
Plak
Plak
Bela menampar pipi kanan dan kiri namun Adira tidak melawan karena ada putranya yang dijadikan sandera oleh mereka. Apa yang dilakukan oleh Bela membuat Arsenio berusaha melepaskan diri namun ikatannya terlalu kuat sambil menahan amarahnya terhadap Bela.
Bruk
"Lakukan apapun yang Kamu mau tapi Aku mohon lepaskan putraku." Mohon Adira sambil berlutut.
"Mommy, jangan berlutut biarkan mereka membunuh Arsenio asalkan Mommy baik-baik saja." Ucap Arsenio yang tidak tega melihat Adira dilukai dan berlutut di hadapan mereka.
"Tidak Arsenio, Mommy tidak sanggup terlebih jalanmu masih panjang." Ucap Adira.
"CUKUP! JANGAN BERISIK!" Teriak Bela dengan suara menggelegar.
Setelah berteriak Bela berjalan ke arah Adira kemudian menarik rambut Adira dengan kasar membuat Adira memegangi rambutnya agar mengurangi rasa sakit pada kulit kepalanya.
Duag
"Akhhhhhhhh !!!" Teriak Adira.
"Mommy!!" Teriak Arsenio.
Bela tanpa punya perasaan sedikitpun dengan sengaja membenturkan kepala Adira ke tembok membuat Adira berteriak kesakitan. Darah segar keluar dari kepala Adira membuat Adira mulai pusing.
Duag
"Akhhhhhhhh !!!" Teriak Adira kembali ketika Bela membenturkan kening Adira ke tembok.
__ADS_1
"Mommy!!" Teriak Arsenio.
"Tante ja..." Ucapan Arsenio terpotong oleh Adara.
"Arsenio, kalau Sayang sama Mommy jangan berteriak ataupun memaki." pinta Adira tanpa memperdulikan rasa sakit hingga pandangannya mulai kabur.
Adira mengatakan hal itu karena dirinya tidak ingin putra sulungnya terluka sedangkan Arsenio yang mendengarkan ucapan Adira hanya bisa menggenggam erat ke dua tangannya.
Bruk
"Akhhhhhhhh !!!" Teriak Adira.
Bela mendorong tubuh Adira membuat Adira jatuh terlentang sambil kembali berteriak kesakitan. Arsenio memalingkan wajahnya sambil berusaha melepaskan diri tanpa memperdulikan rasa sakit pada ke dua pergelangan tangannya.
Duag
"Akhhhhhhhh !!!" Teriak Adira kembali.
Dor
"Akhhhhhhhh..." Teriak Bela.
Bruk
Ketika Bela ingin menendang tubuh Adira bersamaan terdengar suara tembakan ke arah lutut Bela membuat tubuh Bela ambruk.
"Tembak mereka semuanya dan biarkan wanita itu hidup!" Perintah seorang pria tampan siapa lagi kalau bukan Javier.
Di saat krisis datang Javier, Javier melihat calon istrinya bersimbah darah membuat darah Javier mendidih dan menembak lutut Bela sebelum Bela menendang tubuh Adira.
__ADS_1
"Baik Tuan." Jawab anak buahnya.
Sambil bicara Javier berlari ke arah Adira namun Adira menunjuk ke arah Arsenio.
"Tolong selamatkan putra kita." Ucap Adira sambil memaksakan untuk tersenyum.
Javier hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan ke arah putranya yang bernama Arsenio sambil menembak orang-orang yang ingin menghalangi dirinya.
"Daddy, jangan pedulikan Aku ... Selamatkan Mommy." Pinta Arsenio.
"Nanti Daddy akan selamatkan Mommy." Ucap Javier sambil melepaskan ikatan Arsenio.
Tanpa disadari oleh Javier kalau Nelson yang merupakan suami Bela mengarahkan pistol ke arah Javier.
Dor
"Akhhhhhhhh.." Teriak Nelson
Bruk
Di saat krisis datang Kevin, Kevin datang kemudian menembak Nelson yang sedang bersembunyi sambil bersiap menembak Javier. Nelson yang kalah cepat hingga Nelson tertembak mengenai keningnya dan langsung berteriak kesakitan lalu meninggal di tempat.
"Kevin, tolong putraku di jaga!" Perintah Javier.
"Baik Tuan." Jawab Kevin patuh.
Kevin dengan langkah cepat menuju ke arah Arsenio sedangkan Javier berjalan ke arah istrinya kemudian menggendong nya ala bridal style.
"Kak Javier Aku sudah ingat semuanya, tolong jaga ke lima anak Kita." Ucap Adira lirih.
__ADS_1
Selesai mengatakan hal itu Adira tidak sadarkan diri dan tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya.
"Sayang, Kamu harus kuat." Ucap Javier sambil berlari ke arah mobil diikuti oleh Kevin sambil menggendong Arsenio.