
Tuan Vincent berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket tanpa memperdulikan Belia yang masih tidak sadarkan diri.
Hingga lima belas menit kemudian Tuan Vincent sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai.
"Kenapa masih tidur sih!" Ucap Vincent dengan nada kesal sambil berjalan ke arah meja untuk mengambil gelas yang berisi air mineral.
Ketika Tuan Vincent ingin menyiram ke wajah Belia, Tuan Vincent tidak sengaja melihat ada darah segar yang lumayan banyak dari sela-sela ke dua paha Belia.
"Si*l, ranjangku jadi kotor." Ucap Tuan Vincent dengan nada kesal.
"Jangan-jangan wanita ini datang bulan? Kenapa tidak bilang? Kalau tahu kan Aku tidak memintanya untuk melakukan hubungan suami istri. Awas saja Kamu, akan aku hukum Kamu." Ucap Tuan Vincent sambil menahan amarahnya.
Byur
Tanpa punya perasaan Tuan Vincent menyiram ke wajah Belia namun Belia tidak bereaksi membuat Tuan Vincent mengecek nadi Belia.
"Masih hidup, apa jangan-jangan Belia sebentar lagi akan mati?Akhhhhhhhhhhhhhh... Nyusahin saja." Umpat Tuan Vincent sambil mengambil ponselnya yang tergeletak di meja dekat ranjang untuk menghubungi dokter pribadinya.
Setelah selesai Tuan Vincent meletakkan ponselnya di meja dekat ranjang kemudian menutupi tubuh polos Belia hingga ke dada Belia.
Setelah lama menunggu akhirnya dokter pribadinya datang dan langsung mengecek kondisi Belia.
"Bagaimana keadaannya? Kenapa Dia bisa pingsan?" Tanya Tuan Vincent tanpa mengucapkan nama Belia.
"Wanita ini hamil, apakah Tuan Vincent melakukan hubungan suami istri?" Tanya dokter tersebut tanpa menjawab pertanyaannya.
"Ya, apa hubungannya dengan wanita ini tidak sadarkan diri?" Tanya Tuan Vincent.
Tanpa memperdulikan Belia hamil karena pada dasarnya Tuan Vincent memang melakukan hubungan suami istri karena dirinya dendam terhadap Kakak kembarnya Belia yang bernama Bela.
Walau sudah tinggal beberapa hari dengannya perasaan suka Tuan Vincent sama sekali tidak ada untuk Belia karena masalalunya yang sangat buruk di mana ke dua orang tuanya selingkuh dan akhirnya mereka pisah.
Di tambah dirinya pernah mencintai seseorang namun gadis yang dicintainya mengkhianati dirinya dan membawa kabur semua harta milik orang tua Tuan Vincent.
Di saat terpuruk hadir Bela hingga akhirnya Tuan Vincent kembali bangkit dan menjadi sukses namun sayang ketika Tuan Vincent menyatakan cintanya ke Bela dan ingin menikahinya keluarganya menentang keras.
Hingga salah satu keluarganya Bela menjodohkannya dengan pria lain yang bernama Nelson dan merekapun menikah hingga akhirnya orang tua Bela dan Nelson mati di tembak oleh anak buah Javier.
Sedangkan Bela di siksa oleh Daddy Rico dan Javier hingga akhirnya menemui ajalnya. Kemudian jasadnya di buang di pinggir jalan dan secara tidak sengaja di lihat oleh Belia ketika melewati jalan tersebut.
Kembali cerita ke semula di mana Tuan Vincent mengatakan apa hubungannya dengan wanita ini tidak sadarkan diri.
"Tubuhnya sangat lemah dan di tambah hamil maka ketika melakukan hubungan suami istri membuatnya tidak sadarkan diri." Jawab dokter tersebut.
__ADS_1
"Kalau begitu rawat hingga sembuh." Ucap Tuan Vincent sambil pergi meninggalkan kamarnya.
Dokter tersebut menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap Belia dengan tatapan sendu karena dirinya tahu siapa Tuan Vincent.
Hingga beberapa saat Belia mulai tersadar dari pingsannya kemudian menatap dokter tersebut dengan tatapan sendu.
"Dokter tolong Aku." Mohon Belia.
"Apa yang bisa Aku bantu?" Tanya dokter tersebut.
"Aku ingin pergi dari sini tapi Tuan Vincent tidak mengijinkannya. Aku sangat lelah menjadi penghangat ranjangnya, kalau Kami menikah Aku tidak masalah tapi ini ..." Ucap Belia menggantungkan kalimatnya.
"Aku tahu perasaanmu tapi maaf Aku tidak berani." Ucap dokter tersebut.
Belia menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk menghilangkan rasa sesak di hatinya.
"Kenapa Aku tidak sadarkan diri, dok?" Tanya Belia mengalihkan pembicaraan.
"Nyonya hamil karena itulah Nyonya tidak sadarkan diri." Jawab dokter tersebut.
"Apa dok? Aku hamil?" Tanya Belia dengan wajah terkejut.
Dokter tersebut hanya menganggukkan kepalanya sedangkan Belia langsung terdiam. Dokter tersebut memberikan nasehat agar Belia jangan terlalu banyak pikiran mengingat Belia sedang hamil.
Setelah selesai di periksa dokter tersebut pergi meninggalkan kamar tersebut bersamaan kedatangan dua pelayan.
Ke dua pelayan tersebut mengganti seprai setelah semua beres ke dua pelayan itu pun pergi meninggalkan kamar tersebut.
Dua hari kemudian Tuan Vincent membawa gadis lain untuk dijadikan penghangat ranjangnya membuat Belia kecewa.
"Tuan, sekarang Aku hamil anak Tuan." Ucap Belia sambil memejamkan matanya.
Hal itu dilakukan karena melihat Tuan Vincent sedang melakukan hubungan suami istri di ruang keluarga. Perasaan benci terhadap Tuan Vincent semakin menumpuk.
Hal itu dikarenakan dirinya dijadikan penghangat ranjangnya namun ketika Tuan Vincent sudah bosan, Tuan Vincent mencari penggantinya tanpa memperdulikan perasaan Belia.
"Lalu kenapa?" Tanya Tuan Vincent sambil masih menggoyangkan pinggulnya secara berulang kali.
"Kenapa membawa wanita lain dan melakukan hubungan suami istri?" Tanya Belia tanpa memperdulikan suara-suara laknat dari mulut mereka berdua yang tidak mempunyai hati.
"Kamu sedang hamil dan Aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan Anakku jadi Aku membawa wanita lain untuk memenuhi biologis ku." Jawab Tuan Vincent tanpa dosa.
"Sekarang pergilah dan jangan ganggu Kami!" Usir Tuan Vincent.
__ADS_1
Tanpa menjawab Belia pergi meninggalkan ruangan keluarga menuju ke arah kamarnya kemudian menangis di kamarnya.
'Aku sangat membenci kalian.' Ucap Belia sambil menahan amarahnya.
Sejak kejadian Valen tidak sadarkan diri dan ternyata hamil membuat Tuan Vincent tidak pernah menyentuh Belia.
Tuan Vincent sering membawa wanita yang berbeda - beda membuat Belia menahan amarahnya.
'Aku harus kuat hingga anak ini lahir, Aku akan buat anak ini membunuh Ayah kandungnya dan juga Tuan Rico dan Tuan Javier karena gara-gara mereka membuatku menjadi menderita.' Ucap Belia dalam hati.
Sejak saat itu Belia menaruh dendam hingga akhirnya Belia melahirkan bayi perempuan yang sangat cantik dan sangat mirip dengan Tuan Vincent.
Mungkin kebencian yang teramat sangat membuat wajah putrinya sangat mirip dengan Tuan Vincent.
Entah kenapa Tuan Vincent sangat sayang dengan putrinya dan memanjakannya. Hingga di usia lima tahun putrinya yang bernama Angelina diajarkan bela diri karena Tuan Vincent menginginkan Angelina menjadi penerusnya.
Hal itu tidak di sia-siakan oleh Belia, Belia juga ikut belajar bela diri karena suatu saat akan membalaskan dendam ke Tuan Vincent, Daddy Rico dan Javier bersama putrinya.
xxxxxxxxxx Flash Back Off xxxxxxxx
"Iya Mom." Jawab Angelina sambil berlatih.
'Oh ya hari ini pria brengs*k itu sudah pulang kerja dan bisa dipastikan membawa wanita lain. Aku akan menjalankan rencana pertama dulu yaitu membunuh pria itu bersama kekasihnya dengan bantuan putriku.' Ucap Belia dalam hati.
"Angelina sudah cukup Kamu latihan dan sekarang kita istirahat di kamar." Ucap Belia.
"Baik Mom." Jawab Belia patuh.
Belia dan Angelina keluar dari ruang olahraga menuju ke arah tangga sambil mereka mengobrol.
"Sayang, Kita ke ruang perpustakaan yuk di lantai dua" Ajak Belia.
"Bukankah Daddy melarang kita untuk menginjakkan kaki ke lantai dua? Apalagi ruang perpustakaan, siapapun tidak boleh masuk sama Daddy termasuk Mommy dan Angelina. Apakah Mommy lupa?" Tanya Angelina.
"Memang benar tapi Mommy penasaran kenapa Daddy melarang Kita." Jawab Belia berbohong.
'Karena pria brengs*k itu membawa wanita yang tidak punya malu itu melakukan hubungan suami istri di ruang perpustakaan lantai dua di mana ruang perpustakaan itu ada kamar pribadi. Karena itulah pria brengs*k itu melarang siapapun masuk ke dalam ruang perpustakaan termasuk Aku.' Ucap Belia sambil menahan amarahnya.
Dirinya yang bertahun-tahun tinggal di mansion di tambah mempunyai anak dari pria itu, namun dirinya tidak diijinkan sama sekali untuk masuk. Sedangkan wanita yang baru di kenalnya diijinkan masuk ke perpustakaan membuat Belia hanya bisa menahan amarahnya.
"Baiklah Mom Kita kesana, karena jujur Angelina penasaran." ucap Angelina sambil menuruni anak tangga satu demi satu begitu pula dengan Belia.
'Bagus, sebentar lagi pria brengs*k itu mati dan berlanjut membunuh Nyonya Karen agar Tuan Rico merasakan kehilangan orang yang dicintainya kemudian berlanjut membunuh Nyonya Adira agar Tuan Javier juga merasakan kehilangan orang yang dicintainya.' Ucap Belia dalam hati.
__ADS_1
'Kak Bela, Aku akan membalaskan dendam mu ke mereka.' Sambung Belia dalam hati.