
"Aku tidak tahu." Jawab Adira sambil kembali membalikkan badannya dan keluar dari kamarnya.
Javier hanya tersenyum sambil berjalan mengikuti langkah Adira. Walau Adira belum menjawab menyukainya setidaknya Adira perhatian dengan dirinya dan berharap suatu saat nanti Adira membalas perasaannya.
Kini mereka sudah sampai di dapur, Adira membuka pintu kulkas untuk melihat bahan masakan sedangkan Javier duduk menunggu apa yang akan di masak oleh Adira.
"Kak Javier mau makan apa?" Tanya Adira.
"Apa saja suka tapi apakah Kamu bisa masak?" Tanya Javier.
"Sedikit, paling kalau rasanya tidak asin ya manis." Jawab Adira berbohong sambil mengeluarkan bahan yang ada di dalam kulkas.
"Tidak apa-apa, asalkan Kamu yang masak." Ucap Javier.
Adira hanya tersenyum kemudian mulai mengolahnya sedangkan Javier hanya memperhatikan apa yang dilakukan oleh Adira.
'Rasanya enak banget diperhatikan sama wanita yang dicintainya, Aku berjanji akan melindungimu dan menjagamu dari orang yang berniat jahat begitu pula dengan ke lima anak kembar kita.' Ucap Javier dalam hati.
'Terima kasih sudah melahirkan ke lima anak kembar kita apalagi mereka sangat mirip denganku.' Sambung Javier dalam hati.
Bau harum dari masakan Adira membuat Javier lapar dan tidak sabar untuk memakan masakan buatan Adira untuk pertama kalinya.
"Dari caramu memasak persis seperti orang yang sudah ahli dan mirip seperti seorang koki yang terkenal dengan memasak yang enak." Ucap Javier memuji Adira.
__ADS_1
"Terima kasih atas pujiannya dan semoga saja Kak Javier suka masakanku." Ucap Adira sambil memberikan masakan pertama untuk Javier.
"Tentu saja suka apalagi yang masak calon istriku." Ucap Javier.
Adira hanya tersenyum membuat Javier membalas senyuman Adira hingga mereka mendengar suara yang sangat familiar di telinganya memanggil nama mereka.
"Mommy, Daddy." Panggil ke lima anak kembarnya sambil berjalan ke arah mereka.
Javier dan Adira sangat terkejut kemudian membalikkan badannya.
"Lho kok kalian bangun? Besok sudah mulai sekolah." Ucap Adira dengan nada lembut sambil berjalan ke arah ke lima anak kembarnya.
"Kami tadi haus Mom, makanya mau ambil minuman di dapur tidak tahunya Mommy dan Daddy ada di sini." Jawab Arsenio.
"Daddy kalian lapar makanya Daddy makan dulu jadi Kalian tidur lagi ya." Ucap Adira.
"Besok kan Kalian bisa mengobrol sama Daddy." Ucap Adira.
"Daddy tinggal di sini kan Mom?" Tanya Edison.
"Tentu saja." Jawab Adira.
"Hore..." Ucap ke lima anak kembarnya sambil tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Daddy kapan datang? Tadi kenapa tidak bareng sama Kami pulangnya?" Tanya Bagas.
"Maaf tadi Daddy ada urusan makanya pergi lagi." Jawab Javier.
"Oh ya Arsenio baru ingat, kata Kakek Buyut kalau Paman bukan Daddy kita." Ucap Arsenio yang merubah panggilannya menjadi Paman.
Javier menatap ke arah Adira untuk meminta bantuan dan Adira yang mengerti langsung berlutut sambil memegang bahu putra pertamanya.
"Sayang, tadi Kakek Buyut usilin Daddy karena Daddy tidak pulang-pulang." Ucap Adira.
"Kalau begitu nanti Arsenio akan usilin Kakek Buyut." Ucap Arsenio.
"Tidak boleh Sayang. Sekarang kalian senang kan Daddy datang ke sini?" Tanya Adira mengalihkan pembicaraan.
"Senang Mom, besok Kami sekolah di antar sama Mommy dan Daddy kan?" Tanya Arsenio.
"Kami ingin seperti teman-teman selalu di antar sama Mommy dan Daddy." Sambung ke empat adik kembarnya bersamaan dengan mata berkaca-kaca.
"Tentu saja tapi dengan satu syarat." Ucap Adira.
"Apa Mom?" Tanya ke lima anak kembarnya bersamaan sekaligus penasaran begitu pula dengan Javier.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
__ADS_1
Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :