Ranjang Panas Sang CEO 5

Ranjang Panas Sang CEO 5
Tunggu Dulu


__ADS_3

("Baik Mom, Javier berangkat ke gudang tua di pinggir hutan." Jawab Javier).


("Hati-hati." Ucap Mommy Karen).


("Terima kasih Mom." Jawab Javier)


Tut Tut Tut Tut


Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Mommy Karen kemudian Javier menyimpan ponselnya di dalam saku jasnya.


"Percepat mobilnya!" Perintah Javier dengan nada dingin.


"Baik Tuan." Jawab bodyguard tersebut yang merangkap sebagai sopir sambil menambahkan kecepatan mobilnya.


Tiba-tiba ponsel nyari berdering tanda ada panggilan masuk membuat Javier mengambil ponsel nya dari saku jasnya. Javier menatap layar ponsel nya untuk mengetahui siapa yang menghubungi dirinya dan ternyata asisten setianya yang bernama Kevin.


("Ada apa Kevin?" Tanya Javier tanpa basa basi).


("Maaf Tuan, Saya mendapatkan kabar kalau Tuan Muda Kecil Arsenio hilang." Jawab Kevin).


("Putra ku bukannya hilang tapi di culik dan calon istriku ke sana untuk menukarkan dirinya dengan putra Kami." Ucap Javier menjelaskan).

__ADS_1


("Calon istri? Tuan Muda Kecil Arsenio di culik dan Calon istri Tuan menukarkan dirinya dengan Putra Tuan?" Tanya Kevin mengulangi perkataan Javier).


("Mereka adalah ke lima anak kembar Kami dan Aku sudah menemukan Adira dan rencananya Kami akan menikah secepatnya tapi sekarang calon istriku pergi menyelamatkan putra Kami" Jawab Javier menjelaskan).


("Nyonya Javier dan Tuan Muda Kecil Arsenio di culik di mana?" Tanya Kevin sambil menahan amarahnya terhadap para penculik).


("Gudang tua di pinggir hutan." Jawab Javier).


("Baik Tuan, Saya dan buah menuju ke arah sana." ucap Kevin sambil berharap Adira baik-baik saja begitu pula harapan Javier maupun keluarga besar Adira).


Tut Tut Tut Tut


Tanya menunggu jawaban Javier memutuskan sambungan komunikasi secara sepihak kemudian menyimpan kembali ponsel nya di saku jas nya.


'Adira bertahan lah dan jangan tinggalkan Aku karena Aku tidak sanggup kehilangan mu.' Sambung Javier dalam hati.


Deg


Jantung Javier berdetak kencang ketika tiba-tiba dirinya ingat dengan apa yang dikatakan oleh Adira membuat Javier sangat takut, takut kehilangan Adira selama-lamanya.


'Bertahun-tahun Aku mencari mu dan akhirnya Kita kembali dipertemukan jadi Aku mohon jangan membuat Aku kehilanganmu untuk ke dua kalinya.' Ucap Javier dalam hati.

__ADS_1


xxxxxxxxxx


Di tempat yang berbeda tepatnya di gudang tua di pinggir hutan, Adira menghentikan mobilnya kemudian keluar dari mobil tanpa memperdulikan ponsel nya sejak tadi berdering terus.


Keluarga Adira dan Javier berulang kali menghubungi dirinya namun Adira tidak mengangkat ponselnya.


"Maafkan Adira." Ucap Adira sambil berjalan ke arah gudang.


Tap


Tap


Tap


Suara sepatu hak tinggi milik Adira terdengar hingga Adira melihat putra sulungnya Arsenio di ikat ke dua tangan dan ke dua kakinya. Bersama orang-orang yang dikenalnya siapa lagi kalau bukan Papi nya Bela, Bela dan Nelson bersama beberapa pemegang saham.


"Kalian kenapa menculik putraku? Bebaskan putraku." Pinta Adira.


"Seperti yang Aku bilang, Kami akan bebaskan putramu asalkan Kamu menyerahkan diri." Ucap pria tersebut sambil tersenyum menyeringai.


"Aku sudah menyerahkan diriku, lakukan apapun yang kalian mau asalkan bebaskan putraku." Ucap Adira.

__ADS_1


"Bebaskan putranya!" Perintah pria tersebut pada putri semata wayangnya yang bernama Bela.


"Tunggu dulu Papi, Aku ingin menyiksa wanita sombong itu." Ucap Bela sambil berjalan ke arah Adira.


__ADS_2