Rahasia Hati (Mencintai Kakaku)

Rahasia Hati (Mencintai Kakaku)
Pengumuman


__ADS_3

Novel baru...


Judul : Dokter cantik, pelakor..


Silahkan yang mau baca!!


Spoiler


Aku langsung menuju ke Herquina Hospital begitu mendapat kabar dari salah satu tetanggaku jika mamah di larikan ke sana.


Dengan perasaan takut dan debaran jantung yang kian tak menentu, aku terus mengayunkan kaki menyusuri lorong rumah sakit menuju kamar mamah. Pikiranku tak kalah kalut memikirkan hal buruk terjadi padanya.


Setelah berlari cukup kencang, akhirnya aku sampai di depan bangsal milik mamah. Baru saja aku akan menyentuh handle pintu, tahu-tahu pintu itu justru terbuka. Sepasang mataku langsung bertemu pandang dengan dokter Zaskia yang menangani mamah. Dan kebetulan, beliau adalah dokter pembimbing ketika aku menjadi dokter koas di rumah sakit ini.


"Dokter Kia" ucapku reflek.


"Dokter Adinda?"


Ya, namaku Adinda Sofiana, calon dokter yang sebentar lagi akan mengucapkan sumpahku.Demi mewujudkan cita-cita, aku rela melakukan pekerjaan apapun asalkan halal. Selain itu, aku juga kerap sekali meminjam uang pada sahabatku jika aku membutuhkan secara mendadak untuk kepentingan praktek.


"Dok, bagaimana mamah saya?"


Dokter Zaskia lantas membawaku duduk di kursi tunggu depan ruangan mamah.


Sebelum menjawab pertanyaanku, ia menarik napas panjang dengan bibir menekan kedalam.

__ADS_1


Aku dan dokter Zaskia sempat mengalihkan perhatian sejenak pada suster yang permisi masuk ke kamar untuk mengecek kondisi mamah. Begitu suster masuk, wanita berpakaian snelli di depanku kembali memusatkan perhatiannya padaku.


Sejujurnya, aku menjadi was-was ketika melihat raut wajah dokter yang memiliki satu anak itu. Ekspresinya benar-benar tak bisa ku tebak dan detik itu juga jantungku rasanya berhenti berdetak.


"Bu Meta harus segera melakukan pemasangan ring" Katanya yang membuatku persekian detik langsung menahan napas. "Jika tidak, jantungnya tidak bisa bekerja dengan baik dan akibatnya akan fatal"


Setelah dokter Kia menyelesaikan kalimatnya, Tubuhku bergetar dan lemas secara bersamaan.


"Kira-kira berapa biayanya dok?"


"Biaya untuk perawatan tersebut berkisar antara delapan puluh juta hingga seratus lima puluh jutaan untuk satu ring saja"


"Seratus lima puluh juta?" kulihat dokter Kia mengangguk meski pelan.


Sementara aku menghirup napas dalam-dalam, berusaha menetralkan perasaan bingung yang merongrongku setelah mendengar jumlah angka fantastis keluar dari mulut dokter Kia.


"Apa tidak bisa menunggu satu atau dua bulan dok?  Saya butuh waktu untuk mencari uang itu"


"Ini sangat urgent dokter Dinda, kondisi beliau semakin hari semakin lemah, kita tidak bisa menunggu terlalu lama"


"Apa tidak ada cara lain selain pemasangan ring jantung?"


"Tidak ada dokter"


Aku menghembuskan napas pasrah. Tak ada pilihan lain, sepertinya aku memang harus berusaha mencari uang itu secepatnya. Apapun caranya, akan aku lakukan demi kesembuhan mamah.

__ADS_1


Jika seorang ibu berani berkorban untuk anaknya, lalu apa salahnya jika aku juga berkorban untuk mama.


"Dokter dinda?"


Panggilan dokter Zaskia menyadarkanku dari lamunan.


"Maaf dokter"


"Saya tahu anda pasti kesulitan melalui ini, tapi yakinlah, semua ada solusinya, semua ada jalan keluarnya. Saya yakin dokter Dinda akan mendapatkan kemudahan"


"Terimakasih dokter Kia"


Dokter cantik itu tersenyum tipis. "Kalau begitu, saya permisi"


"Ya dokter, silakan!"


Begitu sosok dokter Kia bangkit dan melangkah meninggalkanku, aku kembali termangu dengan sekelumit masalah yang kian menjeratku.


Mencari cara bagaimana dan dimana bisa mendapatkan uang itu. Pinjam ke Fino sepertinya juga tidak mungkin, hutangku sudah cukup banyak padanya. Tapi jika harus ku cari, mau mencari kemana?


Diam selama beberapa detik, ku usap wajahku lembut. Aku merasakan hembusan nafasku yang kian frustasi. Apalagi di saat-saat seperti ini, aku sudah tidak punya siapa-siapa untuk mencurahkan segala permasalahan yang membelitku.


Pandanganku tertunduk menatap lantai, sementara jemariku saling bertaut di atas pangkuan.


Tiba-tiba, netraku menangkap sepasang sepatu tepat berhadapan dengan sepatu yang kukenakan.

__ADS_1



Masih baru banget...


__ADS_2