
Javier tiba-tiba ingat dengan perkataan yang sangat menyakitkan di mana dirinya menghina Adira ketika Javier sudah merenggut harta yang selama ini di jaganya.
"Aku tidak akan bertanggung jawab apalagi mau menikah denganmu karena aku tahu kamu wanita licik, berapa yang kamu minta?" tanya Javier sambil bangun dari ranjang untuk mengambil dompetnya yang tergeletak di meja dekat ranjang.
'Pasti keluarganya tidak akan mengijinkan Aku bertemu dengan Adira. Tapi Kami ada anak jika mereka tidak menyetujui hubungan Kami maka Aku akan meminta anaknya karena mereka adalah darah dagingku dan Aku sangat yakin pasti Adira akan menerimaku.' Ucap Javier dalam hati.
'Jika Aku melakukan itu pasti Adira bertambah membenciku. Akhhhhhhhh... Aku tidak perduli Aku akan buktikan kalau Aku akan berubah.' Ucap Javier dalam hati.
"Maaf Tuan, silahkan masuk." Ucap bodyguard tersebut.
Javier hanya menganggukkan kepalanya kemudian Javier kembali masuk ke dalam mobil kemudian mengendarai mobil untuk masuk ke dalam gerbang mansion.
Javier keluar dari mobil dan berjalan ke arah pintu utama, dua orang bodyguard membuka pintu dengan lebar kemudian Javier masuk kedalam mansion.
"Silahkan ikut saya Tuan." Ucap kepala pelayan.
Javier hanya menganggukkan kepalanya kemudian berjalan mengikuti langkah kepala pelayan menuju ke arah ruang keluarga.
__ADS_1
Javier melihat Daddy Raka, Mommy Nicole dan Daddy Rico. Javier menelan saliva nya dengan kasar melihat dua pasang mata menatapnya dengan tatapan tajam.
Javier yang awalnya percaya diri akan mengancam jika tidak di restui maka akan mengambil ke lima anak kembarnya namun ketika dirinya bertemu keberanian tersebut mendadak hilang.
Dirinya juga tidak menyangka kalau Adira ternyata adalah salah satu putri terkaya dari keluarga besar Daddy Raka. Jika waktu bisa di ulang Javier tidak akan menyakiti Adira sedemikian rupa.
"Silahkan duduk." Ucap Mommy Nicole.
"Terima kasih Nyonya besar." Jawab Javier sambil duduk saling berhadapan yang hanya di batasi oleh meja.
Hening
Hening
Bruk
"Aku tahu, Aku telah banyak menyakiti Adira tapi Aku mohon berikan Aku kesempatan ke dua." Mohon Javier sambil berlutut untuk pertama kalinya.
__ADS_1
Seumur hidup Javier tidak pernah berlutut walau dirinya di paksa atau di tembak dirinya tidak akan mau berlutut karena pantang bagi seorang Javier.
"Bangunlah dan duduk kembali." Ucap Mommy Nicole.
"Tapi Nyonya besar, Saya banyak salah terhadap Adira dan Saya ingin menebus semua kesalahan Saya." Ucap Javier.
"Apakah Kamu tahu, akibat ulahmu mendorong putriku? Adira mengalami koma selama dua bulan ketika sadar Adira tidak ingat apa yang telah terjadi di tambah Adira mengalami lumpuh baik ke dua tangan dan ke dua kaki hingga setahun kemudian Adira bisa berjalan." Ucap Daddy Rico sambil menggenggam ke dua tangannya dengan erat.
Kemarahan di dalam hatinya membuatnya ingin menembak mati pria yang berlutut dihadapannya namun mengingat permintaan Mommy Nicole dan istrinya membuat Daddy Rico menahan amarahnya.
Sedangkan Javier yang mendengar cerita Daddy Rico tubuhnya gemetar. Rasa bersalah teramat sangat mengingat waktu itu dirinya merasakan amarah, kesalahpahaman dan kebencian terhadap seorang wanita yang tidak bersalah membuat dirinya nyaris membunuh wanita itu yaitu Adira.
"Aku sangat menyesal karena telah melukai perasaan dan juga melukai fisik Adira. Aku bersedia di hukum tapi Aku mohon sebelum Aku di hukum pertemukan Aku dengan Adira karena tadi Adira menghubungi diriku dan tiba-tiba Adira berteriak kesakitan." Ucap Javier.
Penyesalan Javier yang teramat sangat membuat dirinya siap di hukum asalkan dirinya diberikan kesempatan untuk melihat Adira.
__ADS_1