Ranjang Panas Sang CEO 5

Ranjang Panas Sang CEO 5
Adira


__ADS_3

"Masa Daddy lupa nama Mommy?" Tanya ke lima anak kembarnya bersamaan.


"Maksud Daddy, nama kalian karena Daddy melihat wajah kalian sama jadi Daddy agak kesulitan memanggil nama kalian." Jawab Javier.


'Sepertinya Aku harus menunggu Ibu mereka agar Aku bisa tahu, apakah Adira atau bukan.' Sambung Javier dalam hati.


"Baiklah karena Daddy lupa, Kami akan sebutkan nama kami." Ucap Arsenio.


"Namaku Arsenio kata Mommy bermakna gagah berani dan Aku anak pertama." Sambung Arsenio.


"Namaku Bagas kata Mommy bermakna anak yang tampan dan berhati baik dan Aku anak ke dua." Ucap Bagas.


"Namaku Cairo kata Mommy bermakna bermakna tampan dan mempesona dan Aku anak ke tiga." Ucap Cairo.


"Namaku Draco kata Mommy bermakna gagah seperti naga dan Aku anak ke empat." Ucap Draco.


"Namaku Edison kata Mommy bermakna tampan dan Aku anak ke lima." Ucap Edison.


Ke limanya memperkenalkan dirinya sedangkan Javier mendengarkan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Namun Javier memperhatikan ke lima anak kembar tersebut dengan seksama agar dirinya tidak salah memanggil mereka.


"Kita belum pernah bertemu tapi kenapa kalian merasa yakin kalau aku Daddy kalian?" Tanya Javier setelah mereka selesai memperkenalkan dirinya.


"Karena wajahnya sama dan kami merasa ...." ucapan Arsenio terputus ketika ponselnya berdering sekali membuat Arsenio mengambil ponselnya dari kantong celananya.


"Maaf Dad, Arsenio mau melihat siapa yang mengirim pesan ke Arsenio." Ucap Arsenio.

__ADS_1


Javier hanya menganggukkan kepalanya kemudian Arsenio membuka isi pesan tersebut.


"Dari Mommy, katanya di perusahaan ada masalah jadi tidak bisa datang ke sekolah kita." ucap Arsenio.


"Pasti beberapa karyawan ada yang korupsi, kasihan Mommy sangat sibuk mengurus perusahaan seorang diri." ucap Bagas dengan wajah pura-pura sedih.


"Bisa jadi." Jawab ke empat anak tersebut bersamaan dengan wajah ikut pura - pura sedih.


'Maaf Daddy, Kami ingin Daddy lebih perduli dengan Mommy agar masalah perusahaan cepat selesai karena kami sangat yakin kalau Daddy sanggup menyelesaikan masalah perusahaan dengan cepat tanpa mengalami hambatan." Ucap Arsenio.


"Apa yang dikatakan Kak Arsenio benar, terlebih Daddy adalah Daddy kami jadi kami mohon bantulah Mommy." Ucap ke lima anak kembarnya bersamaan dengan nada memohon.


"Apa kalian mau menemui Mommy?" Tanya Javier tiba-tiba memberikan usulan tanpa menjawab pertanyaan ke lima anak kembarnya.


"Bersama Daddy?" Tanya ke lima anak kembarnya bersamaan sambil menampilkan puppy eyes yang menjadi andalannya.


'Kenapa jantungku berdetak kencang?' Tanya Javier dalam hati.


"Hore." Ucap ke lima anak kembarnya bersamaan.


Javier hanya tersenyum, senyuman tulus yang belum pernah ditunjukkan ke siapapun kecuali ke Adira ketika mereka melakukan hubungan suami istri untuk pertama kalinya. Hal itu membuat para bodyguard yang berjaga di sekitar kantin sangat terkejut.


'Baru kali ini aku melihat Tuan Muda Javier tersenyum tulus. Semoga saja ke lima tuan muda kecil adalah anak Tuan Muda Javier walau aku tidak pernah tahu sejak kapan Tuan Muda Javier melakukan hubungan suami istri.' Ucap para bodyguard bersamaan dalam hati.


Mereka pun pergi meninggalkan sekolah tersebut menuju ke perusahaan Adira di mana saat itu Adira bersitegang dengan para petinggi saham.

__ADS_1


"Anak-anak Tuan tidak bisa bekerja, mereka hanya menyuruh anak buahnya untuk melakukan pekerjaan mereka sedangkan mereka malah bersenang-senang." Ucap Adira sambil berdiri dan menatap satu persatu para pemegang saham.


"Apakah itu masalah?" Tanya salah satu pemegang saham dengan nada santai.


'Selama ini aku adalah orang kepercayaan Opa mu tapi semenjak kehadiranmu membuat diriku tersingkir. Kamu menjadi CEO yang seharusnya menjadi milikku.' Sambung pria tersebut dalam hati.


Brak


"Tentu saja masalah, anak kalian kerja dengan gaji yang besar tapi menyalah gunakan kekuasaan dengan cara menindas karyawannya yang juga karyawanku. Jika memang tidak bisa bekerja lebih baik keluar saja dari perusahaan." Ucap Adira sambil menggebrak meja dengan nada tegas.


'Aku tahu kalau Paman adalah orang kepercayaan Opa di mana Paman sangat menginginkan menjadi CEO di perusahaan milik Opa yang diwariskan Daddy lalu diwariskan ke Aku. Tapi maaf Paman, aku tidak bisa memberikannya karena Opa dan Daddy memintaku mengurus perusahaan ini.' Sambung Adira dalam hati.


"Baiklah kalau begitu aku akan tarik sahamku." Ucap pria tersebut sambil tersenyum devil.


'Asal kamu tahu kalau semua pemegang saham sudah aku pengaruhi untuk menarik semua sahamnya dengan demikian Kamu hanya sendiri dan tidak ada yang mau membantumu untuk menanam saham di perusahaan ini.' ucap pria tersebut sambil tersenyum licik.


"Silahkan." Jawab Adira singkat.


"Baiklah." Jawab pria tersebut dengan santai.


"Aku juga akan menarik sahamku." Ucap pria lainnya yang juga pemegang saham.


"Aku juga." Jawab mereka bersamaan.


'Hahaha... Sebentar lagi perusahaan ini menjadi milikku.' Ucap pria tersebut sambil tersenyum licik dalam hati.

__ADS_1


'Si*l pasti mereka bersekutu dengan Paman untuk menguasai perusahaan ini. Apa yang mesti aku lakukan?' Tanya Adira sambil berpikir.


'Haruskah Aku hubungi Opa atau Daddy?' Tanya Adira dalam hati.


__ADS_2