Rahasia Hati (Mencintai Kakaku)

Rahasia Hati (Mencintai Kakaku)
Bab 55


__ADS_3

Pagi hari, Zara mencoba alat yang di beli Kennan tadi malam.


Sembari menunggu hasil muncul, dia menuju kamar yang di tempati Bima. Ia membawa serta alat tes kehamilan yang masih samar menunjukan garis satu.


"Tadi malam ada demam?" tanya Zara, setelah sampai di kamar Bima. Bima yang masih berada di dalam selimut, hanya menggelengkan kepala.


"Terus lukanya bagaimana?" tanyanya lagi tanpa sadar meletakan benda pipih miliknya di atas nakas, lalu berjalan ke arah jendela untuk membuka tirainya.


"Masih agak nyeri sedikit" jawab Bima tanpa menggerakan badan.


Setelah membuka tirai jendela, Zara kembali ke tempat tidur dan duduk di tepi ranjang tempat Bima berbaring.


"Buka selimutmu, mbak mau bicara"


"Bicara apa mbak?"


"Kenapa mas Ken yang di hubungi semalam?"


"Karena mas Ken yang paling nggak banyak bicara, apa lagi memberondong pertanyaan, mas Ken juga nggak galak kayak embak"


Mendengus pelan, Sebab Bima masih enggan di ajak bicara, Zara akhirnya keluar dari kamar Bima, dan kembali ke kamar untuk membangunkan sang suami.


"Mas bangun"


Tak ada respon dari Kennan, membuat Zara berdecak geram.


"Bangun mas sudah siang" serunya sambil menarik selimut yang menutupi tubuhnya


"Bentar lagi dek, semalam nggak bisa tidur, mas masih ngantuk"


"Ok aku mau mandi, selesai mandi, mas sudah harus bangun"


"Hmm"


Zara berjalan menuju lemari, memilih baju untuknya, sekalian untuk sang suami. Aroma parfum menguar ketika pintu lemari terbuka, membuatnya menghirup napas pelan sembari menikmati aroma manis kesukaan perempuan.


****


Kennan tengah duduk di tepian ranjang saat Zara membuka pintu kamar mandi. Pandangan Kennan yang sebelumnya tertunduk, seketika mendongak melihat Zara dengan penampilan menggoda.


"Sini!" perintah Kennan.


Zara tak mengindahi perintahnya, ia justru berjalan menuju meja rias. Sepersekian detik, Kennan mengangkat tubuhnya, dan membawanya duduk di tepian ranjang. Ia memposisikan Zara duduk di pangkuannya.


"Dari mana kamu dapat ide gila seperti itu?" Kennan sedikit mendongak mempertemukan netranya.

__ADS_1


"Ide apa mas?" tanya Zara yang langsung mengalungkan lengan di leher Kennan.


"Menghukum suamimu dengan cara seperti tadi malam"


"Katakan dulu gimana setelah melihat foto dan videonya?"


Kennan seperti menimbang-nimbang sesuatu.


"Kok diam?"


"Seksi, hot, hmm..."


"Cukup" seru Zara, ia hendak bangkit dari pangkuannya, namun Kennan segera menahannya.


"Marah lagi"


"Enggak" sahut Zara cepat, ia terus berusaha melepas cengkraman sang suami.


"ish mas geli pas lihat sayang" ucap Kennan sambil menarik handuk yang membungkus rambut Zara. "Kok nggak malu ya kirim kayak begitu" Tangan Kennan beralih menarik tali bathrobe di pinggang Zara hingga terbuka.


"Mas mau ngapain"


"Mau sarapan lah" jawabnya dengan kilat merebahkan Zara di atas tempat tidur.


"Maaf nggak bisa, mas sudah terlanjur on"


"Aku baru selesai mandi"


"Gampang, nanti mandi lagi" sahut Kennan, lalu menciumi ceruk leher Zara, dan mambuat kissmark di area dadanya.


"Mas mandi dulu" elaknya.


"Kamu harus bayar dulu yang semalam"


"Tapi kita harus ke kantor"


"It's ok, kita bisa berangkat siangan"


"Mas,,,"


 ----------------


Akhirnya, Zara mandi untuk yang kedua kalinya, dia lebih dulu keluar, sementara Kennan masih menyelesaikan mandinya di dalam sana.


Setelah mengenakan pakaian, Zara berjalan menuju meja kerja milik Kennan, secara tidak sengaja, matanya menangkap selembar foto keluarga, ada Danu dan Nina, Rio dan Irma, serta Kennan dan Zara.

__ADS_1


Dia tersenyum memindai dirinya ada di dalam foto itu.


"Nggak nyangka, sekarang gadis kecil itu sudah pinter nyenengin suami" ucap Kennan tiba-tiba, yang tahu-tahu sudah berdiri di belakang Zara kemudian melingkarkan tangan di perutnya.


Tercium aroma sabun yang berasal dari tubuh Kennan. Aroma tubuh yang menjadi favorit Zara semenjak beberapa hari yang lalu.


"Nggak ada yang sanggup ngalahin pesonanya, apalagi saat di atas ranjang" lanjut Kennan


Zara menyikut perut suaminya, membuat Kennan berjengit dan tergelak.


"Pakai baju dulu mas"


"Iya, iya" pria itu dengan gemas mengecup pipi Zara. "Semoga ada dedek bayi tumbuh di dalam sini ya" Tangan Kennan reflek mengusap perut Zara yang masih rata.


"Oh ya, aku tadi sempat cek urin mas, aku taruh di mana ya tespeknya"


"Coba cek di kamar mandi, mas tadi lihat bungkusnya di sana" timpal Kennan seraya mengancingkan kemejanya.


Dan Zara segera melangkah menuju kamar mandi.


"Kok nggak ada mas"


"Cari baik-baik"


"Sudah, tapi nggak ada"


"Coba di inget-inget lagi, dimana naruhnya" kali ini sambil menyimpulkan dasinya.


Tespek itu berada di atas nakas kamar Bima. Zara telah meninggalkan dan melupakan benda itu di sana.


Namun saat ini, alat itu sudah berada di tangan Danu. Saat tadi pagi Danu memasuki kamar Bima, bermaksud untuk mengajaknya menjenguk seseorang yang sudah dia pukuli, secara tidak sengaja, Danu melihat benda yang menunjukan garis dua tergeletak di atas nakas. Lalu ia membawanya berniat untuk memperlihatkannya pada Nina. Danu mengira itu adalah hasil tespek milik Bima. Maksudnya mungkin milik cewek yang kemarin jadi rebutan. Dan menurut prasangka Danu, Bima telah menghamili gadis bernama Kayla. 😂


"Ya udah sayang, dari pada buang-buang waktu buat cari itu, mending kita turun, sarapan, bunda sama ayah pasti sudah nunggu"


"Tapi harusnya ada sayang"


"Tapi nyatanya enggak ada kan"


"Tapi aku penasaran, tadi sempat ke kamar Bima, setelah aku cek juga nggak ada"


"Nanti bisa di cek lagi kan" selorohnya sambil melongkarkan jam di tangan, "Kita sudah kesiangan"


Bersambung


maaf up nya sedikit, lagi ngehank

__ADS_1


__ADS_2