Rahasia Hati (Mencintai Kakaku)

Rahasia Hati (Mencintai Kakaku)
Bab 28


__ADS_3

"Papi" panggil Kennan ketika Rio hanya diam dan tak merespon "Ken sayang sama Zara melebihi apapun, dan saking sayangnya, Ken selalu berusaha menempatkan Zara di urutan teratas"


Dalam hati, Rio membenarkan ucapan Kennan. Memang selama ini, apapun yang berhubungan dengan Zara, pasti Ken selalu ada untuknya.


"Papi percaya sama Ken, Ken tidak akan nyakitin Zara pi, Ken Janji"


Rio berusaha meneguk ludahnya, terlihat sangat gusar, hingga jakun di lehernya bergerak naik turun. "Zara bukan hanya milik papi" ucapanya, tak berkedip "Dia milik mami juga, papi nggak tahu apa mami setuju, atau tidak"


Seketika Kennan mengalihkan perhatian pada Irma, dan langsung berlutut di hadapannya "Mi, maafkan Ken karena begitu mencintai putrimu, bukan sebagai adik, tapi sebagai wanita yang ingin selalu Ken jaga"


Irma tak mampu lagi menahan buliran bening di kelopak matanya. Lelaki yang sudah seperti anak kandungnya, lelaki yang ia kira menyayangi Zara sebagai adik, ternyata menginginkan putrinya untuk di jadikan pendamping hidupnya.


"Maafkan aku mi, karena dengan tamaknya mencintai putri mami"


Fokus Irma hanya pada manik hitam milik Kennan, dimana ada lapisan bening melingkupi netranya. Dia berusaha menyusuri matanya, mencari kesungguhan dari pria di depannya


Tanpa sadar, dia sudah mengabaikan beberapa orang yang juga tengah memperhatikannya.


Merangkum wajah Kennan yang sudah meluncurkan air dari kelopak matanya, membuat Irma semakin yakin dengan kesungguhan pria itu "Kamu tahu, sebesar apa sayangnya mami ke kamu?" tanya Irma sendu


Kennan mengangguk


"Apa mami pernah menyakitimu?"


Kali ini Kennan menggeleng


"Kalau kamu benar-benar mencintai Zara" Irma mengambil nafas sebelum melanjutkan ucapannya kembali "Sayangi dia seperti mami menyayangimu"


"Pasti mi" sahut Kennan seraya menganggukan kepala


"Jangan pernah menyakiti Zara, seperti mami yang enggak pernah menyakitimu" sambungnya "Kalian adalah dua anak kesayangan kami, kami tidak mau dua anak yang menjadi kesayangan kami saling menyakiti satu sama lain"


"Janji mi" Jawabnya singkat


Mengambil nafas panjang, lalu mengeluarkan perlahan, Irma mengalihkan pandangan pada Rio, lalu beralih pada Danu, terakhir Nina. Mereka tampak mengangguk sepertinya juga setuju.


Irma kembali menatap Kennan, lalu menganggukan kepala "Mami serahkan putri mami ke kamu, tolong di jaga baik-baik" ucapan Irma di anggukan oleh Kennan "Kalau kamu sudah tidak mencintainya, kamu kembalikan lagi pada mami"


"Ken akan selalu mencintai Zara sampai kapanpun mi, dan nggak akan menyakitinya" jawab Kennan, tangannya yang sedari tadi menggenggam tangan Irma, kini genggamannya kian erat, lalu menciumnya sedikit lebih lama.

__ADS_1


"Ini bagaimana bi?" sela Danu pada mertuanya. Sembari menunggu Bagas, yang belum juga datang, karena Kennan menyuruhnya untuk sekalian memesan tiket pesawat via online, membuatnya belum sampai di kediaman Rio.


Alih-alih menjawab pertanyaan Danu, Abi justru bertanya pada Rio "Nak Rio, kamu yakin mempercayakan Kennan untuk mendampingi putrimu?"


Rio menatap Kennan yang masih berlutut di depan sang istri.


"Kita bisa menikahkannya dengan hak wali ijbarmu, dan kamu harus benar-benar yakin, bahwa Kennan adalah jodoh yang tepat, yang kamu pilihkan untuk putrimu" lanjut kakek.


Melihat binar mata Kennan yang menyiratkan kesungguhan, Rio mengangguk yakin, dia percaya bahwa anak dari sahabatnya serius dengan ucapannya "Bissmillah, Yakin bi"


"Setelah Zara mengetahuinya, dan jika dia setuju, kalian bisa langsung mendaftarkan ke Negara, dan meresmikannya, tapi jika Zara menolak pernikahan ini, Kennan harus membatalkan dengan ikrar talak" jelas abi panjang lebar, karena abilah yang di tuakan di sini.


Mereka mengangguk mengerti, bersamaan dengan salam Bagas dari arah pintu utama, yang kemudian langsung menyalami semua setelah salamnya terjawab.


"Ken, sudah di persiapkan maharnya?"


"Belum kek" jawab Kennan


Dengan gerak cepat, Nina melepaskan cincin pemberian ibu mertuanya "Mau pakai cincin bunda?" tanya Nina tangannya terulur memperlihatkan cincin yang terlihat sangat bagus dan harga yang fantastis "Ini cincin dari omma"


Sebelum mengangguk, Kennan mengalihkan wajahnya pada sang kakek "Boleh kek?" tanyanya dengan alis saling bertaut


"Boleh, apapun bisa di jadikan mahar asal itu baik"


"Baik mih, Bima ambil dulu di kamar"


Bagas yang baru saja datang merasa bingung dengan apa yang terjadi di rumah Rio. Dia sedikit berbisik pada Kanes meminta penjelasan, namun Kanes berkata untuk menjelaskan nanti.


Setelah di rasa cukup, termasuk semua persyaratan, seperti mahar, wali, serta saksi, pernikahan ijbar pun di mulai dan berlangsung khidmat. Kanes, Ayu, dan Bima sibuk mengambil foto dan juga vidio di momen Kennan mengucapkan Ijab Qobul, Hingga kata Sah pun meluncur dari mulut Bagas, dan juga orang kepercayaan abi sebagai saksi, di susul kakek abi yang membacakan doa untuk pernikahan Kennan dan Zara.


"Nak, kamu sudah menjadi suaminya Zara sekarang, jangan kecewakan kami ya" ucap Nina lalu mencium kening Kennan.


"Kamu hebat, dan akan lebih hebat lagi, jika kamu hanya setia pada satu wanita saja" pesan Danu saat Kennan menyalaminya "Ingat kata mami Irma, kalian adalah dua anak kesayangan kami, jangan sampai saling menyakiti, bicarakan baik-baik jika kalian ada masalah dalam rumah tangga"


"Iya yah" jawabnya mantap


Disisi lain Irma dan Nina saling berpelukan.


"Gas gimana tiketnya, sudah dapat?"

__ADS_1


"Sudah Ken, tiket berangkat jam 10:45 pm. Kita masih punya waktu 1 jam lebih. Aku juga sudah menghubungi pak dhe Haidar, Beliau dan tim sudah berada di lokasi, dengan sembunyi-sembunyi, untuk memastikan mereka tidak membawa Zara berpindah lokasi"


"Bagus"


"Mas, ini bekal nanti di makan di mobil ya, saat mau ke bandara, mas belum makan malam" ucap Ayu sambil menyerahkan beberapa kotak makan"


"Makasih dek"


Kennan, Bima serta Bagas, berpamitan, mereka menyalami punggung tangan orang tuanya satu persatu dan saling bergantian.


"Do'ain Ken ya mih" ucap Kennan sesaat setelah mencium punggung tangan Irma "Ken janji akan bawa pulang Zara"


Irma mengangguk lalu mencium pucuk kepala pria yang beberapa menit lalu menjadi menantunya.


"Hati-hati, selalu meminta pertolongan-Nya"


"Iya mih"


"Assalamu'alaikum" ucap ketiga pria yang akan berangkat ke Jakarta


"Wa'alaikumsalam, Hati-hati kalian"


BERSAMBUNG


NOTE :


Hak ijbar wali nikah


Seorang wali yang mempunyai hak ijbar disebut wali mujbir yakni wali berhak memaksa untuk menikahkan anak gadisnya baik yang belum dewasa maupun yang sudah dewasa meskipun tanpa dimintai persetujuannya, adapun meminta persetujuannya merupakan hal yang disunnahkan.


Hak ijbar dimaknai sebagai bentuk perlindungan atau tanggung jawab seorang ayah terhadap anaknya Karena keadaan anaknya yang dianggap belum atau tidak memiliki kemampuan untuk bertindak sendiri dalam pernikahan.


Sedangkan ijbar adalah sebuah tindakan untuk melakukan sesuatu atas dasar tanggung jawab. Dalam hal ini adalah seorang ayah atau kakek.


******Ini hanya di cerita saja ya, mungkin kalau di kehidupan nyata, jarang sekali ada. Apalagi di jaman seperti ini, kebanyakan para wanita memilih sendiri jodohnya.


tapi sekitar 2 bulan yang lalu, ada cerita dari teman saya, kalau saudaranya, ada yang baru saja menikahkan dengan hak wali ijbar. alasannya apa, saya nggak bertanya ya 😀.. dia hanya menjelaskan, kalau saudara yang di nikahkan itu masih 17 Tahun, dan sedang berada di ponpes. Dari cerita teman saya ini, sayanya langsung googling.. ternyata memang benar ada artikel yang menjelaskan tentang perkawinan hak wali ijbar. Asalkan benar-benar dalam kondisi darurat atau si gadis benar2 tidak bisa memilih calon imam yang baik. Di sinilah hak ayah atau kakek bisa di gunakan.


Akan tetapi meminta persetujuan dari calon pengantin wanita, adalah hukum yang paling di sunahkan ya..

__ADS_1


Sekali lagi ini hanya cerita 😀


Jika ada yang salah atau keliru, saya mohon maaf.


__ADS_2