Rahasia Hati (Mencintai Kakaku)

Rahasia Hati (Mencintai Kakaku)
Bab 44


__ADS_3

Beberapa saat setelah melepaskan pagutan, Kennan dan Zara saling menatap, tidak ada yang di lakukan, mereka hanya diam dan saling berbalas senyum, hingga lewat bermenit-menit.


"Mulut mas bau nikotin tahu nggak" kata Zara tanpa mengikis jarak wajah mereka.


"Maaf" hanya itu yang keluar dari mulut Kennan.


"Besok-besok" ucap Zara, kedua tanganya menangkup wajah Kennan dengan kedua ibu jari bergerak lembut mengusap pipinya "Kalau habis merokok, jangan main cium.


Sejenak Kennan tertegun menatap Zara.


"Hilangkan dulu bau tembakaunya dari mulut mas" ucap Zara bersamaan dengan gerakannya berjinjit lalu melingkarkan kedua tangan di leher sang suami.


"Ok, bila perlu, mas akan langsung mandi setelah merokok"


Bersamaan itu, tiba-tiba ponsel Kennan berdering, tangannya langsung bergerak menyusup ke dalam saku celana dan keluar sambil membawa ponsel yang layarnya menyala.


"Nomor baru sayang" gumam Kennan


"Apa itu Frea?" tanya Zara entah kenapa seperti ada yang mencubit hatinya ketika menyebut nama Frea.


"Mungkin"


Kennan diam sambil memegang ponselnya, pria di depan Zara hanya menatap layar yang berkedip tanpa menjawab atau merejek. Dan sikapnya itu memantik kekesalan Zara.


Setelah ponsel berhenti berdering, detik kemudian satu pesan masuk ke ponselnya


081××× : "Ayolah Ken, hanya sekali saja. Setelah itu, kamu bisa memutuskan untuk lanjut atau berhenti, aku akan terima. (10:49 Wib)


"Lihat, dia mengirim pesan" ucap Kennan sembari memperlihatkan ponsel ke arah Zara.


Dengan capat Zara mengambil alih ponsel itu dari tangan suaminya, Mulutnya bergumam membaca pesan dari nomor baru.


Pesan kedua kembali masuk, beserta foto tak senonoh menampilkan Frea tanpa sehelai pakaianpun.


081xxx : "Banyak pria yang tidak puas hanya dengan satu wanita [Pict] (10:53 Wib)

__ADS_1


"Astaghfirullah" Pekik Zara.


"Kenapa dek?"


Ponselnya yang masih berada di tangan Zara membuatnya penasaran dengan isi pesan tersebut.


Zara langsung menghapus begitu membaca pesannya, ia tak akan membiarkan suaminya melihat aurat wanita lain, yang bagi Zara bentuk tubuhnya kelewat seksi melebihi dirinya.


"Dia mengirim foto tak senonoh" timpal Zara sedikit khawatir "Nomornya sudah ku blokir"


"Foto tak senonoh bagaimana dek?"


"Mas nggak perlu tahu dan nggak perlu melihatnya, dia haram bagi mas, nanti malah jatuhnya Zina mata"


"Semakin nekad saja dia"


"Apa mas menjanjikan sesuatu padanya?"


Kennan menggeleng


"Mas juga nggak tahu"


Hening selama beberapa detik "Dia pernah cium mas"


"Bagian mana yang di cium" tanya Zara ingin tahu


"Apa kamu benar-benar ingin tahu?" pungkasnya "Itu sungguh di luar dugaan mas"


Zara mengurai pelukannya, ia kembali mempertemukan netranya.


"Apa di bagian bibir?" tanya Zara lirih


Kennan mengangguk.


"Aku jadi takut mas"

__ADS_1


"Kamu nggak perlu takut, mas cintanya sama kamu, bukan sama dia" Kennan kembali merengkuh tubuh Zara kedalam pelukannya, lalu mengecup pucuk kepalanya singkat.


"Tapi dia begitu gigih, aku takut kalau mas goyah"


"Insya Allah enggak sayang"


Pelukan hangat selama bermenit-menit, yang di rasa akan cinta yang begitu besar dari keduanya. "Itu baju kotor di dalam koper mau di biarin saja bunda?" tanya Kennan memecah keheningan.


Zara kembali menarik diri dari dekapan sang suami.


"Ya sudah aku bongkar koper dulu"


Kennan mengangguk lalu mengecup kening Zara "Mas mau mandi ya"


Setelah mengangguk, Zara berjalan ke arah koper, sedangkan Kennan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sebelum Zara keluar untuk mencuci pakaian kotor di lantai bawah, Zara menyiapkan satu kaos lengkap dengan celana santai dan pakaian dalam untuk suaminya.


Setelahnya, Zara keluar kamar menuruni anak tangga dengan perasaan was-was, hanya karena tingkah seorang wanita.


Saat melewati dapur, dia menjumpai sang mami yang berkutat di dapur tengah menyiapakan makan siang.


"Mi, buat mas Ken biar mbak Za saja yang siapkan" kata Zara membuat Irma menoleh ke wajahnya.


"Iya sayang, mami cuma nyiapkan buat papi" sahutnya dengan tangan sibuk menata lontong balap ke dalam wadah tupperware.


"Mami mau ke kantor papi?"


"Hemm"


"Mau bawa mobil sendiri mi?"


"Iya"


"Hati-hati mami nyetirnya ya" pesan Zara sambil berlalu menuju tempat cucian baju.

__ADS_1


Bersambung dulu ya.. 😀


__ADS_2