sibuk, karna kak lia baru masuk SMP?" sambung sefti
***
sesampainya mereka di toko buku,,,
ponsel lia pun berdering
"assalamualaikum?" tuturnya
"waalaikum salam, apa kamu sudah sampai di tempat tujuan nak?" tanya seseorang di sebrang sana yang tak lain adalah mma nya lia
"iya ma, lia sama sahabat lia sudah sampai, ada apa ma?" tanya nya dengan lemah lembut
"ayah cariin kamu nak, saat mma sama kkk kamu sampai rumah, ayah tanyain kamu, katanya, ada hal penting yang harus ayah bicarakan sama kamu nak!" jelas nya
"oh, baiklah ma, nanti lia akan segera pulang, tapi kek nya, lia akan shalat ashar di masjid pinggir jalan sama sahabat lia ma, sefti sama yani juga ajak lia makan malam di luar, lia nggk tau ma, apa mma ijinin lia buat makan malam di luar bersama mereka?" tuturnya lembut
"iya nak, lakukan lah sesuka hatimu, selama kamu melakukan hal yang baik, dan tidak ada hubungan bersama yang bukan mahram mu, mma ijinin kamu sayang, mma juga akan coba bicara sama ayah kamu, ywdh, kamu hati hati yach li, kalo ada apa apa, cepat hubungi mma!" pinta nya
"iya ma, makasih, lia tutup dulu telpon nya ma, assalamualaikum?" tuturnya lembut
"iya sayang, sama sama, waalaikum salam" jawabnya
tanpa lia sadari, lia menabrak seseorang, yang tengah berjalan terburu buru
"bruk" buku buku lia pun terjatuh ke lantai
"maaf maaf, saya tidak sengaja" ucap seseorang itu, sambil membantu lia, memunguti barang yang jatuh
"ya, tidak masalah, saya juga minta maaf, karna saya berjalan dengan menerima telpon" tuturnya kemudian, sambil menundukkan pandangan
"ah iya, kenalin, saya rangga gemilang, dan kamu?" ucapnya, sambil mengulurkan tangan nya
"maaf, bukan mahram, saya lia" ucapnya, sambil menyatukan kedua tangan di dadanya
__ADS_1
"akh ya" ucap rangga "lia, apa boleh, saya meminta nomor ponsel mu?" tanya nya kemudian
"maaf rangga, bukan nya saya enggan, tapi saya tidak biasa menyimpan kontak yang seseorang, yang belum saya kenali, saya permisi?" ucapnya halus, dan segera pergi meninggalkan rangga
karna rangga melihat lia datang dengan teman nya yaitu yani, yang tak lain, kini yani juga berteman baik dengan rangga, maka dia langsung meminta nomor ponsel lia kepada yani
"yani?" sapa nya sambil menghampiri yani yang sedang duduk sambil membaca buku sendiri karna lia mengantar sefti ke toilet
"eh, rangga, kamu ada di sini juga?" tanya nya
"iya, tadi abis antar mma dari pasar" jawabnya
"oh, begitu" ujar yani
"yan, itu yang tadi yang sama kamu siapa sich?" tanya nya penasaran
"yang tadi yang mana rangga?" tanya nya balik
"itu hlo, yang pakai cadar itu, temen kamu atau bukan sich?" jelas nya
"ooh, yang itu, itu kak lia, kkk kelas aku ngga, kenapa?" tanya nya penasaran
"dia kelas berapa yan?" tanya nya
"baru masuk SMP, emang nya kenapa sich, kok tiba tiba tanya dia?" tanya nya kembali
"yan, boleh dong, aku minta nomor ponsel nya?" ucapnya serius
"nggk rangga, itu nggk mungkin, itu nggk bisa!" ucapnya langsung
"kenapa nggk bisa yan?" ucapnya sedikit kecewa
"rangga, dia itu terlahir dari keluarga yang sangat mengenal agama, ayah nya adalah paman aku, dan aku tau betul, paman aku itu sangat tau dengan isi ponsel nya, dia nggk pernah simpan kontak sembarang orang kecuali keluarga nya sendiri rangga, apa kamu gila yach?" ketus nya
"tapi yan, plis, kali ini aja, bantuin aku, aku sangat ingin dekat dengan nya yan, aku sangat menginginkan kedekatan ku dengan nya, aku mohon, bantuin aku yan?" ucap nya merayu yani
"udah lah ngga, aku takut aku yang di salah in karna ini, aku nggk mau hubunganku dan dia hancur hanya karna kamu rangga!" ucapnya
"ooh, ayolah yan, aku janji kok, setelah ini, aku nggk bakalan lagi gangguin kamu yan, tapi ku mohon, kasih ku kesempatan buat deket langsung sama dia?" ucapnya
"huuh, ywdh dech, karna kamu paksa aku, aku akan kasih, tapi, jan salah in aku, jika suatu saat nanti, nomormu di blok sama dia, atau bahkan terjadi sesuatu sama kamu!" ujar yani sambil menyerahkan kertas yang bertuliskan nomor ponsel lia
"makasih yani, kamu emang sahabat aku yang paling baik, aku janji, aku nggk bakalan gangguin kamu lagi setelah ini" ucapnya sambil tersenyum bahagia menunjukkan gigi putih nya
setelah semuanya sudah menemukan barang kebutuhan masing masing, lia dan sahabat nya pun langsung bergegas masuk kembali ke dalam mobil, dengan tujuan, resto atau caffe terdekat
saat di dalam perjalanan, tiba tiba ponsel lia pun berdering dengan di sertai getaran, tanda ada telpon masuk, dan lia pun segera mengangkatnya setelah melihat, siapa yang menelpon
"assalamualaikum?" ucap lia pada seseorang di sebrang sana yang tak lain adalah ayah nya
"waalaikum salam li, kamu di mana?" tanya sang ayah
"emm, itu yah, lia sedang di jalan, sehabis di toko buku, lia juga udah minta ijin sama mma, sepulang dari toko buku, lia sama yani dan sefti mau mampir ke caffe bentar yah, ada apa?" tanya nya
"kenapa yah, tadi, mma udah ijinin lia kok?" tanya nya penasaran
"pokoknya ayah nggk ijinin kamu li, itu mma ijinin kamu, tapi bukan berarti, ayah bisa ijinin kamu juga, lagi pula, ada hal penting yang harus ayah bicarakan sama kamu!" ucapnya dengan nada perintah, tapi dengan penuh kelembutan
"tapi yah, lia udah niat mau ke sana sama mereka, lia nggk enak juga batalin niat lia ini?" jawabnya dengan nada sedih
"ayah tau li, tapi mengerti lah, ini semua demi kebaikan kamu juga, ayah harap, kamu mengerti dan segera pulang, karna ini, sudah malam, ayah nggk akan makan malam tanpa kehadiran kamu li!" tuturnya, sambil mematikan sambungan telponnya, karna dari suaranya terdengar sangat marah
lia pun meletakkan ponselnya kembali ke dalam tasnya
"yani, sefti, kek nya, aku nggk bisa ikut kalian ke caffe, ayah ku terdengar sangat marah, kalian tau kan, aku sangat menyayangi ayah ku, hingga aku nggk bisa hadapin kemarahan ayah ku?" ucapnya sedih
"iya kak, aku juga denger sendiri kok, kek nya, paman memang sangat menyayangi kak lia, hingga paman nggk bisa main ijinin kak lia pergi dari pandangan paman, ywdh, kita langsung pulang aja yach, pak amir, kita langsung pulang aja, nggk jadi ke caffe?" tutur yani dengan lembut
"ta-tapi kan, kalian mau mampir ke caffe, kalian juga belum makan malam sama sekali, kalian pergi aja yach, biar aku turun di sini?" ucap lia, merasa bersalah
"nggk ppa kak lia, kami nggk masalah kok, mungkin lain kali aja, atau jika kak lia ada waktu aja, kita pergi?" ucap yani lagi
"iya kak, kita nggk masalah kok, lagian, aku sama yani, nggk bakalan bisa makan tanpa kak lia," timpal sefti
"maaf ya yan, sefti, gara gara aku, rencana kalian jadi gagal, harus nya yakini ayah, buat ijinin aku pergi sama kalian, aku heran dech, kenapa sich, ayah nggk mau ijinin aku pergi, lagian nggk ada non mahram juga di antara kita," tuturnya
"udah kak lia, jan ngerasa bersalah gitu, aku tau dan aku ngerti, kekhawatiran paman aldi gimana, paman aldi sangat menyayangi mu kak lia, paman ingin, anak nya terjaga, dari pandangan yang bisa ngundang syahwat?" tutur yani
"kok kamu bisa ngomong kek gitu sich, sama kak lia, kamu tau dari mana kata syahwat, sedangkan kita ini masih duduk di sekolah dasar hlo yan?" tanya sefti keheranan
"biasa lah, aku dapet dari TVM, tiap hari aku tonton di you tube, tanpa ada niatan buat berenti hhe?" jawab yani sambil cekikikan
"kamu itu yach, nggk ada habisnya nonton TVM, padahal kan, itu tontonan yang menunjukkan masalah orang dewasa!" ujar sefti
"kamu sendiri ngapain, suka nonton drakor, itu kan tontonan orang dewasa juga?" tanya nya balik
"iish yani, kenapa sich, kamu selalu berfikiran buruk tentang drakor, lagian kan, aku juga pilih pilih kali, nggk asal nonton gitu, lagian kan, aku sering nya, nonton drakor yang berbau fantasi gitu, atau bahkan, yang sering muncul di komik,!" ucap nya ketus
"oh gitu, ywdh!" ucapnya singkat, dengan wajah dingin nya
"kamu sendiri kenapa, suka nonton TVM, yang nunjukin masalah remaja itu?" tanya nya lagi
"hus, jan asal ngomong kamu, aku juga pilih pilih kali, aku tonton TVM, karna ada pelajaran nya, yang harus aku contoh, contoh nya bersabar dalam menghadapi masalah, aku juga lagi pelajari itu sekarang!" jelas nya
"udah udah, kalian tuh yach, nggk kenal tempat dan waktu, kalo ketemu, ribut aja!" tutur lia mengingatkan
"ywdh kak, maaf, lagian nich burung beo, nggk berenti bicara aja dari tadi?" sambil melirik teman nya itu
...----------------...
setelah mereka sampai di rumah lia, lia pun masuk ke dalam rumah nya sambil mengucapkan salam
__ADS_1
"assalamualaikum?" ucap lia, sambil membuka pintu rumah utama
"waalaikum salam" jawab ayah lia, yang kini, sudah berada di ruang makan menunggu kedatangan lia
lia pun mencium tangan ayah nya dengan lembut
"mma, sama kak key mana yah, kok nggk keliatan?" tanya lia, sambil celingak celinguk, mencari kehadiran mma dan kkk nya itu
"mereka ke rumah tante ami lia, tadi tante ami telpon, kek nya juga mendadak banget!" ucapnya dingin
"bentar yah, lia siap siap dulu, ayah makan saja dulu, lia juga ke kamar dulu, mau ganti baju?" tuturnya, tuturnya lembut
"iya" jawabnya dingin
***
setelah lia selesai, kini, lia pun menghampiri ayah di ruang makan, dan duduk berhadapan dengan ayah, dan mereka pun memulai makannya dengan suasana keheningan
hanya dentingan sendok dan garpu saja yang terdengar
setelah mereka selesai makan
"lia, ayah udah bilang kan, sama kamu, ada hal penting yang harus ayah bicarakan?" tuturnya memulai percakapan
"iya yah, ada apa?" jawabnya sambil menuangkan air
"li, ayah tau, kamu pasti merasa terkekang dengan perlakuan ayah sama kamu selama ini, tapi, sekarang, kamu udah dewasa lia, kamu udah masuk SMP, itu artinya, kamu sudah memasuki masa remaja, ayah nggk mau, ada yang menyakitimu, hanya karna kecerobohan ayah!" ucapnya penuh kelembutan
"iya yah, lia ngerti kekhawatiran ayah, lia juga nggk merasa terkekang yah, karna ayah mengijinkan lia beraktivitas bersama teman lia baik di sekolah, maupun di luar sekolah" jawabnya tidak kalah lembut
"iya li, tapi kamu tetap jaga amanah dari ayah kan, untuk memakai niqab serta manset, dan terutama, tundukkan pandanganmu, jika kamu berpapasan dengan orang yang bukan mahram mu?" tanya nya
"iya yah, lia selalu menjaga pandangan lia, dari yang bukan mahram lia, sekali pun orang itu adalah teman kelas lia sendiri, lia selalu pakai manset dan niqab, pemberian dari ayah sebagai hadiah ulang tahun lia," jawabnya jujur
"bagus lah lia, jika kamu memang menjaga amanah dari ayah, jan hancurkan kepercayaan ayah sama kamu ya li?" ucapnya, sambil mencium puncak kepala lia
"iya yah, bagi lia, keinginan ayah itu perintah, jadi, lia akan berusaha agar menjadi anak yang berbakti pada orang tua lia dan keluarga lia" tuturnya
"iya li, li, ini sudah larut, kamu masuk kamar gih, jan lupa belajar, udah itu langsung tidur, bir besok nggk kesiangan berangkat sekolah!" perintahnya
"baik yah, lia ke kamar dulu yach yah?" ucapnya sambil bergegas pergi ke kamar nya
***
setelah lia sampai di kamar, siapa sangka, ponselnya berdering, saat lia sedang fokus fokus nya belajar, mengerjakan tugas sekolah
"nomor tak di kenal, siapa yach, akh udah lah, aku abaikan saja" ucapnya
tapi dalam waktu beberapa menit saja, ponsel itu pun kembali berdering, dan kembali mengganggu ke fokus an lia dalam belajar
"iish, siapa sich, malam malam gini yang nelpon, nggk tau apa orang lagi fokus belajar dan menghafal!" ujar nya sedikit kesal
kini, dengan kekesalan, lia pun mengangkat telfon dari seseorang tersebut, yang sudah beberapa kali ia abaikan
"assalamualaikum" dengan nada ketus
"waalaikum salam" jawab penelpon, yang tak lain adalah rangga
"maaf, ini siapa yach, yang sudah mengusik ketenangan saya dalam belajar?" ucapnya sedikit jutek
"maaf ya li, ini aku, rangga!" tuturnya
"rangga yang mana yach, apa saya mengenal anda, dan, dari mana anda tau nama saya?" tanya nya dingin
"aku rangga yang tadi ketemu sama kamu di toko buku al hikmah, maaf yach, tadi aku nggk sengaja udah tabrak kamu?" tanya nya
"ya, saya maaf kan!" ucapnya
"kamu lagi ngapain li?" tanya nya
"aku sedang belajar, dan, dari mana anda mendapatkan nomor ponsel saya?" tanya nya jutek
"kamu nggk penting tanya itu li, yang penting itu, kamu tanya, aku udah punya pacar, atau belum!" goda nya
"ih kepedean banget sich!" ucapnya, sambil mematikan sambungan
setelah sambungan terputus, nomor itu pun kembali menghubungi lia beberapa kali, tapi yang mempunyai ponsel, hanya meliriknya saja, tanpa ada niatan buat angkat telfon dari orang yang sama
beberapa menit kemudian, ponsel lia berhenti berdering, dan hanya berdering dengan nada yang berbeda, tanda ada pesan masuk, lia pun melihat isi pesan nya
^^^^^^"lia, simpan nomor aku yach, kamu semangat belajarnya, jan tidur kemaleman yach lia, dari orang, yang selalu merindukan mu, rangga gemilang"^^^^^^
pesan dari rangga, namun hanya lia diamkan saja dan
"jangan harap aku bisa menyimpan nomormu!" ucapnya, dan langsung memblokir nomor rangga di ponselnya
setelah itu, lia pun bergegas naik ke atas ranjang, dan merebahkan tubuh nya di sana "huh, lelah nya hari ini" tuturnya kemudian
**TBC...
......pesan time......
...pesan buat lia...
...pesan buat rangga...
...pesan buat sang ayah...
...dan pesan, untuk diri sendiri...
...jawab di komen yach guys?...
__ADS_1
...sampai jumpa di episode selanjutnya**......