
''Tidak Opa, Javier tidak melakukan apa-apa." Jawab Javier.
"Tapi sejak tadi sikap dan perkataan Adira membuat Javier merasa kalau Adira seakan ingin pergi jauh." Ucap Javier.
"Lebih baik, kita harus berjaga-jaga jangan sampai terjadi dengan putri kita." Ucap Mommy Karen sambil menatap ke arah suaminya.
"Apa yang dikatakan Mommy benar adanya nanti Daddy akan memerintahkan anak buah untuk menjaga Adira." ucap Daddy Rico.
"Seharian Kamu selalu bersama Adira jadi Opa minta temani kemanapun Adira pergi karena Opa tidak ingin terjadi sesuatu dengan Adira." Ucap Daddy Raka.
"Baik Opa." Jawab Javier.
"Sekarang kalian berangkatlah nanti ke lima cucu kami terlambat sekolah." Ucap Mommy Karen.
"Baik Mom." Jawab Javier patuh.
Merekapun meninggalkan ruang makan menuju ke arah ruang keluarga. Adira, Javier dan ke lima anak kembar berpamitan dengan Daddy Raka, Mommy Nicole, Daddy Rico dan Mommy Karen kemudian mereka pergi meninggalkan mansion tersebut menuju ke arah sekolah ke lima anak kembar.
Ke lima anak kembar sangat bahagia karena untuk pertama kalinya di antar oleh ke dua orang tuanya. Selesai mengantar Javier mengarahkan mobilnya menuju ke perusahaan milik Adira.
__ADS_1
"Sayang." Panggil Javier sambil menggenggam tangan Adira.
"Ya." Jawab Adira.
"Bisakah di kantor Kamu mengatakan kalau Aku adalah suamimu?" Tanya Javier.
"Memang kenapa?" Tanya Adira.
"Agar mereka tidak lagi menghina dirimu." Jawab Javier.
"Baik." Jawab Adira singkat sambil membalas genggaman tangan Javier.
Kini mereka berada di ruang meeting dan sesuai permintaan Javier maka Adira memperkenalkan Javier di depan pemegang saham kalau Javier adalah suaminya.
Semua yang mendengarnya sangat terkejut terlebih mereka tahu siapa Javier. Seorang CEO yang berwajah datar dan dingin selain itu Javier terkenal dengan kekejamannya.
Merekapun tidak berani merendahkan Adira karena ada Javier di sisinya dan satu jam kemudian meeting antar pemegang saham akhirnya sudah selesai.
Javier dan Adira pergi meninggalkan perusahaan menuju ke perusahaan milik Javier dan tanpa sepengetahuan mereka berdua kalau ada sepasang mata menatap mereka dengan tatapan tajam terlebih terhadap Adira karena telah membuat rencana-rencananya yang di susunnya dengan rapi kini gagal total.
__ADS_1
'Jika saja Tuan Raka dan Tuan Rico tidak datang Aku bisa menguasai perusahaan ini. Sekarang di tambah lagi dengan Tuan Javier membuatku tidak bisa lagi menindas Nyonya Javier.' Ucap pria tersebut dalam hati sambil menahan amarahnya.
'Aku akan menyandera salah satu anaknya agar Nyonya Javier mau Aku culik lalu ...." Ucap pria paruh baya tersebut sambil tersenyum menyeringai.
Tap
"Papi, sepertinya kita harus mengganti rencana lain." Ucap Nelson sambil memegang bahu Ayah mertuanya.
"Apa rencanamu?" Tanya pria tersebut.
Nelson mendekati pria tersebut kemudian membisikkan sesuatu ke telinga pria tersebut sedangkan pria tersebut hanya menganggukkan kepalanya tanda dirinya setuju dengan ide jahat menantunya.
"Bagaimana Papi?" Tanya Nelson.
"Baik Papi setuju dengan ide mu." Ucap pria tersebut.
"Bagus, kalau begitu Aku akan hubungi seseorang." Ucap Nelson sambil mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi orang suruhan nya untuk melakukan kejahatan.
"Semoga saja mereka berdua ma ti agar tidak ada lagi batu sandungan yang membuat rencanaku berantakan." Ucap pria tersebut sambil tersenyum devil.
__ADS_1