Rahasia Hati (Mencintai Kakaku)

Rahasia Hati (Mencintai Kakaku)
Bab 27


__ADS_3

Yuni Calling...


Nina memindai pandangannya pada sang suami sebelum mengangkat.


"Siapa?" tanya Danu penasaran


"Mbak Yuni"


Sepersekian detik, ikon hijau sudah tergeser, dia menempelkan ponselnya di telinga sebelah kanan.


"Assalamu'alaikum mbak Yuni?"


"Wa'alaikumsalam, bu Nina, kenapa belum buka pesannya, saya kirim foto dari setengah jam yang lalu"


"Foto?" responnya seraya menyipitkan mata "Foto apa mbak?"


"Foto mbak Sinta, tapi saya masih belum yakin, karena sudah lama tidak bertemu dengannya"


"Foto Sinta mbak?"


"Iya bu Nina, saya kirimkan ke ibu, untuk memastikan apakah dia benar-benar Sinta, atau bukan"


"Tunggu sebentar ya mbak, aku buka dulu"


Gegas Nina membuka pesan dari Yuni, tanpa mematikan sambungan telfonnya.


Saat menatap penuh lekat, mencermati setiap inchi wajah wanita dalam layar ponselnya, seratus persen yakin bahwa wanita itu memang Sinta. Reflek Nina menjatuhkan gawainya.


Tangannya seketika gemetar, bukan karena foto Sinta yang ia lihat, namun ada tiga pria di sebelah Sinta, dua di antaranya adalah pria yang mengikutinya minggu lalu.


Pada saat foto itu di ambil, seolah Sinta tengah bicara dengan salah satu pria tersebut.


Sikap Nina membuat semua orang merasa heran.


"Ada apa dek?"


"Mas, foto yang mbak Yuni kirim" sahutnya dengan mulut bergetar menatap wajah Danu. "Ada foto pria yang mengikutiku dan Zara saat di mall"


"Apa?" Danu segera meraih ponsel di pangkuan Nina, memastikan bahwa yang di ucapkannya itu benar. Danu yang saat itu sempat melirik ke pria asing ketika menjemput Nina dan Zara pun membenarkannya


"Halo bu Nina?" sapa Yuni kemudian


"Iya mbak Yuni"


"Maaf pak Danu, saya kira bu Nina"


Belum sempat Danu menjawab, Dengan gerak cepat Nina merebut ponselnya kembali dari tangan Danu, lalu mengeraskan suaranya, dan menaruhnya di atas meja, membiarkan yang lain ikut mendengarkan.


"Mbak Yuni, kapan foto itu di ambil?"

__ADS_1


"Tadi sore, sekitar jam 4. jadi benar dia Sinta bu?"


"Benar mbak Yuni" Sahut Nina, "Dari backgroundnya, sepertinya di butik Shevano kan mbak?"


"Iya bu benar. Tadi sore, pas saya pulang dari pengajian, saya melihat mba Sinta di depan butik, lalu diam-diam saya ambil gambarnya"


"Bibi Yun, Ini aku Kennan Bi" sambarnya "Apa bibi melihat Zara di sana?"


"Zara?"


"Iya bi, Zara menghilang sejak kemarin"


"Astaghfirullah, Zara hilang?"


"Iya, kemungkinan Sinta yang menculiknya"


"Astaghfirullah" Desisnya lagi


"Mbak Yuni, bisa tolong awasi Sinta, kami akan segera ke sana" Karena tidak sabar, Rio pun ikut menimpali


"Baik pak, saya akan suruh Ageng untuk mengawasinya. Apa perlu lapor polisi?"


Rio memindai pandangan pada Kennan dan juga Danu


"Hubungi pak dhe Haidar Ken, nanti kita ajak Bagas dari sini" lirih Danu


"Mbak Yun, jangan dulu lapor polisi, kami akan segera ke Jakarta, malam ini juga"


Kennan, tengah sibuk menelfon Bagas untuk segera datang ke rumah Zara. Setelahnya, ia akan menghubungi Haidar, yang saat ini masih bertugas di Jakarta. Tanpa sepengetahuan Danu dan Rio, serta Nina dan Irma, Kennan juga menghubungi kakek Abi untuk segera datang ke rumah.


****


"Pi, papi nggak usah ikut ya" ucap Bima saat Rio hendak menuju kamar untuk bersiap "Biar Bima yang temenin mas Ken, papi temenin mami saja di rumah"


"Bagaimana dengan sekolahmu?"


"Cuma berapa hari doang enggak masuk pi, nggak apa-apa"


"Kamu yakin?"


"Iya pi, lagian papi nanti malah cape, Jakarta jauh dari sini pi, mending di rumah tunggu kabar dari kami"


"Aku rasa Bima benar Ri, kita sudah tidak lagi muda, kita serahkan pada Bima dan juga Kennan"


"Ya sudah, papi nggak ikut, tolongin mbak Zara ya Bim" ucap Rio yang di anggukan kepala oleh Bima.


"Insya Allah pi, papi do'ain terus pokoknya"


"Pi" Panggil Kennan ragu

__ADS_1


"Ada apa Ken?"


"Sebelum ke Jakarta, Ken pengin nikahin Zara dulu pi"


"Ken?" panggil Danu namun tak di respon olehnya


"Ken cinta sama Zara yah, pi"


Ucapan Kennan barusan membuat Rio dan juga Irma terkejut "Kamu mau nikahin Zara?" tanya Rio dengan tatapan penuh intimidasi


Kennan mengangguk "Mana mungkin Ken, Zara sedang tidak ada, Papi juga tidak tahu apa Zara setuju atau tidak"


"Pi, Kennan mohon, Ken sudah cinta dan sayang Zara sejak kecil, Ken mau tetap terus bersama Zara selamanya"


"Bagaimana bisa menikah tanpa mempelai wanita, ngaco kamu Ken" Danu menyela sambil menggelengkan kepala.


"Bisa" sahut Kennan cepat, membuat semuanya mengalihkan pandangan pada Kennan termasuk Nina dan Irma.


"Assalamu'alaikum" Kakek abi tiba-tiba datang, menyela pembicaraan mereka. Dengan di antar oleh orang kepercayaannya, dan beberapa santri.


"Wa'alaikumsalam" jawab seisi rumah nyaris bersamaan, lalu mencium punggung tangan kakek abi bergantian.


"Abi kok kesini?" tanya Nina penuh heran


"Kennan yang suruh abi kesini, katanya kalian ada masalah"


Setelah di persilakan duduk, kakek abi menanyakan sedikit kabar tentang Zara. Dan mereka pun menceritakan dugaan pertama, bahwa saat ini Zara berada di Jakarta. Hingga membuat kakek Abi mengucap istighfar berkali-kali.


Sebelum akhirnya, Kennan mengalihkan topik pembicaraan.


"Kek, kakek pernah bilang, walaupun tanpa persetujuan dari pihak perempuan, pernikahan bisa di laksanakan, iya kan Kek?"


"Tapi papi tidak bisa nikahkan kalian tanpa persetujuan Zara" sahut Rio cepat "Ken, kalau Zara tidak mencintaimu, kalian yang akan menderita nantinya"


"Tapi mbak Zara juga cinta sama mas Ken pi" Kali ini Kanes ikut bicara setelah beberapa menit lalu kembali bergabung bersama mereka.


Sontak ucapan Kanes membuat semuanya terkejut, termasuk Kennan. Zara yang belum pernah mengungkapkan perasaannya di depan Kennan, justru di ungkapkan oleh adiknya.


"Kanes tahu kalau mbak Zara cinta sama mas Ken pi" lanjutnya "bahkan mbak Zara suka cemburu terus nangis kalau mas Ken deket-deket dengan teman perempuannya"


Ucapan Kanes yang lagi-lagi membuat semua terkejut.


"Pi" panggil Kennan seraya berlutut di depan Rio "Ken cinta sama Zara, Ken cuma mau Zara jadi istri Ken pi"


"Tapi Ken,,"


"Papi bisa gunakan hak ijbar" potong Kennan cepat


"Tapi itu melanggar syariat dan hukum Negara"

__ADS_1


"Tolong pi!"


Bersambung


__ADS_2