Rahasia Hati (Mencintai Kakaku)

Rahasia Hati (Mencintai Kakaku)
Bab 48


__ADS_3

"Assalamu'alaikum" Sapa wanita di sebrang telfon


"Wa'alaikumsalam"


"Ada apa mbak?"


"Maaf bun, nanti malam mbak sama mas Ken nggak makan di rumah"


"Kenapa?" Jawab Nina


"Kita mau nemuin teman, sekalian makan malam"


"Oh ya sudah, nanti malam perlu di sisain lauk?" siapa tahu malamnya kalian lapar?"


"Kayaknya nggak perlu bun"


"Ok deh, bunda masaknya nggak banyak-banyak"


"Gitu aja ya bund, Assalamualaikum"


Zara memutuskan sambungan setelah mendapat sahutan salam dari Nina.


Sore ini, Kennan dan Zara akan menemui Frea di hotel milik orang tua Frea. Frea tidak tahu, bahwa Kennan membawa serta istrinya. Dia bahkan sudah menyiapkan kamar untuk mereka.


"Mas yakin akan menemui Frea?" tanya Zara, saat ini mereka sedang berjalan menuju tempat parkir.


"Iya" Kennan menatap jam di pergelangan tangan kirinya yang menunjukan pukul 16:00. "Tadi telfon bunda bilang apa?"


"Cuma bilang mau nemuin teman, terus nggak makan di rumah"


Seperti biasa, Kennan selalu membukakan pintu mobil untuk Zara.


"Mas" panggil Zara membuat Kennan mengurungkan gerakan tangan mengoper gigi pada mobil.


"Kenapa?"


"Apa lebih baik kita batalkan saja niat kita mas?"


"Enggak sayang, mas mau menyelesaikan semuanya, mas takut dia akan terus meracuni pikiranmu, dan menyakiti hatimu"


"Tapi mas jangan emosi ya nanti" pesan Zara sambil meraih tangan Kennan yang menyentuh pipinya. "Dia sangat menakutkan"


"Kennan tersenyum sambil mengangguk pelan.


Saat hendak memutar kemudi, Kennan masih mendapati wajah Zara dengan sorot mata kosong "Mikir apa lagi?"


"Enggak" sahutnya sambil menolehkan wajah ke arah kiri menghadap ke jendela.


"Kita jalan ya"


Zara menganggukan kepala


"Dek sudah beri tahu Frea kita sedang jalan kesana?" tanya Kennan saat mereka dalam perjalanan.

__ADS_1


"Mas yang telfon saja ya?"


"Ya sudah sambungin"


Zara segera menelpon nomor yang tak tersimpan di ponsel Kennan, lalu menempelkan di telinga Kennan membiarkan dia berbicara dengan Frea.


"Iya Fre, aku sedang dalam perjalanan, 15 menit lagi sampai"


Hanya itu percakapan Kennan dengan Frea melalui telpon, sebab Zara segera memutus panggilannya.


Kennan kembali fokus dengan kemudinya, ia sempat berhenti saat rambu lalu lintas menyala merah.


Zara, sesekali mencuri pandang pada suaminya. Saat kembali melihatnya, terlihat Kennan dengan siku tangan bersandar pada jendela pintu di sebelah kanan, telapak tanganya menutupi bagian hidung ke bawah, sedangkan tangan kirinya masih berada di atas roda kemudi.


Hingga beberapa menit berlalu, mobil Kennan memasuki area parkir hotel. Mereka sama-sama melepaskan seatbelt saat mesin mobil telah mati.


"Enggak apa-apa sayang" Kennan mencoba menenangkan, seakan tahu kekhawatiran istrinya.


Mereka berjalan menuju tempat dimana Frea sudah menunggu, tangan Zara tak lepas dari genggaman Kennan barang sejenak.


"Tanganmu kok sedingin ini si dek?", berkeringat juga"


"Aku takut mas"


"Jangan takut, ada mas" sahutnya dengan kaki terus melangkah, hingga telah sampai di sebuah ruangan seperti function room, tapi berukuran kecil.


Wanita itu tampak kaget mendapati wajah Zara, sedetik kemudian, pandangannya beralih pada tangan mereka yang saling menggenggam, lalu kembali lagi mengarahkan pandangan jatuh pada wajah Kennan.


Bagi Frea, sosok Kennan sangatlah tampan, wajahnya yang selalu melintas dalam pikirannya, membuatnya sangat berambisi untuk memilikinya.


"Kami sama-sama pulang kantor, karena kami selalu berangkat dan pulang bersama, jadi aku mengajaknya" sahut Kennan santai "Lagipula dia istriku, aku berhak membawanya kemanapun aku pergi" sambungnya. Zara dan Kennan masih berdiri, begitupun Frea.


"Apa maumu?" tanya Kennan


"Aku mau kamu Kennan" suaranya kian lembut. Tidak seperti saat berbicara pada Zara kemarin.


"Please Ken, beri aku kesempatan untuk menunjukan bahwa aku lebih baik dari dia"


"Apa maksudmu?"


"Aku cinta sama kamu Ken, ayahmu pun tidak keberatan dan menyetujui perjodohannya, dan saat aku menemui bundamu, dia juga tidak keberatan.


"Dia menemui bunda Nina" Batin Zara


"Itu karena ayahku belum menanyakannya padaku Fre" sanggah Kennan cepat "Jangan salah paham dengan ayah dan bundaku. Mereka tidak pernah mengambil keputusan tanpa melibatkanku, apalagi urusan perjodohan"


"Aku cinta sama kamu Ken" ucapnya memelas


"Maaf Fre, tapi aku tidak mencintaimu"


Zara hanya diam sembari menyimak percakapan mereka.


"Kamu tahu kan aku sudah menikah, jadi tolong jangan ganggu kami, jangan teror kami dengan foto dan video syurmu, aku sama sekali tidak tertarik" Kennan menjeda kalimatnya, bukan untuk siapa-siapa, melainkan untuk dirinya sendiri "Semakin sering kamu menerorku, maka semakin besar rasa cintaku terhadap istriku"

__ADS_1


"Aku harap kamu mengerti apa yang aku katakan"


Kennan kembali menjeda ucapannya untuk menghirup udara "Jangan dangkal pemikiranmu Fre"


"Tapi aku hanya ingin kamu Ken?" aku cintanya cuma sama kamu"


"Itu bukan cinta, itu obsesi"


"Ini cinta Ken, bayanganmu tak pernah lepas dari ingatanku, wajahmu selalu hadir dalam lamunanku"


"Cukup Frea, ini peringatan. Stop mengusik hidupku dan istriku, jika masih berlanjut, aku tidak segan-segan melaporkanmu ke polisi. Dan ingat, foto serta videomu masih tersimpan rapi di ponsel istriku, aku bisa gunakan itu untuk mengacaukan hidupmu"


"Mas" potong Zara, ia merasa tidak suka dengan niat Kennan yang ingin mengacaukan hidupnya.


"Selama ini kami tidak pernah membalas pesanmu, karena kami ingin menunjukan bahwa usahamu akan sia-sia"


"Kamu akan menyesal Ken, hidup kalian yang akan hancur" potong Frea "Dan aku yang akan menghancurkannya, ingat itu"


Zara segera menarik tangan Kennan untuk pergi dari hadapan Frea


"Aargghh"


Zara berhenti sejenak mendengar jeritan Frea "Mas, kasihan dia, Dia seperti depresi mas"


"Biarkan saja, itu salah dia sendiri" sahutnya sambil mengusap lengan Zara lalu kembali melangkah.


***


"Kita mampir ke masjid dulu ya, sambil nunggu adzan magrib, setelah itu cari makan" ucap Kennan sambil memasang seatbelt.


"Sekalian belanja bulanan mas"


"Kayaknya shaving gel mas juga habis"


"Ya udah nanti sekalian beli"


"Kenapa nggak jalan mas?" tanya Zara saat Kennan belum juga melajukan mobilnya.


"Kamu jangan mikir yang aneh-aneh ya. selalu bicarakan apapun yang membuatmu tidak bisa tidur nyenyak"


"Iya"


"Janji ya"


Zara menangguk pasti


Hening, Kennan masih terpaku menatap dalam wajah Zara


"Ada apa mas?"


"Di rumah ada salep buat ngilangin bekas tamparannya?"


"Ada mas"

__ADS_1


"Beneran ada?" Kennan memastikan "Kalau nggak ada nanti sekalian beli"


"Ada ayaah" sahut Zara dengan menyunggingkan senyum, membuat Kennan ikut tersenyum.


__ADS_2