Rahasia Dua Hati

Rahasia Dua Hati
suka atau tidak


__ADS_3

kini lia tengah duduk di atas tempat tidurnya, bersiap untuk tidur, namun ia kembali teringat dengan sebagian kejadian di mall beberapa jam yang lalu, ia pun kembali memeriksa hadiah yang akan ia berikan pada radit selaku sahabat nya itu, ia memegang kedua kotak yang telah ia siapkan, sambil berkata


"apakah kha radit akan menyukai hadiah nya?" ucap nya seraya memandangi tasbih dan manhaz tersebut


"bagaimana jika kha radit tidak menyukainya, meski jawaban kha adil dan ayah memang terkesan menenangkan ku, tapi tidak bisa di pungkiri, aku masih takut, kha radit tidak akan menyukai hadiah nya" tutur nya kepada diri sendiri


"kenapa rasanya begitu gugup, saat aku hendak memilihkan dua benda ini tadi, bahkan mbak di sana juga melihat nyata kegugupan ku, padahal, aku hanya memilihnya saja" ujar nya


"jujur, aku memang mengagumi nya, tapi aku harus pertahan kan persahabatan ku dengan nya, aku juga harus menjaga amanah dari mma sama ayah, untuk tidak pacaran terlebih dahulu, namun kenapa rasanya berbeda, saat aku bersama rangga dan saat aku bersama kha radit?" gumam nya


"tidak lia, tidak, kamu tidak boleh jatuh cinta terlebih dahulu kepadanya, kamu harus mengingat, saat ini, kamu adalah seorang pelajar, maka kewajibanmu juga belajar" ujarnya berusaha membuang perasaan nya


"sudah lah, kenapa juga aku harus bandingkan kha radit dengan rangga, aneh banget" ujarnya di akhir kalimat nya, sebelum ia benar benar tertidur pulas, saat sudah membereskan hadiah nya kembali ke tempat nya semula


tok tok tok "lia, apa kamu sudah tertidur?" tanya sang mma mengetuk pintu kamar lia dari luar


lia sedikit terkejut, dengan panggilan mma nya itu, karna tiba tiba


"iya ma, lia belum tertidur kok" ucap nya sambil membuka pintu untuk sang mma


"lia, mma mau bicara sesuatu sama kamu" ucap mma seraya mengajak anak nya duduk di tepi tempat tidur


"ada apa ma?" tanya nya


"ini untuk mu" ucap mma seraya menyerahkan sebuah kotak


"apa ini ma?" tanya lia


"buka aja, mma membelinya dari mall tadi, mma nggk sempat kasih tau kamu, tapi mma tau, ukuran baju yang biasa kamu kenakan" tutur nya


"ini untuk lia ma, tapi, ini terlalu mahal bagi lia, ini berlebihan ma" ucap nya yang melihat bandrol harga yang masih tergantung di bagian leher baju nya


"nggk ppa sayang, nggk ada yang berlebihan di sini, mma sengaja, mau beliin kamu baju syar'i seperti ini dari waktu yang lama, kenakan lah sesuka hatimu nak" ucap mma


"iya ma, tapi ini terlalu berlebihan buat aku" ujar nya


"hhhh, kamu ini nggk berubah yach, uang mma masih cukup untuk beli 10 baju seharga segitu, kamu udah bisa nabung juga masih saja tidak suka foya foya, atau menghambur hambur kan uang" ujar nya "udah, kamu terima aja, nanti mma sakit hati hlo, kalo kamu nggk terima pemberian mma ini?" ujar sang mma selanjut nya


"ya-ywdh dech ma, aku terima, makasih yach ma?" ucap nya pada akhir nya


"iya sayang, apa mma boleh tanya sesuatu sama kamu nak?" tanya sang mma pada inti nya

__ADS_1


"boleh ma, tanya aja" jawab nya


"hubungan kamu sama rangga gimana li?" tanya sang mma yang sudah penasaran


"mksd mma?" tanya nya dengan kening mengkerut


"iya, hubungan kalian baik baik saja kan, nggk ada masalah?" tanya nya lagi


"nggk ma, alhamdulillah, aku sama rangga nggk ada masalah, inget yach ma, aku sama rangga, belum tentu menjadi pacaran, kan mma dan ayah sendiri yang amanahin aku untuk tidak pacaran terlebih dahulu" ujar nya


"iya sayang, mma inget kok, mma juga tau, sekaramg kalian masih temenan kan, ywdh, mma ke kamar dulu yach, kamu juga harus cepat tidur, besok masih ada ujian lagi kan?" tanya sang mma seraya melangkah keluar kamar lia


"iya ma" jawab nya


kini, malam ini liapun tertidur dengan pulas dan terlelap, sedikit merasakan capek pada badan nya


***


dini hari, dia terbangun dari tidur nya, pada pukul 03:00, kini dia pun segera mandi dan bersiap melaksanakan shalat di sepertiga malam nya,,,


kini lia pun tengah membaca do'a shalat sepertiga malam, hingga ia memohon ampun, kepada sang pemilik hati


'ya allah, ampunilah hambamu ini ya allah, hamba tau, ini semua tidak mungkin bagi hamba, apalagi di usia hamba yang terbilang cukup muda, tapi, entah kenapa ya allah, rasa itu melintas di dalam hati hamba secara tiba tiba, bahkan tanpa sepengetahuan hamba sendiri, ampunilah hamba ya allah, bukan mksd hamba ingin mencintai nya, tapi semenjak hari itu, pikiran hamba selalu di penuhi tentang dirinya, berikanlah petunjukmu ya allah' doa nya,,,


waktupun berlalu begitu cepat, hingga kini, jam telah menunjukkan pukul 06:30, kini lia dan keluarga tengah duduk di meja makan, hendak sarapan bersama


"lia, apa hadiah nya sudah siap?" tanya sang ayah seraya menyuapkan sesendok nasi ke dalam mulut nya


"alhamdulillah, sudah yah, semua sudah lia siapkan sejak tadi malam" jawab nya


"oh iya nak, tadi malam, kamu tidur jam berapa, kamu nggk suka gadang kan?" tanya sang mma khawatir


"nggk ma, mma jan khawatir, lia nggk suka begadang kok, kalo nggk salah, tadi malam, saat mma keluar dari kamar lia pun, nggk lama dari itu, lia langsung tidur" jelas nya


lia yang melihat zahra dan adil baru keluar kamar kini langsung menyapa mereka dengan senyuman nya


"pagi kha zahra, pagi kha adil" ucap nya di pagi hari ini


"pagi lia, kamu mau berangkat sekolah?" tanya zahra yang seraya duduk di kursi makan


"sayang, mma buatin susu buat kamu yach, kan kamu lagi hamil, mma juga udah kupasin buah buahan buat kamu" tanya sang mma menghampiri menantunya itu

__ADS_1


"makasih ma, tapi nggk usah repot repot, zahra bisa sendiri kok" tutur nya


"nggk repotin sama sekali kok sayang, lagi pula, ini mma yang mau kok, bukan kamu yang suruh" ucap sang mma


"ma, istri adil itu emang gitu ma, dia mandiri banget, nggk suka susahin orang lain, bahkan saat adil tanya dia ngidam apa, dia malah bilang nggk pen mau apa apa" ujar nya


"mas adil apaan si', bukan gitu juga kali mas" ucap nya sambil memandangi sang suami di samping kiri nya


"iya sich dil, mma nggk salah hlo, nikahin kalian, yang perempuan mandiri, yang laki laki nya manja" ujar sang mma


"mma apaan sich, itu kan adil manja karna dulu, sekarang beda lagi dong ma, adil juga mandiri kok sekarang, buktinya, adil udah dapat kepercayaan dari ayah buat pimpin cabang perusahaan, iya kan yah?" tanya nya menoleh pada sang ayah


"iya, udah akh, liat tuh, adek kamu udah hampir cemberut gitu, takut kesiangan dia, udah, kamu anterin adek kamu yach?" ujar sang ayah


"iya dech yah, ma, kalo gitu, adil pamit berangkat kerja dulu yach?" menyalami tangan ayah dan mma bergantian


"iya, kamu hati hati nyetir nya jan ngebut" perintah sang mma meyakinkan


"iya ma, ra, kalo gitu, mas pamit dulu yach, kamu jan kecapean, makan yang teratur, tambahin porsi makan, karna kamu sekarang nggk sendirian lagi, ada calon anak kita di dalam rahim kamu yach?" ucap nya lembut


"iya mas, aku bakalan jagain dia kok" jawab nya


"bentar, mas mau ketemu dulu sama calon anak mas" ucap nya sambil membungkuk, menyamai tinggi perut zahra


"pagi sayang, kamu lagi nagapain, ayah berangkat kerja dulu yach, kamu jan nakal di dalam sana, yang nurut sama mma nya yach" ucap nya sambil mengelus lembut perut zahra yang masih rata itu


"akh ya, key kemana ma, kok nggk keliatan dari tadi?" tanya adil pada sang mma, bermksd ingin mengantarkan kedua adik nya sekaligus


"tadi pagi hampir dini hari dia ke kamar mma, pamitan, katanya ada tugas yang mungkin bakalan buat dia sibuk hari ini, jadi dia berangkat bareng temen nya, sekaligus kerjain tugas kelompok nya" jelas sang mma


"ooh gitu yach ma, ywdh, kalo gitu, aku anter lia aja dech ke sekolah, aku pamit yach ma, semuanya, assalamualaikum" ucap nya


"ya dil, hati hati, waalaikum salam" jawab semuanya


"ma, yah, kha zahra, lia pamit berangkat sekolah dulu yach?" pamit nya sambil menyalami tangan kanan di rumah itu satu persatu


"iya sayang, akh ya, ini ujian terakhir kamu yach, kamu semangat yach, mma yakin, kamu pasti bisa kerjain soal nya dengan baik" ucap sang mma menerima salam dari sang anak


"aamiien, makasih do'a nya ma, kalo gitu, lia sama kha adil pamit dulu yach ma, yah, semuanya, assalamualaikum?" ucapnya mengulangi


"waalaikum salam" wajab semuanya serempak

__ADS_1


**bersambung,,,


alhamdulillah bisa star up lagi, lanjut part selanjutnya guys, salam hangat dari author**


__ADS_2