Rahasia Dua Hati

Rahasia Dua Hati
sama sama tertegun


__ADS_3

cuaca yang sangat cerah, kini, lia turun dari mobil milik rangga, tadinya lia hendak berangkat sendiri, tau lah, lia itu orang nya gimana, nggk enakan banget, padahal niat rangga tulus, ingin mengantarkan lia ke sekolah, tempat lia menimba ilmu, hingga kini, ia pun sampai di depan kelas


"hlo, kok yang lain nya belum pada datang, sahabat kamu yang lain nya mana li?" tanya rangga saat melihat kelas masih terlihat kosong, hanya satu atau dua orang yang terlihat


"mungkin hari ini agak bebas juga, jadi nggk terlalu pagian mereka berangkat, tadi pagi salsa kabarin aku, katanya dia bakalan sampai di sini pada pukul 07:00 nanti" jawab lia


"akh, begitu yach?" tanya rangga


"iya, kita ke kelas dulu aja yach ngga?" tanya nya


"apa tidak akan ada masalah jika aku ikut masuk ke dalam kelas mu li?" tanya rangga yang kurang yakin


"nggk ppa, lagian, di dalam juga ada orang kok, yu?" ajak nya


"baiklah" jawab rangga"lia, apa kaki kamu masih sakit?" tanya rangga dengan raut yang benar benar terlihat sangar khawatir saat sudah duduk di kursi yang lia tempati


"nggk kok ngga, sekarang udah mendingan, aku jalan aja yach, aku coba" jawab nya sambil beranjak berdiri dari duduk nya


"hati hati li, mau aku bantu, atau,,, aku pegangin nggk?" tanya rangga dengan pelan


"nggk usah ngga, makasih, aku pegang tembok aja, ini udah cukup kok, makasih" jawab nya menenangkan, dan masih berusaha untuk berdiri


"kamu yakin, kamu bisa li, aku lihat, kamu sangat merasakan sakit yang benar benar besar pada kedua kaki mu, terutama pada kaki kanan mu?" ujar rangga yang melihat lia masih dalam berusaha nya untuk berdiri


rangga pun masih melihat dan memperhatikan lia yang sedang berusaha untuk berdiri, seketika, ia mendengar ringisan yang keluar dari mulut gadis yang hadir di hadapan nya ini, namun gadis ini masih terlihat berusaha atau lebih tepat nya lagi, sedikit memaksa kan segala kemampuan nya untuk bisa tetap berdiri,,,


merasa khawatir yang berlebihan, rangga pun memilih untuk memejamkan kedua mata nya, tidak ingin melihat gadis yang di cintai nya ini tengah kesakitan di hadapan nya,,,


hal itu pun membuat lia di hadapan nya tersenyum di balik niqab nya, sekhawatir itukah teman laki laki nya, pikir nya, hingga ia pun mengeluarkan suara nya dengan senyuman sumringah nya


"alhamdulillah ngga, aku bisa berdiri dan menggerakkan kedua kaki ku lagi" tutur nya pada laki laki di hadapan nya


mendengar penuturan lia di hadapan nya, kini rangga pun mulai membuka kedua matanya yang sebelum nya ia pejamkan dengan perlahan, hingga nampak lah lia yang sepertinya sangat bahagia dengan kondisi kedua kaki nya, yang mulai bisa ia gerakan dengan bebas


"masya allah li, alhamdulillah, allah angkat kembali penyakit yang ada pada kedua kaki mu itu, syukur lah, aku senang melihat nya" ujar rangga dengan refleks menutup mulut nya dengan tangan kanan nya


"ihiya ngga, alhamdulillah, aku sangat bersyukur, allah masih memberi aku kesempatan untuk bisa berjalan dan beraktivitas dengan bebas kembali" jawab nya


"iya li, aku juga senang, akhirnya kamu bisa berjalan kembali seperti semula" jawab rangga dengan wajah yang sangat senang

__ADS_1


tidak perlu menunggu waktu yang lama, kini salsa pun masuk ke dalam kelas, menghampiri lia dan rangga yang tengah kesenangan


"assalamualaikum, kamu datang hari ini li?" tanya nya terkejut, kala melihat sahabat nya hadir di hadapan nya yang tengah berdiri tegak "waah, kamu udah bisa berdiri?" tanya nya yang sudah menghampiri lia dan melihat kondisi tubuh lia di hadapan nya


"iya sa, alhamdulillah, allah berikan aku kesembuhan hari ini" jawab lia apa adanya


"tapi kenapa?" tanya nya agak heran


"kemarin itu, ayah telpon aku siang juga, ayah tau, kalo kaki aku terkilir, mungkin ayah sangat mengkhawatirkan aku, jadi ayah suruh aku untuk pijit, dan akhir nya kaki aku di pijit, jadi alhamdulillah, sekarang agak enakan, juga mendingan sa" jelas nya panjang lebar


"akh,,, begitu yach, syukur lah li, jika kaki mu sudah sembuh, tapi kamu belum benar benar sembuh total, jadi masih harus banyak istirahat yach, pulang dari sekolah?" ujar nya memperingati


"tapi kenapa kamu masih tetap memaksakan diri kamu buat tetep ikut pembagian raport hari ini li?" tanya nya mengulangi


"nggk ppa sa, aku nggk mau wakil kan acara sepenting ini pada orang sekitar ku, ini acara yang cukup penting buatku, lagi pula, aku akan merasa bosan jika di rumah" jawab nya


"akh, baiklah, kalo gitu, ayok, acara nya di adakan di luar, tya, dan rani juga sudah menunggu dari tadi?" ajak salsa


"akh, baiklah sa, ayo ngga, barangkali kamu mau ikut menyaksikan?" jawab nya


"iya li" jawab rangga dan langsung mengikuti lia dan salsa di belakang kedua nya


kini semua siswa dan siswi berkumpul di lapangan untuk mendengar pengumuman juara umum seantero sekolah yang memiliki nilai tertinggi, di mana sekolah ini akan memberikan apresiasi kepada siswa dan siswi yang mendapatkan peringkat satu, dua dan tiga,,,


melihat lia yang sedari tadi menunjukkan raut wajah yang khawatir nya, kini rani pun mulai menghampiri nya, kemudian menepuk punggung kanan lia dari belakang, membuat lia terkejut


"astaghfirullah,,," sontak lia yang sedang gugup dan menoleh pada sosok yang mengagetkan nya


"huft, ternyata kamu ran, ada apa?" tanya nya dengan berusaha relax


"harus nya aku yang tanya sama kamu li, kamu tuh, yang kenapa, dari tadi mondar mandir kek setrikaan aja, tambah tuh muka kek gelisah banget lagi" ujar rani


"nggk ppa ran, hanya saja, aku merasa gugup, aku takut" jawab nya


"takut apa sich, santai aja kali, lagian, ini udah biasa kok, acara ini udah jadi tradiri sekolah kita, jadi kamu tenang aja yach?" ucap rani menenangkan lia


"iya ran, makasih" jawab nya


"ywdh, aku ke sana dulu, mau bareng ngk, ayok?" ajak rani pada lia

__ADS_1


"hmmmm ngk dech, makasih ran, aku di sini dulu aja, kamu duluan aja ngk ppa, insya allah, nanti aku susul ke sana" jawab nya


tidak menunggu waktu yang lama, kini kepala sekolah pun mulai mengutarakan sambutan nya pada seluruh siswa dan siswi yang hadir di lapangan sekolah, hingga saat kepala sekolah mengumumkan siapa yang akan mendapatkan juara umum itu, kini jantung lia pun semakin berdegup kencang,


"baiklah anak anak semua yang bapak banggakan, berdiri nya bapak di sini, akan membacakan kejuaraan umum tahun ini,,," tutur pak kepala sekolah dengan jeda sejenak dan


"baiklah, kita mulai dari kelas V, peraih juara umum pertama, jatuh kepada,,, zdafa raditya al hasby, dengan nilai rata rata 99, kepada zdafa raditya al hasby, di persilahkan untuk naik ke atas panggung yang telah di sediakan" tutur pak kepala sekolah dengan sumringah


mendengar penuturan pak kepala sekolah, kini radit pun tertegun seketika di tempat nya berdiri, dan mendapati mitha di samping nya dengan berkata


"ayo dit, nama kamu di panggil tuh, ayo ke atas panggung" titah mitha sambil menyenggol lengan radit di samping nya


hal itupun kini membuat radit merasa terkejut dengan lamunan yang ada di benak nya, pasalnya dia masih tidak menyangka, akan mendapat kejuara'an sekolah di tahun ini


dengan langkah sedikit gontai, kini akhirnya radit pun berusaha melangkahkan kedua kaki nya menuju panggung penyerahan piagam, tepatnya di samping pak kepala sekolah


lia yang berdiri di barisan paling belakang bersama rangga pun kini terlihat tersenyum riang di balik niqab yang ia kenakan, semua orang bertepuk tangan, lia yang tingginya tidak seberapa dan baris di bagian belakang pun kini menjinjit, untuk melihat radit yang berjalan ke depan, dan berdiri di samping pak kepala sekolah, radit pun terlihat tampan dengan penampilan yang selalu rapi,,,


"kemudian, peraih juara umum kedua, jatuh kepada,,, ditta alia aldiansyah, dengan nilai rata rata 98, kepada ditta alia aldiansyah, di persilahkan untuk naik ke atas panggung" ucap pak kepala sekolah dengan berwibawa


lia yang mendengar nama nya di sebutkan pak kepala sekolah pun kini merasa tidak percaya dengaan kemampuan dirinya di bidang pelajaran, ternyata ia menduduki peringkat kedua setelah radit yang menjuarai pertama di kejuaraan umum ini,,,


semua orang kembali bertepuk tangan, dengan teman teman sekelas nya yang tersenyum bangga ke arah nya, atas prestasi yang lia raih, namun beda hal nya dengan lia yang tertegun di tempatnya berdiri, di samping rangga,,,


rangga yang melihat hal itu pun kini mulai menyadarkan lia dari lamunan nya "kamu kenapa li, ayo maju, nama kamu di sebut, bukan kah nama kamu ditta alia aldiansyah?" ujar rangga dengan lembut pada lia di samping nya


lia pun kini tersadar dan berkata "apa ini benar benar nyata, ngga?" tanya nya


"tentu, ini sangat nyata, ayo maju, semuanya sudah menunggu?" ujar rangga kembali menyuruh lia untuk maju


"iya, aku tinggal dulu ya ngga?" tanya lia seraya berjalan


rangga yang mendengar penuturan lia kini mulai memandangi lia dengan tersenyum dan menganggukkan kepala nya, dan mengepalkan tangan kanan nya memberi semangat pada lia


**bersambung...


alhamdulillah, bisa SU lagi semua, maaf yach, author nya jarang banget SU, soal nya jadwal nya lagi padet banget hhe, ini juga baru ada waktu luang author nya langsung SU, makasih semua yang udah setia nungguin kelanjutan cerita nya author yang membosankan ini, jan lupa like, komen, and share ke teman teman dan kerabat semua nya


sampai jumpa di chap selanjutnya, salam hangat dari author

__ADS_1


sabtu, 27 november 2021


udah lama banget yach semua nya, ok, author harus crazy SU lagi, nggk akan ulangin kesalahan author dech**,,,


__ADS_2