
"Apa itu?" tanya Arsenio penasaran sambil menatap Angelina dari kaca spion.
'Paling minta harta yang sangat banyak, dasar wanita mu ra han,' ucap Arsenio dalam hati sambil menahan amarahnya.
"Aku tidak perduli Jika Tuan menyakiti Aku atau melakukan apapun terhadapku anggap saja menebus kesalahan yang pernah Aku buat. Tapi satu hal aku minta jika seandainya Oma sudah sadar maka izinkan Aku pergi dari kehidupan Tuan dan anggap saja Kita tidak saling mengenal satu sama lain.' ucap Angelina sambil menatap Arsenio dari spion.
Deg Deg
Pandangan mata mereka saling beradu membuat jantung ke duanya berdetak kencang membuat mereka mengalihkan pandangan ke arah lain.
"Hanya itu saja?" tanya Arsenio terkejut tapi berusaha di tepisnya.
"Iya hanya itu saja, apakah bisa?" tanya Angelina penuh harap sambil menatap kembali wajah tampan Arsenio dari spion mobil.
'Sangat tampan dan seandainya saja Mommy tidak membuat masalah dengan menabrak neneknya Kak Arsenio, mungkin jalan ceritanya akan lain dan Kak Arsenio dan keluarganya tidak akan mempunyai dendam,' ucap Angelina dalam hati sambil memainkan jari jemarinya yang lentik dan menatap ke arah jalan raya.
Angelina hanya bisa berani memanggil Arsenio dengan sebutan kak Arsenio dalam hati karena dirinya tidak mungkin berani memanggil kak Arsenio sedangkan Arsenio sangat membenci dan dendam terhadapnya.
'Si*l kenapa aku mulai menyukainya dan bibirnya .... tidak ... tidak seluruh tubuhnya sudah pernah di sentuh banyak pria.' ucap Arsenio dalam hati sambil menatap Angelina dari kaca spion mobil yang sedang memainkan bibirnya.
'Aku sangat jijik jika menyentuhnya, misi ku adalah membalaskan dendam karena nenekku di tabrak.' sambung Arsenio dalam hati.
__ADS_1
"Apakah tuan bisa melakukannya?" tanya Angelina mengulangi perkataannya karena sejak tadi Arsenio tidak menjawab pertanyaannya.
"Ya," jawab Arsenio singkat.
"Terima kasih," jawab Angelina sambil tersenyum.
"Kenapa terima kasih?" tanya Arsenio dengan wajah bingung sambil menatap kembali wajah cantik Angelina yang sedang memandanginya.
"Terima kasih karena setelah Oma sadar maka pada saat itu Aku akan pergi dari kehidupan Tuan dan dari keluarga besar Tuan," jawab Angelina yang masih tersenyum sambil menatap wajah tampan Arsenio.
"Apa rencana mu setelah Kita berpisah? Lalu apa yang akan Kamu katakan pada keluargaku kalau Kita bercerai?" Tanya Arsenio.
Entah kenapa dirinya seakan tidak rela jika Angelina pergi dari kehidupannya.
"Mengenai masalah bercerai, bilang saja Aku selingkuh dengan pria lain dan tidak bisa di atur atau apa saja. Dengan begitu keluarga Tuan tidak akan marah dengan Tuan tapi marah denganku." Sambung Angelina.
"Kamu tidak marah atau membenci ku ketika Aku mengatakan hal itu? Jika di tanya apakah Kamu akan mengakui apa yang Aku katakan?" Tanya Arsenio.
"Kenapa mesti marah? Jika keluarga Tuan bertanya padaku maka Aku akan mengakuinya." Jawab Angelina.
Arsenio yang ingin menjawab ucapan Angelina mata elangnya melihat ada dua mobil hitam mengikuti mobilnya membuat Arsenio menambah kecepatan mobilnya.
__ADS_1
Angelina langsung memegang kursi yang di duduki oleh Arsenio agar dirinya tidak terjatuh hingga Angelina tidak sengaja melihat di spion mobil ada dua mobil hitam mengikuti mobil milik Arsenio.
"Ambil ponselku di saku jas ku dan hubungi grup keluarga Daddy Javier dengan Mommy Adira!" Perintah Arsenio.
Tanpa menjawab ucapan Arsenio, Angelina memeluk tubuh Arsenio dari arah belakang. Kemudian Angelina meraba-raba jas Arsenio yang menempel di tubuhnya.
Kejadian aneh terjadi di mana tombak saktinya yang selama ini tertidur dengan pulas tiba - tiba terbangun padahal banyak gadis dan wanita yang pura - pura sengaja menggoda ataupun menyentuh tubuhnya tapi adik kecilnya selalu tidur dengan pulas.
Jika hal itu terjadi maka Arsenio langsung marah ketika tubuhnya di sentuh dan langsung memberikan hukuman yang sangat berat untuk mereka yang berani menyentuh tubuhnya.
"Ponselku ada di dalam jas sebelah kiri," ucap Arsenio sambil menggenggam stir kemudi dengan erat untuk menghilangkan pikiran liarnya karena bagaimanapun dirinya adalah pria normal.
'Si*l kenapa di saat genting begini pikiranku jadi kotor? Lupakan Arsenio dia sudah kotor dan tidak pantas kamu menyentuhnya," ucap Arsenio dalam hati.
'Aduh, selama ini aku hanya berpegangan tangan saja dengan kekasihku tapi ini aku di suruh mencari ponselnya di jasnya membuat jantungku berdetak kencang. Astoge apa yang dipikirkan kak Arsenio? Pasti kak Arsenio menganggap ku sengaja melakukannya padahal jujur Aku sangat gugup melakukannya," ucap Angelina dalam hati sambil mengambil ponsel milik Arsenio yang di simpannya di dalam jas sebelah kiri.
"Nomer pin nya?" tanya Angelina ketika membuka ponselnya sambil berusaha menetralkan jantungnya yang berdetak kencang.
"0108xx," Jawab Arsenio.
Angelina langsung menekan tombol yang dikatakan oleh Arsenio kemudian mencari wa setelah ketemu Angelina menekan logo wa dan mencari grup keluarga Daddy Javier dengan Mommy Adira kemudian melakukan panggilan video call.
__ADS_1
"Di mana Arsenio?" tanya Daddy Javier dengan nada dingin.