Rahasia Hati (Mencintai Kakaku)

Rahasia Hati (Mencintai Kakaku)
Bab 43


__ADS_3

Sudah tiga hari Kennan menghabiskan waktu bersama sang istri di hotel, kini ia akan kembali ke aktifitas seperti hari-hari sebelum menikah. Karena masih ada sisa cuti empat hari, Kennan hendak mengajak Zara meningap di vila sang ayah, namun Zara menolak karena ingin menghabiskan waktu bersama keluarga, serta Sinta yang meminta untuk di panggil ibu.


"Sudah tidak ada yang tertinggal?" tanya Kennan sesaat setelah mengemasi barang-barangnya.


Mereka akan cek out dari hotel, pagi ini.


"Kayaknya nggak ada mas, sudah ku masukin koper semua"


"Kita go sekarang?"


"Ok, lets go" Zara membetulkan penampilannya sekali lagi sebelum keluar, ia sedikit merubah hijabnya dengan menambahkan pernik bros di dada sebelah kiri. Aktifitas Zara tak luput dari pandangan Kennan.


"Sudah?" tanya Kennan saat Zara berbalik meninggalkan cermin.


"Sudah" jawab Zara singkat


"Kamu cantik" Puji Kennan membuat Zara tersipu. "Emang gitu ya, kalau perempuan di puji, mukanya jadi merah meronah"


Zara bergidik dengan mengangkat kedua bahunya. "Mau pulang sekarang?"


"Sebenarnya nggak pengin pulang si" sahut Kennan sambil merengkuh tubuh Zara "Pasti nanti si cucunguk dan nenek gayung godain kita" lanjutnya dengan jarak wajah yang kian terkikis, wangi nafasnya tercium jelas di hidung Zara


"Jangan gini nanti on lagi, mandi lagi" sahut Zara menahan nafas, karena puncak hidung mereka yang bersentuhan.


Ucapan Zara di respon gelak tawa oleh Kennan, sebelum kemudian mengecup bibirnya kilat.


"Pulang yuk, udah kangen sama bunda sama mami"


Kennan pun menganggukan ucapan sang istri, ia segera meraih koper berisi barang-barang mereka, dan tangan lainnya, masih bertahan menggandeng tangan Zara.


"Sudah siap kalau di goda sama Ayu dan Kanes?"


"Mau goda mau apalah terserah mereka, memangnya aku harus menyiapkan apa?" tanya Zara balik. "Justru aku harus menyiapkan mental, setiap kali mas bilang KITA BICARA"


"Lah kok gitu"


"Entahlah, masih suka deg-dagan" jawab Zara asal, dengan langkah lebar menyesuaikan langkah kaki Kennan menuju tempat parkir.


Kennan membukakan pintu mobil untuk Zara. Selagi Zara memakai seatbelt, Kennan berjalan memutar melewati depan mobil, kemudian masuk dan siap memutar roda kemudinya.


Bissmillahirrahmaanirrahim


"Subhaanal ladzii sakhhoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniina wa innaa ilaa robbinaa lamungqolibuuna"


Artinya:


"Maha suci Allah yang memudahkan ini (kendaraan) bagi kami dan tiada kami mempersekutukan bagi-Nya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami".


Sebait do'a keluar dari mulut Kennan yang di amini oleh Zara.


Kennan melajukan mobilnya dengan kecepatan stabil, alunan musik dari Shania Twain mengiringi perjalanan mereka yang hening.


Looks like we made it


(Sepertinya kita telah berhasil)


Look how far we've come, my baby


(Seberapa jauh kita telah sampai, sayangku)


We might took the long way


(Kita mungkin menempuh jalan panjang)

__ADS_1


We knew we'd get there someday


(Kita tahu kita kan sampai suatu saat)


They said "I bet they'll never make it


(Mereka bilang, aku bertaruh takan pernah berhasil)


But just look at us holding on


(Namun lihatlah kita telah berhasil)


We're still together still going strong


(Kita masih bersama, masih kuat)


You're still the one, I run to


(Kaulah satu-satunya tempat ku mengadu)


The one that I belong to


(Satu-satunya yang ku miliki)


You're still the one I want


(Kamu masih satu-satunya yang ku inginkan)


For life (Seumur hidup)


You're still the one that I love


(Kamu masih satu-satunya yang ku cinta)


(Satu-satunya yang ku impikan)


You're still the one I kiss


(Kau masih satu-satunya yang ku kecup)


Good night (Menjelang tidur)


Ain't nothin better


(Tak ada yang lebih baik)


We beat the odds together


(Kita kalahkan perselisihan bersama-sama)


I'm glad we didn't listen


(Aku bersyukur, kita tak mendengarkan)


Look at what we would be missing


(Lihat apa yang kita lewatkan)


You're still the one (Kamu masih satu-satunya)


****


"Assalamu'alaikum"

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam" jawab Irma


Zara bergegas meraih punggung tangan Irma lalu memeluknya, hal yang sama juga di lakukan oleh Kennan.


"Lagi pada keluar ya mi" tanya Zara


"Kanes ke kampus, papi ke kantor"


"Ken ke kamar dulu ya mi"


"Langsung ke kamar Zara saja nak"


"Hmm" sahut Kennan, seraya berjalan ke arah tangga.


"Mami lagi ngapain?"


"Tuh, baru ngeluarin daging sapi dari frizer buat di bikin rendang nanti malam"


"Terus siang ini mau masak apa maminya?" Zara dan Irma berjalan bersisian menuju dapur


"Mami sudah bikin lontong balap buat makan siang" Irma menuang air ke dalam dua gelas. "Kamu istirahat sana, nanti sore bunda sama ibu Sinta mau ke sini, ini di bawa sekalian, siapa tahu mas Ken mau minum"


"Ibu Sinta nginep di mana mi?" Zara bertanya setelah menerima uluran nampan berisi dua gelas air putih dari tangan Irma.


"Nginep di rumah nenek umi"


"Mmmm...Mbak ke kamar dulu ya mi"


"Iya, pelan-pelan naik tangganya"


"Ok mami"


Di kamar, Zara mendapati Kennan sedang berada di balkon dengan sebatang rokok terapit pada kedua jarinya.


"Hmm,, udah mulai ya, bakar-bakar uang" kata Zara tiba-tiba


"Eh sayang"


Zara menaruh nampan di atas meja yang ada di balkon. "Mumpung ada kesempatan, iya kan?"


"Sudah tiga hari nggak ngerokok bun"


"Kok bun?" protes Zara


"Panggilan sayang yang baru, BUNDA?" Sahut Kennan sambil memadamkan rokok yang sudah habis terhisap.


"Sudah punya bunda Nina kan?"


"Nggak apa-apa" Kennan menarik pinggang Zara hingga menempel ke tubuhnya. tangan Zara otomatis melingkar di pinggang Kennan "Biar punya dua bunda" lanjutnya satu tangannya masih bertahan di pinggang Zara, dan tangan lainnya membelai pipinya.


"Tapi manggilnya jangan pas ada bunda sama mami" pinta Zara sedikit mendongakkan kepala.


"Kenapa?"


"Malu"


"Stok malu masih banyak ya?"


"Bahkan nggak akan pernah habis mas" jawaban Zara membuat Kennan gemas, hingga tak tahan untuk tidak memakan bibirnya.


Lum*atan yang lembut, luwes, serta menenangkan


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2